SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law dengan nomor ISSN terdaftar 3046-787X (Cetak - Print) dan 3046-7179 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Sains, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2. Pendidikan dan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, 3. Hukum, Sosial, Politik, Budaya, Antropologi 4. Akuntansi, Ekonomi, Bisnis, Manajemen SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan April & Oktober
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2024): April 2024"
:
10 Documents
clear
Menakar Arah Kebijakan Publik yang Sesuai Dengan Kehendak Rakyat
Mara Agustina
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2205
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kebijakan publik yang sesuai dengan kehendak rakyat. Kebijakan Publik merupakan kebijakan yang sibuat dan ditetapkan oleh Pemerintah untuk ditaati dan dilakukan oleh masyarakat yang berada di Negara tersebut. Kebijakan publik yang telah disahkan oleh Pemerintah memilik dampak atau hasil yang bermanfaat atau merugikan bagi Masyarakat yang mematuhinya. Dan bagaimana sikap masyarakat dalam merespon kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini peneliti meneliti respon masyaraka serta dampak yang di alami masyarakat atas kebijakan publik tersebut.
Pembelajaran Berbasis Internet Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Bani Maga Yohana Agapa
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2201
Penggunaan media pembelajaran digital telah banyak dimanfaatkan pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran bahkan lebih luas lagi didukung dengan teknologi internet. Penggunaan teknologi informasi ini lebih dikenal dengan sebutan e-learning. E-learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang didukung oleh tegnologi internet. Penggunaan e-learning di sekolah, akan membantu tugas pendidik dalam menyampaikan pembelajaran baik untuk siswa biasa (normal) maupun untuk siswa berkebutuhan khusus, misalnya tuna netra, tuna daksa, tuna grahita dan lain-lain. Penggunaan elearning harus disesuaikan dengan karasteristik anak khususnya untuk anak berkebutuhan khusus. Banyak perangkat lunak open source yang dapat digunakan sebagai sarana elerning untuk anak berkebutuhan khusus, salah satu media yang dapat digunakan untuk tuna netra adalah perangkat lunak screen reader, untuk mengubah teks menjadi suara, sedangkan untuk tuna rungu bisa memanfaatkan video untuk media pembelajarannya. Banyak website dan media pembelajaran di internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, misal I-CHAT (I Can Hear and Talk) dan masih banyak website lainnya yang didesain khusus untuk anak berkebutuhan khusus lainnya.
Fenomena Kenakalan Remaja Akibat Aksi Bullying
Dilya Fitri
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2202
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengertian dari remaja (2) mendeskripsikan pengertian dari kenakalan remaja (3) mendeskripsikan pengertian dari bully (4) menjabarkan data table dari kasus bully yang ada disekolah. Metode yang di lakukan, yakni: penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini diperoleh dari beberapa sekolah yang terdapat beberapa remaja yang kerap sekali dalam melakukan aksi bullying tersebut. Bahkan aksi dari kenakalan remaja terhadap aksi bullying tersebut terjadi di SD, SMP, maupun SMA yang ada di Indonesia baik itu Sekolah Negeri maupun Swasta yang ada di Desa maupun Kota.
Nilai Pancasila Dalam Lagu Adat Manuk Dadali
Faza Ridwan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2203
Lagu Manuk Dadali berasal dari Jawa Barat, menggambarkan betapa gagahnya burung garuda. Kemampuan terbangnya yang tinggi melesat ke udara, paruhnya melengkung tajam dan kakinya mampu mencengekram. Manuk Dadali dalam bahasa Indonesia bermakna burung garuda. Garuda Pancasila menjadi lambang Negara Indonesia. Lagu "Manuk Dadali" diciptakan oleh Sambas Mangundikarta. Lagu ini bernuansa nasionalisme, dengan irama lagu khas Sunda, burung garuda terbang menggambarkan keindonesiaan. yang memiliki napas nasionalisme dengan kemasan nada-nada dinamis dan atraktif. Nilai kebangsaan yang dimiliki lagu Manuk Dadali semestinya terpatri dalam generasoi milenia saat ini sebagai lambing toleransi dan persatuan dalam keberagaman.
Penerapan Tilang Elektronik Sebagai Upaya Mengurangi Pelanggaran Lalu Lintas
Marga Nuradita
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2204
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses pelaksanaan Tilang Elektronik (E-Tilang) dan untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan tilang elektronik (E-Tilang). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Dengan pendekatan perundang-undangan,konseptual dan pendekatan kasus. Sumber data ialah lapangan dan kepustakaan. Jenis Jenis data ialah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, E- tilang membantu petugas lalu lintas dalam menjalankan tugasnya menertibkan jalan raya dalam menangkap para pelanggar lalu lintas.mekanisme E-Tilang tidak jauhberbeda dengan tilang biasa, perbedaanya terjadi digitalisasi data pelanggar dengan pembayaran yang lebih mudah. Kedua, kendala-kendala yang dihadapi satlantas dalam pelaksanaan E-Tilang yaitu: (1)Terjadinyakesalahan server dan data error (2)Sarana yang masih kurang (3)Kurangnya pemahaman tentang tilang elektronik (E-Tilang).
Pembelajaran Berbasis Internet Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Agapa, Bani Maga Yohana
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2201
Penggunaan media pembelajaran digital telah banyak dimanfaatkan pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran bahkan lebih luas lagi didukung dengan teknologi internet. Penggunaan teknologi informasi ini lebih dikenal dengan sebutan e-learning. E-learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang didukung oleh tegnologi internet. Penggunaan e-learning di sekolah, akan membantu tugas pendidik dalam menyampaikan pembelajaran baik untuk siswa biasa (normal) maupun untuk siswa berkebutuhan khusus, misalnya tuna netra, tuna daksa, tuna grahita dan lain-lain. Penggunaan elearning harus disesuaikan dengan karasteristik anak khususnya untuk anak berkebutuhan khusus. Banyak perangkat lunak open source yang dapat digunakan sebagai sarana elerning untuk anak berkebutuhan khusus, salah satu media yang dapat digunakan untuk tuna netra adalah perangkat lunak screen reader, untuk mengubah teks menjadi suara, sedangkan untuk tuna rungu bisa memanfaatkan video untuk media pembelajarannya. Banyak website dan media pembelajaran di internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, misal I-CHAT (I Can Hear and Talk) dan masih banyak website lainnya yang didesain khusus untuk anak berkebutuhan khusus lainnya.
Fenomena Kenakalan Remaja Akibat Aksi Bullying
Fitri, Dilya
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2202
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengertian dari remaja (2) mendeskripsikan pengertian dari kenakalan remaja (3) mendeskripsikan pengertian dari bully (4) menjabarkan data table dari kasus bully yang ada disekolah. Metode yang di lakukan, yakni: penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini diperoleh dari beberapa sekolah yang terdapat beberapa remaja yang kerap sekali dalam melakukan aksi bullying tersebut. Bahkan aksi dari kenakalan remaja terhadap aksi bullying tersebut terjadi di SD, SMP, maupun SMA yang ada di Indonesia baik itu Sekolah Negeri maupun Swasta yang ada di Desa maupun Kota.
Nilai Pancasila Dalam Lagu Adat Manuk Dadali
Ridwan, Faza
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2203
Lagu Manuk Dadali berasal dari Jawa Barat, menggambarkan betapa gagahnya burung garuda. Kemampuan terbangnya yang tinggi melesat ke udara, paruhnya melengkung tajam dan kakinya mampu mencengekram. Manuk Dadali dalam bahasa Indonesia bermakna burung garuda. Garuda Pancasila menjadi lambang Negara Indonesia. Lagu "Manuk Dadali" diciptakan oleh Sambas Mangundikarta. Lagu ini bernuansa nasionalisme, dengan irama lagu khas Sunda, burung garuda terbang menggambarkan keindonesiaan. yang memiliki napas nasionalisme dengan kemasan nada-nada dinamis dan atraktif. Nilai kebangsaan yang dimiliki lagu Manuk Dadali semestinya terpatri dalam generasoi milenia saat ini sebagai lambing toleransi dan persatuan dalam keberagaman.
Penerapan Tilang Elektronik Sebagai Upaya Mengurangi Pelanggaran Lalu Lintas
Nuradita, Marga
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2204
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses pelaksanaan Tilang Elektronik (E-Tilang) dan untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan tilang elektronik (E-Tilang). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Dengan pendekatan perundang-undangan,konseptual dan pendekatan kasus. Sumber data ialah lapangan dan kepustakaan. Jenis Jenis data ialah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, E- tilang membantu petugas lalu lintas dalam menjalankan tugasnya menertibkan jalan raya dalam menangkap para pelanggar lalu lintas.mekanisme E-Tilang tidak jauhberbeda dengan tilang biasa, perbedaanya terjadi digitalisasi data pelanggar dengan pembayaran yang lebih mudah. Kedua, kendala-kendala yang dihadapi satlantas dalam pelaksanaan E-Tilang yaitu: (1)Terjadinyakesalahan server dan data error (2)Sarana yang masih kurang (3)Kurangnya pemahaman tentang tilang elektronik (E-Tilang).
Menakar Arah Kebijakan Publik yang Sesuai Dengan Kehendak Rakyat
Agustina, Mara
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 1 (2024): April 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i1.2205
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kebijakan publik yang sesuai dengan kehendak rakyat. Kebijakan Publik merupakan kebijakan yang sibuat dan ditetapkan oleh Pemerintah untuk ditaati dan dilakukan oleh masyarakat yang berada di Negara tersebut. Kebijakan publik yang telah disahkan oleh Pemerintah memilik dampak atau hasil yang bermanfaat atau merugikan bagi Masyarakat yang mematuhinya. Dan bagaimana sikap masyarakat dalam merespon kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini peneliti meneliti respon masyaraka serta dampak yang di alami masyarakat atas kebijakan publik tersebut.