Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB"
:
9 Documents
clear
Potensi Pengembangan EOR untuk Peningkatan Produksi Minyak Indonesia
Usman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Basis data cadangan minyak dan gas bumi yang dikelola LeMiGas menunjukkan bahwa sekitar 62% dari isi awal minyak ditempat masih tertinggal dalam reservoar setelah pengurasan primer dan sekunder. Jumlah terbesar dari potensi enhanced oil recovery (eOR) tersebut berada di wilayah sumatera Tengan dan selatan. Dominan dari potensi ini merupakan kandidat aplikasi eOR injeksi kimia dan CO2. sebagian kecil saja dari minyak ini dapat diproduksi akan memberi kontribusi yang berarti dalam meningkatkan produksi minyak indonesia di masa mendatang. Implementasi EOR adalah proses yang kompleks dan setiap reservoar memerlukan spesifik operasi dan fluida injeksi. Oleh karena itu, proses evaluasi dan pengembangan proyek EOR perlu dilakukan sistimatis dan bertahap dari seleksi, evaluasi, uji coba hingga tahap aplikasi di lapangan. Berbagai inovasi teknologi telah dikembangkan untuk menghasilkan perbaikan dalam proses eOR. Paper ini menguraikan potensi eOR indonesia serta sebarannya dan bidang riset yangperlu dikembangkan LeMiGas untuk mendukung aplikasi eOR secara komersial di indonesia. sepintas deskripsi mengenai teknologi eOR juga disertakan dalam paper ini.
Injeksi Surfaktan Polimer dengan Pola Quartered Five Spot pada Reservoir Minyak
Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil screening metoda Enhanced Oil Recovery (eOR) pada reservoir minyak “Q” menunjukkan bahwa metoda eOR yang cocok diterapkan adalah injeksi kimia surfaktan-polimer. Uji terhadap air formasi, minyak, surfaktan dan polimer, serta penentuan campuran surfaktan-polimer untuk injeksi pada reservoir tersebut telah dilakukan. Campuran konsentrasi optimum yang diperolehterdiri atas 0.005% berat surfaktan dan 0.05% berat polimer. Pemodelan simulasi injeksi surfaktan-polimer ke dalam reservoir minyak dengan pola quartered five spot telah dilakukan menggunakan simulator injeksi kimia tiga dimensi UTCHeM. Model tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh injeksi surfaktan-polimer tersebut terhadap peningkatan perolehan minyak. Denganmenggunakan konsentrasi surfaktan-polimer tersebut di atas, yang kemudian dinyatakan sebagai base case dengan rancangan urutan injeksi terdiri atas 0.65 PV air formasi yang dilanjutkan dengan 0.4 PV surfaktan-Polimer dan kembali dilakukan injeksi 1.45 PV air formasi, dan menghasilkan kumulatif perolehan minyak sebesar 79.52% OOiP. Berdasarkan model base case tersebut,selanjutnya dilakukan uji sensitivitas perolehan minyak terhadap parameter volume kumulatif injeksi air dan surfaktan-polimer, konsentrasi surfaktan dan polimer. Dari hasil uji sensitivitas, kemudian dipilih dari ketiga parameter tersebut yang optimum dan menghasilkan kumulatif perolehan minyak sebesar 85.1% OOiP.
Efek Berat Molekul Polietilen Glikol (PEG) pada Membran Selulosa Asetat terhadap Selektifitas Pemisahan Gas CO2/CH4
Anda Lucia;
Adiwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemisahan gas CO2 pada gas alam telah dilakukan dengan distilasi kriogenik dan adsorpsi. Namun belakangan ini, proses pemisahan CO2 menggunakan membran menunjukan cukup berpotensi dikarenakan kesederhanaannya, mudah dikontrol, kompak, murah dan pemakaian energi yang sedikit. Penggunaan membran dengan fasilitas perpindahan lebih menarik perhatian seperti membran dengan pembawa tetap (fixed carrier) karena mempunyai kelebihan yaitu disamping daya tahan yang cukup baik, juga dapat ditingkatkannya permeabilitas dan selektifitas membran terhadap pemisahan gas diakibatkan reaksi reversible antara pembawa dalam membran. Penelitian ini diarahkan pada pemakaian PeG dengan berbagai berat molekul sebagai pembawa tetap dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat molekul PEG terhadap selektifitas pemisahan. Membran dengan pembawa PEG dapat menghasilkan laju permeasi sebesar 2.55 x 10–6 cm3 (sTP) cm-2 s-1cm Hg pada tekanan 20 psi.
Gas Bumi untuk Bahan Bakar Gas dan Bahan Baku Petrokimia
a.s. Nasution;
Abdul Haris;
Morina;
Leni Herlina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gas bumi adalah suatu campuran gas hidrokarbon yang dipakai baik sebagai bahan bakar gas maupun dapat dikonversi menjadi produk petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas sintetik. Pemakaian gas bumi untuk bahan bakar gas, bahan baku untuk industri petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas disajikan pada makalah ini.
Pemilihan Umpan Kilang Berdasarkan Pendekatan Jenis Minyak Bumi dan Perolehan Distilasi
Maizar Rahman;
Yuflinawati Away;
Baity Hotimah;
Adiwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lemigas sebagai Litbang lewat program evaluasi Mutu Minyak Bumi telah menginventarisasi jenis dan karakter minyak bumi indonesia. Data jenis dan karakter minyak bumi indonesia ini telah disajikan dalam Buku Minyak Bumi indonesia edisi 1 sampai 4 dan Pangkalan Data Minyak Bumi indonesia versi 1 sampai 3. Beberapa program atau pendekatan seperti Crude Oil Blendingdan Crude Oil Grading telah disusun untuk memanfaatkan data jenis dan karakter minyak bumi indonesia tersebut. Dalam makalah ini dikemukakan suatu cara pemilihan minyak bumi substitusi umpan kilang sebagai pengganti minyak bumi umpan disain kilang. Cara pemilihan ini dilakukan lewat pendekatan jenis minyak bumi dan perolehan distilasi. Pendekatan lewat jenis minyak bumidilakukan untuk mendapatkan sifat produk minyak bumi yang dihasilkan sama atau lebih baik dari sifat produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pendekatan lewat yield distilasi dilakukan untuk mendapatkan perolehan produk bumi yang dihasilkan sama atau mendekati perolehan produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pemilihan minyak bumi baik dalam bentuk individual ataudalam bentuk blending sebagai pengganti minyak bumi Katapa dari sejumlah minyak bumi, yang dikemukakan dalam makalah ini sebagai contoh kasus menghasilkan dua minyak bumi individual dan satu minyak bumi blending yang dapat dipakai sebagai pengganti minyak bumi Katapa.
Efisiensi Katalitik Konverter dalam Mengurangi Emisi Karbon Monoksida dan Hidrokarbon pada Bahan Bakar Bensin 88
Maymuchar;
Dimitri Rulianto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) merupakan sebagian dari gas buang produk dari proses pembakaran pada mesin kendaraan. salah satu usaha untuk mengurangi gas buang ini adalah dengan menggunakan teknologi aftertreatment. Teknologi aftertreatment pada kendaraan berbahan bakar bensin adalah katalitik konverter. Proses oksidasi yang terjadi pada katalitik konverter akan mengubah sebagian CO dan HC menjadi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effisiensi katalitik konverter pada kendaraan yang berbahan bakar bensin 88 tanpa timbal. Pengukuran emisi gas buang dilakukan sebelum uji jalan (0 km), setiap 2.500 km sampai 10.000 km. Effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi CO sebesar 31,4% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 25,9% pada jarak tempuh 10.000 km. Sedangkan effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi HC sebesar 29,9% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 13,2% pada jarak tempuh 10.000 km. Kandungan sulfur dan timbal serta teknologi mesin menjadi faktor mempercepat turunnya efisiensi katalitik konverter.
Oksidasi Katalitik Karbon Monoksida pada Katalis Pt-Zeolit Alam Berpromotor Serium
Chairil Anwar;
Maizar Rahman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Oksidasi katalitik karbon monoksida dilakukan menggunakan katalis yang dipreparasi dari platina (Pt) sebagai logam aktif, promotor logam serium (Ce) dan berpenyangga zeolit alam. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi basah secara bertahap dengan variasi konsentrasi Ce dan urutan impregnasi Ce. Prekursor katalis kemudian dikalsinasi, direduksi dandikarakterisasi. Hasil karakterisasi menggunakan difraktometer sinar x menunjukkan adanya perbedaan ukuran partikel dan ragam spesies logam Pt. aktivitas katalitik pada oksidasi karbon monoksida memberikan hasil konversi terbaik sebesar 99,63% pada temperatur 700°C.
Pengujian Kinerja Terbatas Minyak Solar Bertitik Nyala 55oC dan 52oC pada Bangku Uji Multisilinder
Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam penelitian terdahulu telah dilakukan pembuatan bahan bakar minyak solar 48 bertitik nyala 55oC dan 52oC melalui cutting distillation. Dari hasil analisis sifatsifat fisika/kimia masing-masing minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC yang didapatkan, dapat memenuhi spesifikasi minyak solar 48 yang di tetapkan pemerintah sesuai dengan surat keputusan Dirjen Migas No.3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. selanjutnya untuk melihat kinerja (performance) dari masing-masing bahan bakar tersebut maka dilakukan pengujian kinerja terbatas terhadap masing-masing bahan bakar minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC pada bangku uji multisilinder (Multisylinder Test Bench) dengan menggunakan mesin diesel Isuzu 4Ja1) pada tiga kategori beban. Hasil uji kinerja secara keseluruhan memperlihatkan bahwa minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC sedikit lebih kecil dari minyak solar bertitik nyala 60oC. Namun emisi gas buang kepekatan asap/opasitas minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC jauh lebih rendah disbanding minyak solar bertitik nyala 60oC.
Fluida Incompressible sebagai Penyalur Tenaga dalam Sistem Hidrolik Tertutup
Rona Malam K
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fluida incompressible adalah cairan yang penggunaannya sebagai penyalur tenaga dalam sistem hidrolik karena sifatnya dalam sistem tertutup seperti dalam sistem bejana berhubungan, yang dapat juga disebut minyak rem. Kerja sistem rem dari master silinder ke piston untuk mentransfer energi mekanis dapat menghasilkan panas akibat gesekan antara minyak rem dengan permukaan salurannya. Kondisi tersebut menyebabkan minyak rem harus memiliki spesifikasi khusus berkaitan dengan perubahan suhu, yaitu titik didih dan sifatnya yang tidak berubah drastis pada suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formula minyak rem DOT 3 untuk kendaraan bermotor menggunakan bahan dasar dan pelarut kimia dengan perbandingan komposisi ± 20% dan ± 80%, serta ditambahkan sedikit aditif. Hasil yang diperoleh dari analisis karakteristik fisika kimia serta semi unjuk kerjanya menunjukkan bahwa dari empat formula yang dirancang terdapat satu formula yang hasil analisisnya memenuhi syarat spesifikasi minyak rem DOT 3, yaitu formula FMR 4. Namun, kualitas yang sebenarnya dapat dilihat dalam uji performa apabila diaplikasikanpada sistem pengereman kendaraan bermotor.