cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB" : 6 Documents clear
Perbandingan Biaya pada Teknik-Teknik Remediasi Tanah Tercemar Minyak Bumi R. Desrina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remediasi tanah tercemar minyak bumi telah banyak dilakukan oleh perusahaan minyak bumi di Indonesia. Di antaranya yang telah menjadi acuan adalah Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 128 Tahun 2003, tentang tata cara remediasi tanah tercemar minyak bumi secara biologis. Pada hakekatnya, remediasi tanah tidak hanya dapat dilakukan dengan cara biologis saja. Teknik-teknik remediasi non-biologis yang memanfaatkan sifat-sifat fisika dan kimia kontaminan juga dapat digunakan, misalnya teknik desorpsi termal dan teknik cuci lahan. Keberhasilan bioremediasi masih menjadi bahan polemik, mengingat berbagai senyawa atau komponen hidrokarbon di dalam minyak bumi mempunyai sifat rekalsitran. Polemik ini jugamenyangkut tentang biaya operasional yang sering dikatakan bahwa biaya bioremediasi lebih murah dibanding dengan biaya cara-cara non-biologis. Tulisan ini mencoba menjabarkan hasil studi tentang perbandingan biaya dari beberapa teknik remediasi. Diharapkan tulisan ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi para industri minyak pengguna teknologi remediasi maupunpemerintah sebagai regulator lingkungan. Dan pada kelanjutannya, dapat pula diterbitkan pedo-man bagi tata cara teknik remediasi secara non-biologis.
Pengaruh Mutu Bahan Bakar Minyak Solar 48 dan 51 terhadap Pembentukan Emisi Partikulat pada Kendaraan Bermotor Maymuchar; Cahyo S. Wibowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi partikulat (PM) adalah produk emisi dari proses pembakaran pada mesin diesel. Usaha untuk mengurangi emisi ini salah satunya adalah perbaikan mutu bahan bakar solar. Di Indonesia terdapat dua jenis bahan bakar solar yang diatur dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, yaitu solar 48 dan 51. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besarpengaruh mutu bahan bakar solar yang ada di pasar domestik ini terhadap pembentukan emisi par-tikulat pada kendaraan bermotor. Pengukuran emisi partikulat dilakukan pada chassis dinamometer dengan beberapa variasi kecepatan. Kendaraan yang menggunakan solar 51 menghasilkan emisi partikulat lebih kecil dibanding solar 48. Perbedaanya adalah 10% pada kecepatan idle, 19% pada kecepatan 15km/jam, 15% pada kecepatan 30km/jam, 12% pada kecepatan 50km/jam dan 56% pada kecepatan 80 km/jam. Penurunan emisi partikulat ini sangat dipengaruhi oleh mutu bahan bakar solar dan kandungan sulfur yang rendah dimana angka setana yang tinggi akan memperbaiki karakteristik pembakaran dan kandungan sulfur yang rendah akan mengurangi kontribusinya dalam emisi partikulat.
Analisa Kerusakan Komponen Mesin Diesel Melalui Uji Fisika Kimia Minyak Lumas APi CF-4 M. Hanifuddin; Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penggunaan mesin diesel banyak hal yang mempengaruhi kehandalan mesin tersebut, terutama terkait dengan kinerja mesin diesel. Salah satunya kondisi komponen-komponen yang ada diruang bakar seperti piston dan cylinder liner. Salah satu bentuk pemeliharaan pada mesin diesel yang cukup efektif adalah melalui pemantauan analisa fisika kimia minyak lumasnya.Penurunan nilai Angka Basa Total (TBN) berbanding lurus dengan meningkatnya jarak tempuh kendaraan. Pengujian beberapa unsur kimia memperlihatkan adanya peningkatan nilai terutama unsur Fe, Al, Cu, Cr, Si.
Prediksi Jumlah Emisi CO2 dari Kegiatan Transportasi Khusus Kereta api dan Upaya Teknologi Tersedia Pengurang Emisi M.S. Wibisono Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi sangat dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Kereta api merupakan salah satu sarana transportasi pilihan publik yang menggunakan bahan bakar minyak Diesel. Hasil pembakaran dalam ruang mesin akan menghasilkan emisi gas antara lain CO2 yang akhir akhir ini dikaitkan dengan salah satu penyebab pemanasan global. Menurut Baku Emisi Kendaraan Bermotor versi Peraturan Menteri Lingkungan Jepang yang diamandemen tahun 1996 menyebutkan pembakaran untuk setiap satu liter minyak diesel akan menghasilkan CO2 sebanyak 2,7 kg. Data emisi CO2 dari kereta api diesel di Indonesia sangat terbatas, sehingga dalam paper ini dibahas estimasi kasar jumlah CO2 yang di emisikan kereta api di Indonesia sebagai angkutan umum maupun angkutan batu bara. Metode JETRO (2010) digunakan dalam perhitungan jumlah emisi. Disamping itu secara singkat disajikan pula ulasan tentang dampak lingkungan yang mungkin timbul. Adapun tujuan dari paper ini adalah sebagai bahan masukan yang dapat ditindaklanjuti dalam rangka merealisir program pemerintah untuk mengurangi CO2 di atmosfir.
Upaya Penurunan Efek Rumah Kaca Melalui Bangunan Hijau Studi Kasus: Gedung Teknologi Gas sebagai Bangunan Hijau Djoko Sunarjanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar minyak, tenaga listrik dan airtanah secara bijaksana bertujuan untuk melakukan efisiensi dan konservasi lingkungan. Termasuk upaya penggunaan bahan bangunan dari mineral industri untuk menggantikan material kayu produk hutan. Melalui aplikasi geologi lingkungan, hemat energi, dan hemat bahan bakar minyak dapat mulai dilakukan dalam kehidupan sehari-hari termasuk pengelolaan bangunan perkantoran. Penerapan kriteria utama guna memenuhi kategori bangunan hijau (green building) sudah dilakukan dalam Revitalisasi Gedung Teknologi Gas LEMIGAS. Sehingga Gedung Teknologi Gas berhasil masuk dalam pilot project bangunan hijau Indonesia. Sebagai bangunan hijau diharapkan ikut berperan menciptakan penurunan efekrumah kaca yang muaranya menjaga keselamatan lingkungan bagi kehidupan.
Pengaruh Kadungan Logam dalam Minyak Solar 48 terhadap Pembentukan Deposit pada Komponen Ruang Bakar Mesin Diesel Statis (Genset) Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya logam dalam minyak solar dapat menyebabkan terjadinya deposit pada komponen ruang bakar mesin diesel. Kandungan logam belum dibatasi dalam spesifikasi minyak Solar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam penelitian ini digunakan minyak solar 48 dari kilang Pertamina sebagai bahan bakar pembanding dan bahan bakar minyak solar modifikasi yang mempunyai kandungan logam lebih tinggi. Pengujian dilakukan pada mesin genset Yanmar TF85 yang berkapasitas 5 kVa, dengan sistem injeksi langsung (DI) selama 100 jam operasi mesin. Evaluasi intensitas dampak atau deposit pada permukaan komponen mesin dilakukan dengan metode penilaian yang dikenal dengan nama Merit Rating yang mengacu kepada metode CEC M02-T70. Hasil merit rating antara minyak solar SFR dan SFA menunjukan perbedaan terutama pada kepala silinder mesin dengan perbedaan 12,52%. Dan berat deposit pada kepala silinder mesin yang telah menggunakan bahan bakar SFR adalah 0,3225 gr dan SFA adalah 0,5860 gr. Studi ini menunjukan bahwa kandungan metalyang tinggi dalam minyak solar dapat menyebabkan terjadinya pengendapan deposit dalam ruang bakar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue