cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017" : 12 Documents clear
Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Videoscribe Pada Materi Koloid Untuk Mahasiswa Program studi Pendidikan Fisika Tahun Akademik 2016/2017 Putra Purnama; . Erlidawaty; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Videoscribe Pada Materi Koloid untuk Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Tahun Akademik 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengembangkan media video animasi berbasis videoscribe sebagai media belajar, dan membandingkan tanggapan mahasiswa dengan media audio visual pada materi koloid. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research Development) dengan model ADDIE (Analycis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika berjumlah 35 orang yang terbagi menjadi dua kelas dengan masing-masing kelas media videoscribe bejumlah 16 dan kelas media audio visual sebanyak 19 orang. Data penelitian diperoleh melalui angket kelayakan media yang divalidasi oleh tim ahli yaitu 2 orang dosen Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah, dan angket tanggapan mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan media layak digunakan sebagai media belajar dengan persentase kelayakan sebesar 96,6% dengan kategori sangat baik. Tanggapan mahasiswa terhadap media videoscribe sebesar 87,7% dan media audio visual sebagai pembanding sebesar 81% dengan kategori kedua media sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan tanggapan mahasiswa terhadap media video animasi berbasis videosrcibe dengan media audio visual sebagai pembanding serta pengembangan media video animasi berbasis videoscribe dikategorikan sangat baik.Kata kunci: Pengembangan, media, videoscribe, audio visual, koloidAbstractThe study about the development of animated video based on video scribe in learning of colloid has been conducted. Thesubject of this research werestudents of physics education of academic year 2016/2017. The objective this study was to understand how to develop animated video based on video scribe which can used as learning media, and to compare students responses to the audio-visual in be learning of colloid. The study was categorized as research and development with ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation and evaluation). Initially, 35 students of physics education as sample of this study were divided into two classes which 16 students and 19 students. Data were obtained by using questionnaire of feasible of the media which was validated by two lectures of the department of chemistry education, and questionnaire was distributed to the students. The analysis of data showed that the media was feasible to use as learning media with a percentage of feasibility of 96.6%. Moreover, students positiveresponses to the media of video scribe were 87.7% and 81% to the media of audio-visual by category of very good. Therefore, it is indicated that there is the differences between students responses to the media of video scribe and media of audio-visual, and the development of animated video based video scribe was categorized as very good.Keyword: Development, Media, Videoscribe, Audio-visual, Colloid
Analisis Pelaksanaan Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Oleh Guru Kimia Di SMA Negeri Banda Aceh Tahun Pelajaran 2016/2017 Zulfathur Rifka; Ibnu Khaldun; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Analisis pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 oleh guru kimia di SMA Negeri Banda Aceh tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru kimia di SMA Negeri Banda Aceh tahun pelajaran 2016/2017. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang guru kimia dari 5 sekolah yang ada di Kota Banda aceh yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 8, SMA Negeri 12, dan SMA Negeri 16. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang di bagikan kepada guru kimia pada masing-masing sekolah, kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh guru kimia sudah melaksanakan penilaian autentik. Guru sudah mengintegrasikan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi tiga aspek kompetensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, pada kenyatannya, dari hasil kuesioner dan wawancara diketahui bahwa pelaksanaan penilaian autentik belum dilaksanakan dengan sempurna oleh sebagian guru kimia di SMA Negeri Banda Aceh. Faktor yang menghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) kurangnya pelatihan yang diikuti oleh sebagian guru. Masih ada beberapa guru yang belum pernah mengikuti pelatihan, (2) materi yang disampaikan pada saat pelatihan tidak fokus membahas tentang penilaian autentik tetapi menjelaskan seluruh aspek pada kurikulum 2013, (3) banyaknya jumlah peserta didik yang harus dinilai tiap masing-masing individu, (4) terbatasnya ketersediaan waktu untuk melakukan penilaian, dan (5) sarana dan prasarana yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal.Kata kunci: penilaian autentik, kurikulum 2013, kimiaAbstractThe study about analysis of implementation of authentic assessment doing by teachers among curriculum of 2013 had been conducted in several senior high schools in Banda Aceh. The objective of study was to understand about the implementation of authentic assessment doing by teachers in several senior high schools in Banda Aceh in academic year of 2016/2017. This study had been conducted by using qualitative approach with a kind of survey. There were 16 teachers from 5 schools in Banda Aceh which were SMA Negeri 1 Banda Aceh, SMA Negeri 2 Banda Aceh, SMA Negeri 8 Banda Aceh, SMA Negeri 12 Banda Aceh, and SMA Negeri 16 Banda Aceh selected as sample of the study. Data were collected by distributing of questionnaire, doing of interview and creating of documentation. The study indicated that there were all teachers conducted the authentic assessment. The assessment have been integrated during learning process include three aspects of competences which were attitude, knowledge and skills. However, in fact, according to interview process and responses of questionnaire, the assessment has not been implemented totally by several teachers. There were various factors which inhibit the implementation of authentic assessment which were (1) lack of training related how to apply the assessment to the whole of class. There were still some teachers who have never attended the training, (2) the materials presented in training were not focused on authentic assessment among curriculum of 2013, (3) a lot of students to be assessed for each teacher, (4) limit of time allocation to do assessment, and (5) available facilities and infrastructure have not been totally utilized.Keyword: authentic assessment, curriculum of 2013, chemistry
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four- TierDiagnostic Test pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam Al-falah Kabupaten Aceh Besar Riska Irsanti; Ibnu Khaldun; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam Al-Falah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidak adanya miskonsepsi dan mengetahui penyebab miskonsepsi dalam pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit pada siswa di kelas X SMA Islam Al-Falah Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa di kelas X-D yang berjumlah 14 orang yaitu terdiri dari seluruh siswa perempuan. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik yaitu dengan tipe four-tier diagnostic test dan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait penyebab miskonsepsi pada siswa dilakukan wawancara dengan siswa yang dominan mengalami miskonsepsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat miskonsepsi pada pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit yaitu sebesar 38,68%. Penyebab miskonsepsi yang dialami siswa dalam pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit karena memenuhi kriteria syarat konsep dianggap miskonsepsi seperti adanya atribut yang tidak lengkap, gambaran konsep yang salah dan kegagalan siswa dalam melakukan klasifikasi. Selanjutnya hasil wawancara dengan siswa juga menunjukkan bahwa pada umumnya miskonsepsi pada siswa terjadi karena metode mengajar dan adanya intuisi (pemikiran sendiri) pada siswa.Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Diagnostic Test ,Larutan Elektrolit dan Larutan Non ElektrolitAbstractThe research has been conducted under the title "Identification of Student Misconception Using Four-Tier Diagnostic Test on Electrolyte and Non-Electrolyte Solution Material in Class X SMA Islam Al-Falah of Aceh Besar Regency". This study aims to identify the presence or absence of misconceptions and to know the cause of misconception in the understanding of the material of electrolyte solution and non-electrolyte solution on the students in grade X SMA Islam Al-Falah of Aceh Besar District. The approach used in this study is a qualitative approach while the type of research is descriptive. Subjects in this study were students in class X-D which amounted to 14 people consisting of all female students. The sample selection was done by purposive sampling technique. Instrument used in this research is diagnostic test that is with four-tier diagnostic test type and to get more information related to the cause of misconception at student is done interview with student predominantly experiencing misconception. Based on the result of research can be concluded that there is misconception on the understanding of electrolyte solution material and non electrolyte solution that is equal to 38,68%. The causes of misconceptions experienced by students in understanding the material of electrolyte solution and non-electrolyte solution because they meet the criteria of conceptual requirements are considered misconceptions such as the presence of incomplete attributes, illustration of the wrong concept and the failure of students in doing the classification. Furthermore, the results of interviews with students also indicate that in general misconception in students occurs because of teaching methods and the intuition (self-thinking) in students.Keywords: Misconception, Four-Tier Diagnostic Test, Electrolyte Solution and Non-Electrolyte Solution
Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Melalui Program Remedial Menggunakan E-learning Pada Materi Hidrolisis Garam di Kelas XI SMAN 9 Banda Aceh . Juliyanti; . Rusman; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian terhadap pelaksanaan program remedial pada materi hidrolisis garam menggunakan e-learning untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa di kelas XI SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui pelaksanaan program remedial menggunakan e-learning. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa yang belum tuntas dalam mempelajari materi hidrolisis garam di kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 9 Banda Aceh Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017. Jumlah siswa yang belum tuntas di kelas XI MIPA 1 dari 29 siswa adalah 24 orang, terdiri dari 14 perempuan dan 10 laki-laki. Hasil penelitian diperoleh persentase aktivitas belajar siswa pada diskusi pertama sebesar 62,5%, diskusi kedua 75,0% dan pada diskusi ketiga 83,3%. Nilai rerata aktivitas siswa dari ketiga diskusi adalah 72,2% tergolong kategori baik. Ketuntasan belajar siswa meningkat setelah dilaksanakan program remedial melalui e-learning. Siswa yang tuntas sebelum dilaksanakan program remedial yaitu 5 siswa dari 29, setelah dilaksanakan program remedial melalui e-learning siswa yang tuntas menjadi 18 siswa dari 24, dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 75% dan tergolong dalam kategori baik. Data tanggapan siswa diperoleh rerata persentase tanggapan siswa terhadap pelaksanaan program remedial menggunakan e-learning sebesar 61,4%, termasuk kategori cukup.Kata kunci : Remedial, E-learning, Ketuntasan belajar, Hidrolisis Garam.AbstractResearch has been conducted on the implementation of remedial program on salt hydrolysis material using e-learning to improve students' learning completeness in grade XI SMA Negeri 9 Banda Aceh. This study aims to improve students' learning mastery through the implementation of remedial programs using e-learning. The type of research used is descriptive research with qualitative approach. Research subjects are students who have not completed in studying salt hydrolysis material in class XI MIPA 1 SMA Negeri 9 Banda Aceh Even Semester of Teaching Year 2016/2017. The number of students who have not completed in class XI MIPA 1 of 29 students is 24 people, consisting of 14 women and 10 men. The result of research is the percentage of student activity activity in the first discussion is 62,5%, second discussion is 75,0% and at third discussion 83,3%. The average value of student activity from the three discussions was 72.2% belonging to the good category. Student learning completeness increased after implemented remedial program through e-learning. Students who complete before the remedial program is conducted 5 students from 29, after the remedial program is done through e-learning students who complete to 18 students from 24, with the percentage of completeness in classical by 75% and belong to good category. Student response data obtained mean percentage of student responses to the implementation of remedial program using e-learning of 61.4%, including enough category.Keywords: Remedial, E-learning, Completeness learning, Hydrolysis Salt.
PEMBUATAN FILM BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Meilisa Pratiwi; M. Hasan; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan film bioplastik dari kitosan dan selulosa ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan selulosa ampas tebu terhadap daya serap pelarut (liofobisitas) dan sifak mekanik. Selulosa ampas tebu didapatkan dengan mendelignifikasi ampas tebu menggunakan metode organosolv. Film bioplastik dibuat dengan cara blending, yakni mencampurkan kitosan dengan selulosa ampas tebu dengan variasi perbandingan 0/100, 25/75, 50/50, dan 25/75. Produk bioplastik diuji dengan uji liofobisitas, uji kadar air, dan uji mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi sebanyak 7,85% (0,4 gram dari 5 gram ampas tebu). Bioplastik yang dihasilkan dari tiap-tiap varian yang memiliki ketahanan paling baik terhadap pelarut air, etanol, HCl, dan NaOH adalah variasi dengan perbandingan kitosan dan selulosa 50:50. produk bioplastik yang memiliki kadar air yang paling sedikit yakni pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 25 : 75. Sifat mekanik sampel bioplastik semakin menurun seiring dengan bertambahnya komposisi selulosa dan menurunnya komposisi kitosan. Kuat tarik terbesar terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 100 : 0 yakni 8,161 Mpa, sedangkan kuat tarik terendah terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa 25 : 75 yakni 0,017. Modulus Young (elastisitas) berbanding lurus dengan kuat tarik, semakin besar nilai kuat tarik, maka semakin elastis bioplastik tersebut.Kata kunci: bioplastik, selulosa, kitosanAbstractThere has been research on the making of bioplastic film from chitosan and cellulose of bagasse. This study aims to determine the effect of chitosan and cellulose composition of bagasse on solvent absorption (lyophobicity) and mechanical properties. Cellulose bagasse was obtained by delignifying the bagasse using organosolv method. Bioplastic film made by blending method, that mixing chitosan with cellulose bagasse with variation ratio 0/100, 25/75, 50/50, and 25/75. Bioplastic products were tested using lyophobicity tests, moisture test, and mechanical tests. The results showed that the cellulose produced from the delignification process was 7.85% (0.4 grams of 5 grams of bagasse). The bioplastics produced from each variant having the best resistance to water solvents, ethanol, HCl, and NaOH are variations in the ratio of chitosan and 50:50 cellulose. The bioplastic product having the least moisture content in bioplastic with the ratio of chitosan and cellulose of bagasse 25: 75. The mechanical properties of bioplastic samples decreased with increasing of cellulose composition and decreasing of chitosan composition. The largest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan ratio and 100: 0 bagasse cellulose ie 8.161 MPa, while the lowest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan and cellulose 25: 75 ratio of 0.017. Young's modulus (elasticity) is directly proportional to tensile strength, the greater the value of tensile strength, the more elastic the bioplastic is.Keywords: bioplastic, cellulose, chitosan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Menggunakan Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh Dewi Lestari; . Zulfadli; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan media KOKAMI di SMA Negeri 9 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar terhadap hasil belajar, aktivitas, tanggapan siswa dan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 51,72% menjadi 82,76%. Aktivitas siswa meningkat dari 71,75% menjadi 91,25% dalam kategori sangat baik. Siswa yang memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan media KOKAMI ada 78,16% termasuk kategori baik, sedangkan persentase tanggapan guru diperoleh sebesar 85,42% termasuk kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media KOKAMI mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran kimia pada materi perkembangan model atom.Kata Kunci : kooperatif,TGT, KOKAMI, media, hasil belajar, perkembangan model atomAbstract :Research has been carried on the type of Application of Teams Games Tournament (TGT) By Using KOKAMI Media in SMAN 9 Banda Aceh". The purpose of this study was to determine learning outcomes, activities, students and teachers responses. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study were students of class X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh namely 31 students consisting of 18 male students and 13 female students. The results obtained that the learning outcomes of students increased from 51.72% to 82.76%. Activities of students also improved from 71,75% to 91,25% in the excellent category. Students gave positive responses towards learning by using KOKAMI media amounted to 78.16% included good category, while the percentage of teachers responses was obtained 85.42% includedexcellent category. Mastery learning students in the classical style of the realm of knowledge gained 86.20%. The results of this study, it can be concluded that the application of TGT model by using KOKAMI media can improve student learning outcomes and it can be used by teachers in teaching chemistry at the development of the atomic model.Keywords: TGT, KOKAMI, media, learning outcomes, the development of the atomic model
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Menggunakan Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh Ayu Mauliana; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan media KOKAMI di SMA Negeri 9 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar terhadap hasil belajar, aktivitas, tanggapan siswa dan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 51,72% menjadi 82,76%. Aktivitas siswa meningkat dari 71,75% menjadi 91,25% dalam kategori sangat baik. Siswa yang memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan media KOKAMI ada 78,16% termasuk kategori baik, sedangkan persentase tanggapan guru diperoleh sebesar 85,42% termasuk kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media KOKAMI mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran kimia pada materi perkembangan model atom.Kata Kunci : kooperatif,TGT, KOKAMI, media, hasil belajar, perkembangan model atomAbstract :Research has been carried on the type of Application of Teams Games Tournament (TGT) By Using KOKAMI Media in SMAN 9 Banda Aceh". The purpose of this study was to determine learning outcomes, activities, students and teachers responses. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study were students of class X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh namely 31 students consisting of 18 male students and 13 female students. The results obtained that the learning outcomes of students increased from 51.72% to 82.76%. Activities of students also improved from 71,75% to 91,25% in the excellent category. Students gave positive responses towards learning by using KOKAMI media amounted to 78.16% included good category, while the percentage of teachers responses was obtained 85.42% includedexcellent category. Mastery learning students in the classical style of the realm of knowledge gained 86.20%. The results of this study, it can be concluded that the application of TGT model by using KOKAMI media can improve student learning outcomes and it can be used by teachers in teaching chemistry at the development of the atomic model.Keywords: TGT, KOKAMI, media, learning outcomes, the development of the atomic model
Pembuatan Plastik Biodegradable dari Kitosan, Pati Bonggol Pisang (Musa paradisiaca,L), dan Minyak Jarak (Castor oil) . zuhra; M. hasan; M. nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari kitosan, pati bonggol pisang (Musa paradisiaca,L), dan minyak jarak (Castor Oil). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap uji ketahanan berbagai pelarut terhadap plastik yang dihasilkan, mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap sifat mekanik plastik yang dihasilkan, dan mengetahui kemampuan biodegradasi film plastik dari kitosan, pati bonggol pisang dan minyak jarak. Karakterisasi plastik biodegradable bonggol pisang yang dilakukan ada tiga, yaitu uji kekuatan tarik, uji ketahanan pelarut dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik bonggol pisang untuk semua variasi menghasilkan karakteristik yang berbeda- beda. Hasil pengujian kuat tarik untuk semua variasi berkisar antara (9,857-15,987) Mpa, elongasi terbaik terdapat pada variasi pa/ki 50/50 yaitu 39,338 % dan nilai modulus young terbaik terdapat pada variasi pa/ki 40/60 yaitu 12,278MPa. Analisis uji ketahanan pelarut menunjukan bahwa bioplastik bonggol pisang kurang baik apabila berinteraksi dengan air, zat bersifat asam dan zat yang bersifat basa hal ini dikarenakan persentase terbaik plastik bonggol pisang belum memenuhi standar ASTM yaitu 99,9 %, dimana persentase terbaik pada uji ketahanan terhadap air, HCl, dan NaOH terdapat pada variasi pa/ki 40/60 berturut-turut adalah (88,836%), (86,207%), dan (89,729%). Plastik pati bonggol pisang mulai terurai pada hari ke-10 dan pada hari ke-20 hampir semua bagian plastik sudah bercampur dengan medium dan tidak bisa diambil lagi.Kata Kunci: Plastik Biodegradable,Pati Bonggol Pisang Kitosan, Minyak Jarak, KarakterisasiABSTRACTA study has been conducted on the production of biodegradable plastic from chitosan, banana tuber starch (Musa paradisiaca, L), and Castor Oil. The purpose of this study is to find out the effect of chitosan composition and banana tuber to the resistance test of various solvents to the resulting plastic, to find out the effect of chitosan composition and banana tuber on the mechanical properties of plastic produced, and find out the biodegradation ability of plastic film from chitosan, banana tuber and castor oil. The characterization of biodegradable plastic of banana, banana tuber performed in three ways namely tensile strength test, solvent endurance test and biodegradation test. The results of study show that variuos banana bio-plastic banana tuber produce different characteristics. The result of tensile strength test for all variations ranged between (9,857-15,987) Mpa, the best elongation found in pa / ki 50/50 that is 39,338% and the best modulus young value was found in pa / ki 40/60 ie 12,278MPa. The analysis of solvent resistance test shows that bio-plastic banana tuber is less good when interacting with water, acidic substances and substances because this percentage of best plastic banana tuer does not meet the ASTM standard namely 99.9%, which the best percentage of water resistance test , HCl, and NaOH are found in variations of pa / ki 40/60 were (88,836%), (86,207%), and (89,729%) respectively. Plastic banana tuber begins to decompose on the 10th day and on the 20th day almost all the plastic parts are mixed with the medium and can not be taken again.Keywords: Biodegradable Plastics, Starch of Chitosan Banana Tuber, Castor Oil, Characterization
Penerapan Pembelajaran Blended Learning Pada Materi Larutan Penyangga di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah Rizqa Afdhila; Muhammad Nazar; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Pembelajaran Blended Learning Pada Materi Larutan Penyangga Di SMA Negeri I Unggul Darul Imarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan belajar, aktivitas dan tanggapan peserta didik serta guru terhadap penerapan pembelajaran blended learning pada materi larutan penyangga. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan di SMA Negeri I Unggul Darul Imarah dengan subjek penelitian peserta didik XI IPA 2 yang berjumlah 21 orang, terdiri dari 13 perempuan dan 8 laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil evaluasi akhir, lembar observasi aktivitas, dan angket tanggapan peserta didik serta guru. Berdasarkan analisis data diperoleh persentase rata-rata aktivitas belajar peserta didik pertemuan I, II, dan III masing-masing sebesar 71,48%, 82,24%, dan 93,75. Persentase ketuntasan belajar diperoleh sebesar 80,95% dengan kategori sangat baik. Guru dan peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap penerapan pembelajaran blended learning dengan persentase masing-masing yaitu 89,58% dan 83,31%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar peserta didik telah tuntas secara klasikall dengan kategori sangat baik. Aktivitas juga meningkat selama penerapan pembelajaran blended learning, serta guru dan peserta didik memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran blended learning. Untuk peneliti lain yang akan melaksanakan pembelajaran blended learning diharapkan dapat menyusun jadwal lebih rinci untuk kegiatan di course e-learning.Kata kunci : Blended learning, ketuntasan belajar, larutan penyangga, e-learningAbstractThe research had been conducted entitled "Application of Blended Learning on Surface Buffing Material in SMA Negeri I Unggul Darul Imarah". The aim of this study is to describe learning completeness, activities and responses of students and teachers to the application of blended learning on buffer material. This research was conducted four times meeting in SMA Negeri I Unggul Darul Imarah, the subject of this research is 21 students of class XI IPA 2 consisting of 13 female and 8 male students. This is descriptive research with qualitative approach. The Research data obtained from the final evaluation, activity observation sheet, and questionnaire responses of students and teachers. Based on the data analysis, the percentage of students learning activitys average of the meetings I, II, and III was 71.48%, 82.24% and 93.75, respectively. Percentage of learning completeness was obtained by 80.95% with very good category. Teachers and students responded positively to the application of blended learning with percentage of 89.58% and 83.31%. Based on the result of the research, it can be concluded that the students' learning completeness has been completed classicallly with very good category. Activities also increase during the application of blended learning, as well as teachers and students also give a positive response to blended learning. For other researchers who will conduct research in blended learning is expected to arrange a more detailed schedule for activities in the e-learning course.Keyword: Blended learning, learning completeness, buffer solution, e-learning
Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Nurul Fajriah; . Zulfadli; M. Nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan timbal dan kadmium pada kangkung darat asal Desa Limpok dan kangkung air asal Desa Turam menggunakan teknik spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi timbal dan kadmium yang terdapat pada kangkung. Cara yang dilakukan yaitu dengan mendestruksi sampel menggunakan HNO3 65% dan HClO4 70-72% dengan perbandingan 3:1. Larutan hasil destruksi dianalisis pada panjang gelombang 283,3 nm untuk logam timbal dan untuk logam kadmium dianalisis pada panjang gelombang 228,8 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi timbal pada kangkung darat dan kangkung air berturut-turut adalah 0,0591 ppm dan 0,0457 ppm, sedangkan kadar logam kadmium pada kangkung darat dan kangkung air berturut-turut adalah 0,0002 ppm dan 6,9212 ppm. Konsentrasi timbal yang ditemukan pada kangkung darat dan kangkung air masih di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI 01-7387-2009) yaitu 0,5 ppm. Konsentrasi kadmium pada kangkung darat masih di bawah ambang batas maksimum sedangkan konsentrasi kadmium pada kangkung air menunjukkan telah melewati ambang batas yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-7387-2009) yaitu 0,2 ppm.Kata kunci: Analisis kadar, logam berat, kangkung, SSAAbstractThere has been research on the analysis of lead and cadmium content in kangkung darat from Limpok village and watercress from Turam village using Atomic Absorption Spectrophotometric (SSA) technique. This study aims to determine the concentration of lead and cadmium contained in kale. The way is done by mendestruksi sample using HNO3 65% and HClO4 70-72% with a ratio of 3: 1. The resultant destruction solution was analyzed at a wavelength of 283.3 nm for lead metal and for cadmium metal was analyzed at a wavelength of 228.8 nm. The results showed that the concentration of lead in watercress and watercress successively was 0.0591 ppm and 0.0457 ppm, while the cadmium metal content in land kangkung and watercresses was 0.0002 ppm and 6.9212 ppm . The concentration of lead found in water spinach and watercress is still below the maximum threshold set by Indonesian National Standard (SNI 01-7387-2009) of 0.5 ppm. The concentration of cadmium in ground kangkmium is still below the maximum threshold, while the concentration of cadmium in watercress showed that it has passed the threshold set by Indonesian National Standard (SNI 01-7387-2009) that is 0.2 ppm.Keywords: Analysis of levels, heavy metals, kale, SSA

Page 1 of 2 | Total Record : 12