Academic Journal of Dawa and Communication
1. Dawa and Islamic propagation a. Studies in the science of dawa, such as history of dawa, philosophy of dawa, and methodology of dawa, include in culturally, economically, and politically. b. Management of dawa that related to make a plan and strategy for Islamic proselytizing, Islamic global tourism, and Islamic management and religious tourism. c. Dawa, especially in the analysis of socio-cultural studies. 2. Communication science: a. Studies in communication science in general, communication theory, and approaches in communication, interpersonal communication, group communication, and organizational communication. b. Political communication, including the strategies of political communication, political campaigns, political marketing, governance, public policy, and political parties. c. Development of communication, such as the communication planning, communication and contemporary issues, and communication management. d. Communication science in the study of psychology and social culture, include in the field of sociology of communication, psychology of communication, communication and local wisdom, and intercultural communication. e. Media studies, including the scope of journalism, mass communication, mass media management, media content analysis, and new media studies. f. Public Relations (PR), consisting of human relations, corporate social resposibility (CSR), media relations, public affair, marketing communications, and advertising.
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2021)"
:
6 Documents
clear
Menemani Preman Tobat: Metode Dakwah KH. Muhammad Ali Naharussurur di Surakarta
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3179
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dakwah yang digunakan KH. Muhammad Ali Naharussurur dilakukan kepada preman di basecamp SAR Juba Surakarta untuk meningkatkan keimanan para preman. Dakwah kepada preman bertujuan untuk mengubah kehidupan mereka menuju jalan yang lebih baik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya adalah pimpinan SAR Juba Surakarta. Informan diambil dari para preman yang sudah sadar dan murid KH. Muhammad Ali Naharussurur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulannya, metode dakwah yang diterapkan KH. Muhammad Ali Naharussurur yaitu melalui proses bil hikmah, yakni pendekatan dalam menarik kesadaran orang terhadap agama dan mendekatkan diri kepada Allah; bil maw'idzah hasanah, pengajaran yang baik melalui nasehat yang mengandung kalimat baik agar masuk ke dalam hati tanpa menyalahkan orang lain; bil-mujadalah dengan diskusi yang dilakukan melalui tanya-jawab tanpa menimbulkan permusuhan antarpihak. Hasilnya, timbul efek kognitif, yakni efek yang sifatnya informatif bagi sasaran dakwah; efek afektif dengan munculnya perasaan ingin berubah jadi lebih baik; dan efek behavioral yang mempengaruhi perilaku sasaran dakwah.
Pengaruh Brand Ambassador terhadap Keputusan Jamaah Mendaftar Umrah di Biro Alsha Tour Surakarta
Novi Andriani;
Ardi Wahyu Tri Aryanto
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3189
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand ambassador terhadap keputusan jamaah mendaftar umrah di biro Alsha Tour Surakarta. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan jamaah. Sedangkan variabel independen adalah brand ambassador. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh jamaah Alsha Tour Surakarta sebanyak 300 jamaah. Sampel dipilih dengan metode accidental sampling serta menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan diperoleh 75 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan regresi linear sederhana sebagai teknik analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Ustad Ahmad Al Habsyi sebagai brand ambassador pada Biro Alsha Tour dapat mempengaruhi keputusan jamaah untuk menggunajan biro tersebut.
Fenomena Poligami Tokoh Publik (Semiotika Roland Barthes dalam Konstruksi Makna Gambar Poligami Tokoh Publik)
Wahyu Tri Wibowo
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3360
Fenomena poligami nyatanya menyebabkan problematika sekaligus pro dan kontra dalam pemahamannya. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji, terutama melalui analisis semiotika Roland Barthes yang berupaya menyelidiki hubungan suatu fenomena melalui signfier (penanda) serta signified (petanda) dalam cakupan kehidupan sosial (semiologi), dan dimaknai melalui mitos. Berdasarkan pemaknaan tanda dari gambar fenomena poligami tokoh publik yang diteliti, ditemukan mitos tentang “fenomena poligami sebagai ajaran umat Islam dan menjalankan poligami adalah syariat Islam yang membahagiakanâ€. Hal ini merupakan salah satu muara pesan yang memperkuat legitimasi praktik poligami secara pragmatis di masyakarat melalui pemaknaan tanda. Pembenaran makna mitos tersebut akan berdampak terhadap eksistensi fenomena poligami di masyarakat, serta dapat  dijadikan celah penyimpangan dengan dalih agama guna melegitimasi praktik poligami tersebut. Dengan demikian, perlu adanya sikap kritis dan pemahaman mendalam terhadap dogmanisasi poligami ini karena masih banyak sekali syarat yang harus dipenuhi dan dipahami sebelum melakukan praktik poligami.
Drama Korea dan Imitasi Gaya Hidup: Studi Korelasi pada Mahasiswa KPI IAIN Surakarta
Susi Kurniawati;
Rhesa Zuhriya Pratiwi
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3364
Drama Korea merupakan salah bentuk dari Korean wave yang sudah menjadi globalisasi budaya. Drama Korea mulai masuk di Indonesia pada tahun 2002 dan menjadi daya tarik sendiri karena alur cerita yang penuh kejutan. Aktor dan aktris pemain drama Korea juga menjadi minat tersendiri. Fashion Korea yang selalu mengikuti tren juga turut menjadi faktor diminatinya drama Korea. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara menonton drama Korea dengan perilaku imitasi gaya hidup. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2017 dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampling problably sampling dengan metode simple random sampling dan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat, dengan hasil nilai korelasi sebesar 0,806, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha (hipotesis alternatif) diterima dan Ho (hipotesis nol) ditolak.
Newcasting: Konsep dan Perkembangannya di Era 4.0
Mochammad Sinung Restendy;
Eka Munawaroh;
Bagastitan Daud;
Rizki Okta Perdana;
Mahera Army Wihandani;
Sintia Istanti
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3452
Newscasting merupakan aktivitas seorang newscaster/penyiar berita. Fungsi dan tujuan utama dari kegiatan newscasting adalah penyampaian sebuah informasi berupa berita kepada audiens. Dalam kegiatan newscasting, seorang newscaster harus menguasai teknik-teknik dalam menyampaikan berita, tujuannya agar informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens. Teknik-teknik yang harus diperhatikan adalah intonasi, artikulasi, volume dan tekanan suara. Seiring dengan perkembangan teknologi, kegiatan newscasting menjadi lebih efektif dan efisien. Kegiatan newscasting dapat memanfaatkan alat dan juga platform-platform baru yang bermunculan. Tetapi, banyaknya platform yang bermunculan dan kemajuan alat dan teknologi yang ada, tidak serta merta membuat newscasting di era ini menjadi lebih mudah. Salah satu masalah yang dihadapi di Indonesia untuk proses digitalisasi siaran termasuk kegiatan newscasting adalah masalah pemerataan pembangunan teknologi di Indonesia.
Keterpaparan Hoaks Vaksin Covid-19 dalam Proses Kognitif Warganet Indonesia
Handini Handini;
Achmad Fadloli Mubarok;
Muhammad Abdul Kholiq
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ajdc.v2i2.3840
Artikel ini membahas fenomena keterpaparan hoaks vaksin COVID-19 pada warganet di Indonesia. Sejumlah penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa fenomena tersebut muncul sebagai akibat langsung dari derasnya arus informasi hoaks di media digital. Meningkatnya jumlah pengguna internet serta lemahnya pengaturan negara dalam mengawasi lalu lintas informasi digital dianggap telah menciptakan lingkungan yang menyuburkan konten hoaks. Kondisi ini menempatkan warganet pada situasi yang rentan terpapar hoaks vaksin COVID-19. Namun, berbeda dengan kesimpulan tersebut, penelitian ini menemukan bahwa tingkat literasi digital warganet memiliki peran yang paling signifikan dalam fenomena keterpaparan hoaks vaksin COVID-19. Dalam hal ini, penerimaan informasi oleh pengguna media digital (user) perlu dilihat sebagai proses pengambilan keputusan yang dihasilkan oleh lingkungan-internal kognitif dirinya. Secara konseptual, seorang user yang mempercayai sebuah hoaks telah melewati proses membuat pertimbangan dan sampai pada tahap memutuskan satu pilihan sikap yang paling memuaskan bagi dirinya. Dengan menggunakan teori rasionalitas terbatas (bounded rationality), penelitian ini menjelaskan bagaimana keterpaparan informasi hoaks vaksin Covid-19 pada warganet berkaitan dengan keputusan mereka untuk mengakses informasi tersebut di media digital. Keterbatasan untuk mengoptimalkan sikap rasional ketika menanggapi informasi hoaks dan dampak negatifnya menyebabkan warganet cenderung menerima suatu info tanpa melakukan klarifikasi yang mendalam. Perilaku ini mendorongnya untuk mencari dan menerima informasi pendukung lain yang cenderung menguatkan narasi yang sudah dipercayai sebelumnya.