cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008" : 5 Documents clear
PERCOBAAN PENYERAPAN LIMBAH INDUSTRI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI BATUBARA TANJUNG TABALONG, KALIMANTAN SELATAN A. Gani, M. Ulum
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.354 KB)

Abstract

Research of Industrial Wastewater Absorption using Coal Activated Carbon from Tanjung Tabalong South Kalimantan. The research of absorbing capability of carbon active from Tanjung Tabalong coal was carried out to organic and unorganic elements in industrial waste to identify the absorption capability of carbon active coal for refining of industrial waste. The research comprised of carbonization and activation process as well as the experimentation of the active-carbon absorption capability. The carbonization process was carried out at low temperature of 600oC which produced semi-coke, while activation process was carried out to semi coke at temperature of 700oC with activation time of 120 minutes which produced active carbon. The experimentation of absorption capability was performed to COD (Chemical Oxygen Demand). Parameters studied are 2.5 and 9.0 grms active carbon for 250 ml and 300 ml to COD waste with agitation time of 30; 60 and 90 minutes respectively. The result of experimentation both absorption of COD were analyzed with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) shown that the utilization of 2.5 grm active carbon can absorp COD waste ranging of 6.9-67.5 grm. While for the utilization of 9 grms can absorp COD waste ranging of 88.9-100 %. The higher of active carbon and the longer time of agitation used in this experiment, the higher the absorption of COD and TSS.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Penelitian kemampuan penyerapan karbon aktif dari batubara Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan telah dilakukan terhadap unsur-unsur organik dan un organic dalam limbah industeri untuk identifikasi kemampuan penyerapan carbon aktif untuk memurnikan limbah industri. Peneltian terdiri dari proses karbonisasi dan aktivasi serta percobaan kemampuan penyerapam karbon aktif. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 600oC yang menghasilkan semikokas, sedangkan proses aktivasi dilakukan terhadap semikokas pada suhu 700oC dengan waktu aktivasi 120 menit yang menghasilkan karbon aktif. Percobaan kemampuan penyerapan karbon aktif dilakukan terhadap limbah COD (chemical oxygen demand). Parameter yang digunakan adalah 2,5 dan 9 grm karbon aktif masing-masing untuk 250 ml dan 300 ml limbah COD dengan masing-masing waktu pengadukan 30,60 dan 90 menit. Hasil percobaan yang dianalisa dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) menunjukkan bahwa penggunaan 2,5 grm karbon aktif dapat menyerap limbah COD masing-masing sebesar 6.9-67,5 % sedangkan untuk pemakaian 9 grm masing-masing dapat menyerap COD sebesar 88,9-100 % Makin tinggi karbon aktif dan makin lama waktu pengadukan yang digunakan dalam percobaan ini, maka semakin tinggi pula kemampuan penyerapan limbah COD.
PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI FARMASI MENGGUNAKAN KOAGULAN BIJI KELOR (Moringa oleifera Lam) DAN PAC (Poly Alumunium Chloride) Hartati, Etih; Sutisna, Mumu; Nursandi S., Windi
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.812 KB)

Abstract

Improvement of Pharmacy Industrial Wastewater Quality using Coagulant Kelor Seed and PAC. One of the chemical treatments of waste water is coagulation-flocculation process. In general, coagulation-flocculation process uses synthetic and natural coagulant material. This research was to compare the use of coagulant kelor seed and of PAC in wastewater treatment from pharmacy industry by coagulation-flocculation process. The result of comparison to the standard quality of wastewater, it was known that characteristic of pH; COD; BOD; TSS; total nitrogen; and phenol within wastewater still exceed the standard quality of wastewater. But the treatment was able to reduce: colors 99,67 %, turbidity 98,85 %, COD 78,25 %, BOD 81,96 %, TSS 96 %, total nitrogen 59,68 %, and phenol 88,71%.  Abstract in Bahasa Indonesia:  Salah satu cara pengolahan limbah secara kimia adalah melalui proses koagulasi-flokulasi. Proses koagulasi-flokulasi dapat menggunakan bahan koagulan sintetis dan alami. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah yang berasal dari industri farmasi melalui proses koagulasi-flokulasi dengan menggunakan koagulan biji kelor dan PAC. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap, pengolahan pertama menggunakan biji kelor kemudian dilanjutkan dengan menggunakan PAC. Berdasarkan hasil perbandingan terhadap baku mutu limbah cair untuk kegiatan industri, karakteristik akhir air limbah yang telah diolah melalui dua tahap pengolahan tersebut masih melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Namun, pengolahan sudah dapat mengurangi warna 99,67 %, kekeruhan 98,85 %, COD 78,25 %, BOD 81,96 %, TSS 96 %, nitrogen total 59,68 %, dan fenol 88,71 % terhadap karakteristik awal air limbah.
SUMBER PENCEMAR DAS CILIWUNG SEGMEN 2 SERTA UPAYA PENANGGULANGANNYA Astuti, Ariani Dwi; Iswanto, Bambang; Somantri, Berdi
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.087 KB)

Abstract

Pollutant Resources in Ciliwung Watershed Segment 2 and its Solutions. Ciliwung River flows across provinces West Java and DKI Jakarta and has a very important role to the people who lives along side it. According to Ministry of Environment in 2006, Ciliwung River’s drainage basin is divided to 5 segments. This Ciliwung River’s drainage basin segment 2 is in the Bogor municipalities and involving 16 villages. This research is to identify the resources and the variety of the pollution itself, and make the mapping for the vile level of the drainage basin area that has a correlation to the water’s quality, as a result of the activities from the people who lives in the segment 2 and recommends the effort to overcome it. The sample taken in 12 chosen points based on the allotment from the length of the river and the easily reached. The laboratory analysis result the highest BOD level founded in in Kedung Badak Pedes (12nd point) with concentration reaches 34,7 mg/l, COD in Kebon Pedes (11th point) reaches 39,95 mg/l, N in Paledang (7th point) reaches 11,25 mg/l and Fosfat in Babakan Pasar (6th point) reaches 0,267 mg/l . The vile level, as a result the vilest area is in Babakan Pasar based on the highest number of diarchea, Kedung Halang for the clean water supply, and Babakan Pasar and Sempur for the environmental sanitation. The source of the pollution in the segment 2 is organic material from domestic waste dropped to the river. Therefore, it is recommended to repair and to improve sanitation and clear water supply.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Sungai Ciliwung melintasi provinsi Jawa Barat serta DKI Jakarta dan memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar DAS. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2006, DAS Ciliwung ini terbagi atas 5 segmen. Segmen 2 ini berada pada wilayah kotamadya Bogor, meliputi 16 kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan jenis pencemar, membuat pemetaan tingkat kekumuhan di DAS berkaitan dengan sanitasi dan pengaruhnya terhadap kualitas sungai, yang diakibatkan kegiatan penduduk di DAS Ciliwung segmen 2 serta menentukan upaya penanganannya. Pengambilan sampel dilakukan di 12 titik dan menunjukkan bahwa konsentrasi BOD tertinggi yaitu di Kedung Badak (di titik 12) dengan konsentrasi 34,7 mg/l, konsentrasi COD pada Kebon Pedes (di titik 11) dengan konsentrasi 39,95 mg/l, N pada Paledang (di titik 7) dengan konsentrasi 11,25 mg/l, dan Fosfat pada Babakan Pasar (di titik 6) dengan konsentrasi 0,267 mg/l. Untuk tingkat kekumuhan, angka kesakitan diare di Babakan Pasar tergolong Sangat Kumuh, Kedung Halang untuk tingkat pelayanan air bersih, serta Babakan Pasar dan Sempur untuk kondisi sanitasi lingkungannya. Sumber pencemar utama sungai Ciliwung segmen 2 adalah bahan organik dari limbah domestik (cair dan padat). Untuk itu salah satu program yang direkomendasikan adalah program peningkatan sarana sanitasi dan pelayanan air bersih.
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PERUMAHAN ALAM SUTERA SERPONG – TANGERANG Yanidar, Ramadhani; Samsuhadi, Samsuhadi; Khoirilla, Laily
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.802 KB)

Abstract

Design of Sewerage System for Housing Area of Alam Sutera, Serpong-Tangerang. Alam Sutera is housing area at Serpong-Tangerang which have the total area approximately 818,23 Ha. The system sanitation is still an on-site system. This paper described the sewerage system design which is better than on-site system that will give the worse impact to the groundwater environment than the sewerage system. It is planned to serve 100% of the resident until the area fully loaded. At the end of the the planning time design of the Alam Sutera’s sewerage system will serve the total resident of 34.096 people. The maximum day factor is 1,35 and the wastewater percentage is 77,16% from water demand which was analyzed with statistics methode due to the 45 datum from 26 refferences. The average debit of wastewater in the year end of the planning are 2,28 L/dtk/1000 people. This design gives 3 options of the main pipe line of the sewerage system. The first is the line in the south will be in the main road, and pass main road in cluster, total pipe length is 9440 m. The second is the main pipe at the south part area will pass the main road of Alam Sutera, it causing an easy repair system if any error occurred or during the operational. At north area, pipe line will pass the same line in alternative 1, total pipe length is 9490 m. The selection of the third applies the consideration result of Qpeak calculation in the south part from alternative 1 and 2, and selected to apply the line at alternative 1. In the north, pipe line will pass the main road in cluster, it made pipe become longer (9910 m). Due to the investation cost alternative 1 is chosen which result are 200-700 mm pipe diameter, 9.440m length, 93 units of manhole, housing connections 6984 units, and the total investment of the sewerage system plus wastewater treatment is Rp. 18.719.372.368,-, but if the operational cost is considered, the alternative 3 will be cheaper eventhough the main pipe is longer than alternative 1(9.910 m)   Abstract in Bahasa Indonesia:  Perumahan Alam Sutera merupakan perumahan yang terletak di daerah Serpong-Tangerang, dengan total lahan pengembangan seluas 818,23 Ha. Perumahan ini adalah salah satu contoh kawasan perumahan dan komersial yang masih menggunakan sistem setempat (on site). Makalah ini akan memberikan gambarang tentang sistem penyaluran air buangan (SPAB) yang akan memberikan suatu dampak lingkungan yang lebih baik daripada sistem sanitasi setempat. Perencanaan penyaluran air buangan yang akan dilakukan sampai perumahan tersebut terisi penuh merupakan area. Sampai dengan akhir perencanaan, perencanaan SPAB akan melayani 34.096 orang, dengan kriteria desain berdasarkan hasil analisis data setempat yaitu : Faktor hari maksimum adalah 1,35, persentase air buangan adalah 77,16% dari pemakaian air bersih yang dianalisis dengan methode statistik berdasarkan 45 data dari 26 referensi. Debit rata-rata sampai dengan akhir tahun perencanaan adalah 2,28 l/dt/1000 jiwa. Perencanaan ini memberikan 3 alternatif jalur pipa utama yaitu alternatif 1 dengan panjang pipa = 9.440 m. Alternatif 2 dengan pertimbangan kemudahan perbaikan bila ada kerusakan dalam operasionalnya. Di bagian uatara jalur pipa utama sama dengan rencana jalur alternatif 1, dengan panjang pipa 9.490 m. Pemilihan alternatif 3 ini menggunakan pertimbangan hasil perhitungan Q peak pada bagian selatan dari alternatif 1 dan 2, alternatif yang terbaik digunakan untuk alternatif 3, sehingga diperkirakan dapat mengurangi jumlah biaya karena Q peak yang digunakan lebih kecil, dengan total panjang pipa terbesar yaitu 9.910 m. Berdasarkan pertimbangan biaya investasi, alternatif 1 dengan hasil pipa berdiameter 200-700 mm, panjang 9.440 m, 93 buah manhole, sambungan rumah 6984 unit, dengan total investasi SPAB + IPAL = Rp. 18.719.372.368,-, tetapi bila biaya operasional sebagai bahan pertimbangan, maka alternatif 3 akan lebih murah meskipun panjang pipa utama terpanjang (9.910 m). Hal ini karena kebutuhan penggelontoran lebih sedikit dibandingkan alternatif yang lainnya.
MODEL FOTOKIMIA UNTUK SIMULASI OZON PERMUKAAN puslit, Rukmi Hidayati; Budiyono, Afif; Nugraha, Sarwito Agung; Mulyono, Mulyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.755 KB)

Abstract

Photochemical model for ozone surface simulation. Mathematical model is needed to study the highly reactive trace species as their data are sparse and difficult to measure such as as nitric oxide (NO), nitrogen dioxide (NO2), ozone (O3), and carbon oxide (CO). The main principles applied in the integration of the chemical part are based on a mass balance of species by considering that both chemical and physics processes are solvable with Euler number technique and the assumption of "quasi steady state approximation (QSSA). The model requires half-hourly average input data in (μg/m3) of NO, NO2, CO and also T (surface air temperature) in (0C), for the simulation of O3 concentration. Data were obtained from Surabaya and Bandung. Evaluation Model was conducted by comparing result of simulation with result of surface ozone measurement. The result obtained showed deviation around 16-38 %. To achieve good results, it was required to use accurate input data with high resolution, especially for NO and NO2 which have very high ozone forming potential.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Suatu model matematika diperlukan untuk mempelajari reativitas yang tinggi dari spesies gas telusur yang datanya jarang dan sulit diukur, seperti NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), O3 (ozon) dan CO (karbonmonoksida). Dasar utama yang digunakan dalam pengintegrasian bagian kimia didasarkan pada keseimbangan massa zat dengan mempertimbangkan proses kimia dan fisika yang dapat dipecahkan dengan teknik bilangan Euler, dengan asumsi ”quasi steady state approximation (QSSA)”. Model memerlukan input data rata–rata per setengah jam dalam (μg/m3) dari NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), dan CO (karbonmonoksida), serta T (temperatur udara permukaan) dalam (0C), untuk simulasi konsentrasi O3. Data diperoleh dari Surabaya dan Bandung. Evaluasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengukuran O3 (ozon) permukaan in situ. Hasil yang diperoleh menunjukkan penyimpangan sekitar 16 - 38 %. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik adalah perlu menggunakan input data yang akurat dengan resolusi tinggi, terutama NO dan NO2 yang mempunyai potensi pembentukan ozon yang sangat tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 5