cover
Contact Name
Deni Rahman Marpaung
Contact Email
rahmanmarpaung@gmail.com
Phone
+6282248620318
Journal Mail Official
sains.olahraga@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Ilmu Keolahragaan Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan
ISSN : 23022388     EISSN : 25805150     DOI : https://doi.org/10.24114/so
Core Subject : Health, Science,
Tulisan yang dimuat dalam jurnal Sains Olahraga hanya berkaitan dengan sains olahraga, tidak memuat yang berkaitan dengan pendidikan olahraga.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Oktober 2017" : 7 Documents clear
SURVEI MINAT MASYARAKAT UNTUK MENGGUNAKAN FASILITAS OLAHRAGA DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Budi Valianto; Dewi Hamda M. Sirait
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.061 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Masyarakat untuk Menggunakan Fasilitas Olahraga di Universitas Negeri Medan Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Pengumpulan data menggunakan angket berupa angket jenis tertutup atau kuesioner tertutup (close). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menggunakan fasilitas olahraga di Universitas Negeri Medan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berlapis acak (stratified random sampling) berdasarkan usia yakni kategori dewasa dini pada usia 18 tahun sampai usia 40 tahun dan usia dewasa madya dimulai dari usia 40 tahun sampai usia 60 tahun. Angket yang dibuat diuji coba terlebih dahulu. Hasil uji coba angket memiliki validitas dengan rhitung > 0,444 dan reliabilitas r11 = 0,886. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 32 butir pernyataan dengan 60 responden untuk indikator perhatian (attention), diperoleh persentase sebesar 74,5% dengan kategori “Tinggi”. Untuk  indikator ketertarikan (interest), diperoleh persentase sebesar 71,6% dengan kategori “Tinggi”. Untuk  indikator keinginan (desire), diperoleh persentase sebesar 77,3% dengan kategori “Tinggi”. Untuk indikator keyakinanan (conviction), diperoleh persentase sebesar 81,0% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Untuk  indikator keputusan (decision), diperoleh persentase sebesar 81,5% dengan kategori “Sangat Tinggi” dan untuk  indikator tindakan (action), diperoleh persentase sebesar 77,7% dengan kategori “Tinggi”. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Minat Masyarakat Untuk Menggunakan Fasilitas Olahraga Di Universitas Negeri Medan Tahun 2017 termasuk dalam kategori “Tinggi” dengan persentase rata-rata 77,3%. Kata kunci : Minat, Fasilitas olahraga
PENGARUH MASASE EFFLURAGE PADA EXTRIMITAS BAWAH TEHADAP KECEPATAN LARI 100 METER MAHASISWA IKOR A 2013 Rima Mediyana Sari; Mangasi Malatua
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.871 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7782

Abstract

Masase effluarage adalah salah satu jenis manipulasi masase yang berfungsi untuk memperlancar aliran darah. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masase efflurage terhadap kecepatan lari 100 meter mahasiswa Ikor A 2014. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan pretest-posttest group control. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa ikor A 2014 yang berjenis kelamin laki-laki yang berjumlah 23 orang. Adapun yang menjadi sampel penelitian adalah 15 orang yang diambil secara random sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok. Prettest dan posttest berbentuk lari 100 meter dengan ini maka yang menjadi alat ukur pada penelitian ini adalah waktu (detik). Ketiga kelompok berbeda-beda perlakuan yang diberikan yakni kelompok 1). Berbaring 2). Masase Effluarage 3). Jogging masing-masing selama 10 menit. Data dianalisis menggunakan anova satu arah. Dari hasil analisis data menunjukkan Fhitung = 0.855 dan Ftabel = 3.89, ini berarti menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel  maka H0 diterima dan Ha diterima. Jadi tidak terdapat ada perbedaan kecepatan lari 100 meter antara kelompok sampel yang diberi perlakuan berbaring 10 menit, masase dan jogging selama 10 menit. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan masase effluarage extrimitas bawah  terhadap kecepatan lari 100 meter Ikor A 2014”.Kata kunci : Masase effluarage, Lari 100 meter.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA AKTIFITAS FISIK MAKSIMAL Fajar Apollo Sinaga; Marsal Risfandi; Mandike Ginting; Khairani Fitri
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.985 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7787

Abstract

Aktifitas fisik dapat menyebabkan peningkatan produksi radikal bebas yang menyebabkan terjadi stress oksidatif akibat jumlah radikal bebas melebihi jumlah antioksidan tubuh. Stres oksidatif dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit. Jumlah leukosit perifer dapat menjadi sumber informasi untuk diagnosa dan prognosa serta gambaran kerusakan organ dan pemulihan setelah olahraga. Radikal bebas dapat dicegah atau dikurangi dengan pemberian antioksidan. Telah diketahui buah jambu biji merah mengandung antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah jambu biji merah terhadap jumlah leukosit pada aktifitas fisik maksimal. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian randomized control group pretest-postest design. Sampel penelitian adalah mahasiswa Ilmu Keolahragaan sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria. Selanjutnya sampel dibagi atas 3 kelompok (P1=10, P2=10, dan P3=10). Selama menjalani program latihan kelompok P1 diberi Jus Buah Jambu Biji Merah 1x1 hari, P2 diberi 3x1 hari, dan P3 sebagai kontrol. Pengukuran jumlah leukosit dilakukan sebelum latihan dan setelah melakukan aktifitas fisik maksimal. Berdasarkan analisis statistik, terdapat perbedaan jumlah leukosit dibandingkan dengan kelompok kontrol setelah melakukan aktifitas fisik maksimal (p<0,05). Hasil penelitian menyimpulkan pemberian jus buah jambu biji merah selama latihan dapat menngurangi peningkatan jumlah leukosit yang disebabkan oleh aktivitas fisik maksimal. Kata kunci:  Jus jambu biji merah, Aktifitas fisik maksimal, Jumlah leukosit
PERBEDAAN TINGKAT KONSENTRASI ATLET DAN NON ATLET TERHADAP KECEPATAN REAKSI PADA KELOMPOK LATIHAN SILAT MERPATI PUTIH UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Indah Verawati; M. Ilyas Solih Syahputra
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.119 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7783

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Konsentrasi Atlet dan Non Atlet Terhadap Kecepatan Reaksi Pada Kelompok Latihan Silat Merpati Putih Universitas Sumatera Utara di tahun 2017.Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah anggota aktif Silat Merpati Putih Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian yang digunakan yaitu anggota aktif dengan latar belakang atlet dan non atlet yang berjumalah 16 orang dengan rentang usia 18-24 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan pengukuran dengan menggunakan alat bantu WBR yang terdiri dari stimulus visual dan audio. Setelah semua data diperoleh, kemudian dilanjutkan pengolahan data yang menguji perbedaan hasil konsentrasi dari atlet dan non atlet dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: hasil kesetaraan varian atlet dan non atlet pada tes audio WBR mendapat nilai Ttabel lebih besar dari Thitung (1,894>1,441). Hasil kesetaraan varian atlet dan non atlet pada tes visual WBR mendapat nilai Ttabel lebih besar dari Thitung (1,894>1,695). Hasil ini menerima H0=Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat konsentrasi atlet dan non atlet pada kelompok silat Merpati Putih Universitas Sumatera Utara 2017. Kata kunci: Konsentrasi, Kecepatan reaksi.
STUDI KOMPARATIF TENTANG KUALITAS PELAYANAN DI FAMILY FITNESS CABANG CAMBRIDGE CITY SQUARE DAN FAMILY FITNESS CABANG CENTRE POINT KOTA MEDAN Tommy Parningotan Hutabarat; Syamsul Gultom
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.675 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7788

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan kualitas pelayanan antara Family Fitness Cambridge City Square (CCS) dan Family Fitness Centre Point (CP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Populasi dalam penelitian adalah berjumlah 700 orang untuk Family Fitness CCS dan 500 orang untuk Family Fitness CP. Jumlah sampel 60 orang dengan perincian 30 orang dari masing-masing club yang secara kebetulan dijumpai saat dilakukan pengumpulan data (accidental sampling). Instrument penelitian untuk pengumpulkan data dengan melakukan penyebaran angket. Penelitian ini melihat perbedaan kualitas pelayanan antara Family Fitness CCS dan Family Fitness CP dengan menggunakan perhitungan statistik uji-t . Setelah data terkumpul dilakukan analisis hipotesis hasil perhitungan angket Family Fitness CCS diperoleh thitung = 0,034 bila dibanding dengan ttabel yaitu 2,020 pada taraf signifikan 5% dan dk = 30+30-2 = 58. Karena dk = 58 berada di antara dk = 40 dan dk = 60 maka dilakukan interpolasi sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 2,020. Karena thitung (0,034) > ttabel (2,020) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan penelitian, maka terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1) Kualitas pelayanan Family Fitness CCS tergolong sangat baik untuk kategori Reliability, serta tergolong baik untuk kategori Tangibility, Responsivenes, Assurance dan Empathy. 2) Kualitas pelayanan Family Fitness CP tergolong sangat baik untuk kategori Tangibility, Reliability, dan Empathy, sedangkan Assurance, dan Responsivenes tergolong baik. 3) Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kualitas pelayanan Family Fitness CCS dan Family Fitness CP kota Medan.Kata Kunci : Komparatif, Kualitas Pelayanan
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DENGAN SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BINAGUNA ANGKATAN 2015 Agus Salim Samosir; Michael Thomson; Deni Rahman Marpaung
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.692 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan dengan Sekolah Tinggi Olahraga Dan KesehatanBina Guna Angkatan Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan  Jln. William Iskandar Psr. V- Medan dan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna Jln. Alumium Raya No.77 Tj. Mulia-Medan 20241. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan dan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Binaguna yang berjumlah  537 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang yang masing-masing 25 orang dari Stok dan 25 dari Unimed, Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dan disaring dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mencari uji normalitas, uji homogenitas, mean, simpangan baku, dan uji hipotesis. Berdasarkan analisis data diperoleh rata-rata t-skor untuk tes kebugaran jasmani mahasiswa Unimed 249.51 dan rata-rata t-skor untuk perolehan data mahasiswa Stok sebesar 246.48. Dengan uji normalitas data perolehan mahasiswa Unimed LHitung sebesar 0.1409 dan untuk perolehan data Stok adalah LHitung 0.1121 dengan perbandingan LTabel sebesar 0.173, maka data tersebut berdistribusi normal. Uji homongenitas sebesar FHitung>FTabel yaitu 1.317 >1.980. Hasil uji t diperoleh thitung 3.29 dan ttabel 1,676, sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan mahasiswa Sekolah Tinggi Olaharga dan Kesehatan Binaguna Angkatan 2015 dapat diterima.Kata kunci: Kebugaran Jasmani
PENGARUH AKTIFITAS FISIK AEROBIK DAN ANAEROBIK TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Novita Sari Harahap; Urat Purnama Pahutar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.873 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7785

Abstract

Aktifitas fisik secara umum dapat mempengaruhi fungsi sistem di dalam tubuh salah satunya adalah sistem hematologi seperti leukosit, eritrosit dan trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik aerobik dan anaerobik terhadap jumlah leukosit pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-post-test group design. Subjek penelitian sebanyak 20 orang mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan, dengan menggunakan tehnik purposive sampling, dibagi 2 kelompok yaitu kelompok aktifitas fisik dan kelompok aktifitas anaerobik. Jumlah leukosit diukur sebelum dan setelah aktifitas fisik aerobik dan aktifitas anaerobik. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan setelah aktifitas fisik aerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (6,84±1,68 vs 11,01±2,84; p=0,000). Terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan setelah aktifitas fisik anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (7,54±1,67 vs 11,00±1,69; p=0,000). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara aktifitas aerobik dan aktifitas fisik anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (11,01±2,84 vs 11,00±1,69; p=0,999).  Kesimpulan bahwa aktifitas fisik aerobik dan aktifitas anaerobik ber pengaruh terhadap peningkatan jumlah leukosit, akan tetapi tidak terdapat perbedaan antara aktifitas aerobik dan aktifitas anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit. Kata kunci : Leukosit, Aerobik, Anaerobik

Page 1 of 1 | Total Record : 7