cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012" : 3 Documents clear
KAJIAN KESIAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA DALAM MENDUKUNG MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) DI SEKTOR PETERNAKAN Danar Agus Susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.102

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program jangkapanjang pemerintah dalam upaya mengembangkan pemerataan pembangunan di seluruh daerah. MP3EIdisusun berdasarkan optimisme pemerintah dalam melihat posisi Indonesia di mata internasional. Diharapkankeberadaan masterplan ini mendorong visi Indonesia menjadi 10 negara terbesar dunia di tahun 2025. Salah satukoridor yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi adalah koridor Bali-Nusa Tenggara dan peternakan masukdalam program atau kegiatan MP3EI koridor ini. Kegiatan ekonomi utama peternakan berkontribusi terhadapPDRB sekitar 16 persen dari sektor agrikultur pangan untuk Koridor Ekonomi Bali - Nusa Tenggara. Jenispopulasi ternak yang paling potensial dikembangkan di koridor ini adalah Sapi Bali yang sudah dikenal luassebagai sapi potong asli Indonesia. Peternakan sapi di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yangpotensial karena memiliki pasar yang terus tumbuh karena kebutuhan akan daging sapi di Indonesia.Perkembangan industri ini perlu didukung agar Indonesia mampu bersaing dengan industri sejenis dari luarnegeri. Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan salah satu faktor yang dapat dipergunakan sebagai acuandalam mutu produk dan untuk memperlancar perdagangan. Untuk itu, ketersediaan standar nasional menjadipenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan peternakan sapi di Indonesia sertaketersediaan SNI dalam rangka memantapkan ketersediaan standar pada peternakan sapi. Hasil kajianmenunjukkan adanya kesenjangan ketersediaan Standar Nasional Indonesia, dimana ketersediaan standar padabibit sapi sudah cukup lengkap dan up to date, sedangkan pada sapi hidup hanya ada satu standar dan sudahtidak up to date sehingga diperlukan adanya pengkajian ulang, revisi atau amandemen untuk meningkatkankualitas standar tersebut.
INOVASI TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN PENERAPAN MANAJEMEN MUTU MENDUKUNG STANDARDISASI DAN KEAMANAN SUSU SEGAR DI INDONESIA Abu bakar
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.50

Abstract

Tiga pilar sistem pengawasan bahan pangan yang menjadi prioritas utama yaitu: (1) Produsen, sistempengawasan yang dilakukan oleh internal produsen pangan dengan berpegang pada metode penanganan danproduksi yang baik atau good handling practices (GHP) dan good manufacturing practices (GMP) agar setiappenyimpangan dari standar mutu dapat segera diketahui;.(2) Pemerintah, bertanggung jawab terhadappengaturan, pembinaan, regulasi, standar mutu pangan, evaluasi produk sebelum diedarkan, pengawasan,pengambilan sampel untuk uji laboratorium, penetapan bahan-bahan yang dilarang digunakan pada prosesproduksi pangan; (3) Konsumen, masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan seluas-luasnya dalammewujudkan perlindungan bagi orang perseorangan yang mengkonsumsi pangan. Khusus standar mutu sususegar, tujuan peningkatan mutu susu adalah mempertahankan kesegaran dan keutuhan, serta mengurangikerusakan susu melalui perlakuan dan teknologi yang bertitik tolak pada penyebab kerusakan. Sebagian besarsusu segar dihasilkan dari peternakan sapi perah rakyat dengan kepemilikan beberapa ekor, dengan modalrendah mengakibatkan kandang, peralatan pemerahan, kualitas SDM, ketersediaan air sangat terbatasmengakibatkan rendahnya mutu susu yang dihasilkan, terutama TPC tinggi sehingga test alkohol positif. Hal iniyang memicu harga susu rendah bahkan dibuang karena penolakan susu oleh Industri Pengolahan Susu (IPS).Sampai saat ini produksi susu segar dirasakan pemanfaatannya belum optimal oleh karena sifatnya mudahrusak, sehingga masih terdapat susu segar yang dibuang, beragamnya mutu produk, keamanannya belumterjamin (TPC masih tinggi), belum diterapkannya manajemen mutu secara benar, kurang berdaya gunanya caracarapenanganan dan pengolahan, serta lemahnya sistem pemasaran, sehingga belum sesuai dengan SNI 01-3141-1998 dan SNI 01-6366-2000. Untuk itu diperlukan strategi, kebijakan dan program teknologi pascapanendan penerapan manajemen mutu secara konsisten dalam peningkatan mutu dan keamanan pangan susu segarsejak ditingkat produsen, perantara/pengumpul, koperasi, IPS selanjutnya sampai konsumen secara terarah danberkesinambungan sehingga susu segar memenuhi standar SNI
KAJIAN INTEGRASI STANDAR SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 DAN PEDOMAN KNAPPP 02 BAGI INSTITUSI RISET DI INDONESIA I Gede Mahatma Yudha Bakti; Sik Sumaedi
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.99

Abstract

Persoalan mutu merupakan isu kritis bagi institusi riset milik pemerintah di Indonesia mengingat makin tingginyatuntutan publik atas kinerja institusi yang tidak diimbangi dengan dukungan insentif anggaran negara yang cukupmemadai. Dalam konteks itu, keberadaan sistem manajemen mutu bagi institusi riset yang memenuhi tuntutanpublik atas kinerja institusi menjadi diperlukan. Dua standar sistem manajemen mutu yang popular diadopsi olehinstitusi riset di Indonesia adalah ISO 9001 dan Pedoman KNAPPP 02 yang diterbitkan oleh Kementerian Risetdan Teknologi Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan kedua standar sistem manajemenmutu tersebut. Kedua Standar ini saling melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga integrasi keduanya akanmemungkinkan institusi riset memiliki performa yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitiandesk research. Metode penelitian ini terdiri atas tiga tahapan utama yaitu tahap interpretasi standar, tahapanalisis dan tahap integrasi standar. Hasil penelitian ini menunjukkan integrasi ISO 9001:2008 dan PedomanKNAPPP 02:2007 dalam konteks struktur proses, dokumen, maupun struktur organisasi. Dalam konteks strukturproses, integrasi ISO 9001 dan Pedoman KNAPPP 02:2007 akan menghasilkan empat kelompok proses utamayaitu proses manajemen, proses penelitian, proses pendukung, dan proses peningkatan. Dari sisi dokumentasi,terdapat tiga level dokumen yaitu (1) dokumen kebijakan strategis, (2) dokumen panduan mutu, dan (3) dokumenprosedur. Sementara dari aspek struktur organisasi, integrasi kedua standar menuntut institusi riset dapatmembentuk suatu struktur organisasi yang sekurang-kurangnya meliputi: Manajemen Puncak, Manajer Teknis,Manajer Mutu/Wakil Manajemen, Peneliti, dan Staf Administrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 3


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue