cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2014)" : 4 Documents clear
ANALISIS KEKUATAN LAMINASI LAMBUNG KAPAL FIBERGLASS YANG MENGGUNAKAN MATERIAL MULTIAXIAL Buana Ma'ruf
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i1.81

Abstract

Konstruksi lambung kapal fiberglass menjadi hal yang sangat penting dikaji dan dikembangkan dalam rangka standarisasi kapal fiberglass yang beroperasi di wilayah kepulauan Indonesia, sehingga kapal-kapal fiberglass memiliki standar mutu yang dapat menjamin kesalamatan kapal di laut. Penelitian ini secara khusus mengkaji kekuatan laminasi lambung kapal fiberglass yang menggunakan material multiaxial. Hasilnya dibandingkan dengan kekuatan laminasi lambung kapal dengan menggunakan material serat WR (woven roving) dan CSM (chopped strand mat), yang selama ini banyak digunakan di galangan. Kajian kekuatan dilakukan dengan menggunakan pengujian spesimen laminasi dari kedua bahan tersebut, yang meliputi uji tarik dan uji tekuk berdasarkan rules BKI (2006). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, laminasi lambung kapal fiberglass dengan material multiaxial memiliki kuat tarik dan kuat tekuk yang lebih tinggi daripada laminasi lambung yang menggunakan material kombinasi WR dan CSM. Oleh karena itu, material fiberglass multiaxial merupakan salah satu alternatif solusi perbaikan mutu konstruksi laminasi lambung kapal fiberglass. Selain itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi di dalam pengembangan standar kapal berbahan fiberglass di masa datang.
STANDARDISASI KLASIFIKASI DAN SIMBOL LAHAN PERKOTAAN DITURUNKAN DARI CITRA RESOLUSI SPASIAL TINGGI Wiweka Wiweka
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i1.74

Abstract

Standardisasi ektraksi citra resolusi tinggi di kawasan perkotaan merupakan kegiatan penelitian yang rumit dan menantang yang dihadapi oleh masyarakat penginderaan jauh, terutama dalam mengekstraksi pengenalan penggunaan lahan, seperti bangunan memiliki bentuk yang kompleks dan jenis atap yang terbuat dari berbagai komposisi material. Citra resolusi tinggi Quickbird yang digunakan dalam penelitian ini dapat menghasilkan peta tematik perkotaan 1:5.000, hal yang perlu diperhatikan dalam pengkelasan adalah akurasi atribut tematik, kelengkapan dan kualitas geometris. Dalam penelitian ini digunakan metoda intepretasi, delineasi manual dan survey toponimi, pemakaian metoda ini mempersyaratkan operator yang terlatih.Hasil dalam penelitian ini klasifikasi dan simbologi lahan perkotaan yaitu batas administrasi, sarana pendidikan,sarana kesehatan, sarana komersial, sarana industri/pergudangan, sarana tempat ibadah, sarana perkantoran dan pelayanan masyarakat, prasarana, penggunaan tanah.
STANDAR SPESIFIKASI DESAIN UNTUK ANALISIS UMUR LELAH PELAT BAJA TAHAN KARAT AKIBAT BEBAN DINAMIS AKSIAL Harkali Setiyono
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i1.75

Abstract

Makalah ini membahas pemanfaatan Standar Spesifikasi Desain untuk analisis umur lelah pelat baja tahan karat tanpa dan dengan lobang akibat beban dinamis aksial. Didalam Standar Desain, umur lelah ditentukan berdasarkan nilai kekuatan lelah acuan (Reference fatigue strength) masing-masing pelat baja. Nilai acuan ini terkait dengan umur lelah sebesar 2x106 cycles dan untuk masing-masing pelat baja, nilai ini ditentukan secara empiris. Berdasarkan nilai kekuatan lelah acuan, maka umur lelah masing-masing pelat pada setiap tingkat pembebanan uji dapat dihitung. Selanjutnya data umur lelah hasil perhitungan digunakan untuk menggambarkan perilaku umur lelah yang berbentuk grafik rentang tegangan terhadap siklus patah lelah. Disamping itu, umur lelah masing-masing pelat juga diukur melalui pengujian kelelahan menggunakan beban dinamis beramplitudo konstan. Data umur lelah hasil pengujian pada setiap tingkat pembebanan digunakan untuk menggambarkan grafik perilaku aktual umur lelah pelat. Hasil pengukuran umur lelah secara eksperimental juga digunakan untuk memverifikasi perilaku umur lelah yang diperoleh dari Standar Spesifikasi Desain. Didalam verifikasi, terindikasi dengan jelas bahwa korelasi data Standar Desain terhadap data eksperimental mendekati berimpit
PENERAPAN SISTEM HACCP (HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINTS) PADA PENANGANAN PASCAPANEN KAKAO RAKYAT S. Joni Munarso; Miskiyah Miskiyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i1.80

Abstract

Upaya untuk menangani persoalan mutu dan keamanan pangan biji kakao sangat diperlukan, khususnya oleh petani dan pelaku usaha kakao. Petani kakao perlu memperbaiki praktek yang selama ini dilakukan dan membangun sistem yang dapat memberikan jaminan mutu kakao, mengingat kakao Indonesia masih dinilai bermutu rendah. Sistem yang dapat dibangun antara lain melalui penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), yakni dengan mengendalikan tahap-tahap proses yang berperan penting dalam menentukan mutu. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi titik kritis penanganan biji kakao dengan pendekatan HACCP dan menyusun rekomendasi perbaikan atau pengendalian mutu biji kakao. Penelitian lapang dilakukan untuk mengidentifikasi teknologi dan sistem pengelolaan produksi kakao di sentra tanaman kakao, sebagai salah satu bahan untuk penyusunan rancangan HACCP penanganan pascapanen biji kakao. Tahapan proses pemanenan, fermentasi, pengeringan, sortasi, pengemasan dan penyimpanan merupakan titik kendali kritis (CCP) yang teridentifikasi pada penanganan pascapanaen kakao. Rekomendasi perbaikan mutu kakao rakyat dalam bentuk HACCP dapat digunakan dan diterapkan pada tingkat petani, dengan mengacu pada penerapan GAP dan GHP penanganan kakao pada tingkat petani.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue