cover
Contact Name
Palupi Lindiasari Samputra
Contact Email
admin@iasssf.com
Phone
+6281929015392
Journal Mail Official
ersud@journal-iasssf.com
Editorial Address
Cluster Kukusan Jalan Rawa Pule 1 No 25 M, Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16425, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development
ISSN : -     EISSN : 30470064     DOI : https://doi.org/10.61511/ersud.v1i2.2024
Core Subject : Economy, Social,
ERSUD aims to promote research that explores the intersection of economic resilience and sustainable development. The journal seeks to provide a platform for scholarly work that advances understanding of how economies can withstand and adapt to challenges while ensuring sustainable growth. ERSUD is dedicated to publishing studies that offer innovative solutions to enhance economic stability, sustainability, and long-term prosperity. This journal focuses on research that addresses the dynamics of building resilient economies that can sustain growth amidst global challenges such as climate change, economic crises, and social inequalities. It emphasizes studies that provide actionable insights into how economic systems can adapt to and recover from disruptions while maintaining a commitment to sustainable development goals. The focus is on interdisciplinary research that bridges the gap between economic resilience and sustainability. This journal seeks to publish a broad range of scholarly articles, including: 1. Economic Adaptation to Global Crises: Research on strategies and policies that enhance economic resilience in the face of global crises, such as financial downturns, pandemics, and natural disasters. This includes studies on how economies can adapt to and recover from such disruptions while maintaining sustainable growth trajectories. 2. Sustainable Development in Vulnerable Regions: Exploration of sustainable development practices tailored to economically vulnerable regions. This includes research on how these regions can build resilience against environmental and economic shocks through sustainable resource management, social innovation, and inclusive growth strategies. 3. Green Economy and Resilience: Studies focusing on the role of green economy initiatives in fostering economic resilience. This includes the development and implementation of green technologies, circular economy models, and policies that promote sustainability while enhancing economic stability. 4. Socio-Economic Inequality and Resilience: Examination of the relationship between socio-economic inequality and economic resilience. This includes research on how reducing inequality can contribute to more resilient and inclusive economies that are better equipped to handle external shocks. 5. Resilient Infrastructure and Urban Development: Analysis of the development of resilient infrastructure and urban environments that support sustainable economic growth. This includes studies on how urban planning, transportation systems, and smart city initiatives can contribute to economic resilience. 6. Policy Innovations for Resilient Economies: Research on innovative policy frameworks and governance models that enhance economic resilience while promoting sustainable development. This includes studies on the effectiveness of policies designed to mitigate risks and promote long-term economic stability and sustainability.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024" : 5 Documents clear
Simulasi Sistem Produksi Dan Penerapan Sistem Produksi Hybrid Push/Pull: Studi Kasus PT. Moreen JBBK Muhammad, Harrtyan; Kusumastuti, Ratih Dyah
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ersud.v1i2.2024.1070

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini membahas mengenai dampak penerapan sistem hybrid push/pull pada perusahaan produsen komponen otomotif yang menggunakan sistem produksi push pada proses produksinya. Hasil dari penelitian banyak ahli menunjukan bahwa dengan penetapan sistem produksi hybrid perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari dua tipe produksi yaitu sistem produksi push dan juga pull, serta dapat mengurangi kelemahan dari masing-masing sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan manfaat terhadap perbaikan sistem produksi dan menjadi pertimbangan terhadap perusahaan dalam optimalisasi terhadap proses produksinya. Perusahaan yang dijadikan objek penelitian adalah PT. Moreen JBBK, produsen komponen otomotif yang berlokasi di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Metode: Analisis sistem produksi dan juga penerapan sistem produksi hybrid push/pull pada penelitian ini akan dilakukan dengan metode simulasi discrete event dengan menggunakan software simulasi Arena. Temuan: Teknik analisis statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangkasan belajar berkorelasi positif dengan perilaku kerja inovatif, r(537) = 0,61, p < 0,001.  Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan oleh universitas dalam mengembangkan program yang dapat membantu mengasah kemampuan learning agility sehingga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berinovasi.
Strategi ketahanan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia Warsito; Subiyantoro, Heru
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ersud.v1i2.2024.1147

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai permasalahan dan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia, yang mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada tahun 2020. Hal ini berdampak terhadap peningkatan kerentanan ekonomi yang mengancam ketahanan ekonomi. Penelitian ini meneliti pengaruh penerimaan pajak, suku bunga, harga minyak mentah, harga emas, Indeks Dow Jones, COVID-19, nilai tukar, dan IHSG terhadap ketahanan ekonomi. Selain itu, penelitian ini merumuskan strategi mitigasi kerentanan ekonomi di Indonesia akibat pandemi COVID-19, apakah strategi lockdown tepat untuk diterapkan atau sebaliknya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode regresi logistik dengan data variabel harian dari Maret-Desember 2020. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan penerimaan pajak di masa pandemi COVID-19, suku bunga di masa pandemi COVID-19, harga minyak mentah, Indeks Dow Jones, dan IHSG berpengaruh signifikan terhadap ketahanan ekonomi. Pada saat tidak dilakukan intervensi kebijakan, ketahanan ekonomi pada kondisi ideal lebih tinggi dibandingkan pada kondisi normal dan kondisi sulit. Strategi kebijakan untuk memitigasi kerentanan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 adalah menjaga penerimaan pajak tidak turun serta menurunkan suku bunga dan kasus COVID-19 secara simultan sehingga kebijakan full lockdown tidak tepat digunakan. Kesimpulan: Implikasi kebijakan untuk menjaga penerimaan pajak tidak turun dapat dijalankan melalui: penetapan prioritas perpajakan, perluasan basis perpajakan, peningkatan kepatuhan dan pengawasan, optimalisasi implementasi peraturan perpajakan, dan insentif pajak. Implikasi kebijakan untuk menurunkan suku bunga adalah mendorong Bank Indonesia agar menurunkan suku bunga IndONIA di pasar uang antar bank. Implikasi kebijakan untuk menurunkan kasus COVID-19 dapat dijalankan melalui: ketegasan dan konsistensi pembatasan sosial, peningkatan kegiatan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan, peningkatan sosialisasi dan penegakan hukum, serta percepatan vaksinasi.
Evaluasi kebijakan pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pasca produksi: studi pembangunan sektor perikanan tangkap berbasis blue economy di Indonesia Arkan, Muhammad Farrel; Rosdiana, Haula
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ersud.v1i2.2024.1190

Abstract

Pendahuluan: Sehubungan dengan visi pembangunan sektor perikanan tangkap berbasis blue economy, pemerintah mengatur kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak Pungutan Hasil Perikanan (PNBP PHP). Berdasarkan PP 85/2021, titik pungutan PNBP PHP tersebut digeser dari yang sebelumnya berada di saat mengajukan perizinan berlayar (PNBP Pra Produksi), menjadi berada di saat mendaratkan ikan hasil tangkapan (PNBP Pasca Produksi). Kebijakan ini merupakan transformasi substansial dalam lanskap kebijakan fiskal di Indonesia dan memicu perdebatan sejak dilaksanakan 1 Januari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan PNBP Pasca Produksi dengan menggunakan tiga kriteria evaluasi kebijakan dari Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, dan keadilan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah post-positivist dengan teknik pengumpulan data secara kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan PNBP Pasca Produksi memberikan keuntungan bagi wajib bayar dan fiskus karena PNBP dipungut atas berat ikan hasil tangkapan riil, bukan atas perkiraan sebagaimana diatur PNBP Pra Produksi. Namun, secara keseluruhan kebijakan ini belum memenuhi kriteria efektivitas, efisiensi, dan keadilan. Dari kriteria efektivitas, kebijakan ini belum efektif mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari kriteria efisiensi, kebijakan ini memberatkan wajib bayar dan fiskus dari segi direct money costs, time costs, maupun psychological costs. Dari kriteria keadilan, kebijakan ini memenuhi benefit receive principle, tetapi indeks tarif belum memenuhi prinsip nondiskriminasi karena adanya pembedaan tarif antar ukuran kapal yang sudah tidak relevan. Untuk dapat mendukung pembangunan sektor perikanan tangkap berbasis blue economy, kebijakan PNBP Pasca Produksi setidaknya harus memenuhi ketiga kriteria tersebut. Kesimpulam: Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan adopsi teknologi di setiap pelabuhan yang dapat memenuhi kriteria efektivitas serta efisiensi kebijakan. Selain itu diperlukan reformulasi indeks tarif agar memenuhi kriteria keadilan.
Dinamika perdagangan impor barang Korea Selatan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia pada era digital Hariani RS, Prawidya; Hasibuan, Lailan Safina; Elka, Rahmy Avira
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ersud.v1i2.2024.1195

Abstract

Latar Belakang: Kerjasama Indonesia dan Korea Selatan memberikan peran yang sangat penting terhadap perkembangan ekonomi negara Indonesia. Dapat dilihat dari nilai ekspor dan impor Indonesia-Korea Selatan pada tahun 2017-2022 terus mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya nilai ekspor Indonesia maka akan meningkatkan pendapatan negara Indonesia serta untuk para produsen dapat memperluas jangkauan pasarnya untuk mendapatkan konsumen dari dalam negeri maupun luar negeri. Nilai impor yang meningkat juga akan memungkinkan atau memudahkan Indonesia untuk memperoleh bahan baku, barang dan jasa suatu produk yang jumlahnya terbatas di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa secara ekonomi perkembangan ekspor dan impor Indonesia dan Korea Selatan dan melakukan estimasi pengaruh impor dari Korea Selatan ke Indonesia tahun 2014-2022. Metode: Analisis ini menggunakan data time series yaitu data yang berasal dari website-website resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan yang dihimpun pada tahun 2014 hingga 2022. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan meggunakan program, eviews-10. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan per Kapita, Nilai Tukar dan Inflasi berpengaruh dan signifikan terhadap impor dari Korea Selatan. Volume ekspor impor Korea Selatan dan Indonesia pada tahun 2017-2022 setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga Koran Lifestyle menjadi dinamika saat ini. Dengan meningkatnya nilai impor negara Korea Selatan ke Indonesia makaakan membawa pengaruh buruk seperti menurunnya produksi di dalam negeri yang mengakibatkan angka pengangguran meningkat dan pendapatan menurun sehingga daya beli masyarakat juga menurun. Kesimpulan: Oleh karena itu, Pemerintah harus memperhatikan pertumbuhan ekspor agar meningkatkan kapasitas perekonomian dan pemerintah harus meyakinkan dunia bahwa ekspor Indonesia dapat lebih baik dan meningkat, agar meningkatkan jumlah devisa di Indonesia.
Comparative analysis of Indonesia's economic resilience in the Asia-Pacific context Santoso, Feliks Y. E.; Samputra, Palupi L
Journal of Economic Resilience and Sustainable Development Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ersud.v1i2.2024.1213

Abstract

Background: economic resilience, defined as the ability of an economy to absorb and recover from shocks, is crucial for sustainable development. This study aims to assess and compare Indonesia's economic resilience with other Asia-Pacific countries in the post-COVID-19 era. Methods: Using Briguglio's theoretical framework, the study evaluates economic resilience through four key dimensions: macroeconomic stability, microeconomic efficiency, governance, and social development. Data from 2019 to 2023 were collected from international sources such as the World Bank, IMF, and UNDP. Finding: The results indicate that Indonesia consistently ranks lower on the Economic Resilience Index (ERI) compared to its regional peers. The country's underperformance is particularly evident in microeconomic efficiency and governance, where it lags behind more resilient economies like Singapore and New Zealand. However, Indonesia has shown gradual improvements in social development indicators, suggesting a positive trend in human capital development. Conclusion: The study highlights the need for Indonesia to implement significant reforms in market regulation, governance, and social infrastructure to enhance its economic resilience. The findings contribute to the broader understanding of economic resilience in the Asia-Pacific region and provide actionable insights for policymakers aiming to strengthen Indonesia's economic stability and sustainability. Novelty: This study is among the first to apply Briguglio's framework to a comparative analysis of economic resilience across Asia-Pacific countries in the post-COVID-19 context, with a specific focus on Indonesia. The research highlights the unique challenges and opportunities for Indonesia in building economic resilience, providing new insights into the specific areas where policy interventions are most needed.

Page 1 of 1 | Total Record : 5