cover
Contact Name
Muhammad Putra Dinata Saragi
Contact Email
putradinatasaragi@uinsu.ac.id
Phone
+6285370066117
Journal Mail Official
albalagh@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam
ISSN : -     EISSN : 25804359     DOI : http://dx.doi.org/10.37064/ab.jki
Al-BalaghnJurnal Komunikasi Islam is open access and peer review of journals published by Department Magister and Doctoral of Communication and Islamic Broadcast Dawa and Communication Faculty Islamic State University of North Sumatera Medan This journal covers actual issues in islamic communication studies The development of contemporary dawah by utilizing media, Islamic information systems Islamic dawah studies include field research and conceptual study research The purpose of this journal is to promote sharing of knowledge and understanding of communication issues. Then receive contributions from experts, researchers, practitioners and policy makers throughout the world. Any submitted paper will be reviewed by reviewers. Review process employs double-blind review that the reviewer does not know the identity of the author, and the author does not know the identity of the reviewers. This journal is published periodically twice a year, precisely in June and December.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA MALAYSIA DAN INDONESIA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUMATERA UTARA Insi Luthfiyah Siregar, Syukur Kholil, Mailin
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1234

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to examine intercultural communication between Malaysian and Indonesian students at Faculty of Da'wah and Communication of State Islamic University (UIN) ". In particular, this study aims to find out the interaction between Malaysian and Indonesian students, the respective perceptions between Malaysian and Indonesian students. As well as to know the supporting and inhibiting factors in realizing harmonious relations between Malaysian and Indonesian students at the Faculty of Da'wah and Communications of State Islamic University (UIN) North Sumatra. This research methodology is qualitative research by searching, analyzing and making interpretation of data found through the results of documents, interviews and observations. that has been collected checked the validity through the validity of data in the form of trust. analysis techniques are to reduce, present, and make conclusions of research results. The result of this research is the intercultural communication between Malaysian and Indonesian students in the Faculty of Da’wah and Communications of State Islamic University (UIN). It is not effective from intercultural communication communication between Malaysian and Indonesian students in UIN SU Communication and Communication Faculty, interacting with the need only because they are difficult to adapt, and familiarize themselves with the new environment which they face. This intercultural communication intercultural interaction is rare between two individuals or groups between the two different cultures. The intercept between Malaysian and Indonesian students in da'wah and communication faculty of UIN SU is contradictory between the two, among others, concerning the attitude that exists in both cultures, as well as summarizing the things that exist between the students, which gives rise to prejudices between the two cultures. A person in which he judges and concludes a person's behavior so as to generate perceptions of their respective internal perceptions and external perceptions, with supporting factors, mutual respect, a sense of sportsmanship, as well as inhibiting factors, economics, food, cultural differences, open, lack of togetherness.Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengkaji komunikasi antarbudaya mahasiswa Malaysia dan Indonesia di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN)‛. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi komunikasi antarbudaya mahasiswa Malaysia dan Indonesia, persepsi masing-masing antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam mewujudkan hubungan yang harmonis antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mencari, menganalisis dan membuat interprestasi data yang ditemukan melalui hasil dokumen, wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi antarbudaya mahasiswa Malaysia dan Indonesia di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) ternyata tidak efektif hal ini terapatdariInteraksi komunikasi antarbudaya mahasiswa Malaysia dan Indonesia di fakultas dakwah dan komunikasi UIN SU, berinteraksi dengan seperlunya saja, karena mereka sulit beradaptasi, dan membiasakan diri dengan lingkungan baru yang mereka hadapi. Interaksi komunikasi antarbudaya budaya ini jarang terjadi antara dua individu atau kelompok antara kedua budaya yang berbeda tersebut. Sehingga hubungan antarbudaya keduanya tidak harmonis dan komunikasi yang terjalin kurang efektif.Persepsi masing-masing antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia di fakultas dakwah dan komunikasi UIN SU adalah saling bertolak belakang antarkeduanya, diantaranya adalah menyangkut sikap yang ada dalam diri kedua budaya, serta menyimpulkan hal-hal yang menimbulkan prasangka antarkedua budaya tersebut. Seseorang dimana ia menilai dan menyimpulkan perilaku seseorang sehingga menimbulkan persepsi masing-masing yaitu persepsi internal dan persepsi ekternal, dengan faktor pendukung, saling menghargai, rasa percayadansikap sportif, serta faktor penghambat, ekonomi, makanan, perbedaan budaya, saling terbuka, kurangnya kebersamaan.Kata kunci: Komunikasi antar Budaya, Prsepsi, dan Mahasiswa Malaysia dan Indonesia
PESAN-PESAN DAKWAH PADA KAUS MUSLIM MOSCLOT (ANALISIS MEDIA KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Cut Andyna Abdullah Jamil, Syafrudin Pohan
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1472

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan-pesan dakwah yang terkandungpada kaus Mosclot. Menganalisis bagaimana pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam desain kausMosclot jika dilihat dari perspektif semiotika Roland Barthes dan mengetahui penerapan denotasi,konotasidan mitos pada simbol dan lambang yang terdapat pada desain kaus Mosclot. Dalam melakukan penelitianini, diperlukan metodologi penelitian yang sesuai agar nantinya dapat mengungkapkan makna yangtersembunyi dibalik tanda-tanda yang terdapat pada desain kaus. Dalam penelitian ini, Penulis menggunakanmetodologi kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dengan fokus pada analisis semiotik. Penelitianini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Adapun unit analisis penelitian ini adalah desainkaus berupa kata dan simbol. Berdasarkan data yang telah diteliti, hasil penelitian menunjukkan bahwadesain-desain kaus Mosclot sarat akan pesan-pesan dakwah. Baik kata maupun simbol yang menjadikonten desain kaus dimaksudkan untuk memberikan motivasi ataupun nasehat kepada pengguna kausjuga siapa saja yang melihatnya. Padanan kata juga desain yang di kemas begitu kreatif memberikankesan dakwah yang disampaikan menjadi lebih interaktif dan argumentatif. Hal ini sekaligus sebagailangkah Mosclot dalam meminimalisir stigma negatif kepada umat Muslim yang selama ini diidentikandengan radikalisme ataupun fanatisme. Mosclot sebagai salah satu perintis kaus muslim di Indonesiacoba mengubah persepsi negatif yang selama ini berkembang mengenai penggunaan simbol-simbol keagamaandalam keseharian, dimana selama ini dianggap sebagai suatu bentuk sikap fanatisme, dimana sebenarnyahal tersebut adalah suatu langkah seseorang dalam berdakwah kepada sesamanya dan menunjukkanidentitas dirinya sebagai seorang muslim.Kata Kunci: Pesan-Pesan Dakwah, Kaus Muslim, Semiotika Roland Barthes
POLA KOMUNIKASI SUAMI TERHADAP ISTRI PADA PASANGAN POLIGAMI (Studi Terhadap Pasangan Poligami di Kota Tebing Tinggi) Irma Suryani, Lahmuddin, Erwan Efendi
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1235

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe, analyse or elaborate on the communication pattern is done the husband of first and second wife, patterns of communication that is done as well as his wife, fellow communication barriers faced by married couples polygamy in the town of Tebing Tinggi. Methodology this research is descriptive qualitative research, namely analyzing and make interpretations of data are discovered through his documents, interviews and observations. The data collected through its validity is checked the validity of the data. Technique of data analysis is the reduction, presents, and make conclusions. The results of this research indicate that (1) the communication pattern made by a husband to his wife, respectively do not have special communication patterns that occur in their household, however each family has a way own set up both his wife, for example, in the awarding of a living and each husband also gives each role to his wife and husband also does communications which is a communication pattern balance (equality pattern) communication patterns and the separator is not balanced (Unbalanced Split Pattern). (2) communication pattern performed by their respective wives in polygamous couples, there are two patterns that is balanced and communication patterns communication pattern monopoly. Second wife on each couple polygamy were slowly able to communicate well with each other, but there are also did not have good communication, due to the lack of self-acceptance of wife of the first against the second wife. (3) communication barriers due to lack of time to communicate, it is difficult to build communication communicative, the difficulty of creating a good coordination in solving problems, not take seriously any problem, the existence of prejudice bad, and relatively low levels of education overall can hamper communication happens on a couple polygamyTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis atau menguraikan pola komunikasi yang dilakukan suami kepada istri pertama dan kedua, pola komunikasi yang dilakukan sesama istri, serta hambatan komunikasi yang dihadapi pasangan suami istri poligami di Kota Tebing Tinggi. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menganalisis dan membuat interpretasi data yang ditemukan melalui hasil dokumen, wawancara dan pengamatan. Data yang dikumpulkan diperiksa keabsahannya melalui keabsahan data. Teknik analisa data adalah mereduksi, menyajikan, dan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pola komunikasi yang dilakukan oleh suami kepada masing-masing istrinya tidak memiliki pola komunikasi yang khusus yang terjadi dalam rumah tangga mereka, akan tetapi masing-masing keluarga memiliki cara tersendiri dalam mengatur kedua istrinya, misalnya dalam pola pemberian nafkah dan masing-masing suami juga memberikan peran masing-masing kepada istrinya dan suami juga melakukan komunikasi yang merupakan pola komunikasi keseimbangan (equality pattern) dan pola komunikasi pemisah tak seimbang (Unbalanced Split Pattern). (2) pola komunikasi yang dilakukan oleh masing-masing istri pada pasangan poligami ini terdapat dua pola yaitu pola komunikasi seimbang dan pola komunikasi monopoli. Kedua istri pada masing-masing pasangan poligami secara perlahan dapat berkomunikasi dengan baik dengan sesama istri, tetapi ada juga yang tidak memiliki komunikasi yang baik, ini disebabkan tidak adanya penerimaan diri dari istri pertama terhadap istri kedua. (3) hambatan komunikasi disebabkan karena kurangnya waktu untuk berkomunikasi, Sulit membangun komunikasi yang komunikatif, sulitnya menciptakan koordinasi yang baik dalam penyelesaian masalah, tidak menganggap serius setiap masalah, adanya prasangka buruk, dan relatif rendahnya tingkat pendidikan yang secara keseluruhan dapat menghambat komunikasi yang terjadi pada pasangan poligami ini.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM KB DI RANTAU PRAPAT KEC. RANTAU SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU Hafsah Juni Batubara, Lahmuddin Lubis, Fifi Hasnawati
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1473

Abstract

ABSTRACT: The problem posed in this study is about how to shape communication principles of Islam extension in the success of the family planning program in Newbury District of Rantau South Labuhanbatu District, the agent in delivering family planning programs by applying the communication of Islam in Newbury District of Rantau South Labuhanbatu District, and other telecommunication applications, Islam in the success of family planning programs in Newbury District of South Rantau Labuhanbatu District. The purpose of this study was to 1) know how to shape the implementation carried out extension of family planning in Newbury District of Rantau South Kebupaten Labuhanbatu, 2) the extension convey family planning programs by applying the communication of Islam in Newbury District of Rantau South Labuhanbatu, and 3) to determine and the application of Islamic communication can make the program successful extension Rantauprapat KB District of South Rantau Labuhanbatu District. This research was conducted using qualitative research perspective. This method is used because the research procedure that produces descriptive data in the form of words written or spoken of those behaviors that can be observed. Sources of data obtained directly through related parties, namely through interviews, observation and document analysis. The results showed that the shape of the application of communication principles of Islam who do family planning officer is to begin talks with the greeting, speak gently, using a kind word, calling things good about the communicant, good advice, fair, use of language and the corresponding contents of the conversation, to be honest, accurate messages, free and responsibilities, and constructive criticism. In addition educator roles manifest and latent role in the success of the family planning program in Newbury District of South Rantau Labuhanbatu District. In conducting the application of communication principles of Islam extension to the success of the family planning program in view of the increasing activeparticipant KB each year, as well as in performing the tasks extension have barriers that long distance if you want to socialize counseling and services, in addition there is the mindset of society still low, their complaints of acceptors in the installation alakon and adverse effects on any of these alakon, and there is resistance from governments that lack the budget to conduct civic education. In addition there are also barriers in the process of government support outreach activities in the form of cooperation from the village, the extension is supported by the Department of Health, and the availability of devices that support the outreach activities in the community. In overcoming obstacles to the success of family planning programs in Newbury District of South Rantau Labuhanbatu District, there are some efforts made in order extension outreach activities carried out smoothly such approach with the village to socialize KB. Besides religious leaders to explain KB participate in the view of Islam, and other efforts are more socialized and worked extra patient and not get bored in conveying information to the public.Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah tentang bentuk prinsip-prinsip komunikasi Islam penyuluh dalam mensukseskan program KB di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, penyuluh dalam menyampaikan program KB dengan menerapkan komunikasi Islam di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, dan penerapan komunikasi Islam dalam mensukseskan program KB di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui bentuk penerapan yang dilakukan penyuluh Keluarga Berencana di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kebupaten Labuhanbatu, 2) untuk mengetahui penyuluh menyampaikan program KB dengan menerapkan komunikasi Islam di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Labuhanbatu, dan 3) untuk mengetahui dan penerapan komunikasi Islam penyuluh dapat mensukseskan program KB Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif penelitian kualitatif. Metode ini digunakan karena dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang perilaku yang dapat diamati. Sumber data diperoleh dengan secara langsung melalui pihak-pihak yang terkait yaitu melalui wawancara, observasi serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penerapan prinsip-prinsip komunikasi Islam yang dilakukan penyuluh KB ialah dengan memulai pembicaraan dengan salam, berbicara dengan lemah lembut, menggunakan perkataan yang baik, menyebut hal-hal yang baik tentang komunikan, nasehat yang baik, adil, menggunakan bahasa dan isi pembicaraan yang sesuai, bersikap jujur, pesan akurat, bebas dan tanggung jawab, dan kritik membangun. Selain itu penyuluh memiliki peran manifes dan peran laten dalam mensukseskan program KB di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Dalam melakukan penerapan prinsip-prinsip komunikasi Islam penyuluh dapat mensukseskan program KB di lihat dari bertambahnya peserta aktif KB setiap tahun, serta dalam melaksanakan tugas penyuluh memiliki hambatan yaitu jarak tempuh yang jauh apabila ingin melakukan sosialisasi penyuluhandan pelayanan, selain itu terdapat pola pikir masyarakat yang masih rendah, adanya keluhan dari akseptor KB dalam pemasangan alakon dan efek samping pada salah satu alakon tersebut, dan ada hambatan dari pihak pemerintah yaitu kurangnya anggaran untuk melakukan penyuluhan kemasyarakat. Selain hambatan terdapat juga dukungan pemerintah dalam proses kegiatan penyuluhan ini berupa kerjasama yang baik dari pihak perangkat desa, para penyuluh didukung oleh Dinas Kesehatan, dan tersedianya peralatan-peralatan yang mendukung dalam kegiatan penyuluhan di masyarakat. Dalam mengatasi hambatan untuk mensukseskan program KB di Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, ada beberapa upaya yang dilakukan penyuluh agar kegiatan penyuluhan terlaksana dengan lancar diantaranya melakukan pendekatan dengan pihak perangkat desa dalam melakukan sosialisasi KB. Selain itu tokoh agama berperan serta untuk menjelaskan KB menurut pandangan Islam, dan upaya lain adalah lebih banyak melakukan sosialisasi dan bekerja ekstra sabar serta tidak bosan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.Kata Kunci: Penerapan Prinsip-prinsip Komunikasi Islam, Program KB
POLA KOMUNIKASI TOKOH AGAMA DAN TOKOH ADAT DALAM MENINGKATKAN KEHARMONISAN HUBUNGAN ANTARUMAT BERAGAMA DI KECAMATAN PINTU POHAN MERANTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR Bondaharo Harahap, Hasyimsyah Nasution, Syukur Kholil
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1469

Abstract

Abstrak: This study examined the communication pattern of religious and customary figures in improvinginterreligious harmony in Pintu Pohan Meranti District. Using qualitative descriptive method, data forthis study were collected through observation, in-depth interview, and document study. It was found thatthe two figures are vital in improving interreligious harmony as they continously communicate interpersonallywith religious groups in society. Among the events in which these communications occur were focusgroup discussions and routine meetings in district office between them and the religious groups. Thecommunications which occured in these events increased societal awareness of the importance of interreligiousharmony in the Pintu Pohan Meranti District.Tulisan ini mengkaji tentang bagaimanakah pola komunikasi tokoh agama dan tokoh adat dalam meningkatkanharmonisasi umat beragama di Kecamatan Pintu Pohan Meranti? Kajian ini didesain sebagai penelitiankualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Penelitian ini mengungkap, bahwa untuk meningkatkan hubungan yang baik antara umat beragama diKecamatan Pintu Pohan Meranti, tokoh agama dengan tokoh adat menjadi ujung tombak pemersatu.Dua elemen penting ini di masyarakat, melakukan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompokdengan masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan baik diantara masyarakat yangberbeda agama. Melalui proses komunikasi satu arah maupun dua arah, tokoh agama dan tokoh adatmelancarkan komunikasi dalam berbagai kesempatan, baik dalam bentuk FGD, maupun rapat rutin dikantor camat, sehingga kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk menjaga kerukunan umat beragamadi Kecamatan Pintu Pohan Meranti.Kata Kunci: Pola komunikasi, tokoh agama dan adat, harmonisasi.
PERAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (BPM) DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN DI KOTA LANGSA Diaurrahman, Syukur Kholil, Sahrul
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1490

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Badan Pemberdayaan Masyarakat dalampembangunan sosial dkeagamaan di kota Langsa. Secara khusus, tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Untuk mengetahui bentuk Komunikasi Pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam pembangunansosial dan keagamaan di kota Langsa. 2) Untuk mengetahui peran komunikasi pembangunan BadanPemberdayaan Masyarakat dalam bidang sosial dan keagamaan di kota Langsa. 3) Untuk mengetahuifaktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakatdalam pembangunan sosial keagamaan di kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif analitik. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam membangunmasyarakat gampong, ada tiga peran yang dimainkan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsasebagai Komunikator Pembangunan sosial keagamaan.Pertama, Badan Pemberdayaan Masyarakatberperan sebagai katalisator atau sebagai orang yang berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakatdalam pembangunan.Kedua, Badan Pemberdayaan Masyarakat kota Langsa berperan sebagai orangyang memberikan solusi(problem solver) bagi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutamadalam pembangunan. Ketiga, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa berperan sebagai innovatoryang memperkenal yang memperkenalkan ide-ide maupun penemuan-penemuan baru kepada masyarakat,terkait dengan dengan penggunaannya dalam mendukung suksesnya pembangunan.
PERAN KOMUNIKASI POLITIK MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA (MPU) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK DI KOTA LHOKSEUMAWE Attarmizi, Syukur Kholil, Zulkarnaini Abdullah
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1470

Abstract

Abstract: In this study, according to the author it is important to do in order to see the understanding andpractice of politics MPU on the settlement of the conflict. The practice is meant is the participation of scholarsin an effort to drown out the various types of conflict such as those between Indonesia and GAM, between thecentral government and a number of giant companies that exist around Lhokseumawe, between the politicalelite and the government with NGOs in addition to reviewing the settlement of business they do. Thisresearch is a field research, by taking some data collection techniques are the first in-depth interviews withsix scholars as the samples were taken by purposive sampling, ie scholars who joined the MPU. In thisthesis, the author discusses the position of ulama in Acehnese society and also the history of the growingconflict in Aceh and Lhokseumawe impact on society. In addition it also explained the history of the ulamaAceh quick active role in resolving conflicts in various areas of public life, and not least also need to explainwhat should be done by the MPU in the resolution of political conflicts. Based on the results found in thefield is MPU as a forum for scholars in the city of Lhokseumawe is a group of people who respected andadmired, and are expected to play an active role in society. MPU Lhokseumawe not a passive group inpolitical matters, as well as the notion some people, but active role within the scientific task of scholars.Dalam penelitian ini, menurut penulis penting untuk dilakukan dalam rangka untuk melihat pemahamandan praktek politik MPU terhadap penyelesaian konflik. Praktek yang dimaksudkan adalah peran sertaulama dalam upaya meredam berbagai jenis konflik seperti yang terjadi antara RI-GAM, antara pemerintahpusat dengan sejumlah perusahaan raksasa yang ada disekitar Lhokseumawe, antara para elit politikdan pemerintah dengan LSM disamping mengkaji usaha penyelesaian yang mereka lakukan. Penelitianini adalah penelitian lapangan(field research), dengan menempuh beberapa teknik pengumpulan datayaitupertama wawancara mendalam(depth interviem) dengan 6 ulama yang dijadikan sampel yangdiambil dengan teknik purposive sampling, yaitu ulama yang bergabung dalam MPU. Dalam tesis inipenulis membahas tentang kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh dan juga sejarah konflik yang berkembangdi Aceh serta dampaknya terhadap masyarakat Lhokseumawe. Selain itu menjelaskan pula sejarah ringkasperan aktif ulama Aceh dalam menyelesaikan konflik dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, dantak kalah pentingnya pula perlu dijelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh MPU dalam penyelesaiankonflik politik. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan adalah MPU sebagai wadah ulama di KotaLhokseumawe merupakan kelompok masyarakat yang dihormati dan disegani serta diharapkan berperanaktif dalam masyarakat. MPU Lhokseumawe bukan kelompok yang pasif dalam persoalan politik, sebagaimanaanggapan sementara orang, tapi aktif melakukan perannya dalam batas tugas keilmuan ulama.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Majelis Permusyarawatan Ulama, Konflik
ETIKA KOMUNIKASI DALAM PENGASUHAN SANTRI PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAT LUQMĀN AYAT 12-19 (Studi di Pondok Pesantren Al-Husna Deli Serdang) Yasirul Amri
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.981

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the application of communication ethics in parenting perspective santri Qur'an letter Luqmān verses 12-19. This research was conducted at Pondok Pesantren Al-Husna Deli Serdang and focused on the care of students only. This research is a qualitative research through phenomenology approach. Methods of data collection is done by interview, observation and documentation, while data analysis method is done by reducing, displaying and verify data. The results showed that 3 of 5 ethic communicators namely the value of confidence and confident the truth of the message content, the value of patience, and the value of affection on the communicant is well implemented while 2 others are exemplary and decency has not been applied by the whole teachers. Then 2 ethics for the communicant ethics of attentiveness and selective attitude has not shown the maximum application by students seen from the results of teaching and learning activities. As for the 3 values of message ethics, Al-Husna boarding school has paid great attention to the first ethics of priority, diction and intonation demonstrated by disciplinary guidance, teaching practice activities for students and evaluation by leaders for teachers in weekly meetings. Furthermore, it is also known that the supporting factors for the implementation of ethics in nurturing are: the role of leadership, dormitory system, adequate facilities and infrastructure, while the inhibiting factors are: quality and quantity of human resources, environmental influences, partial parental role, and cost issues.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP PENGUASAAN PELAJARAN QUR’AN HADITS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH AL-MANAR MEDAN Sutan Gembira Hasibuan, Mardianto, Syaukani
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v2i2.1471

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberianreward terhadap penguasaan pelajaran Qur’an-Hadis di MTs. Al-Manar Medan, pengaruh pemberianpunishment terhadap penguasaan pelajaran Qur’an-Hadis di MTs. Al-Manar Medan, dan mengetahui s

Page 1 of 1 | Total Record : 9