cover
Contact Name
Mashuri
Contact Email
lppmstiesyariahbengkalis@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
iqtishaduna.stiesyariahbks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Poros Sungai Alam - Selat Baru, Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, Indonesia 28711
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita
ISSN : 23033568     EISSN : 26848228     DOI : https://doi.org/10.46367/iqtishaduna
Core Subject : Economy,
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita was published in print and online by LPPM ISNJ Bengkalis. IQTISHADUNA is expected to be able to add economic insights, especially Islamic economics for academics, practitioners, researchers, policymakers (regulators), and other parties who are interested in developing economics knowledge and practice. IQTISHADUNA accepts written contributions from various parties through field research. IQTISHADUNA contains research results about economics, especially Islamic economics. The main focuses of IQTISHADUNA include Economics, Islamic Economics, Islamic Financial Institutions, Accounting, Finance, Islamic Banking and Management, Public Sector Management, Zakat, Infaq, Sadaqah, Waqf, Inheritance, Corporate Governance, Sustainability Reporting, Ethics and Professionalism, Business, Business Management, Sharia Business Management, e-Commerce, Capital Markets and Investment, Taxation, Financial Management, Sharia Financial Management, Economic Law and Sharia Economic Law.
Articles 253 Documents
Analisa Prosedur Akuntansi Dan Perspektif Manajemen Syariah Pada Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkalis Zulyani Zulyani
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntansi keuangan daerah merupakan salah satu bidang akuntansi sektor publik yang mendapat perhatian yang besar dari berbagai pihak semenjak reformasi. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan baru dari Pemerintah Republik Indonesia yeng mereformasi pengelolaan keuangan daerah sejak saat itu. Reformasi tersebut dilakukan dengan mengganti Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah yang kemudian direvisi kembali menjadi Undang-undang nomor 32 tahun 2004. Hal ini ditunjang oleh semakin berkembangnya teknologi  informasi yang memungkinkan masyarakat untuk mengamati dan menilai kinerja pemerintah dalam setiap periode anggaran, sehingga penyediaan informasi akuntansi dan laporan pertanggungjawaban keuangan daerah dalam suatu periode anggaran semakin dibutuhkan.
Respon Masyarakat Di Desa Selatbaru Terhadap Kinerja Manajemen Untuk Laba Real Transaksi, Dan Pendapatan Terhadap Kebijakan Strategis Produk-Produk Yang Berbasiskan Syariah Pada Bank-Bank Konvensional Di Pulau Bengkalis Irawan Fakhrudin Mahalizikri
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki respon pasar ke labayang ada sebagai alat transaksi manajemen dan pendapatan terhadap kebijakan strategis yaitu, berbasis akrual manajemen laba, aktivitas transaksi nyata, danpendapatan terhadap kebijakan strategis yang merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan kepada akuntasi manajemen . Kami mengukur respon pasar terhadap isi informasilaba dengan koefisien respon laba . kami menemukan beberapa bukti hubungan negatif antara respon laba koefisien dan isi informasi laba yang terkandung manajemen laba yang mempunyai dampak yang tidak signifikan pada kinerja manajeman dalam pengambilan kebijakan yang diambil terhadap produk bank yang berbasiskan syariah dalam halnya ini yang menjadi basis data adalah akuntansi manajemennya.
Penetapan Harga Ditinjau Dalam Persepektif Islam Khodijah Ishak
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sebagai agama samawi terakhir memiliki sumber yang potensial dalam mengembangkan khazanah ekonomi baik mikro maupun makro, maupun skala domestik, regional bahkan internasional.Adalah Rasulullah SAW yang suatu ketika ditanya oleh komunitas masyarakatnya tentang fluktuasi harga yang cenderung memberatkan masyarakat pada saat itu dengan memberikan jawaban seolah-oleh lepas dari tanggungjawab, telah menimbulkan multi tafsir di kalangan cendekia Islam sejak awal perkembangannya hingga kini.Di kalangan sahabat yang di ataranya adalah Umar ibn al-Khattab merespon prilaku.Rasulullah adalah kasuistis dan tidak universal sehingga intervensi pemerintah dalam hal ini adalah dibolehkan bila didasarkan pada kemaslahatan umat. Sedangkan di kalangan ulama madzhab sunni secar garis besar terbagi menjadi dua pendapat: Kelompok pertama, memahami matan hadis Rasul itu dengan tekstual sehingga dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, pemerintah tidak dibenarkan intervensi mengenai harga. Kelompok kedua, membolehkan adanya intervensi pemerintah terhadap harga komoditas perdagangan, bila terjadi indikasi adanya distorsi pasar.Hal ini dilakukan untuk menjadikan pasar sebagai instrument ekonomi yang akuntabel.
Umat Islam Dan Lembaga Keuangan Berbasis Bunga Dewi Oktayani
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riba merupakan tambahan yang diambil atas adanya suatu utang piutang antara dua pihak atau lebih yang telah diperjanjikan pada saat awal dimulainya perjanjian. Unsur riba terdapat dalam utang yang diberikan dengan perjanjian bahwa peminjam akan membayar utangnya ditambah dengan jumlah tertentu. Pihak pemberi pinjaman dan peminjam telah mensyaratkan adanya tambahan yang harus dibayar oleh peminjam. Riba adalah kelebihan pembayaran yang dibebankan terhadap pinjaman pokok sebagai imbalan terkait jangka waktu pengembalian atas pinjaman itu. Islam sendiri jelas-jelas telah melarang riba dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh umat Muslim. Riba sendiri akan memberika dampak negative terhadap ekonomi maupun sosial masyarakat. Oleh sebab itu Islam menawarkan solusi dari bunga yaitu bagi hasil.
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru Eryana Eryana
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Budaya organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru. Jumlah Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru yang berjumlah 143 responden, dan sampel yang digunakan sebanyak 60 responden. Adapun Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriftif dan analisis Regresi Linear Berganda yaitu untuk melihat pengaruh, Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Motivasi Kerja.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel budaya organisai dan komitmen organisasi, berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru, Baik secara parsial maupun secara simultan.
Prinsip Manajemen Pembiayaan Syariah Erlindawati Erlindawati
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas pokok lembaga pembiayaan adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang memerlukannya sehingga peranan pembiayaan menjadi sangat penting. Sebagian besar lembaga pembiayaan masih mengandalkan sumber pendapatan utamanya dari operasi pembiayaan sehingga untuk mendapatakan margin yang baik diperlukan pengelolaan pembiayaan secara efektif dan efesien. Lembaga keuangan adalah bisnis yang bergerak dalam pembiayaan dan jasa keuanganlainnya. Jadi bisnis utama nya adalah kepercayaan, sehingga dikatakan pula bahwa bank adalah lembaga kepercayaan. Selama ini usaha lembaga keuangan yang terbesar dalam memberikan kontribusi sebagai sumber penghasilan bank berasal dari penyaluran pembiayaan. Istilah pembiayaan pada intinya berarti I Believe, I Trust, “saya percaya” atau “saya menaruh kepercayaan”. Perkataan pembiayaan yang artinya kepercayaan (trust), berarti lembaga pembiayaan selaku shahibul mal menaruh kepercayaan kepada seseorang untuk melaksanakan amanah yang diberikan. Dana terebut harus digunakan dengan benar, adil, dan harus disertai dengan ikatan dan syarat-syarat yang jelas dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak baik bank syariah maupun bagi nasabah.
Analisis Dampak Bunga Bank (Riba) Bagi Perekonomian Negara Mashuri Mashuri
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bunga bank (riba) dalam penerapannya mempunyai dampak terhadap perekonomian negara. Adapun penelitian ini adalah penelitian perpustakaan, sumber data diperoleh dari buku-buku dan informasi terkini kemudian di analisis berdasarkan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dalam peneliti ini bahwa dampak dari penerapan sistem ekonomi konvensional (bunga bank/riba) disimpulkan perekonomian negara semakin memburuk. Terjadinya krisis ekonomi dewasa ini disebabkan salah satu faktornya adalah penerapan sistem bunga (riba). Indonesia merupakan salah satu negara yang terbesar umat islamnya, namun sangat sedikit yang mengerti terhadap hukum islam tentang bunga (riba). Al-Quran dan Hadist sangat jelas mengatakan bahwa bunga hukumnya haram. Para pakar ekonomi islam sudah menyimpulkan bahwa dampak dari penerapan bunga (riba) adalah akan terjadi kehancuran. Tapi masyarakat muslim sampai hari ini mengacuhkan bunyi pesan ini. Maka kehancuranlah yang akan terjadi. terjadinya krisis ekonomi berpunca dari krisis iman pada diri manusia itu sendiri karena manusia sudah meragukan hukum Islam yang bersumberkan dari Al-Quran dan Hadist.
Mungkinkah Mewujudkan Peradaban Tanpa Orang Miskin? Saiful Bahri
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 2 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemikiran beberapa ilmuan, cendikiawan, juga stakeholders, jika dengan metodologi yang tepat, orang miskin bisa tidak lagi wujud dalam strata sosial.Dengan berbagai pendekatan dan instrumen finansial yang pernah menjadi penetrasi dalam agenda mereka, menambah keyakinan merekaakan cita-cita itu.Namun, masalah menghilangkan orang miskin atau cita-cita untuk mengangkat derajat ekonomi mereka bukan menjadi model dalam Islam. Islam, melalui instrumen filantrofi serta instrumen karitasnya seperti zakat, infak, sedekah, danwakaf (ziswaf) hanya termanifestasi dalam bentuk uluran dan gandengan tangan dengan mereka yang dalam kacamata duniawi belum diuntungkan tersebut, namun tidak dengan kemuliaan dan keutamaan mereka dalam pandangan Allah swt. dan Rasul-Nya.Dengan menggunakan metode deskriptif, kajian ini bermaksud untuk mengkritisi dan mengajukan pertimbangan skeptis terhadap kebijakan yang menganggap bahwa orang miskin bisa ‘disulap’ untuk menjadi kaya.Walhasil, dari dulu sampai sekarang, orang miskin selalu melekat dalam strata sosial, karena eksistensi mereka merupakan sunnatullah.
Pelaksanaan Perjanjian Kredit Kontruksi PT. Permata Andalana Sejati Dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cab. Pekanbaru Isna Fitriadi
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 2 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permata Andalan Sejati merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kredit perumahan di Kota Pekanbaru. Untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang perumahan, PT. Permata Andalan Sejati melakukan Kredit Kontruksi dengan PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Cabang Pekanbaru. Didalam pelaksanaannya terhadap Perjanjian Kredit Kontruksi terdapat beberapa permasalah dan hambatan dalam melaksanakan Perjanjian Kredit Kontruksi tersebut misalnya ada gugatan yang dilakukan, kredit macet terjadi wanprestasi dan lain-lain. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ada beberapa faktor penghambat dalam melaksanakan pelaksanaan perjanjian kredit kontruksi antara PT. Permata Andalan Sejati dengan PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, Cabang Pekanbaru yaitu: Pertama, Permasalahan hak tanggungan yang digugat padahal PT. Permata Andalan Sejati telah memiliki izin setelah proyek kontrusi berjalan ada gugatan dan hal ini memakan waktu lama sehingga PT. Permata Andalan sejati harus membeli kembali tanah yang telah di beli dan memiliki izin, kedua bunga Bank yang terlalu tinggi dan tidak stabil, bunga bank melebihi 10% hal ini menjadi kesulitan untuk membayar, bungga yang terlalu besar, terkadang akan naik jika BI telah menaikan suku bunga, ketiga waktu perjanjian yang terlalu singkat saat terjadi banjir pekerjaan kontruksi tidak bisa berjalan dengan maksimal sehingga target yang direncanakan tidak tercapai, keempat pencairan dana kredit kontrusi yang bertahap membuat pekerjaan tidak bisa cepat karena harus bekerja dengan modal yang terbatas. Meski banyak hambatan PT. Permata Andalan Sejati tetap melaksanakan perjanjian Kredit Kontruksi tersebut dengan baik walau harus mengalami kerugian.
Perspektif Hukum Islam Terhadap Iuran BPJS Kesehatan Faizal Nurmatias; Sulistyandari Sulistyandari; Maula Dina
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 6 No 2 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perspektif Hukum Islam Terhadap Iuran BPJS Kesehatan (Analisis Atas BAB V Pasal 19 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dimana untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, diadakan penelitian-penelitian terhadap buku-buku dan web yang berhubungan langsung dengan Perspektif Hukum Islam Terhadap Iuran BPJS Kesehatan Data tersebut dikumpulkan kemudian dijadikan sebagai referensi untuk menyelesaikan masalah yang akan diteliti. Adapun teknik pengelolaan data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Negara bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan rakyat, karena kesehatan rakyat merupakan kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi, negara harus menyediakan obat-obatan, menyediakan sumberdaya dalam pelayanan kesehatan, dan negara harus mengatur sedemikian rupa jangan sampai mempersulit akses kesehatan bagi masyarakat, karena imam (khalifah) yang menjadi pemimpin manusia laksana pengembala, hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya. Perspektif hukum Islam terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia yang berprinsip Asuransi sosial menurut penulis adalah BPJS yang diterapkan di indonesia dengan kondisi saat ini belum tepat karena dapat menimbulkan kemudharatan, yaitu iuran/premi bulanan yang akan disetorkan kepada pihak bpjs masih terlalu tinggi dan adanya penetapan sanksi bagi yang tidak membayar iuran, Program BPJS kesehatan masih mengandung unsur ketidak adilan dalam konsep At Takaful Al Ijtma’, dengan iuran yang diberikan terdapat pemisahan masyarakat miskin, menengah dan orang kaya, terlebih dalam pelayanan, BPJS kesehatan dalam praktiknya masih mengandung unsur maishir, gharar, dan rhiba , sehingga menurut penulis hukumnya jatuh jadi syubahat.

Page 10 of 26 | Total Record : 253


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2025): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 13 No 2 (2024): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 13 No 1 (2024): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 12 No 2 (2023): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 12 No 1 (2023): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 11 No 2 (2022): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 11 No 1 (2022): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 10 No 2 (2021): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 10 No 1 (2021): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 9 No 2 (2020): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 9 No 1 (2020): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 8 No 2 (2019): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 8 No 1 (2019): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 7 No 2 (2018): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 7 No 1 (2018): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 6 No 2 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 6 No 1 (2017): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 5 No 2 (2016): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 5 No 1 (2016): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 4 No 2 (2015): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 4 No 1 (2015): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 3 No 2 (2014): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 3 No 1 (2014): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 2 No 2 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 2 No 1 (2013): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June Vol 1 No 2 (2012): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December Vol 1 No 1 (2012): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June More Issue