cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 14 Documents clear
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN METODE JIGSAW DI SMPN 1 SUMBER BARITO HENDRIKUS HENDRIKUS
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i3.1575

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the jigsaw method on learning Social Sciences (IPS) on improving student learning achievement at SMP Negeri 1 Sumber Barito. This research is action research, which is carried out to solve learning problems in the classroom, including descriptive research because it describes how a learning technique is applied and how the desired results can be achieved. In this action research using the form of the teacher as a researcher, the full person in charge of this research is the teacher. The application of the jigsaw model of cooperative learning has a positive impact on improving student learning achievement which is marked by an increase in student learning mastery in each cycle, namely cycle I (60.71%), cycle II (75.00%), cycle III (89, 29%). The results showed that the application of the jigsaw method in social studies learning could improve student learning achievement which was seen based on the percentage of the number of students who had complete scores in each cycle, which always increased. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan método jigsaw pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Sumber Barito. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yaitu dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas, termasuk penelitian deskriptif karena menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, penanggung jawab penuh penelitian ini adalah guru.    Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan métode jigsaw pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang dilihat berdasarkan persentase jumlah siswa yang mempunya nilai tuntas setiap siklus selalu mengalami peningkatan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM TEACHING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 7 PONTIANAK NANI SRIWAHYUNI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i3.1577

Abstract

The purpose of the study was to determine the cooperative learning of team teaching that could increase students' motivation to learn mathematics in class X IPA 1 SMA Negeri 7 Pontianak. The technique used is qualitative description. Classroom Action Research (CAR) procedures can be carried out through four main steps, namely: planning, acting, observing and reflecting. The results of the study: Team Teaching type cooperative learning plays a role in increasing students' learning motivation. This is indicated by an increase in the number of scores in the first cycle, the average score in the first cycle is 497 and the percentage of student motivation is 70%. In the second cycle, the average score was 643.5, so the percentage of learning motivation was 86.5%. Based on the score category, the score range of 86.5% belongs to the very high category score. When compared, students' learning motivation from cycle I to cycle II increased by 19.5%. Students gave a positive response to the implementation of Team Teaching type cooperative learning. ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pembelajaran kooperatif team teaching yang dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 7 Pontianak. teknik yang digunakan deskripsi kualitatif. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dilaksanakan melalui empat langkah utama yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian: Pembelajaran kooperatif tipe Team Teaching berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan peningkatan jumlah skor pada siklus I jumlah skor rata-rata siklus I adalah 497 dan persentase motivasi belajar siswa sebesar 70%. Pada siklus II dihasilkan skor rata-rata sebesar 643,5, sehingga persentase motivasi belajar sebesar 86,5%. Berdasarkan kategori skor, rentang skor 86,5% tergolong skor kategori sangat tinggi. Apabila dibandingkan, motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 19,5%. Siswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Team Teaching.
PENERAPAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN ALAT MUSIK PIANIKA PADA SISWA KELAS VIII. 2 DI SMP 3 SIAK KABUPATEN SIAK SRI INDRAPURA ARLINA ARLINA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i3.1578

Abstract

This study aims to determine the improvement in learning outcomes of piano music playing skills with peer tutoring methods in class VIII.2 students of SMP Negeri 3 Siak. This research uses Classroom Action Research (CAR). In classroom action research, data collection goes through several stages, namely: pre-cycle stage, cycle 1 and cycle 2. The problem solving process starts from planning (planning), action (action), observation (observation), analyzing data and information to find out weaknesses and strengths. the result of action (reflection). Data collection techniques by means of interviews, observation and documentation. Quantitative and qualitative data analysis includes three components: data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the analysis of research data, it can be concluded that the peer tutoring method can improve activities and learning outcomes of piano playing skills, especially for class VIII. 2 at SMP 3 Siak. This can be seen from the level of student learning mastery which increased from 24 students in the pre-cycle 6 students (25%) scored 70, in cycle 1 there was an increase in 14 students (58%) scored 70, and increased quite rapidly in the first cycle. cycle 2, namely: 22 students (92%) managed to get a score of 70. Meanwhile, only 2 students (8%). Based on the results of these studies, peer tutoring methods can improve learning outcomes of piano music playing skills ABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar ketrampilan bermain musik Pianika dengan metode tutor sebaya pada siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 3 Siak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian tindakan kelas pengambilan data melalui beberapa tahap yaitu: tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Proses pemecahan permasalahan dimulai dari perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), menganalisa data dan informasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan hasil tindakan (reflection). Teknik pengambilan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data kwantitatif dan kwalitatif meliputi tiga komponen: reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa data penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar keterampilan bermain alat musik pianika khususnya kelas VIII. 2 di SMP 3 Siak. Hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar siswa yang terjadi peningkatan dari 24 siswa pada pra siklus 6 siswa (25%) memperoleh nilai ? 70, pada siklus 1 terjadi peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai ? 70, dan meningkat cukup pesat pada siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berhasil memperoleh nilai ? 70. Sedangkan siswa yang belum berhasil memperoleh nilai ? 70 hanya 2 siswa (8%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut metode metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar ketrampilan bermain musik Pianika
TIPAS KARPET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA PADA PESERTA DIDIK KELAS IX-E SMP NEGERI 1 PREMBUN SUPRIYATI SUPRIYATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i3.1579

Abstract

Application of the Tipas Carpet learning model (Think Pairs Share assisted by Points and Credit Cards) to improve student learning outcomes which are still low. This learning model is applied to Classroom Action Research which will be held from December 2021 to March 2022 at SMP Negeri 1 Prembun, Kebumen Regency. The research subjects were students of class IX-E for the academic year 2021/2022, totaling 32 students. This research was conducted in two cycles and each cycle consists of four stages, namely determining the action plan, implementing the action, observing the results of the action, and reflecting on the results of the observations. Each cycle uses the Carpet Tips model. The Carpet Tips learning model is very appropriate to be applied when a teacher wants the learning process to run conducive, peer learning occurs, and the courage to express opinions appears. It is proven by applying these learning models and media, showing an increase. The average results of the initial conditions, cycle I, and cycle II increased. The initial conditions to the first cycle increased by 5.19 from 71.44 to 76.63 in the first cycle, and an increase of 12.62 from 76.63 to 89.25 in the second cycle. The conclusion is that there is an increase in the average value of the initial test results for the second cycle of 17.81. The percentage of mastery learning in the initial conditions, cycle I, and cycle II also increased, from the initial condition increased 37.50% to 75.00% in the first cycle, and an increase of 12.50% to 87.50% in the second cycle. The conclusion is that there is an increase in the percentage of learning completeness in the initial conditions of the second cycle by 50%. There is a change in behavior, namely students want to share answers, want to respect the opinions of their friends, and most students also want to give positive responses to the implementation of learning. ABSTRAKPenerapan model pembelajaran Tipas Karpet (Think Pairs Share berbantu Kartu Poin dan Kredit) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yang masih rendah. Model pembelajaran ini diterapkan pada Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Maret 2022 di SMP Negeri 1 Prembun, Kabupaten Kebumen. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IX-E tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 32 peserta didik. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu menentukan perencanaan tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan hasil tindakan, dan melakukan refleksi dari hasil pengamatan. Setiap siklus menggunakan model Tipas Karpet.Model pembelajaran Tipas karpet memang sangat tepat diterapkan ketika seorang guru menginginkan proses pembelajaran berjalan kondusif, terjadi pembelajaran sebaya, dan muncul keberanian pengemukakan pendapat. Terbukti dengan menerapkan model dan media pembelajaran tersebut, menunjukkan peningkatan. Rata-rata hasil ulangan kondisi awal, siklus I, dan siklus II mengalami kenaikan. Kondisi awal ke siklus I mengalami kenaikan sebesar 5,19 yakni dari 71,44 menjadi 76,63 pada siklus I, dan kenaikan 12, 62 dari 76,63 menjadi 89,25 pada siklus II. Kesimpulan terdapat kenaikan nilai rata-rata hasil ulangan kondis awal terhadap siklus II sebesar 17,81.Persentase ketuntasan belajar kondisi awal, siklus I, dan siklus II juga mengalami kenaikan, yaitu dari kondisi awal naik 37,50% menjadi 75,00% pada siklus I, dan kenaikan 12, 50% menjadi 87,50% pada siklus II. Kesimpulan terdapat kenaikan persentase ketuntasan belajar kondis awal terhadap siklus II sebesar 50%.Terjadi perubahan tingkah laku,, yakni peserta didik mau berbagi jawaban, mau menghargai pendapat temannya, dan sebagian besar peserta didik juga mau memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan pembelajaran.

Page 2 of 2 | Total Record : 14