cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2023)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN RESPON DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS I SDN 1 DAUSA I PUTU SUARJAYA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i4.2556

Abstract

This research aims to improve the response and learning outcomes of Hindu religious education and character for class I students at SDN 1 Dausa by implementing a contextual teaching and learning model assisted by audio visuals. The form of this research is classroom action research with two cycles. Each cycle includes stages: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. In collecting data the author used observation techniques, formative tests, field notes and documentation. Meanwhile, the analysis uses descriptive techniques. The results of the research showed that based on the results of observations of teacher and student activities as well as test results in the pre-cycle, cycle I and cycle II there was an increase, where data was obtained from student learning outcomes before the action was carried out, namely at the pre-cycle stage it showed that there were 3 students who had completed their studies. and 8 students who did not complete their studies. In cycle I, it showed that there were 7 students who had completed and 7 students who had not completed. Meanwhile, the learning results in cycle II showed that there were 12 students who had completed and 2 students who had not yet completed with an average score of 85,71. This shows that the application of the contextual teaching and learning model in Hindu religious education and morals in the material created by Sang Hyang Widhi was able to improve Student responses and learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan respon dan hasil belajar pendidikan agama hindu dan budi pekerti siswa kelas I SDN 1 Dausa dengan penerapan model contextual teaching and learning berbantuan audio visual. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan tekhik observasi, tes formatif, catatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan analisanya menggunakan tekhnik diskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa serta hasil tes pada pra siklus, siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, dimana diperoleh data dari hasil belajar siswa sebelum dilaksanakannya tindakan yaitu pada tahap pra siklus menunjukkan bahwa terdapat 3 siswa yang tuntas belajar dan 8 siswa yang tidak tuntas belajar. Pada siklus I menunjukkan bahwa terdapat 7 siswa yang tuntas dan 7 siswa yang belum tuntas. Sedangkan hasil belajar pada siklus II menunjukkan bahwa terdapat 12 siswa yang tuntas dan 2 siswa yang belum tuntas dengan nilai rata-rata 85,71. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Contextual teaching and learning pada Pendidikan Agama Hindu dan Budhi pekerti materi Ciptaan Sang Hyang Widhi mampu meningkatkan Respon dan hasil belajar siswa.
PENERAPAN GALLERY WALK BERHADIAH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BARISAN DAN DERET BAGI PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 3 SAMARINDA SRI ATIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i4.2580

Abstract

Classroom action research is based on the low level of activity and results of mathematics learning in the classroom, so the researcher considers it necessary to conduct learning improvement research. Improvement research was carried out, especially on line and series material by implementing a gallery walk with prizes. The method used in this research is Classroom Action Research (PTK) which includes four components, namely planning, implementation, observation and reflection which is carried out in two cycles. The research subjects were 35 students in class X – C at SMAN 3 Samarinda. Data collection instruments are observation sheets and test questions. Data collection techniques use observation, test and documentation techniques. Data validation uses triangulation techniques. The data analysis method in this research uses qualitative data analysis. The research results show an increase in each cycle. The activeness of the students was 13 students or 37.14%, in the first cycle there were 23 students or 65.71%, and in the second cycle there were 33 students or 94.29% in the second cycle, the student learning outcomes were average. before improvement it was only 54.57 to 65.43 and 76.86 in the second cycle, with a learning completeness level of 7 students or 20.00%, in cycle I there were 19 students or 54.29%, and in cycle II there were 31 students or 88.57%. This result is in accordance with the specified indicators, namely that the minimum number of students has completed reaching 85% of the total number of students and the minimum learning achievement is ? 70. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas dilatar belakangi rendahnya keaktifan dan hasil pembelajaran matematika di kelas, maka peneliti menganggap perlu melakukan penelitian perbaikan pembelajaran. Penelitian perbaikan dilakukan khususnya pada materi barisan dan deret dengan penerapan gallery walk berhadiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat komponen yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian peserta didik kelas X – C SMAN 3 Samarinda berjumlah 35 peserta didik. Instrumen pengumpulan data yaitu, lembar observasi dan soal tes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data mengunakan teknik triangulasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada setiap siklusnya. Keaktifan peserta didik dari 13 peserta didik atau 37,14%, siklus I ada 23 peserta didik atau 65,71%, dan pada siklus II ada 33 peserta didik atau 94,29% pada siklus kedua, hasil belajar peserta didik dari rata-rata pada sebelum perbaikan hanya 54,57 menjadi 65,43 dan 76,86 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 7 peserta didik atau 20,00%, siklus I ada 19 peserta didik atau 54,29%, dan pada siklus II ada 31 peserta didik atau 88,57%. Hasil ini sesuai dengan indikator yang ditentukan yakni minimal peserta didik tuntas mencapai 85 % dari jumlah seluruh peserta didik dan capaian pembelajaran minimal ? 70.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI REAKSI REDOKS KELAS X SMA DARUNNAJAH JAKARTA ARI YUSNIDA PRADANI; SUPARDI U. S
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i4.2581

Abstract

This research aims to determine the effect of the problema based learning model on the critical thinking skills of class X G students at Darunnajah Senior High School on redox reaction material. This research was carried out in September 2018 – June 2019 at Darunnajah Senior High School. This type of research. This type of research is experimental research with a one group pretest-posttest design. The population of this research is class X students of Darunnajah State High School.The sampling technique was purposive sampling with the selected sample beiung 36 class X G students. The isntruments used in this research were observation sheets and essay questions. The data análisis technique uses the N -Gain test and paired sample t-test hypothesis análisis using the SPSS 21 program. This research shows that there is a significant influence of the problema based learning model on students’ critical thinking skills. This condition can be seen from the resullts of the paired sample t-test with a significance value of 0.00, smaller tan the significance level of 0,05. The improvement in students critical thinking skilla can also be seen from the results of the pretest and posttest N-Gain test where the averge N-Gain value is 0.73 which is in the high category. Analysis of the N-Gain value is 0.73 which is in the high category. Analysis of the N-Grain of each indicator of critical thinking skill also increased, where the N-Gain of the indicators for clarification (0,63, médium category), interpretation (0,85, high category), and startegy / tactics (0,57, médium category). Observation resutls show that critical thinking. Observation results show that critical thinking skills are implementes with Good criterio for clarification indicators 72,9% ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA Darunnajah pada materi reaksi redoks. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 - Juni tahun 2019 di SMA Darunanjah Jakarta. Jenis penelitian ini, yaitu penelitian eksperimen dengan desain one grup pretest-posttest. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Darunnajah Jakarta . Teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dengan sampel yang dipilih yaitu siswa kelas X G yang berjumlah 36 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini, yaitu lembar observasi dan soal essay. Teknik analisis data menggunakan Uji N-Gain dan analisis hipotesis paired sample t-test menggunakan program SPSS 21. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Kondisi ini dilihat dari hasil uji paired sample t-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,00, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa juga terlihat dari hasil uji N-Gain pretest dan posttest dimana nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,73 yang termasuk kategori tinggi. Analisis N-Gain setiap indikator keterampilan berpikir kritis juga mengalami peningkatan dimana N-Gain indikator klarifikasi (0,63, kategori sedang), interpretasi (0,85, kategori tinggi), membuat kesimpulan (0,90, kategori tinggi), dan strategi/taktik (0,57, kategori sedang). Hasil observasi menunjukan bahwa keterampilan berpikir kritis terlaksana dengan kriteria baik pada indikator klarifikasi (72,9%), interpretasi (75%), membuat kesimpulan (65,6%), dan kriteria cukup pada indikator strategi/taktik (56,2%).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS SMPN 4 MATARAM DALAM MEMAINKAN ALAT MUSIK RECORDER MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) ENDANG SRININGSIH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i4.2582

Abstract

In the millennium era, formal and non-formal education is growing rapidly. Non-formal education can support formal education, both have positive impacts. In formal education from elementary school/equivalent to high school/equivalent there is arts education. Art education is needed to balance the right brain with the left brain. Educating students to become people who appreciate works of art according to local characteristics and making them students who enjoy reading and writing works of art is not easy. In general, students like Arts and Culture lessons. However, in reality only a few students can do art. If students are asked to move forward one by one, their playing technique is not good, they tend to be embarrassed, don't want to, and some say they can't. The teacher's efforts to overcome the above problem require quite serious time and attention, this is because the level of musicality of each student is different even though they both have a feeling of enjoyment in the Music Arts lesson. To motivate students to improve their musicality and understanding of music theory, the method used is: finding and practicing the easiest way to learn, practicing repeatedly from the easiest to the most difficult notes using the Contextual Teaching Learning (CTL) learning model. The aim of this learning innovation is to determine the learning outcomes of students with special needs in class IX 2 Odd Semester 2018/2019 Academic Year in the Arts and Culture (Music Arts) subject, especially regarding the easiest way to play recorder musical instruments using the CTL learning model. The results of this learning innovation show that the CTL learning model can improve the ability of students with special needs and regular needs in playing songs using recorder musical instruments. This can be seen from the results of written tests and practical tests. ABSTRAKDi era milenium, pendidikan formal dan nonformal semakin berkembang pesat. Pendidikan nonformal dapat menunjang pendidikan formal, keduanya berimbas positif. Dalam pendidikan formal dari tingkat SD/ sederajat hingga SMA/ sederajat terdapat pendidikan kesenian. Pendidikan Seni dibutuhkan untuk menyeimbangkan otak kanan dengan otak kiri. Mendidik para siswa agar menjadi insan yang menghargai karya seni sesuai dengan kekhasan lokal dan menjadikan mereka sebagai siswa yang gemar membaca dan menulis karya seni tidaklah mudah. Secara umum, para siswa menyukai pelajaran Seni Budaya. Namun dalam kenyataannya hanya sedikit siswa yang bisa berkesenian. Apabila para siswa disuruh maju satu persatu teknik permainannya kurang bagus, cenderung malu, tidak mau, dan sebagian lagi mengatakan tidak bisa. Usaha guru untuk mengatasi hal tersebut di atas membutuhkan waktu dan perhatian yang cukup serius, hal ini disebabkan oleh tingkat musikalitas setiap siswa berbeda meskipun sama-sama mempunyai rasa senang terhadap pelajaran Seni Musik. Untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan musikalitas dan pemahaman terhadap teori musik, cara yang ditempuh: mencari dan mempraktikkan cara termudah dalam belajar, latihan berulang-ulang dari nada-nada yang termudah hingga yang tersulit dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Tujuan inovasi pembelajaran ini untuk mengetahui hasil belajar siswa berkebutuhan khusus yang terdapat di kelas IX 2 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2018/ 2019 pada mata pelajaran Seni Budaya (Seni Musik) khususnya terkait cara termudah bermain alat musik recorder dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Hasil inovasi pembelajaran ini menunjukkan bahwa model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan kemampuan siswa berkebutuhan khusus dan regular dalam memainkan lagu dengan menggunakan alat musik recorder. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes tertulis dan tes praktek.
PEMBELAJARAN RANTAI MAKANAN MELALUI PEMBELAJARAN PAPER RONAN (PAPAN PERPUTARAN RODA MAKANAN) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS KELAS 5 SEKOLAH DASAR SRI HASTUTI ANWA HARTINI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i4.2590

Abstract

This research aims to overcome the limitations of students' initial conceptual understanding and scientific skills in understanding food chains. The food chain is a process in which living things eat each other in a certain order to maintain their survival in an ecosystem. Living things in an ecosystem are connected to each other through food chains and food webs because they depend on each other. The research method used was experimental research involving 21 students, divided into class VA (experimental) and class VB (control). The results of the research show that the use of PAPER RONAN Board media (Food Wheel Spinning Board) has a significant influence on increasing scientific literacy in class 5A elementary school students. This is proven by the results of the hypothesis test, where the t_count value (2.887) is greater than t_table (1.683), and the sig value (0.000) is smaller than 0.05. This means that Ha is accepted and Ho is rejected, indicating that there is a significant influence. Comparison of the average value of student learning outcomes shows that the experimental class (80.37) is higher than the control class (76.67). Analysis of the effectiveness of PAPER RONAN media products was obtained from daily test and post-test data, showing significant differences before and after students used the media. The experimental group test showed an increase in the average value of 80%, while the control group increased by 77%. Thus, it can be concluded that PAPER RONAN media is effective in increasing the scientific literacy of class 5A elementary school students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pemahaman konsep awal dan keterampilan ilmiah dalam memahami rantai makanan pada siswa. Rantai makanan merupakan proses di mana makhluk hidup saling memakan dengan urutan tertentu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam suatu ekosistem. Makhluk hidup dalam ekosistem saling terhubung melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan karena adanya ketergantungan satu sama lain. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan melibatkan 21 peserta didik, terbagi menjadi kelas VA (eksperimen) dan kelas VB (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Papan PAPER RONAN (Papan Perputaran Roda Makanan) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi sains pada siswa kelas 5A Sekolah Dasar. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis, di mana nilai t_hitung (2.887) lebih besar dari t_tabel (1.683), dan nilai sig (0.000) lebih kecil dari 0.05. Artinya, Ha diterima dan Ho ditolak, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Perbandingan nilai rata-rata hasil belajar siswa menunjukkan bahwa kelas eksperimen (80.37) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (76.67). Analisis efektivitas produk media PAPER RONAN diperoleh dari data ulangan harian dan post-test, menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah siswa menggunakan media tersebut. Uji kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 80%, sedangkan kelompok kontrol meningkat sebesar 77%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media PAPER RONAN efektif meningkatkan literasi sains siswa kelas 5A Sekolah Dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5