cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
PERAN DUTA GENRE UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PIK SAHABAT SEBAGAI ROLE MODEL TERHADAP PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG Lestari, Amilia
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9686

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Duta GenRe (generasi berencana) ukm pik sahabat sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan bebas dan faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan perannya sebagai Duta GenRe. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penilitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian penelitian ini dilakukan analisa data di olah dengan cara reduksi data, display data, dan verifikasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Duta GenRe sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan cara melakukan pelayanan informasi dan konseling, mengadakan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya, pembinaan dan controlling, edukasi, serta menjalin kerjasama. Upaya pencegahan itu untuk mewujudkan tegar remaja yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhinadar dari resiko TRIAD KRR (3 Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja) yaitu seks bebas, NAPZA dan HIV/AIDS, serta mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga. Faktor pendukung dalam menjalankan perannya adalah sikap semangat, antusias dari anggota, dukungan instansi,sarana dan prasarana, dukungan alumni, semakin luasnya kerjasama, dan respon organisasi lainnya yang merupakan faktor pendukung untuk kemajuan pembinaan generasi muda. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya perbedaan pendapat antar Duta GenRe dalam strategi penyampaian materi-materi GenRe, perbedaan pendapat itu sebagai sebuah kreasi para Duta GenRe dalam menjalankan program-programnya. Adanya masing-masing kesibukan baik dari Duta GenRe, karena hal tersebut belum muncul rasa dalam diri para Duta GenRe bahwa dirinya adalah seorang Duta yang dipilih untuk melakukan berbagai perubahan.
Fungsi Sosial Pengajian Rutin (Studi Pada Jam’ah Muslimah Asyakirin Lingkungan 1 Kelurahan Gunung Mas Teluk Betung Selatan Bandar Lampung) Harti, Julfanny
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9688

Abstract

Fungsi sosial pengajian rutin merupakan suatu kegiatan kemasyarakatan untuk mendalami ajaran agama Islam yang dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yang rutin dilakukan secara bergantian atau bergilir ke rumah warga. Kesibukan dan pekerjaan yang menyebabkan masyarakat lingkungan 1 kelurahan Gunung Mas kurang dapat memenuhi kebutuhan spiritual karena harus menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Bagaimanapun ruang spiritualitas dan bimbingan keagamaan tetap mereka butuhkan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut tentunya dengan cara yang sangat mudah dan hemat waktu. Kenyataan di lapangan, pengajian Muslimah Asyakirin melaksanakan pengajian secara bergilir ke rumah warga dan memiliki fungsi lain dari pengajian selain fungsi agama, yakni fungsi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja fungsi sosial yang terdapat dalam pengajian Muslimah Asyakirin dan apa saja pengaruh dari pengajian Muslimah Asyakirin terhadap kehidupan sosial Jamaah Muslimah Asyakirin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan snowball sampling. Informan penelitian dimulai dari ketua pengajian Muslimah Asyakirin, jamaah pengajian dan warga yang mengetahui Pengajian Muslimah Asyakirin. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunujukkan Fungsi sosial yang terdapat dalam pengajian Muslimah Asyakirin meliputi fungsi sosial dalam bidang agama, fungsi persuasif, fungsi sosial dalam bidang budaya, dan fungsi sosial dalam bidang ekonomi. Fungsi sosial dalam bidang agama dengan meningkatkan tali silaturahmi masyarakat kelurahan Gunung Mas dalam berbagai kegiatan sosial seperti takziyah, rekreasi, bersedekah dalam bentuk santunan anak yatim, dan mengunjungi panti sosial lanjut usia. Fungsi persuasi berupa ajakan untuk bisa meningkatkan produktitas warga kelurahan Gunung Mas salah satunya dengan mengikuti kegiatan pengajian, dan memotivasi remaja untuk lebih aktif bermasyarakat baik dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Fungsi sosial dalam bidang budaya meliputi gotong royong, memperingati hari besar Islam, kesenian Qasidah, dan perayaan hari raya serta HUT RI. Fungsi sosial ekonomi adanya arisan dan sebagai tempat penggalangan dana. Pengajian ini berpengaruh mengingkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah seperti menjalankan shalat 5 waktu dan sunnah, lancar membaca Al-Qur’an, bersedekah, pola pikir yang lebih universal, berpakaian yang lebih baik, sopan santun dan beretika. Pengajian ini berpengaruh baik bagi warga kelurahan Gunung Mas dalam kegiatan sosial namun dalam bidang keagamaan tidak berpengaruh secara maksimal. Kata Kunci: Fungsi Sosial,Pengajian, Muslimah Asyakirin
TRADISI HIPPUN SEBAGAI MODEL PEMBENTUKAN INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT LAMPUNG (Studi di Pekon Pagar Dewa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat) Sintia, Icha
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9689

Abstract

Hippun merupakan tradisi musyawarah pada masyarakat Lampung adat sai batin. Hippun biasanya dilaksanakan  ketika akan membuat perencanaan suatu acara atau digunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan konflik dalam masyarakat. Tulisan ini memfokuskan objek penelitiannya pada masyarakat Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Di Pekon Pagar Dewa, tradisi Hippun masih terus berlangsung hingga saat ini, terutama saat akan merencanakan acara pernikahan. Dalam pelaksanaanya, Hippun melibatkan seluruh warga untuk saling bekerjasama dalam proses persiapan sebelum dilangsungkan, saling bertukar pikiran saat Hippun berlangsung, dan diakhiri dengan makan bersama. Hippun dalam hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kohesivitas sosial masyarakat di Pekon Pagar Dewa, dengan menyediakan ruang-ruang sosial untuk warga saling berinteraksi dan melakukan kegiatan secara kolektif. Kohesivitas sosial dalam tradisi Hippun ini juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial dan integrasi sosial masyarakat. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sosial tradisi Hippun pada masyarakat Islam Lampung di Pekon Pagar Dewa dan bagaimana pembentukan integrasi sosial melalui tradisi Hippun di Pekon Pagar Dewa. Adapun tujuan penelitian untuk mengelaborasi nilai-nilai sosial yang terdapat dalam tradisi Hippun yang kemudian menjadi faktor pembentukan integrasi sosial di Pekon Pagar Dewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Hippun memiliki nilai-nilai sosial yaitu nilai silaturahmi, nilai kerja sama, solidaritas serta nilai integratif. Nilai-nilai sosial tersebut memberikan dampak dalam membentuk integrasi sosial masyarakat. Pembentukan integrasi sosial melalui Hippun, dirasakan masyarakat dari intensitas interaksi yang terjaga dengan adanya kegiatan ini, penggunaan metode musyawarah, gotong royong yang melahirkan memelihara rasa empati, simpati dan rasa kebersamaan, serta keterlibatan semua lapisan masyarakat tanpa memandang kelas sosial. Keterlibatan semua masyarakat kemudian berdampak pada hilangnya segregasi baik dari status ekonomi, pendidikan maupun status sosial. Tradisi Hippun terbukti efektif dan mampu dijadikan model dalam pembentukan integrasi sosial. Kata kunci: Tradisi Hippun, Masyarakat Lampung, Integrasi sosial
TRANSFORMASI SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA KARANGANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Saphira, Khoirunnisa
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9690

Abstract

Transformasi atau perubahan merupakan suatu keladziman yang akan terjadi dalam kehidupan masyarakat serta dapat merubah sistem kehidupan manusia baik dari segi sosial maupun keagamaan, dalam kehidupan dimasyarakat sejatinya masyarakat tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial serta keagamaan. Indonesia adalah negara dengan bangsa yang bersuku-suku dan ragam akan agama baik itu Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Buddha sampai Kong Hu Cu. Begitupun dengan masyarakat di desa karang anyar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sosial keagamaan dan faktor-faktor yang terjadi dalam perubahan tersebut. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dan metode sosiologis dengan menggunakan logika-logika serta teori sosiologi baik teori klasik maupun modern untuk menggambarkan fenomena sosial keagamaan serta pengaruh suatu fenomena terhadap fenomena yang lainnya.Teori yang digunakan oleh penulis adalah teori sistem yaitu dengan menggunakan konsep perubahan sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara atau interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan sosial keagamaan masyarakatyaitu kegiatan sosial dan keagamaan dalam bentuk ibadahseperti semakin terbukanya pemikiran masyarakat khususnya ibu-ibu dalam membantu pekerjaan suami untuk memperbaiki perekonomian keluarga dengan hadirnya organisasi-organisasi  yang ada di masyarakat, pengajian rutin dan risma masjid yang masih berjalan hingga sekarang, serta penggunaan smartphone dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai media informasi untuk mengkaji ilmu keagamaan secara cepat dan praktis. Hal ini juga dapat dimanfaatkan  dalam teknis beribadah warga yang non-muslim, yaitu adanya inovasi baru dalam penggunaan alat-alat teknologi untuk memfasilitasi jalannya acara ibadah umat non-muslim. Faktor yang memengaruhi perubahan di Desa karang anyar adalah hadirnya teknologi yang mudah di terima oleh masyarakat dan berakhir dengan terbukanya pola fikir yang maju serta tidak tabu lagi dalam menerima suatu perbedaan. Hadirnya teknologi di Desa dapat melahirkan sikap individualisme antar masyarakat serta dapat memengaruhi kesehatan psikis pada anak. Kata Kunci : Masyarakat, Transformasi, Sosial Keagamaan 
RESPON DAN PERAN GENERASI MUDA DALAM AGENDA PERUBAHAN IKLIM Hidayatullah, Ari Dhika
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.11658

Abstract

Perubahan Iklim merupakan tantangan bagi seluruh makhluk di bumi. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan iklim terjadi, diantaranya kemajuan manusia dalam hal teknologi, di satu sisi hal ini berdampak baik pada kehidupan manusia karena mempermudah sekaligus mempercepat suatu pekerjaan, tetapi dari kemajuan ini juga berdampak pada terciptanya anomali baru, yaitu perubahan iklim. Dari perubahan iklim banyak hal yang membuat manusia waspada dan bahkan dianggap menjadi ancaman bagi kehidupan. Pasalnya perubahan ini membawa banyak perubahan, mulai dari segi alam, sosial dan ekonomi. Generasi muda yang dikatakan mendominasi populasi, seperti data yang mengatakan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia adalah anak-anak dan remaja. Dalam tingkatannya generasi ini bisa dimasukan dalam generasi Z dan generasi milenial. Dalam beberapa peryataan generasi muda bisa disebut agen of change.. Dalam tulisan ini jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif uang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk sumber datanya terbagi menjadi dua, pertama yaitu sumber prime, dimana sumber ini di dapat dari informasi dari buku. Kemudian kedua, sumber sekunder. Sumber ini di dapat dari bacaan seperti buku, jurnal, artikel baik secara softfile ataupun hardfile. Dalam penelitian ini dihasilkan bagaimana respon generasi muda yang masih tinggi terhadap perubahan iklim, kemudian tentang bagaimana peran generasi muda dalam membantu mengatasi perubahan iklim seperti membantu di daerah asal, dan disamping itu juga bagaimana gangguan dan hambatan yang akan dihadapi oleh generasi muda.

Page 1 of 1 | Total Record : 5