cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Floratek
ISSN : 19072686     EISSN : 25979108     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Floratek terbit dua kali dalam setahun, edisi April dan Oktober. Berisi gagasan konseptual dan hasil penelitian original yang relevan dengan bidang Pertanian dan Biologi di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2022): April 2022" : 7 Documents clear
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.) Susana Susana; Jumini Jumini; Mardiyah Hayati
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.) The Effect of NPK Fertilizer Dosage and Planting Distance on Carrot (Daucus carota L.) GrAbstrak. Tanaman wortel (Daucus carota L.) adalah tanaman yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk dapat tumbuh. Wortel memiliki umbi yang berwarna kuning kemerah-merahan, karena mengandung betakaroten dan flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pertumbuhan dan hasil wortel akibat perbedaan dosis pupuk NPK dan jarak tanam, serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kampung Blangtenggulun Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium Dasar PSDKU Gayo Lues, yang berlangsung dari  Desember 2020 sampai Maret 2021. Rancangan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu :100 kg ha-1 (12,5g  plot-1), 200 kg ha-1 (25g plot -1) dan 300 kg ha-1 (37,5g  plot -1). Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu:10 cm x 20 cm, 10 cm x 25 cm dan 10 cm x 30 cm. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 75 HST, bobot umbi pertanaman, namun perpengaruh nyata terhadap bobot berangkasan basah pertanaman, bobot berangkasan kering, bobot umbi per plot netto dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman wortel yang lebih baik dijumpai pada dosis pupuk NPK 300 kg ha-1. Perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap potensi hasil, namun berpengauh nyata terhadap bobot berangkasan basah pertanaman, bobot umbi  per plot netto. Hasil tanaman wortel yang terbaik dijumpai pada jarak tanam 10 cm x 30 cm. Hasil tanaman wortel tertinggi  dijumpai pada kombinasi  perlakuan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 dengan jarak tanam 10 cm x 30 cm. Kata kunci : Pupuk NPK, Jarak Tanam, Wotel. Abstract: Carrot (Daucus carota L.) is a plant that stores large amounts of carbohydrates for growth. Carrots have reddish-yellow tubers, because they contain beta-carotene and flavonoids which act as antioxidants that are beneficial for the body. This study aims to determine the effect of growth and yield of carrots due to differences in doses of NPK fertilizer and spacing, and whether there is an interaction between these two factors. This research was carried out in Blangtenggulun Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency and the Gayo Lues PSDKU Basic Laboratory, which took place from December 2020 to March 2021. The design used in this study was a 3 x 3 factorial randomized block design with 3 replications. The factor studied was the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely: 100 kg ha-1 (12.5g plot-1), 200 kg ha-1 (25g plot-1) and 300 kg ha-1 (37.5g plot-1) 1). The second factor is the spacing which consists of three levels, namely: 10 cm x 20 cm, 10 cm x 25 cm and 10 cm x 30 cm. There were 9 treatment combinations with 3 replications so that there were 27 experimental units. The results showed that the dose of NPK fertilizer had a very significant effect on plant height at 75 DAP, tuber weight at planting, but had a significant effect on plant wet-potato weight, dry-potato weight, tuber weight per net plot and yield potential. Better growth and yield of carrots were found at a dose of 300 kg ha-1 of NPK fertilizer. Spacing treatment had a very significant effect on the potential yield, but had a significant effect on the weight of the plant's wet pods, the weight of tubers per net plot. The best yield of carrots was found at a spacin
Pengaruh Dosis Pupuk KNO3 Putih dan Kompos Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) lia novita wahyuni; erita hayati; nurhayati nurhayati
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk KNO3 Putih dan Kompos Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)Effect of Dosage of White KNO3 Fertilizer and Rice Straw Compost on the Growth and Yield of Shallots (Allium ascalonicum L.) Lia Novita Wahyuni1, Erita Hayati2, Nurhayati2 1Mahasiswa Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiak Kuala2Staf Dosen Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Abstrak. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanamanHortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan banyak di konsumsi sebagai campuran bumbu masak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk KNO3 putih dan kompos jerami padi, serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di kampung Persiapan Aih Sejuk Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, yang dilaksanakan pada bulan Januari  sampai dengan Maret 2021. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk KNO3 putih dan dosis pupuk kompos jerami padi. Faktor pertama dosis pupuk KNO3 putih terdiri dari 3 taraf yaitu 400, 450 dan 500 kg ha-1dan faktor kedua kompos jerami padi terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 10, 20 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk KNO3 putih berpengaruh sanggat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, bobot berangkasan basah per rumpun, bobot umbi basah per rumpun, bobot berangkasan kering per rumpun, bobot umbi kering per rumpun, bobot umbi per plot netto dan potensi hasil namun, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, jumlah umbi per rumpun dan diameter umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada dosis pupuk KNO3 putih 500 kg ha-1. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos jerami padi. Berpengaruh sangat nyata terhadap bobot berangkasan basah per rumpun, bobot umbi basah per rumpun, bobot berangkasan kering per rumpun, bobot umbi kering per rumpun, diameter umbi, bobot umbi per plot netto dan potensi hasil namun, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 30, 45 HST dan jumlah umbi per rumpun. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada kompos jerami padi 30 ton ha-1.Terdapat interaksi yang sangat nyata antara dosis pupuk KNO3 putih dengan kompos jerami padi terhadap bobot berangkasan basah per rumpun, bobot umbi basah per rumpun, bobot berangkasan kering per rumpun, bobot umbi kering per rumpun, bobot umbi per plot netto dan potensi hasil, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15, 30, 45 HST, jumlah umbi per rumpun dan diameter umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada kombinasi dosis pupuk KNO3 putih 500 kg ha-1 dengan kompos jerami padi 30 ton ha-1. Kata kunci : Pupuk KNO3 Putih, Kompos Jerami Padi, Bawang Merah. Abstract. Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of the horticultural crop commodities which has a high economic value and is widely consumed as a mixture of cooking spices. This study aims to determine the dose of white KNO3 fertilizer and rice straw compost, as well as the interaction between the two treatments on the growth and yield of shallots. This research was carried out in the Preparation village of Aih Sejuk, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency, which was carried out from January 2021 to March 2021. This study used a 3 x 4 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications, so there were 36 experimental units. . There are two factors studied, namely the dose of white KNO3 fertilizer and the dose of rice straw compost. The first factor was the dose of white KNO3 fertilizer consisting of 3 levels, namely 400, 450 and 500 kg ha-1 and the second factor was rice straw compost consisting of 4 levels, namely 0, 10, 20 30 tons ha-1. The results showed that the dose of white KNO3 fertilizer had a very significant effect on plant height at 45 DAP, wet tuber weight per clump, wet tuber weight per clump, dry tuber weight per clump, dry tuber weight per clump, tuber weight per net plot and yield potential. However, it had no significant effect on plant height at 15 and 30 DAP, number of tubers per clump and tuber diameter. The best growth and yield of shallots was found at a dose of white KNO3 fertilizer of 500 kg ha-1. Furthermore, the results showed that rice straw compost. had a very significant effect on the weight of wet tuber per clump, weight of wet tuber per clump, weight of dry tuber per clump, weight of dry tuber per clump, tuber diameter, tuber weight per net plot and yield potential, however, had a significant effect on plant height 15 DAP and had an effect on not significant for plant height 30, 45 DAP and number of tubers per clump. Growth and the best yield of shallots was found in rice straw compost of 30 tons ha-1. There was a very significant interaction between the dose of white KNO3 fertilizer and rice straw compost on the growth of wet tuber weight per clump, wet tuber weight per clump, dry root weight per clump , dry tuber weight per clump, tuber weight per net plot and yield potential, but had no significant effect on plant height 15, 30, 45 DAP, number of tubers per clump and tuber diameter. The best growth and yield of shallots was found in the combination dose of white KNO3 fertilizer 500 kg ha-1 with rice straw compost 30 tons ha-1. Keywords : White KNO3 Fertilizer, Rice Straw Compost, Shallots.  
Pengaruh Lama Perendaman Edible Coating Gel Aloe Vera (Aloe vera L.) Terhadap Kualitas Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Nuayak Nuning; Rita Hayati; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perendaman edible coating gel lidah buaya terhadap kualitas cabai rawit, yang dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 3  ulangan. Faktor yang diteliti adalah lama perendaman gel lidah buaya yang terdiri dari 7 taraf yaitu tanpa perendaman, 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman gel lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, berpengaruh  nyata terhadap organoleptik (warna, aroma) dan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar vitamin C, warna (L, a , b) dan uji organoleptik (tekstur). ). Kualitas cabai rawit terbaik diperoleh pada saat perendaman dalam gel lidah buaya selama 5 menit (P1).
Pertumbuhan Bibit Alpukat(Persea amerina Mill) Hasil Sambung Pucuk Akibat Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Sartika Dewi; Erita Hayati; Elly Kesumawati
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keberhasilan pengembangan tanaman alpukat selain ditentukan oleh budidaya yang benar, juga ditentukan ketersediaan benih yang unggul. Benih tanaman alpukat dapat dihasilkan melalui perbanyakan secara generatif dan vegetatif maupun kombinasi keduanya. Penyambungan yaitu penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadinya regenerasi jaringan pada bekas luka sambung atau tautannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit alpukat secara sambung pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung dari Bulan April Sampai dengan Oktober 2021. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah plastik isi 3 kg sebanyak 150 buah, gembor, polibag ukuran 10 X 30 cm, paranet, gunting stek, silet, timbangan digital, penggaris, jangka sorong, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu bibit alpukat sebanyak 200 biji yang berasal dari kedai jus di batoh banda aceh, tanah  top soil yang dipesan sebanyak 150 kg, pupuk kandang sapi sebanyak 25 kg, sekam bakar sebanyak 10 kg dibuat sendiri, sekam mentah sebanyak 10 kg dari pabri kilang padi, pupuk NPK sebanyak 81 gram, batang atas alpukat (scion) Gayo lues. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Faktor yang diteliti yaitu kombinasi media tanam dengan 3 taraf (sekam mentah : tanah, sekam bakar : tanah, pupuk kandang sapi :tanah) dan dosis pupuk NPK terdiri 4 taraf yaitu (kontrol, 0,5 g per tanaman, 1 g per tanaman, 1,5 g per tanaman). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, pada umur 30, 45, 60, 75, 90 HSSP dan jumlah tanaman hidup pada umur 90 HSSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 30, 45 dan 60 HSSP, jumlah daun pada umur 60, 75, dan 90 HSSP, diameter batang pada umur 30 HSSP. Pertumbuhan bibit hasil sambung pucuk tanaman alpukat terbaik dijumpai pada media tanam campuran sekam mentah + tanah. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 60 HSSP. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 30, 45, 60 dan 75  HSSP, jumlah daun 45, 75 dan 90 HSSP, dan diameter batang pada umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HSSP. Pertumbuhan bibit tanaman alpukat setelah sambung pucuk yang lebih baik dijumpai pada kontrol. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara media tanam dengan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit alpukat setelah sambung pucukKata kunci : Alpukat, Pupuk NPK Phonska, Sekam Mentah, Sekam Bakar, Pupuk Kandang Sapi,Sambung Pucuk.
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (Bio-sugih) terhadap Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) nurainun nurainun; nurhayati nurhayati; hasanuddin hasanuddin
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (Bio-sugih) terhadap Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Effect of Planting Media and Concentration of Liquid Complementary Fertilizer (Bio-sugih) on the Growth of Patchouli Cuttings (Pogostemon cablin Benth.) Nurainun1, Nurhayati2, Hasanuddin21Mahasiswa Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala    2Staf Dosen Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala     Abstrak. Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri dan juga memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu bibit nilam dengan memperbaiki sistem agronominya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang tepat terhadap pertumbuhan setek nilam serta mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelempok pola faktorial 3×4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:2:1), tanah : pupuk kandang : cocopeat (2:1:1), dan tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:1:2). Sedangan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 1 ml/Lair, 2 ml/L air, dan 3 ml/L air. Parameter yang diamati adalah panjang tunas, jumlah daun, jumlah tunas, diameter tunas, volume akar, berat basah akar, berat basah biomassa, berat kering biomassa, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 30, 45, 60, 75, dan 90 HST, jumlah daun, jumlah tunas umur 45, 60, 75, dan 90 HST, diameter batang umur 30, 45, 60, 75, dan 90 HST, volume akar, berat basah biomassa, berat basah akar, berat kering biomassa, dan berat kering akar umur 90 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah tunas umur 30 HST. penggunaan pupuk menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 30, 45, dan 60 HST, jumlah daun umur 75 HST, berat basah biomassa dan berat kering biomassa umur 90 HST dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30, 45, 60, dan 90 HST, jumlah tunas dan diameter tunas umur 45, 60, 75, dan 90 HST, volume akar 90 HST, dan terdapat interaksi antara media tanam dan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 45 HST, jumlah tunas umur 30 HST, berat basah biomassa dan berat kering biomassa umur 90 HST. Kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan media tanam tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:1:2) dengan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) 2 ml/Lair. Kata kunci : Nilam, Cocopeat, Bio-sugihAbstract. Patchouli plant is one of the plants that can produce essential oils and also has an important role in the Indonesian economy. Therefore, it is necessary to make efforts to improve the quality of patchouli plant by improving the agronomic system. This study aims to determine the effect of planting media and the right concentration of liquid complementary fertilizer (bio-sugih) on the growth of patchouli cuttings and to determine the interaction between these two factors. This study used a 3×4 factorial randomized group design with 3 replications. The first factor is the planting medium which consists of 3 levels, namely soil: manure: cocopeat (1:2:1), soil: manure: cocopeat (2:1:1), and soil: manure: cocopeat (1:1 :2). While the second factor is the concentration of liquid complementary fertilizer (bio-sugih) which consists of 4 levels, namely control, 1 ml/L water, 2 ml/L water, and 3 ml/L water. Parameters observed were shoot length, number of leaves, number of shoots, shoot diameter, root volume, root wet weight, biomass wet weight, dry weight biomass, and root dry weight. The results showed that growing media had a very significant effect on shoot length at 30, 45, 60, 75, and 90 DAP, number of leaves, number of shoots at 45, 60, 75, and 90 DAP, stem diameter at age 30, 45, 60, 75, and 90 DAP, root volume, wet weight of biomass, wet weight of roots, dry weight of biomass, and dry
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L) Kariya Kariya; Syamsuddin Syamsuddin; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan varietas kacang tanah serta intraksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Sektor Timur dan Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syah Kuala, yang telah dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 2 dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Ada dua faktor yang diteliti faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol, 200, 250, 300 dan 350 ton ha-1 dan faktor kedua varietas Lokal Gayo Lues dan varietas Hypoma1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk NPK 250 ton ha-1. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 15, 30 HST dan berat 100 biji, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang umur 45 HST, jumlah polong barnas per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat polong per tanaman, berat biji pertanaman, dan potensi hasil (ton ha-1). Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik dijumpai pada varietas Hypoma1. Terdapat interaksi yang tidak nyata  antara dosis pupuk NPK dengan varietas kacang tanah terhadap semua peubah.
Pengaruh Umur Pindah Bibit terhadap Petumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi pada Sistem Hidroponik NFT Tika Wahyuni; Nana Ariska; Dewi Junita; Muhammad Jalil
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat yang dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh manusia. NFT merupakan sistem budidaya hidroponik yang banyak dimanfaatkan oleh sekelompok petani untuk membudidaya tanaman secara hidroponik. Seiring bertambahnya umur pindah bibit dari masa persemaian maka akan terjadi kompetisi dalam masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada sistem hidropoik NFT. Penelitian ini dilakukan di kebun bibit Gampong Padang Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya mulai dari bulan Oktober-Desember 2021. Perlakuan penelitian adalah umur pindah bibit 10, 12, 14, dan 16 HSS dengan 2 kali ulangan. Setiap satuan percobaan terdapat 5 tanaman sehingga terdapat 40 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan bobot basah (gr) yang dilakuan setiah 7 hari. Panen dilakukan pada umur 34 HSS. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh umur pindah bibit pada 14 HSS di minggu pertama pengamatan memberikan hasil tinggi tanaman yang berbeda nyata dengan umur bibit pada 10 HSS, 12 HSS, dan 16 HSS. Sedangkan pada pengamatan di minggu kedua, ketiga dan keempat. Tinggi tanaman berpengaruh nyata pada umur pindah bibit 10 HSS

Page 1 of 1 | Total Record : 7