cover
Contact Name
Hani Subagio
Contact Email
hanisubagio@upnyk.ac.id
Phone
+6287891177900
Journal Mail Official
adminjpbn@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK, Ringroad, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Bela Negara
ISSN : -     EISSN : 27755886     DOI : https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1
Jurnal Pancasila dan Bela Negara merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): September" : 6 Documents clear
Pancasila dalam Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari Masa ke Masa: Urgensi atau Simbolisasi Fara Azkiya Okta Faharani
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.5951

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang lahir melalui proses yang panjang. Pancasila mulai diterapkan dalam kurikulum pembelajaran sejak tahun 1957 pada saat pemerintahan Ir. Soekarno dengan sebutan pelajaran Kewarganegaraan. Kemudian mengalami perubahan pada tahun 1961 menjadi civics. Pada tahun 1968 berubah kembali menjadi Pendidikan Kewargaan Negara. Hingga perubahan terakhir yaitu pada kurikulum 2013. Selama masa perubahan itu, Pendidikan Pancasila mengalami perubahan-perubahan baik dari nama ataupun cakupan bahasannya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sejarah serta urgensi pendidikan Pancasila dalam kurikulum pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka. Pendidikan Pancasila menjadi salah satu ‘tameng’ awal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menhadapi ancaman dan tantangan lunturnya nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Pendidikan Pancasila bukanlah sebagai simbolisasi melainkan suatu hal yang penting dalam mempertahankan pondasi bangsa ini. Pendidikan Pancasila hendaknya dapat dipertahankan dalam kurikulum dengan menyesuaikan tren pembelajarannya. Selain itu, pengembangan metode pembelajaran juga sangat diperlukan guna meningkatkan mutu dari Pendidikan Pancasila yang dipelajari oleh peserta didik.
Peran Mata Kuliah Pendidikan Pancasila secara Daring Terhadap Perilaku Positif Mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Tiara Puspita Arumningtyas; Rukha Heny Pramubinasih
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.4538

Abstract

Pancasila adalah salah satu elemen terpenting negara Indonesia karena Pancasila merupakan pondasi utama atas berdirinya negara Indonesia secara kokoh. Dalam dunia pendidikan, Pancasila merupakan filsafat pendidikan di Indonesia dalam mencapai tujuan bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia agar sesuai dengan nilai – nilai luhur. Oleh karena itu, diberlakukanlah mata kuliah pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Namun, berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mengalami pasang surut dan dalam penyelenggaraannya tidak serta merta diimplementasikan dengan baik. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan dasar hukum yang mengatur berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dan persepsi pengembang kurikulum di masing-masing perguruan tinggi yang terus berganti. Pasal 35 ayat (5) Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara berkehendak agar pendidikan Pancasila dilaksanakan dan wajib dimuat dalam kurikulum perguruan tinggi sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan sample purposive dengan teknik sampling proportional stratified random sampling. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran mata kuliah pendidikan Pancasila terhadap perilaku positif mahasiswa Polbangtan Yogyakarta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa berperan mata kuliah pendidikan Pancasila yang dilaksanakan secara daring sehingga mampu menciptakan mahasiswa yang berperilaku positif dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, kampus, ataupun masyarakat. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa mata kuliah pendidikan Pancasila yang dilaksanakan secara daring di Polbangtan Yogyakarta sudah terlaksana dengan baik sehingga mahasiswa mampu memahami makna Pancasila. 
Filsafat Pancasila Soekarno sebagai Paradigma Pembangunan Manusia Seutuhnya Ahmad rifai
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.4974

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali dan menganalisis filsafat Pancasila oleh Soekarno sebagai paradigma pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian kepustakaan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dengan menggunakan alat analisis metodis berupa kesinambungan historis, interpretasi dan heuristik atau penemuan baru. Adapun sumber primer yang digunakan adalah pemikiran-pemikiran filsafat Pancasila oleh Soekarno yang digunakan untuk membedah konsep pembangunan manusia seutuhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa landasan utama konsep pembangunan manusia Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dalam pengaplikasiannya diperlukan langkah konkret yang memiliki kesesuaian dengan falsafah negara, yaitu Pancasila. Kedua, Pembangunan manusia Indonesia menganut konsep pembangunan manusia seutuhnya yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup penduduk baik secara fisik, mental maupun spiritual untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dalam seluruh aspek kehidupannya. Ketiga, konsep pembangunan manusia Indonesia dalam perspektif filsafat Pancasila oleh Soekarno dimaknai sebagai pembangunan yang tidak sekedar menekankan pada aspek kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong belaka, akan tetapi juga pembangunan pada aspek religiusitas.
Komponen cadangan sebagai Wujud Bela Negara dan Strategi dalam Menangkal Ancaman Radikalisme-Terorisme di Indonesia Yesika Theresia Sinaga
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.5513

Abstract

Urgensi pembentukan Komponen Cadangan kerap menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Adapun demikian, program ini merupakan realisasi amanah Undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Kegiatan yang bersifat sukarela ini merupakan aksi untuk mendukung kekuatan Komponen Utama dalam mengatasi ancaman dan wujud bela negara. Selain ancaman perang dan bencana alam, salah satu ancaman adalah radikalisme-terorisme hingga penyebaran ideologi anti Pancasila. Permasalahan ini memerlukan solusi yang melibatkan seluruh pihak terutama dengan adanya program pembentukan Komponen Cadangan. Tulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang sumber data diperoleh dari kajian pustaka. Selain kemampuan dasar militer, dalam mengatasi ancaman nonmiliter seperti yang dibahas dalam tulisan ini, diperlukan pendampingan dan pemahaman mengenai Pancasila, wawasan kebangsaan, kondisi aktual Indonesia, untuk dapat memahami masalah dan mencari jalan keluar. Sebagai individu yang berperan sebagai anggota Komponen Cadangan yang akan dikembalikan ke lingkungan masyarakat sesuai pekerjaannya, diharapkan mampu menjadi agen perdamaian yang mencitrakan nilai bela negara dan Pancasila. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan mampu memberi masukan kepada program pendampingan dan pendidikan Komponen Cadangan yang berasal dari generasi muda Indonesia agar mampu menjadi sosok yang inspiratif, kreatif, dan inovatif dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah kondisi global saat ini.
Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Bagi Generasi Muda Muhammad Bayu Al Ghifari
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.5665

Abstract

This study aims to describe the views of the younger generation of Indonesia on the existence of Pancasila as the ideology of the Indonesian nation. The existence of Pancasila is something that is very valuable for this nation, especially for the younger generation of Indonesia who will then continue the baton of struggle to realize an advanced and prosperous Indonesia and realize the ideals of its predecessors. But nowadays, the younger generation of Indonesia no longer adheres to the values of Pancasila as the state ideology and then applies them in their daily lives. The method used in this study uses a qualitative approach. The data used in this study were obtained from scientific journals, news, and previous research results. Analysis of the data used in this study using analytical descriptive analysis. The results of this study indicate that the younger generation actually has knowledge about the practice of Pancasila but lacks in its implementation. The younger generation is still unable to implement and live the values of Pancasila because they are distracted by various kinds of national problems which are certainly not in line with the noble values of Pancasila.
Penyimpangan Nilai-Nilai Dasar Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara Hanifah Budi Novitasari
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.5695

Abstract

Penyimpangan akan nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila sampai detik ini masih sering terjadi di sekitar kita. Penyelenggaraannya terkadang masih tidak sesuai dengan isi dan hakikat yang seharusnya. Tidak sedikit juga masyarakat yang tidak sepenuhnya mengerti akan penting dan betapa fatalnya penyimpangan akan nilai-nilai dasar pancasila ini bila terjadi. Kesatuan negara menjadi salah satu hal yang terdampak jika penyimpangan akan nilai pancasila di Indonesia terus terjadi. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran sekaligus kesadaran akan pentingnya hal tersebut dan apa hal yang harus dilakukan masyarakat dan negara untuk mengatasinya menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang berfokus pada kasus ketika penyelidikan dilakukan, memproses dan menganalisis temuan, dan menarik kesimpulan atas kasus tersebut. Hasil penyelidikan dan analisis menunjukan bahwa masih banyak sekali kasus-kasus dan konflik akan penyimpangan nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara pada setiap niali-nilai dasar sila-sila dalam pancasila sehingga harus disikapi dengan lebih tegas lagi oleh seluruh warga negara Indonesia. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6