Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI LOCAL WISDOM TERINTEGRASI MATA PELAJARAN MELALUI OUT DOOR LEARNING SYSTEM (OLS) BAGI GURU SE-KECAMATAN PAGUYANGAN Ujang Khiyarusoleh; Noviea Varahdilah Sandi; Ahmad Rifai; Dita Tri Esti Mahasrani; . Fita Dwi Oktavia
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2920

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan praktek bagaimana memadukan mata pelajaran dengan kearifan lokal yang dimiliki daerah masing-masing, dengan menggunakan sistem pembelajaran yang berorientasi Out Door Learning System (OLS). Yang menjadi mitra pengabdian dilaksanakan di sekolah dasar yang ada di kecamatan Paguyangan. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan para pelajar semakin sadar akan kekayaan alam daerahnya dan semakin mencintai kearifan lokal daerahnya sendiri. Pengabdian ini terdiri dari empat rangkaian kegiatan. Pertama, kegiatan persiapan pelayanan yaitu melakukan sosialisasi, perizinan, jadwal kegiatan, bahan ajar pelatihan, dan menyiapkan peralatan pendukung. Kedua, pelaksanaan pelatihan. Ketiga, kegiatan praktik pendidikan terpadu terpadu kearifan lokal yang terdiri atas (1) kegiatan perencanaan pembelajaran, (2) penyiapan media pembelajaran dan evaluasi, (4) Peer Teaching, dan (5) Evaluasi Peer Teaching. Keempat, kegiatan monitoring dan evaluasi program pelayanan
Filsafat Pancasila Soekarno sebagai Paradigma Pembangunan Manusia Seutuhnya Ahmad rifai
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i2.4974

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali dan menganalisis filsafat Pancasila oleh Soekarno sebagai paradigma pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian kepustakaan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dengan menggunakan alat analisis metodis berupa kesinambungan historis, interpretasi dan heuristik atau penemuan baru. Adapun sumber primer yang digunakan adalah pemikiran-pemikiran filsafat Pancasila oleh Soekarno yang digunakan untuk membedah konsep pembangunan manusia seutuhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa landasan utama konsep pembangunan manusia Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dalam pengaplikasiannya diperlukan langkah konkret yang memiliki kesesuaian dengan falsafah negara, yaitu Pancasila. Kedua, Pembangunan manusia Indonesia menganut konsep pembangunan manusia seutuhnya yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup penduduk baik secara fisik, mental maupun spiritual untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dalam seluruh aspek kehidupannya. Ketiga, konsep pembangunan manusia Indonesia dalam perspektif filsafat Pancasila oleh Soekarno dimaknai sebagai pembangunan yang tidak sekedar menekankan pada aspek kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong belaka, akan tetapi juga pembangunan pada aspek religiusitas.
Rekonstruksi Makna Pembangunan Manusia Menurut Bappenas Ahmad Rifai
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini memiliki pokok pembahasan pada permasalahan konsep pembangunan manusia selama era reformasi yang belum menjadi fokus sentral dalam pembangunan di Indonesia. Fakta ini menyebabkan banyaknya generasi penerus bangsa yang tidak memahami sejarah dan pentingnya Pancasila bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan negara. Untuk itu, dibutuhkan dasar sekaligus pondasi penting dari pembangunan manusia yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara benar dan konsekuen. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis konsep pembangunan manusia Indonesia yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap III tahun 2015-2019 dengan menggunakan tinjauan filsafat Pancasila. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep-konsep pembangunan yang telah disusun oleh Bappenas yang termaktub dalam RPJMN 2015-2019. Rekonstruksi makna pembangunan manusia menurut Bappenas adalah: Pertama, Pancasila sebagai dasar falsafah negara tidak bisa dipengaruhi oleh segala perbedaan seperti keagamaan, kesukuan, kewarganegaraan, golongan, dan sebagainya. Demikian pula Pancasila tidak dapat dipengaruhi oleh segala perubahan, seperti perubahan keadaan, peristiwa, tempat (dalam dan luar Indonesia), waktu, komposisi penduduk, pola hubungan antar warga, bangsa, dan negara, dan hubunganhubungan lainnya. Kedua, dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional, manusia Indonesia harus dikembalikan pada dasar-dasar hakikat manusia sebagai "monopluralis". Unsur-unsur hakikat manusia monopluralis meliputi susunan kodrat manusia, baik jiwa ataupun raga, sifat kodrat manusia sebagai makhluk mandiri yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, paradigma pembangunan bangsa dan negara harus dalam suasana baru sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, tetapi tetap berada di dalam nilai-nilai dasar Pancasila, yaitu nilai-nilai keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa dengan dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, karena manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai hak dasar yang sama, tidak dibedakan dengan keturunan, warna kulit, suku bangsa dan penggolongan lainnya.