cover
Contact Name
Hani Subagio
Contact Email
hanisubagio@upnyk.ac.id
Phone
+6287891177900
Journal Mail Official
adminjpbn@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK, Ringroad, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Bela Negara
ISSN : -     EISSN : 27755886     DOI : https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1
Jurnal Pancasila dan Bela Negara merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): September" : 6 Documents clear
Urgensi Strategi Sosialisasi Nawacita sebagai Langkah Konkret Mewujudkan HAM versi Pancasila dalam Pemikiran Bung Karno Deli Bunga Saravistha
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.7404

Abstract

Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, telah mencanangkan sembilan agenda prioritas yang dinamakan Nawacita khususnya akan dibahas lebih lanjut terkait pemenuhan HAM versi Bung Karno yang mengusung ideologi asli bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila yang akan menjadi isu sentral dalam pembahasan tulisan ini, melihat pada banyaknya aksi anarkis dan perilaku yang menunjukkan terjadinya krisis ideologi sehingga dirasa penting membahas dan menganalisis lebih lanjut sembilan agenda tersebut. Satu persatu substansi agenda tersebut akan dianalisa dan dijabarkan sebagaimana pemikiran Yang Mulia Bung Karno dalam Pidatonya pada 15 Juli 1945 sebagaimana dikutip dari Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), 29 Mei 1945-19 Agustus 1945, dengan harapan pengejawantahan Agenda Nawacita yang didalamnya sarat akan pemenuhan HAM baik dalam pemerintahan maupun kehidupan berbangsa dan bernegara untuk tetap pada jalurnya yaitu ideologi Pancasila. Hasil penelitian ini tentunya pemahaman lebih dalam mengenai pengimplementasian Nawacita sebagai langkah kongkret mewujudkan HAM versi Pancasila di Era pemerintahan Jokowi dan upaya-upaya pemerintah mengatasi kendala yang dihadapi dalam pemenuhan HAM di masa pemerintahan Jokowi saat ini. Penelitian ini adalah penelitian normatif atau kualitatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konsep dan evaluatif.
Kesadaran Mahasiswa dalam Bela Negara di Era Milenial Muhammad Ichlasul Ihsan Tito Ghazani
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.6002

Abstract

Kesadaran bela negara itu hakikatnya adalah kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Wujud bela negara ialah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin akan kesaktian Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta mempunyai kemampuan awal bela negara. Metode penelitian yang digunakan ialah angket dengan analisis kuantitatif pada nilai mean. Kesadaran bela negara pada mahasiswa diimplemtasikan pada membuang sampah pada tempat yang disediakan, perlindungan dan keamanan bagi masyarakat sudah baik, taat beragama dengan sudah melaksanakan dan menjalankan ibadah dan menjaga kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, sadar telah membina diri saya sendiri agar dapat mandiri kelak, dan bangga kepada perjuangan para pahlawan. Namun ada kesadaran bela negara pada mahasiswa masih kurang yaitu turut menjaga keamanan lingkungan kampus, tidak cukup mewakili kampus dalam kegiatan olah raga dan seni, masih mengedepankan kepentingan pribadi dibadingkan kepentingan bangsa dan negara, cenderung memilih tidak memilih (golput) pada pemilu mendatang, dan kurang berminat menjadi anggota menwa atau tentara.
Membangun Sikap Bela Negara dengan Nilai Pancasila dalam Ruang Lingkup Masyarakat Masa Kini Rini Novita Kristiani
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.5839

Abstract

Bela Negara adalah suatu pengabdian semua warga Negara dalam setiap bentuknya, untuk kepentingan bangsa dan negaranya, yang mengacu pada kondisinya sebagai suatu Dharma Agama dan Dharma Negara. Sikap defensif ini akan memperkuat kondisi bangsa yang besar ini yang bernama Indonesia bertahan di tengah terpaan arus kemajuan era masa kini yang begitu cep. Hal ini akan dipererat dan diperkuat dengan nilai-nilai Pancasila kita sebagai pandangan dan pedoman hidup berkepribadian, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai ideologi berbangsa dan bernegara Indonesia, Pancasila adalah kristalisasi dari nilai adat, nilai budaya dan nilai agama yang terkandung dalam pandangan hidup di Indonesia. Kewarganegaraan adalah dalah hubungan individu dengan negara dan bentuk kebangsaan yang paling istimewa. Istilah yang lebih luas ini menunjukan berbagai individu dan negara. Memudarnya karakter dan jati diri bangsa sebagai individu dan sebagai manusia Indonesia, berimplikasi serius pada rusak atau hilangnya karakter bangsa. Rusaknya karakter bangsa akan berpengaruh signifikan terhadap jati diri bangsa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi yang dapat dilakukan untuk membangun kesadaran bela negara sesuai nilai-nilai Pancasila yang ada dalam masyarakat.
Upaya Pelestarian Kekayaan Alam Indonesia Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila Lisandra Okta Alfiani
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.6417

Abstract

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun dalam  lautan. Kekayaan lingkungan yang sangat beragam harus dijaga dan dilestarikan guna keberlangsungan kehidupan yang dinamis dan statis.Penelitian ini akan berfokus pada keselarasan nilai-nilai Pancasila dalam upaya pelestarian kekayaan di Indonesia.Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan meninjau dari panduan buku,skripsi maupun sumber lainnya.Perlunya upaya pelestarian kekayaan alam yang ada di Indonesiayang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila ini menjadi latar belakang masalah yang akan dibahas dalam penelitian kali ini,kemudian adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui keselarasan antara nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dengan upaya-upaya pelestarian kekayaan alam Indonesia.Indonesia merupakan negara yang kaya akan beragam budaya dan beragam kenampakan alamnya dari wilayah Sabang hingga Merauke.Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pelestarian lingkungan yang tentunya selaras dengan dasar negara yaitu Pancasila. 
Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta Asha Uswatun Hasanah Fardede
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.5797

Abstract

Pancasila mulai tergeser saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua bidang kehidupan. Nilai-nilai pancasila yang perlu diestafetkan dari generasi tersebut dapat melalui pendidikan tentang pancasila di perguruan tinggi. Pendidikan tentang pancasila dalam kurikulum sekarang merupakan mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Pendidikan Pancasila merupakan salah satu cara untuk menanamkan pribadi yang bermoral dan berwawasan luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan yang diangkat dalam jurnal ini adalah seberapa besar tingkat pengetahuan dan pemahaman Ideologi Pancasila di kalangan mahasiswa bagaimana solusi untuk menguatkan kembali Ideologi Pancasila dikalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh penelitian melalui angket atau kuesioner. Angket atau kuesioner yang digunakan adalah berdasarkan cara menjawab yaitu angket dan kuesioner tertutup. Dari  penelitian didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden pengalaman nilai nilai Pancasila secara signifikan.
Memaknai Nilai-Nilai Pancasila dari Kehidupan Masyarakat Desa Diasma Sandi Swandaru
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v2i2.7957

Abstract

 Kajian ini didasarkan pada krisis yang dialami masyarakat modern khususnya mereka yang tinggal di perkotaan. Masyarakat modern perkotaan hari ini mengalami krisis di berbagai bidang, baik kemanusiaan maupun lingkungan. Tujuan penelitian untuk memberi suatu alternatif sudut pandang dalam menghadapi krisis yang dialami oleh masyarakat modern, khususnya di bidang kemanusiaan dan ekologi. Alternatif sudut pandang tersebut digali dari cara hidup masyarakat desa yang lekat dengan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan suatu antitesis dari apa yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui kajian kepustakaan. Sumber data yang digunakan berupa buku-buku, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan topik pembahasan. Kajian ini menyimpulkan bahwa; Pertama, masyarakat modern perkotaan mengalami berbagai krisis dikarenakan bersikap egosentris dan individual. Kedua, Nilai-nilai Pancasila terdapat pada laku hidup masyarakat pedesaan yang religius dan toleran. Ketiga, kembali kepada cara hidup masyarakat pedesaan yang toleran dan religius dapat menjadi suatu alternatif dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi serta menumbuhkan kembali semangat keindonesiaan sebagaimana yang dicita-citakan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6