cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabda.wahab@q2lii.id
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
q2lanterailmiahinstitute@q2lii.id
Editorial Address
Komp OPI Cempaka Blok E No. 05 Kel. Lima Belas Ulu Kec. Jakabaring, Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3090420X     DOI : https://doi.org/10.52120/jlik
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan mengandung makna filosofis dari kata lentera yang berarti cahaya atau alat penerang, yang dalam konteks ilmiah dan kesehatan dimaknai sebagai simbol pencerahan pengetahuan. Melalui platform Open Journal Systems (OJS), jurnal ini hadir sebagai wadah terbuka untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan secara transparan dan dapat diakses luas oleh masyarakat ilmiah. Nama Lentera mencerminkan komitmen jurnal ini untuk menjadi sumber inspirasi dan informasi yang menerangi perkembangan ilmu kesehatan, mendorong kolaborasi, serta menjadi rujukan terpercaya bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengetahuan di bidang kesehatan. Diterbitkan oleh CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut, Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan (JLIK) merupakan jurnal ilmiah berkala yang terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–Juni dan Juli–Desember. JLIK menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, serta metode dan pendekatan baru dalam berbagai bidang kesehatan seperti Administrasi Rumah Sakit, Bioteknologi, Farmasi, Fisioterapi, Ilmu Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Radiologi, Teknologi Laboratorium Medis/Analis.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Desember" : 11 Documents clear
Formulation and stability test of stick balm preparation from red lemongrass (cymbopogon nardus L.) essential oil as aromatherapy and muscle pain reliever Labobar, Lea Wilhelmina; Labobar , Lea Wilhelmina; Ibrahim, MarissaAnggia
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.121

Abstract

Balm is a topical preparation commonly used to relieve muscle pain through a warming effect. The innovation of balm in stick form offers more prac tical and hygienic application. This study aimed to formulate a balm stick from lemongrass (Cymbopogon nardus L.) essential oil, evaluate its physical stability, and conduct a skin irritation test. This experimental study employed steam distil lation and melting methods for preparation. Three balm stick formulations were developed based on varying concentrations of lemongrass essential oil: FI (20%), FII (25%), and FIII (30%). Stability tests included organoleptic observation, ho mogeneity, pH measurement, spreadability, and skin irritation assessment. Results showed that all formulations maintained stable color, aroma, and form for up to one week of storage. All three formulations exhibited good homogeneity and pH values within the skin standard (pH 5). The spreadability test indicated good ad herence to the skin, and no irritation was observed before or after storage. In conclusion, variations in essential oil concentration can be successfully formulat ed into an aromatherapy balm stick for muscle pain relief. The concentration all variations did not affect the stability of the preparations, and all formulations passed the skin irritation test, supporting their use as topical aromatherapy and muscle pain relief products.    
UJI KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Achmad, Sukriansyah; Ibrahim, MarissaAnggia; Lapodi, Abd. Rijali
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3.2.122

Abstract

Infeksi akibat Staphylococcus aureus merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan mebutuhkan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ativitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap Staphylococcus aureus melalui penentuan Kadar Hambuat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Maluku Husada pada tahun 2025. Sampel daun pepaya segar diperoleh dari desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, diolah menjadi simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menguunakan etanol 70%. Hasil ekstraksi menghasilkan rendamen sebesar 10,75%. Uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Uji KHM dilakukan menggunakan metode dilusi cair dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%, sedangkan uji KBM dilakukan menggunakan metode sebar pada media Nutrien Agar. Hasil menunjukan bahwa KHM diperoleh pada konsentrasi 10%, ditandai dengan kejernihan media dan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Namun, pada uji KBM tidak ditemukan aktivitas bakteriosidal karena koloni bakteri masih tumbuh pada seluruh konsentrasi. Hasil ini menunjukan bhawa ekstrak daun pepaya memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus namun belum mampu membunuhnya secara menyeluruh. Dengan demikian, ekstrak daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, namu diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi konsentrasi dan efektivitasnya.
Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Pitriyanti, Nova; Gumay, Burhanuddin; Wahab, Sabda; Azzahra, Nia; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.124

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Gambaran Waktu Tunggu Resep Rawat Jalan di Puskesmas Nagaswidak Palembang Tahun 2025 Putri, Occa; Prasetyo, Dani; Muliana, Hilda; Azzahra, Nia
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.128

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama Waktu tunggu yang lama dapat menurunkan kepuasan pasien, menghambat kepatuhan penggunaan obat, serta mencerminkan rendahnya efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 94 resep yang masuk selama periode bulan juni 2025 ditentukan dengan rumus Slovin Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan resep dan dianalisis secara univariat untuk menghitung rata-rata waktu tunggu serta distribusinya berdasarkan jenis resep, jumlah tenaga farmasi, dan ketersediaan obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas resep rawat jalan adalah non racikan (74,2%), sedangkan racikan sebesar 25,8%. Jumlah tenaga farmasi terdiri dari 1 apoteker (33,4%) dan 2 tenaga teknis kefarmasian (66,6%). Ketersediaan obat tercatat 100%, sehingga seluruh resep dapat dilayani. Rata-rata waktu tunggu resep non racikan adalah 3,7 menit (standar ≤10 menit), sedangkan racikan 12,1 menit (standar ≤15 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang masih sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Faktor yang mendukung efisiensi pelayanan meliputi dominasi resep non racikan, ketercukupan tenaga farmasi, serta ketersediaan obat yang optimal.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di RSUD Siti Fatimah Livia, Sinta; Pranata, Yovi; Azzahra, Nia; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/3ecg6e18

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas 140/90 mmHg dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Keberhasilan terapi hipertensi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 139 responden yang memenuhi kriteria inklusi bulan Juli 2025 melalui metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan simultan (uji ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (69,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hanya variabel tingkat pendidikan yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,026; r=-0,161), sedangkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi tidak signifikan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa secara simultan, karakteristikresponden tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (F=1,537; Sig.=0,172 > 0,05). Kesimpulannya, tingkat pendidikan menjadi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi, dengan kecenderungan semakin tinggi pendidikan justru menurunkan kepatuhan
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral di Puskesmas Pangkalan Balai Tahun 2025 Putra, Muhammad Irza Satria; Pranata, Yovi; Wahab, Sabda; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.126

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik oral sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antidiabetik oral di Puskesmas Pangkalan Balai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,708). Analisis menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebagian besar responden perempuan (53,2%) dan memiliki kepatuhan rendah (57,4%), dengan hanya 22,3% yang patuh. Sebagian menilai fasilitas kesehatan baik (55,3%), namun 68,1% memiliki pola hidup tidak sehat. Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan (p = 0,958) maupun pola hidup (p = 0,518) dengan kepatuhan. Kesimpulannya, kepatuhan minum obat antidiabetik oral masih rendah dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh fasilitas kesehatan dan pola hidup, sehingga faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga kemungkinan lebih berperan.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Region Antebrachii pada Pediatrik dengan Kasus Close Fraktur di Instalasi Radiologi RSUD Perpetua J. Safanpo Papua Prama Sugara; Muslimah Putri Utami; Anisah
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/8pp7c495

Abstract

Pada tahun 2020, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa tingkat kejadian patah tulang mencapai 2,7% dan terdapat sekitar 13 juta orang yang mengalami patah tulang. Pemeriksaan radiografi region antebrachii menjadi modalitas penting dalam membantu menegakkan diagnosa radiologi, namun pada pasien pediatrik hasil kualitas citra gambaran yang diperoleh dapat dipengaruhi pada persiapan pasien, proyeksi dan faktor eksposi. Fraktur tertutup (close fraktur) ialah sebuah contoh patah tulang di mana tulang yang patah tidak terlihat dari lingkungan luar karena tidak ada luka pada permukaan luar kulit. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dengan melibatkan radiografer dan radiologi sebagai informan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan proses wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi region antebrachii pada pediatrik dengan kasus close fraktur menggunakan proyeksi PA dan lateral serta tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.
Perbandingan Hasil Radiograf pada Variasi Derajat Cervical AP Axial dengan Klinis Cervical Root Syndrome di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025 Aditya Pirmansyah; Pirmansyah , Aditya; Utami, Muslimah Putri; Zanariah
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.125

Abstract

Pemeriksaan radiografi cervical AP axial merupakan metode pencitraan untuk melihat struktur tulang leher, terutama pada kasus kecurigaan cervical root syndrome. Variasi sudut penyinaran central ray (CR) dapat memengaruhi kualitas visualisasi vertebra cervical, sehingga penting untuk menentukan sudut optimal yang menghasilkan gambaran diagnostik terbaik. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pemeriksaan cervical AP axial, alasan penggunaan sudut 0° pada praktik klinis, serta membandingkan variasi sudut 10°, 15°, dan 20° terhadap hasil radiograf pada pasien dengan klinis cervical root syndrome. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Subjek penelitian adalah satu pasien laki-laki (Tn. D) yang menjalani pemeriksaan pada 27 Mei 2025 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menggunakan sudut 10°, 15°, dan 20° cephalad dengan teknik ekspose 57 kV dan 6 mAs. Hasil menunjukkan bahwa angulasi 20° memberikan visualisasi ruang intervertebralis yang lebih terbuka, menghilangkan superposisi mandibula terhadap vertebra C3–C4, serta memperlihatkan alignment cervical lebih jelas dibandingkan sudut lainnya. Temuan ini sejalan dengan literatur yang merekomendasikan angulasi 15°–20° untuk optimasi proyeksi AP axial. Dengan demikian, sudut CR 20° merupakan variasi yang paling optimal untuk pemeriksaan cervical AP axial pada kasus cervical root syndrome.
Effectiveness of Facial Acupressure Treatment on Reducing Anxiety in Postpartum Mothers at Midwife Sontri’s Practice Afni, Nur
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.131

Abstract

Postpartum anxiety is a common psychological condition experienced by mothers after childbirth, which can negatively impact maternal health and the bonding process with the baby. Facial acupressure, a technique that stimulates facial reflex points, is believed to promote relaxation and reduce anxiety levels by improving blood circulation and balancing the parasympathetic nervous system. This study aimed to analyze the effectiveness of facial acupressure treatment in reducing anxiety among postpartum mothers at Midwife Sontri’s Practice. This research employed a quasi-experimental design with a pre- and post-test approach without a control group. The study population included postpartum mothers experiencing mild to moderate anxiety, with a total sample of 30 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated a significant reduction in anxiety levels after receiving facial acupressure treatment, with a p-value of 0.001 (p<0.05). Physiologically, stimulation of facial reflex points enhances endorphin secretion and activates the vagal nerve system, which contributes to muscle relaxation and decreased heart rate. In conclusion, facial acupressure is effective in reducing anxiety levels among postpartum mothers and can serve as a non-pharmacological complementary therapy in midwifery care.
Tingkat Pengtahuan Dan Sikap Terhadap Penyakit Kecacingan Di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah Putri, Anggy Utama; Dita, Rahma; Pratama, Rifqi; Syahrani, Annisa; Rahmawati, Nur; Putri, Adellia Patricia; Afifah, Seftiana Nur; Naurah, Nasyiah Tri; Rismayanti; Lidia, Siska; Agusti, Qori; Wulansari, Cien; Sepriani, Mutiara; Maharani, Shela; Safitri, Rika Dwi
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.130

Abstract

Infeksi kecacingan adalah kondisi ketika parasit cacing masuk ke tubuh manusia, kemudian tinggal dan berkembang biak sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. PHBS berperan dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan, peningkatan derajat kesehatan anak, serta pembentukan kebiassaan hidup sehat sejak dini. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai pengetahuan dan sikap terhadap penyakit kecacingan di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah. Pendekaran kuantitatif analitik koresional dengan desain cross sectional digunakan sebagai desain dalam penelitian ini. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, instrument yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 1 orang (3,3%) memiliki pengetahuan yang rendah mengenai cacingan, sedang sejumlah 14 orang (46,7%) dan tinggi sejumlah 15 orang (50,0%), sedangkan sikap terhadap penyakit cacingan yang baik yaitu 16 orang (53,3%), cukup sejumlah 8 orang (26,7%) dan kurang sejumlah 6 orang (20%). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah memiliki tingkat pengetahuan pada kategori sedang hingga tinggi serta sikap yang baik terhadap penyakit kecacingan, namun masih terdapat sebagian siswa dengan sikap kurang sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11