cover
Contact Name
Mamat Rahmat
Contact Email
almikanika@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
almikanika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Sholeh Iskandar No.Km.02, RT.01/RW.010, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Almikanika
ISSN : 26551950     EISSN : 26854872     DOI : https://doi.org/10.32832/almikanika
Almikanika journal Berisi hasil-hasil penelitian, studi lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Struktural, Material & Manufacturing, dan Mekatronika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 4 (2020): Oktober" : 6 Documents clear
ANALISA OPTIMALISASI JUMLAH IMPACT TERHADAP KETEBALAN EMPING MENGGUNAKAN ALAT PRESS DENGAN PENGGERAK COMPRESSED AIR Maulana, Raka
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5244

Abstract

Dalam penelitian ini, biji melinjo menjadi salah satu objek penelitian. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mesin press pneumatik. Dan metode Manual pada proses menganalisa berapa jumlah impac yang akan kita butuhkan agar mendapatkan hasil optimal dengan memprediksi berapa jumlah tekan, dan berapa kekuatan impac pada biji melinjo.
STUDI EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA KOPLING TETAP JENIS FLENS Shita, Ucu
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5288

Abstract

Sambungan baut pada kopling berfungsi untuk memindahkan gaya-gaya yang bekerja pada titik penyambungan ke elemen – elemen. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisa torsi yang diterima oleh baut dan melakukan pengujian dampak torsi terhadap sambungan baut Pengujian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan perputaran motor dan jenis material sambungan baut yang berbeda. Perhitungan secara teoritis untuk mengetahui torsi yang terjadi berdasarkan besar daya 1500 watt dan kecepatan perputan 1500 rpm, maka di dapatkan torsi motor 9,549 N.m, torsi roda gigi 38,196 N.m dan trosi gearbox 2.291,76 N.m. Pada perhitungan sambungan baut secara teoritis didapatkan gaya pembebanan 763.920 N, dan tegangan geser yang terjadi pada masing-masing baut 7,40 x 108 N/m2. Dari ketiga material baut yang digunakan hanya baut dari material baja saja yang tegangan izinnya masih lebih besar dari tegangan aktual yang terjadi, sehingga baut dari material baja aman untuk digunakan. Hasil deformasi secara visual didapatkan bahwa pergeseran posisi baut pada masing-masing pengujian berbeda-beda. pergeseran posisi baut paling besar terjadi pada baut di posisi ‘b' dengan nilai pergeseran sebesar 1,94 mm pada kecepaatan 720 rpm. Adapun hubungan kecepatan perputaran terhadap torsi pengendoran dan pergeseran posisi baut ialah semakin besar kecepatan perputan motor maka torsi pengendoran dan pergeseran posisi bautnya semakin besar pula.
ANALISA PENGARUH MASA PENYERAP GETARAN TERHADAP AMPLITUDO PADA MEKANISME DYNAMIC VIBRATION ABSORBER (DVA) Zulhidar, Alif Fathur
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5293

Abstract

Getaran mekanik dapat didefinisikan sebagai gerak osilasi dari sistem mekanik di sekitar titik/posisi seimbang .Getaran terjadi karena adanya gaya eksitasi. Penambahan beban pada suatu struktur merupakan salah satu upaya dalam mereduksi getaran yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon amplitudo getaran pada mekanisme Dynamic Vibration Absorber. Metode yang dipakai dalam pengambilan data pada penelitian ini adalah melakukan pengujian dengan mengambil sample dari beberapa specimen uji yang ada. Pada pengujian dengan putaran motor 99 RPM, Amplitudo yang dihasilkan adalah 1,593 cm. sedangkan setelah diberikan beban dan pegas peredam amplitudo yang terjadi berada pada range 0.925 – 1.518 cm. Pada pengujian, amplitude dengan putaran motor 150 RPM, Amplitudo yang dihasilkan adalah 2.468 cm. sedangkan setelah diberikan beban dan pegas peredam amplitudo yang terjadi berada pada range 2.164 – 1.348 cm. Pada pengujian, amplitude dengan putaran motor 115 RPM, Amplitudo yang dihasilkan adalah 2.078 cm. sedangkan setelah diberikan beban dan pegas peredam amplitudo yang terjadi berada pada range 1.991 – 1.328 cm. Dan pada hasil perhitungan teori, amplitudo yang terjadi pada mekanisme yang diberikan pegas dan beban peredam adalah sebesar 1 cm. Dari hasil data dan perhitungan memperlihatkan bahwa penambahan pegas dan beban peredam berpengaruh terhadap respon amplitudo yang terjadi pada mekanisme Dynamic Vibration Absorber 
Optimasi Proses Machining Mesin CNC Milling Shell Dan Tube Pada Alat Surface Condensor Hidayatulloh, Imam
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5512

Abstract

Mesin CNC merupakan jenis kelompok mesin non-Konvensional karena cara pengoperasiannya dikendalikan melalui sebuah program yang diakses dengan komputer. Alat pemotong pada proses milling biasa disebut (cutter). Cutter sendiri terdiri dari beragam bentuk dan kegunaanya, mulai dari end mill cutter, facing,drill,groover dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk pengoptimalan waktu pengerjaan,kepresisian dan memperhatikan umur dari cutter yang biasanya terjadi perubahan dimensi cutter sebelum dan sesudah melakukan melakukan pemotongan. Tahap pertama penelitian dengan cara penentuan tools yang tepat, sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap part Shell & Tube pada Surface Condensor dengan memperhatikan cutting Speed, feed rate, feed per revolusi .dll, yang bersumber pada Cutting Tools Catalog sebagai acuan. Tahap selanjutnya dilakukan desain menggunakan MasterCam kemudian melakukan simulasi dengan  hasil yang maksimal diantara lain, sebagai berikut :  proses machining pada tubesheet tercepat yaitu : 19 menit 2,98 detik waktu pengerjaan, proses machining pada baffle tercepat yaitu : 11 menit 9,34 detik. Proses Machining pada shell tercepat yaitu : 37 menit 9,38detik waktu pengerjaan. Semakin besar Cutting Speed maka semakin besar kecepatan Spindle yang diperlukan, Semakin besar Feed Rate maka semakin cepat waktu proses machining, Besar nilai Cutting Speed (Vc) berpengaruh terhadap umur Cutting tools.
PERANCANGAN DAN SIMULASI DESAIN REAR SEAT FRAME SEPEDA MOTOR LISTRIK DENGAN MENERAPKAN KONSEP FINITE ELEMENT METODE Alawi, Ridwan
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5639

Abstract

Komponen yang terpenting dalam pembuatan sepeda motor salah satunya yaitu rear seat frame yang berfungsi untuk mendukung keberadaan sipengendara, pegas dan balancing. Tipe sepeda motor yang digunakan jenis café racer. Konsep FEM adalah menyelesaikan suatu masalah dengan cara membagi objek analisa menjadi bagian-bagian kecil yang terhingga, kemudian dianalisa dan hasilnya digabungkan kembali untuk mendapatkan penyelesaian untuk keseluruhan komponen. Software yang digunakan adalah Autodesk Fusion 360. Optimalisasi melakukan pengujian statik desain rear seat frame dengan memberi beban 100 kg, 140 kg, dan 200 kg. Dari hasil pengujian statik di dapatkan pembebanan bertujuan untuk mendapatkan distribusi tegangan, displacement  dan safety factor sehingga Simulasi desain awal didapatkan nilai kecil dengan stress 217,6 Mpa, defleksi 2,139 mm dan safety factor 0,2528 sehingga di lakukan optimasi dengan di desainnya desain baru. Melakukan Penambahan penampang di bagian siku belakang sangat berpengaruh pada kekuatan rear seat frame sehingga didapatkan desain baru yang kuat dan kokoh di bandingkan desain awal. Desain baru di dapatkan perbandingan stress, defleksi dan safety factor yang dapat disimpulkan desain baru memiliki nilai simulasi lebih sebesar 39,350 Mpa, 0,9629 mm, dan 1 ,398 sehingga menjadi desain yang optimal.
PENGUJIAN PUNTIR MATERIAL ALUMUNIUM A6061 DAN KUNINGAN C61400 MENGGUNAKAN ALAT UJI TORSI PERDANA, YUSUF ICHWAN
ALMIKANIKA Vol 2 No 4 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i4.5761

Abstract

Momen gaya (torsi) merupakan besaran yang menyatakan besarnya gaya yang bekerja pada sebuah benda sehingga mengakibatkan benda tersebut berotasi. Dari pengujian yang dilakukan, deformasi yang terjadi pada spesimen uji diukur dari perpindahan sudut puntir suatu titik di dekat ujung suatu benda, dibandingkan pada suatu titik elemen memanjang yang sama. Dari analisa hasil perhitungan untuk nilai modulus elastisitas geser (G) dengan spesimen   uji   kuningan   C61400   sebesar MPa pada sudut puntir 540°, sedangkan pada spesimen uji aluminium A6061 sebesar 4,845761194  MPa pada sudut 180°. Untuk nilai tegangan geser maksimum spesimen uji kuningan C61400 sebesar 0,0004628009 Mpa pada sudut 1980°, sedangkan pada spesimen uji aluminium A6061 sebesar 0,0066289817 Mpa pada sudut 900°. Dan bentuk patahan pada semua material menghasilkan tegak lurus terhadap arah sumbu memanjang, jadi semua material tersebut tergolong logam liat atau material ulet.

Page 1 of 1 | Total Record : 6