cover
Contact Name
Mahfud
Contact Email
sekawan.siji.24@gmail.com
Phone
+6282266840507
Journal Mail Official
mutiarapgsd@sekawansiji.org
Editorial Address
Villa mutiara hijau D43, Jl. Ikan Arwana, Karangrejo, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68411 Telephone: (0333) 421 393, Fax: (0333) 428 592
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
MUTIARA PGSD
Published by CV. Sekawan Siji
ISSN : -     EISSN : 30469996     DOI : https://doi.org/10.63440/mutiarapgsd.v1i2.11
Core Subject : Education,
MUTIARA PGSD merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh CV Sekawan Siji. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi artikel-artikel penelitian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran di sekolah dasar. Pada akhirnya jurnal ini dapat memberikan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dasar bagi civitas akademika.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD" : 5 Documents clear
Perbedaan Hasil Belajar Antara Penggunaan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Dengan Metode Ceramah Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Heldie Bramantha; Ristin Meliandani
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.5

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, guru masih selalu menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung mempunyai kesan monoton dan didominasi oleh guru. Pembelajaran yang demikian akan membuat siswa  jenuh. Model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat dijadikan model alternatif dalam pembelajaran Matematika. Dengan penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran Matemtika. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar Matematika antara penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD kecamatan Besuki.. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experimen design. Analisis statistik yang digunakan yaitu korelasi biserial untuk uji validitas dan cronbach’s alpha untuk  ujireliabilitas  instrumen.  Metode  lilliefors  untuk  menguji  normalitas data, metode Fisher untuk uji homogenitas dan uji t untuk uji hipotesis. Semua  penghitungan  tersebut  diolah  dengan  menggunakan  program MS.  Office  Excel  2007.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rata-rata  skor  hasil belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 79,67 dan kelas kontrol sebesar 60,4. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung = 6,127. Harga ttabel dengan dk = 53 dan α = 0,05 yaitu 2,0057. Hal ini berarti thitung > ttabel  (6,127 > 2,0067), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar  Matematika  antara penggunaan  model  pembelajaran  Course  Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD di gugus 2 kecamatan Besuki.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di MI Jauharul Ulum Vidya Pratiwi; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis siswa yang beragam. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam matematika, terutama dalam mengerjakan soal. Pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadikan matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Matematika memiliki peranan penting dalam membentuk dan mengembangkan keterampilan berpikir nalar, logis, sistematis dan kritis. berpikir kritis adalah proses berpikir untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman atau komunikasi. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Peningkatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena berpikir kritis dan matematika merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan berpikir kritis dilatih melalui serangkaian proses dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mencoba meneliti, dengan mengambil judul ”Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Di MI Jauharul Ulum” Permasalahan yang dikemukakan adalah : bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika di MI Jauharul Ulum?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana yang diteliti adalah bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil peelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir siswa paling rendah berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 0 (tidak kritis) dan kemampuan berpikir paling tinggi berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 1 (kurang kritis).
Inovasi Pembelajaran Matematika: Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Konkret untuk Siswa Kelas 2 Vidya Pratiwi; Adisti Maya Octaviana
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.7

Abstract

Penerapan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media konkret dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas 2 SDN 1 Mimbaan. dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) membangun hubungan yang bermakna, (2) melakuka kegiatan inkuiri, (3) kegiatan bertanya, (4) ciptakan masyarakat belajar, (5) hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, (6) lakukan refleksi diakhir pertemuan, (7) lakukan penilaian yang sebenarnya. Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching an Learning (CTL) Berbantuan Media Konkret. Pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga sekolah dan lingkungan. Keberhasilan pendidikan oleh tiga komponen tersebut sangat menentukan. Disamping tiga komponen tersebut, metode atau strategi pembelajaran, media pembelajaran juga diperlukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret pada mata pelajaran matematika siswa kelas Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan dari kegiatan pratindakan, siklus I dan siklus II. Dalam penelitian pratindakan siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 40% setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konktekstuan berbantuan media konkret ketuntasan belajar siswa dalam siklus I naik menjadi 73,33% dilanjutkan siklus selanjutnya seluruh siswa mengalami ketuntasan belajar.
Perbedaan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Sekolah Dasar Negeri dan Swasta Mukhammad Rois; Arya T Candra; Lutfi Irawan; Danang Ari Santoso
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.8

Abstract

Guru menjadi faktor yang menentukan mutu pendidikan peserta didik dalam proses pendidikan di kelas. Kompetensi mutlak harus dimiliki guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yaitu pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pelaksanaan cakupan kerja KKGO pada guru Negeri dan Swasta. Cakupan kerja yang dimaksudkan adalah perbedaan kompetensi pada guru PJOK Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan persentase tertinggi kinerja guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri berdasarkan penilaian peserta didik yaitu kategori tingkat sedang dengan frekuensi 43 siswa (66%) dari 60 responden. Sedangkan di sekolah swasta pada kategori tingkat sedang dan tinggi dengan frekuensi 11 siswa (37%) dari 30 responden. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru PJOK Sekolah Dasar Negeri lebih baik dengan nilai 31,89 dibandingkan dengan Sekolah Dasar Swasta dengan nilai 31,53.
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar  Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas V SDN 1 Kertosari Mahfud, Mahfud; Dian Arief Pradana; Susintowati, Susintowati
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.10

Abstract

Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Gurulah yang menciptakannya guna membelajarkan anak didik. Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar. Perpaduan dari kedua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya. Disana semua komponen pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelun pengajaran dilakasanakan .Model Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan itu dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Hasil belajar adalah peningkatan perubahan kemampuan yang dimiliki setelah seseorang mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar yang dicapai atau yang diraih siswa mencakup segenap ranah psikologis siswa yang meliputi (Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik). Jadi pembelajaran dengan Role Playing merupakan cara belajar yang dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok memerankan karakter sesuai dengan naskah yang telah dibuat dan materi yang telah ditentukan oleh guru, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang telah diperankan tersebut. Dalam penelitian ini, kegiatan siswa sangatlah menunjang dan mendukung kegiatan guru dalam melakukan Penerapan model pembelajaran role playing. Kegiatan siswa merupakan faktor utama yang berperan penting dalam peningkatan hasil belajar tiga ranah tersebut, kegiatan siswa, kegiatan guru, dan peningkatan hasil belajar siswa adalah tiga hal yang saling terkait satu dengan yang lain.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh data hasil belajar siswa ,yaitu mendapat peningkatan dari sebelum siklus 75%, Siklus I 81,2% dan Siklus II 93,8% dari target ketuntasan klasikal sebesar 90% maka dapat disimpulkan jika Penerapan Model Pembelajaran Role Playing dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 1 Kertosari Semester Gasal Tahun Pelajaran 2022/2023.

Page 1 of 1 | Total Record : 5