cover
Contact Name
M. Zidny Nafi' Hasbi
Contact Email
mzidnynafihasbi@gmail.com
Phone
+6282135318897
Journal Mail Official
jcsrd.bfa@gmail.com
Editorial Address
Komp. Bumi Cahaya Rencong No. 19-20, Andir, Baleendah, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Post Code: 40375
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JCSRD
ISSN : -     EISSN : 30470285     DOI : -
Journal of Community Service and Rural Development (JCSRD), is open access, peer-reviewed journal whose objective is to publish original research papers related to to community service and village development. The study can be carried out separately or link community service to the assisted villages. The scope of community service programs carried out by lecturers at the University is of course very diverse and broad. The scope is in accordance with the field of study and knowledge of each lecturer.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026)" : 1 Documents clear
Tantangan Pelaku Usaha Dalam Menghadapi Masalah Cybercrime di Era Digital Yusuf Setyadi; Haris Iriyanto; M. Faris Rahman; Tias Ekaliana
Journal of Community Service and Rural Development Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Business Finence Analyst Co.,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha dalam memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan serius berupa meningkatnya kejahatan dunia maya (cybercrime) yang mengancam keamanan data, transaksi, dan keberlanjutan usaha. Modus kejahatan seperti phishing, peretasan akun, penipuan daring, penyebaran malware, hingga penyalahgunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) semakin kompleks dan menyasar pelaku usaha, khususnya UMKM yang memiliki keterbatasan sistem keamanan digital.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam menghadapi ancaman cybercrime di era digital serta pentingnya peningkatan literasi keamanan siber. Melalui pendekatan deskriptif, ditemukan bahwa rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital, lemahnya pengelolaan data, serta kurangnya pemahaman terhadap teknologi menjadi faktor utama kerentanan usaha terhadap serangan siber. Oleh karena itu, diperlukan strategi preventif berupa penguatan literasi digital, penerapan sistem keamanan dasar, serta kolaborasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna membangun ketahanan digital yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 1