Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Pelaku Usaha Dalam Menghadapi Masalah Cybercrime di Era Digital Yusuf Setyadi; Haris Iriyanto; M. Faris Rahman; Tias Ekaliana
Journal of Community Service and Rural Development Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Business Finence Analyst Co.,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha dalam memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan serius berupa meningkatnya kejahatan dunia maya (cybercrime) yang mengancam keamanan data, transaksi, dan keberlanjutan usaha. Modus kejahatan seperti phishing, peretasan akun, penipuan daring, penyebaran malware, hingga penyalahgunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) semakin kompleks dan menyasar pelaku usaha, khususnya UMKM yang memiliki keterbatasan sistem keamanan digital.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam menghadapi ancaman cybercrime di era digital serta pentingnya peningkatan literasi keamanan siber. Melalui pendekatan deskriptif, ditemukan bahwa rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital, lemahnya pengelolaan data, serta kurangnya pemahaman terhadap teknologi menjadi faktor utama kerentanan usaha terhadap serangan siber. Oleh karena itu, diperlukan strategi preventif berupa penguatan literasi digital, penerapan sistem keamanan dasar, serta kolaborasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna membangun ketahanan digital yang berkelanjutan.
Keberagaman Tradisi Perkawinan Masyarakat Suku Kajang dalam Perspektif Filsafat Hukum Irwandi; Yusuf Setyadi
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v2i1.2258

Abstract

This journal aims to explain the law on marriages for the Kajang people in South Sulawesi, to be precise in Bulukumba Regency, customary law for marriages for the Kajang people, and the prohibition on marriages between the Kajang people and other tribes. The conclusion of this journal is that there is legal pluralism in tribal marriages, namely customary law, religious (Islamic) law, and positive law. However, the interesting thing is that they prioritize customary law in their marriage procession. And those who violate it will be subject to customary sanctions, namely being expelled from the customary area of the Kajang tribal area. Abstrak           Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang hukum dalam perkawinan masyarakat suku kajang di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Bulukumba, hukum adat pada perkawinan masyarakat suku kajang, dan larangan perkawinan masyarakat suku kajang dengan suku lainnya. Kesimpulan pada jurnal ini adalah, terdapat pluralism hukum pada perkawinan masyarakat suku kajng yakni hukum adat, hukum agama (islam), dan hukum positif. Namun menriknya mereka lebih mengutamakan hukum adat dalam prosesi perkawinannya. Dan yang melanggar akan dikenakan sangsi adat yakni dikeluarkan dari kawasan adat wilayah suku kajang.