cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 03 (2024): September" : 29 Documents clear
Membangun kepercayaan: Intimasi pertemanan dan self-disclosure pada mahasiswa baru Fauzi, Diah Puspitasari; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11718

Abstract

Abstract Intimacy in friendship is one of the factors that influence self-disclosure in friendship relationships. Intimacy in friendship can provide interpersonal reciprocity, where individuals will share deeper emotions, be open, and respect each other. This study aims to determine the relationship between friendship intimacy and self-disclosure in new students. The population in the study was 2,828 new students of Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya in 2023. The sample in the study amounted to 250 new students with sampling techniques using non-probability sampling techniques, namely accidental sampling. This research instrument uses a friendship intimacy scale with aspects proposed by Sharabany (1994) and a self-disclosure scale with aspects proposed by Devito (2019). The method for data analysis used is Spearman Brown correlation with the help of IBM SPSS series 25 for windows. The results showed (rxy) = 0.782 with a significance of 0.000 (p <0.05). This means that the hypothesis in this study which assumes there is a positive relationship between friendship intimacy and self-disclosure in new students is accepted. This means that the higher the friendship intimacy between students, the higher the level of self-disclosure felt by students. Keintiman dalam pertemanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi self-disclosure dalam hubungan pertemanan. Keintiman dalam pertemanan dapat memberikan adanya timbal balik antarpribadi, dimana individu akan berbagi emosi yang lebih dalam, saling terbuka, dan saling menghargai satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intimasi pertemanan dengan self-disclosure pada mahasiswa baru. Populasi pada penelitian adalah 2.828 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tahun 2023. Sampel pada penelitian berjumlah 250 mahasiswa baru dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala intimasi pertemanan dengan aspek yang dikemukakan oleh Sharabany (1994) dan skala self-disclosure dengan aspek yang dikemukakan oleh Devito (2019). Metode untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman brown dengan bantuan IBM SPSS seri 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan (rxy) = 0,782 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya hipotesis dalam penelitian ini yang berasumsi ada hubungan positif antara intimasi pertemanan dengan self-disclosure pada mahasiswa baru diterima. Artinya semakin tinggi intimasi pertemanan yang terjalin antar mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat self-disclosure yang dirasakan mahasiswa.
Pola asuh permisif dan insecure attachment sebagai pemicu kenakalan remaja? Saputra, Egy Oktadrian; Saragih, Sahat; Rini, Amanda Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11723

Abstract

Abstract The puberty period is one of the important development periods in the life of every human being. It is during this period that teenagers compete to start looking for their identity. Juvenile delinquency is not only a social problem, but also a developmental problem. In this research, the population used was 120 grade 10 students at SMA Dharma Wanita Surabaya. The sampling technique used was saturated sampling. When data was collected, only 110 people could fill out the questionnaire. This research is included in the quantitative research method with a correlational type. The juvenile delinquency scale used in this research was prepared based on aspects proposed by Sarwono (2002). The permissive parenting style scale is based on aspects proposed by Hurlock (1993). The insecure attachment scale is based on aspects proposed by Armsden & MarkT. Greenberg (1987) The results of this study show that there is an insignificant positive relationship between permissive parenting and insecure attachment and juvenile delinquency. Suggestions that researchers can give to research participants are that students are expected to have the courage to convey to their parents if they feel that their parents are implementing all aspects of permissive parenting. It is hoped that parents will further increase their attachment to their children. Future researchers are expected to use Bartholomew & Horowitz's theory (1991) to deepen the aspects and tools for measuring insecure attachment. Abstrak Periode Baligh adalah satu diantara periode perkembangan penting dalam kehidupan setiap umat manusia. Pada masa inilah para remaja berlomba-lomba untuk mulai mencari jati diri.Kenakalan remaja bukan hanya menjadi masalah sosial, tetapi juga masalah perkembangan. Pada penelitian ini, populasi yang digunakan yaitu siswa kelas 10 SMA Dharma Wanita Surabaya yang berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan yakni sampling jenuh ada saat pengambilan data hanya 110 orang yang dapat mengisi kuesioner. Penelitian ini termasuk ke dalam metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Skala kenakalan remaja yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan aspek yang telah dikemukakan oleh Sarwono (2002). Skala pola asuh permisif disusun berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Hurlock (1993) Skala insecure attachment disusun berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Armsden & MarkT. Greenberg (1987) Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwasannya terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara pola asuh permisif dan insecure attachment dengan kenakalan remajaSaran yang bisa diberikan peneliti kepada partisipan penelitian adalah Siswa diharapkan berani menyampaikan kepada orangtua apabila dirasa orangtuanya menerapkan seluruh aspek pola asuh permisif. Bagi orang tua diharapkan agar lebih meningkatkan lagi kelekatannya kepada anak Bagi peneliti selanjutnya adalah diharapkan menggunakan teori miliki Bartholomew & Horowitz (1991) guna memperdalam aspek serta alat ukur insecure attachment.
Ketidakjujuran akademik siswa sekolah menengah atas sebagai dampak dari fear of failure? Susanti, Dewi; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11724

Abstract

Abstract Education is a planned effort to develop a person's potential so that they can gain religious strength, self-control, personality, intelligence, noble morals and skills that are beneficial to society and themselves. The aim of this research is to determine the relationship between fear of failure and academic dishonesty. The population in this study were students in grades 11 and 12 of SMA Dharma Wanita Surabaya. The sampling technique used in this research is the quota sampling technique. This research uses quantitative research. The type of research used is correlational research. The method used is a Likert scale. The results of data analysis using Spearman Brown show that there is a very significant relationship between the variables fear of failure and academic dishonesty. The results of this research show that there is a positive relationship between fear of failure and academic dishonesty. The higher the fear of failure, the higher the academic dishonesty. Based on research that has been carried out, students are advised not to set targets too often to achieve good grades, this is so that students do not do things that violate the regulations, such as cheating and so on. Further research is expected to be able to develop variables based on research as well as the risk of failure. Abstrak Pendidikan adalah upaya yang sudah direncanakan untuk mengembangkan potensi diri seseorang sehingga mereka dapat memperoleh kekuatan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat dan diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fear of failure dengan ketidakjujuran akademik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas dan 11 dan 12 SMA Dharma Wanita Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik quota sampling. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Metode yang digunakan berupa skala likert. Hasil analisis data menggunakan Spearman Brown menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan anatar variabel fear of failure dan ketidakjujuran akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara fear of failure dengan ketidakjujuran akademik semakin tinggi fear of failure yang terjadi maka ketidakjujuran akademik juga meningkat. Berrdasarkan pernerlitian yang terlah dilakurkan, para siswa disarankan urnturk tidak terrlalur serring mermasang targert urnturk mermperrolerh nilai bagurs, hal ini dikarernakan agar para siswa tidak merlakurkan hal-hal yang merlanggar perraturran serperrti merlakurkan kercurrangan dan lain-lain. Pernerliti serlanjurtnya diharapkan dapat mermperrluras variaberl berbas pernerlitian serlain ferar of failurrer.
Intensitas penggunaan media sosial dan konformitas: Dinamika perilaku konsumtif remaja akhir Purwita, Kiky Marsya Aliyya; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11725

Abstract

Remaja umumnya selalu ingin mengikuti tren, hal ini menyebabkan remaja merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki dan menjadi konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan tindakan seseorang dalam membeli barang yang tidak didasarkan pada pertimbangan rasional. Intensitas penggunaan media sosial adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan berulang dalam menggunakan media sosial. Konformitas adalah sebuah perubahan perilaku karena pengaruh sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja yang berusia 18-21 sebanyak 106. Pengujian pada penelitian ini menggunakan metode Kendal tau. Hasil pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku konsumtif. Penelitian ini juga menunjukkan hasil tidak terdapat hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif.
Leisure boredom dan kecenderungan kecanduan media sosial tiktok pada gen Z Pappa, Sofi; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11728

Abstract

Abstract This research aims to determine the relationship between Leisure boredom and the Tendency of Addiction to Social Media Tik Tok in Generation Z. This research is quantitative research using correlational quantitative methods. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 120 generation Z using Social Media Tik Tok scale and Leisure boredom scale. The results of the analysis using product moment correlation showed that leisure boredom with a tendency to be addicted to social media Tik Tok in generation Z obtained a correlation there is significant positive relationship between leisure boredom and the tendency to be addicted to social media Tik Tok in generation Z. This can be interpreted as the higher the leisure boredom, the higher the tendency to be addicted to social media Tik Tok in generation Z Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara Leisure boredom dengan Kecenderungan Kecanduan Media Sosial Tik Tok pada Anak Muda Generasi Z. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan pusposive sampling dengan sampel 120 anak muda generasi Z menggunakan skala kecanduan media sosial Tik Tok dan skala Leisure boredom. Hasil analisis menggunakan korelasi product moment menunjukkan bahwa leisure boredom dengan kecenderungan kecanduan media sosial Tik Tok pada anak muda generasi Z memperoleh hasil terdapat hubungan positif yang signifikan antara leisure boredom dengan kecenderungan kecanduan media sosial Tik Tok pada anak muda generasi Z. Hal ini dapat diartikan semakin tinggi leisure boredom maka semakin tinggi juga kecenderungan kecanduan media sosial Tik Tok pada anak muda generasi Z.
Intensitas bermain judi online meningkat: Bagaimana peranan kontrol diri? Fitrinanda, Ramadani Dwi; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11739

Abstract

Abstract Play intnsity is th level of how often an individual carries out certain activities based on feelings of enjoyment in the activity being carried out. This research aims to find out whthrr there is a relationship between self-control and the intensity of playing online gambling. Correlational quantitative research method with a total of 99 respondent as online gambling players taken using a purposive sampling technique. The research scale based on Averill’s theory (2010) with a cronbach alpha value of 0,98 and a playing intensity scale based on horrigan’s theory (2002) with a cronbach alpha value of 0,73. The data analysis technique uses Pearson product moment correlation analysis. The research results sho that there is a negative relationship between selfcontrol and the intensity of playing online gambling. Through slf-control, online gambing players can sort out the impacts of actions that are detrimental to themselves so that the intensity of paling online gambling can decrease. Abstrak lntensitas bermain merupakan tingkat seberapa sering individu dalam melakukan kegiatan tertentu yang didasari oleh perasaan senang pada kegiatan yang dilakukan. PeneIitian inii bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kontroI diridengan intensitas bermain judi online. Metoode peneIitian kuantitatif koreIasionaI dengan jumlah responden sebanyak 99 orang pemain judi online yang diambil dengan teknik purposive sampling. Skala penelitian menggunakan skala kontrol diri disusun berdasarkan teori Averill (2010) dengan nilai cronbach alpha 0,98 dan skala intensitas bermain yang disusun berdasarkan teori Horrigan (2002) dengan nilai cronbach alpha 0,73. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kontrol diri dengan intensitas bermain judi online. Melalui kontrol diri pemain judi online dapat memilah dampak-dampak perbuatan yang merugikan dirinya sehingga dapat membuat intensitas bermain judi online menurun.
Analisis job insecurity dan organizational citizenship behavior pada karyawan Pangestu, Adam Julian; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11740

Abstract

Abstract Organizational Citizenship Behavior (OCB) is voluntary employee behavior that is not tied to formal responsibilities, without expectation of reward. One element that can affect OCB is job insecurity. This study aims to determine whether there is a relationship between job insecurity and OCB in employees at PT Pegadaian Regional Office XII Surabaya. This research uses correlational quantitative research. The sample technique in this study used a random sampling method where the subjects were taken from the entire population of 73 employees. The subjects in this study were all employees at PT Pegadaian Regional Office XII Surabaya. Data analysis was carried out using product moment correlation techniques. The result of the correlation coefficient is -0.614, this shows that the level of the correlation coefficient of this study has a negative relationship with a significance level of p=0.000 <0.01. This means that the greater the job insecurity felt by employees, the smaller the level of OCB shown by them. Conversely, if employees feel a lower level of job insecurity, the higher the OCB they show. Abstrak Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela karyawan yang tidak terikat tanggung jawab formal, tanpa mengharapan imbalan. Salah satu elemen yang dapat memengaruhi OCB adalah job insecurity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara job insecurity dengan OCB pada karyawan di PT. Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan metode random sampling yang dimana subjek diambil dari kesuluruhan populasi sebanyak 73 karyawan. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil koefisien korelasi sebesar -0,614, hal ini menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi penelitian ini terdapat hubungan negatif dengan taraf signifikasi sebesar p=0,000<0,01. Artinya, semakin besar job insecurity yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin kecil tingkat OCB yang ditunjukkan oleh mereka. Sebaliknya, jika karyawan merasakan tingkat job insecurity yang lebih rendah, maka OCB yang mereka tunjukkan akan semakin tinggi.
Psychological well-being pada pensiunan: Bagaimana peran gratitude? Pertiwi, Destria Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11744

Abstract

Abstract Retirement is the transition period of an individual from work to a time when productivity will decrease as a result of the termination of work at a fixed age, so that an individual undergoes changes such as roles, desires, and lifestyle changes. Psychological well-being is defined as a condition in which a person is not only free from stress and mental problems, but also has a healthy and well-functioning psychological condition. This research aims to find out the relationship between gratitude and psychological well- being at retirement. The research subjects in this study were pensioners in the Telkom Pensioners Association (P2TEL) of West Surabaya, which numbered 84 people so this study uses a population study method. This research has two instruments namely a scale of gratitude with psychological well-being. This research is a type of quantitative research using the product moment correlation method with the help of SPSS 25 for windows. The result of a correlation coefficient of 0.260 shows that the level of the correlations of this study has a positive relationship with the degree of significance of 0.017 (p<0.05). This means that the higher the rate of gratitude of retirees, the higher will be the level of psychological well-being experienced by pensioners. Abstrak Masa pensiun adalah masa peralihan individu dari bekerja ke masa yang akan berkurangnya produktivitas karena pemberhentian kerja sesuai batas umur yang telah ditentukan, sehingga individu mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan peran, keinginan, dan cara pola hidup. Adanya psychological well-being atau kesejahteraan psikologis membuat individu menyadari akan potensi diri yang dimiliki, peningkatan hubungan interpersonal yang positif, dan kejelasan tujuan hidup seseorang. Psychological well-being didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang tidak hanya terbebas dari tekanan dan masalah mental, tetapi juga memiliki kondisi psikologis yang sehat dan berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada pensiunan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para pensiunan di Persatuan Pensiunan Telkom (P2TEL) Surabaya Barat yang berjumlah 84 orang sehingga penelitian ini menggunakan metode studi populasi. Penelitian ini memiliki dua instrumen yaitu skala gratitude sebagai variabel bebas dan skala psychological well-being variabel terikat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional product moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,260 hal ini menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi penelitian ini terdapat hubungan yang positif dengan taraf signifikansi sebesar 0,017 (p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin tinggi tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin rendah tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan.
Penyesuaian diri pada remaja yang tinggal di ekslokalisasi: Apakah self-esteem berhubungan dengan penyesuaian diri pada remaja yang tinggal di ekslokalisasi? Puspita, Anggun; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11748

Abstract

Abstract This study focuses on assessing the relationship between self-esteem and self-adjustment among adolescents living in ex-localities. The approach applied in this research is a quantitative approach. The research sample consists of adolescents aged 17 to 20 years residing in ex-localities. Data were collected using Likert scales, which included scales for self-esteem and self-adjustment. The method used for data analysis is the Product Moment correlation. The analysis results show a correlation coefficient (r) of 0.728 with a p-value of 0.000, which is less than 0.005. These findings indicate a significant positive relationship between self-esteem and self-adjustment among adolescents in ex-localities. Therefore, the hypothesis identified in this study is accepted. Abstrak Penelitian ini berfokus pada penilaian hubungan antara self-esteem dan penyesuaian diri di kalangan remaja yang tinggal di ekslokalisasi. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 17 hingga 20 tahun yang berada di ekslokalisasi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mencakup skala harga diri dan penyesuaian diri. Metode yang diterapkan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,728 dengan nilai p = 0,000 yang kurang dari 0,005. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-esteem dan penyesuaian diri di kalangan remaja ekslokalisasi. Oleh karena itu, hipotesis yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat diterima.
Hubungan antara strategi koping dengan kontrol diri ilustrator Marceline, Azka; Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11769

Abstract

This research aims to examine the relationship between coping strategies and self-control among illustrators. In the analysis, self-control is treated as the independent variable, while coping strategies are considered the dependent variable. The research method used is quantitative correlational. The sampling technique applied is purposive sampling with a minimum of 234 members of the Ilustrasee community aged 15–25 years. This study uses two instruments: the self-control scale and the coping strategy scale. The data were analyzed using the Pearson correlation test with the assistance of SPSS software version 25 for Windows. The analysis results showed a correlation coefficient of 0.537, indicating a positive relationship between self-control and coping strategies at a significance level of 0.000 (p = 0.05). Therefore, the higher someone’s self-control, the higher their coping strategies, and vice versa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara strategi koping dan kontrol diri pada ilustrator. Dalam analisisnya, kontrol diri dijadikan variabel independen sedangkan strategi koping sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Teknik sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan jumlah minimal 234 anggota komunitas Ilustrasee yang berusia 15-25 tahun. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu skala kontrol diri dan strategi koping. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 for Windows. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,537, yang mengindikasikan adanya hubungan positif antara kontrol diri dan strategi koping pada tingkat signifikansi 0,000 (p=<0,05). Maka dari itu, semakin tinggi kontrol diri seseorang, semakin tinggi pula strategi koping yang dimiliki dan sebaliknya.

Page 2 of 3 | Total Record : 29