cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
GHIBAH VIRTUAL DALAM MEDIA SOSIAL MENURUT IMAM AL-QURTUBI DALAM TAFSIR AL-JAMI’LI AHKAM AL-QUR’AN Maha, Lasmini
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23451

Abstract

ABSTRAKGhibah Virtual merupakan komunikasi di era millenial sekarang menceritakan melalui sosial media baik itu di instagram, facebook, watssap maupun line dll. yakni menceritakan tentang keburukan seseorang yang tidak berada ditempat yang sama, baik menyebutkan aib badannya, keturunannya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya dan urusan dunianya. Mengingat efek dari perbuatan ghibah ini dapat menimbulkan perpecahan, perkelahian bahkan bisa memicu untuk saling membunuh karena ghibah tersebut. Semua amal perbuatan kita selama hidup di dunia ini tentu tidak akan luput dari pengawasannya. Termasuk perbuatan ghibah ini, meskipun kita melakukan ghibah secara sembunyi-sembunyi namun tetap tidak akan luput dari pengawasan Allah SWT. Adapun tujuan dari penelitian untuk Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan ghibah di media social menurut imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini sebagaimana pendapat Imam Al-Qurtubi seseorang yang melakukan ghibah laksana orang tersebut memakan bangkai. Sebagai manusia yang berakal sehat tentu akan menolak untuk memakan bangkai seseorang. Oleh karenanya, sebagai orang yang berakal sehat tentu akan memelihara diri dari perbuatan ghibah. Sebab perbuatan tersebut dapat membuat hati menjadi kotor, memunculkan pertikaian antara sesama serta dapat memutuskan hubungan kasih sayang antara manusia. Keterangan didalam Al-Qur’an mengenai larangan berbuat ghibah terdapat dalam Q.S Al-Hujurat ayat 12. Dimana dalam skripsi ini dapat menjadi pengetahuan luas dalam menggunakan media sosial terkait ghibah virtual itu termasuk perbuatan tercela.Kata Kunci : Ghibah Virtual,Social Media,Imam Al-Qurtubi
Korelasi Fenomena Gempa Bumi Dengan Perbuatan Manusia Dalam QS. Asy-Syura/42:30 Nafsiah, Nafsiah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23452

Abstract

Abstrak Dalam kajian teologis, Islam memberikan pemahaman bahwa bencana alam merupakan musibah yang sering kali dikaitkan dengan dosa yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Penelitian ini membahas tentang korelasi fenomena gempa bumi dengan perbuatan manusia dalam QS. asy-syura/42: 30, dengan tujuan agar mengetahui bagaimana ajaran Islam memandang musibah sebagai konsekuensi dari perbuatan manusia yang melanggar etika lingkungan, serta menghubungkan fenomena gempa bumi dengan perbuatan destruktif manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan mengumpulkan data melalui artikel, penafsiran Alquran oleh para ulama, serta karya intelektual para ilmuwan atau cendekiawan yang telah diuji dan dianggap relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana alam, termasuk gempa bumi merupakan salah satu akibat dari perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam sesuai dengan ajaran Islam. Perbuatan manusia berupa eksploitasi sumber daya alam, serta praktik destruktif lainnya seperti fracking, pertambangan dan peledakan besar-besaran dapat mempengaruhi kestabilan tanah dan struktur geologis gunung yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Kata Kunci: Gempa bumi, Bencana Alam, Alquran.
Tradisi Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam Dalam Perspektif Alquran Surah Almaidah/5: 35 Islaila, Tri
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23453

Abstract

AbstrakAlquran mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perjalanan spiritual yaitu suluk. Penelitian ini membahas tentang tradisi suluk tarekat Naqsabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam dalam perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35, dengan tujuan mengetahui apa saja praktik yang dilakukan selama suluk dan bagaimana perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35 terhadap praktik suluk tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah agar menambah kecintaan kepada Allah SWT.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat lapangan (Field Reserch) dan kepustakaan (Library Reserch), dengan mengumpulkan data melalui wawancara, dokumentasi dan menggunakan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktik suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam adalah bai’at, solat, puasa, rabiṭah mursyid, tawajjuh, zikir dan khatam. Praktik ini sudah sesuai dengan konsep mendekatkan diri kepada Allah dalam Alquran surah Almaidah/5: 35, yaitu dengan mencari jalan menuju Allah, mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.Kata Kunci: Suluk, Dayah Hidayatullah, tarekat Naqsyabandiyah.  
MUNASABAH KISAH NABI MUSA DENGAN FIR’AUN, HAMAN DAN QARUN ANTISIPASI DALAM KEHIDUPAN KONTEMPORER (KAJIAN TEMATIK QOSOSUL QUR’AN) Dita Aurellya, Sheila
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23449

Abstract

Abstrak Terjadinya kejadian di masa lampau tak lepas dari sebab dan akibat sehingga menimbulkan terjadinya suatu kejadian. Selayaknya dengan kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, Haman dan Qorun yang ditenggelamkan Allah dikarenakan tingkah laku ketiga tokoh tersebut yang dilaknat oleh Allah. Kejadian ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi pula di masa sekarang walaupun dengan bentuk yang berbeda. Adanya berbagai pemahaman di masa sekarang dapat memicu timbulnya Fir’aunisme, Hamanisme hingga Qorunisme. Pemicu-pemicu inilah yang menjadi kekhawatiran akan terjadinya kejadian yang sama persis dengan kejadian di masa lampau. Hal ini disebabkan pula dikarenakan lebih mengutamakan pendapat manusia di atas segala-galanya daripada merujuk kembali pada tuntunan yang telah diturunkan kepada umat manusia yakni Alqur’an. Dengan demikian, sudah seharusnya kita untuk kembali kepada petunjuk yang diturunkan sebagai pedoman di dunia yaitu Alqur’an. Bahwa dengan memahami kisah-kisah umat terdahulu dapat menjadikan kita pribadi yang lebih ter-arah dan jauh dari hal-hal yang tidak baik. Temuan studi ini antara lain sebagai berikut : Terdapatnya munasabah atau keterkaitan antara kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, Haman dan Qorun dengan kehidupan saat ini. Yakni beberapa aspeknya adalah pemikiran materialistrik Qorun, praktik politik devide et impera Fir’aun dan tuna moral Haman. Kemudian, kisah-kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, Haman dan Qorun tersebar dalam beberapa surah di Alqur’an. Dan kebenarannya telah diteliti oleh para Mufassir yakni Ibnu Katsir, M.Quraish Shihab. Tokoh ilmuwan eropa yaitu Prof. Dr. Maurice Bucaille, dan Ahli sejarah yakni Louy Fatoohi. Mereka semua sepakat akan kebenaran kisah Nabi Musa yang kini sudah seharusnya kita renungkan makna dibaliknya. Maka, dengan dilakukannya studi ini dapat kita ketahui pula bahwa terdapat antisipasi yang dapat dilakukan dalam usaha menghindari kejadian yang di masa lampau terulang kembali, yakni dengan membentuk pribadi yang Istiqamah dunia akhirat, membentuk pribadi yang selalu bersyukur, menghindari sifat diktator dan mengimbangi kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual.Kata Kunci: Kisah Nabi Musa, Fir’aun, Haman, Qorun, Kehidupan Kontemporer  
Kearifan Lokal dalam Tradisi Jawa menurut Tafsir al-Ibriz Mahabatul Ainiah, Eka
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23450

Abstract

Abstrak Kitab al-Ibriz li Ma’rifat Tafsir al-Qur’an al-Azīz adalah tafsir yang erat kaitannya dengan budaya lokal Jawa, ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan Arab Pegon dan aksara Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis melalui library research. Sumber data utama berasal dari kitab al-Ibriz, sementara sumber sekunder meliputi buku, jurnal, tesis, dan penelitian lain yang relevan. Penelitian ini menganalisis pandangan Kiai Bisri Mustofa terhadap tradisi Jawa, seperti jimat, nyekar, kejawen, dan sesajen. Kiai Bisri tidak menolak tradisi-tradisi tersebut secara mutlak, namun memberikan arahan agar praktik-praktik ini disesuaikan dengan ajaran tauhid dan syariah Islam. Tradisi yang berpotensi bertentangan dengan prinsip Islam, seperti animisme dalam jimat dan sesajen, perlu diperbaiki. Namun, nilai-nilai positif dalam tradisi nyekar, seperti penghormatan kepada leluhur, serta filosofi keseimbangan hidup dalam Kejawen, masih dapat dipertahankan. Secara keseluruhan, Kiai Bisri mendorong terciptanya akulturasi yang seimbang antara Islam dan kearifan lokal Jawa, memungkinkan integrasi tradisi lokal ke dalam ajaran Islam tanpa merusak esensi agama. Pendekatan ini mempermudah penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama mereka anut. Kata Kunci: Tafsir al-Ibriz, Kiai Bisri Mustofa, Kearifan Lokal, Akulturasi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5