cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech" : 17 Documents clear
PENGURANGAN BULLWHIP EFFECT PADA RANTAI PASOK LEVEL DISTRIBUTOR DI UD. MILIAN FURNITURE Akhmad Hariadi
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1416

Abstract

Salah satu kendala dalam sistem distribusi biasa disebut dengan istilah Bullwhip Effect.UD. Milian Furniture memiliki permasalahan pada distributor yang seringkali mengalami amplifikasi permintaan pada periode tertentu seperti jumlah permintaan lebih tinggi dari persediaan (jenis A) dan tingginya jumlah order dibanding penjualan (jenis B) di distributor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai, penyebab dan usulan solusi mengurangi terjadinya Bullwhip Effect. Penelitian ini menggunakan Metode Periodic Review, metode ini adalah salah satu teknik untuk meminimalkan terjadinya distorsi informasi dengan mengumpulkan data penjualan yang memungkinkan distributor dapat mengurangi bullwhip effect dengan meramalkan data penjualan di periode sebelumnya. Hasil penelitian diperoleh, perhitungan Bullwhip Effect periode Nov 2017-Okt 2018. Untuk kursi jati : Nov-Jan (1,5323), Feb-Apr (1,5753), Mei-Jul (0,5925), Agu-Okt (1,8043). Untuk kursi pinus : Nov-Jan (0,5196), Feb-Apr (0,9116), Mei-Jul (1,6598), Agu-Okt (1,2466).Hal ini disebabkan oleh ramalan permintaan yang kurang akurat, tidak adanya koordinasi data permintaan produk antara agen supply chain, sehingga sulit untuk mengkontrol permintaan dari konsumen. Cara yang mungkin efektif untuk mengurangi bullwhip effect antara lain dengan menerapkan metode periodic review sehingga safety stock dapat diatur, melakukan koordinasi permintaan pasar antara distributor dan ritel. Pada penelitian ini hanya fokus pada evaluasi terhadap distributor, disarankan untuk penelitian selanjutnya mengevaluasi terhadap ritel.
MENGUKUR KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI DESA KARANGKATES KECAMATAN SUMBERPUCUNG Ahmad Anca Pratika Isandi
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1417

Abstract

Desa Karangkates adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Malang yang masuk di Kecamatan Sumberpucung. Pelayanan administrasi yang diselenggarakan oleh Desa Karangkates yang masing-masing Surat memiliki fungsi yang berbeda, aparatur desa belum mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan desa, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah sesuai dengan harapan dan keinginannya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu melakukan analisa mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung dengan menggunakan metode service quality.Populasi dalam penelitian ini 2509 KK maka pengambilanjumlahsampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Variabel penelitian dengan mengidentifikasikan lima dimensi kualitas layanan dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah berupa kuesioner. Kelima dimensi kualitas pelayanan tersebut masing-masing dimensinya diwakili oleh beberapa pertanyaan yang berjumlah seluruhnya 21 pertanyaan. Untuk menentukan skor digunakan skala Likert, dimana penilaian kepuasan (harapan dan kenyataan) diberikan bobot satu sampai dengan lima. Uji instrument dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, nilai service qualityyang diperoleh dari pengukuran layanan Desa Karangkates sebagai berikut : Reliability (Kehandalan) sebesar 0,325 yang terdiri dari Profesionalisme petugas, Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, Kedisiplinan petugas, Ketepatan jadwal layanan, Tersedianya pelayanan online; Responsiveness (Ketanggapan) sebesar 0,88 yang terdiri dari Pelayanan cepat, Petugas segera menangani, Sigap dalam menanggapi keluhan, Tanggapan dalam menghadapi masalah yang timbul; Assurance (Jaminan) sebesar 0,377 yang terdiri dari Pengetahuan dan ketrampilan petugas, Mutu pelayanan, Tanggung jawab petugas, Keramahan dan kesopanan petugas; Empathy (Kepedulian) sebesar 0,487 yang terdiri dari Petugas memberikan waktu pelayanan yang cukup, kepedulian petugas terhadap kebutuhan anda, perhatian secara individu kepada anda, kemudahan berkomunikasi atau menghubungi petugas; Tangible (Nyata) sebesar 0,658 yang terdiri dari Kemudahan prosedur pelayanan, Kejelasan dan kepastian petugas, kemudahan mendapatkan informasi, Petugas Desa selalu ada. Atribut yang memiliki nilai negative sebagai berikut: Reliability (Kehandalan) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sebesar (-0,153); Tersedianya pelayanan online sebesar(-0,018); Assurance (Jaminan) Pengetahuan dan ketrampilan petugas sebesar (-0,054).
PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI UD. MILLIAN FURNITURE Achmad Rully Amrulloh
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1418

Abstract

UD Millian furniture memproduksi furniture dengan proses pembuatan dilakukan oleh manusia dengan dibantu mesin. Dalam aliran produksi tersebut terlihat adanya suatu lintasan produksi pada operasi kerja dalam stasiun kerja tidak seimbang karena adanya penumpukkan material dibeberapa stasiun kerja sehingga dapat menimbulkan keterlambatan pada lintasan produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Seperti pada data survey yang menunjukkan pada bulan Mei permintaan 20 unit sedangkan hanya dapat memproduksi 15 unit.Untuk mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi tersebut pada UD Millian Furniture, maka akan dilakukan penelitian untuk menyeimbangkan lintasan produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Metode yang digunakan adalah Rank Position Weight yang dan Metode Region Approach. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini berupa usulan pemilihan solusi terbaik dalam mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi pada UD millian Furniture.Dalam penelitian ini ditemukan bahwa dalam menggunakan metode Rank Position Weight menghasilkan 6 stasiun kerja dengan waktu proses 368 menit, balance delay 24%, efisiensi sistem 76%, output produksi 33 unit/bulan. Sedangkan dalam menggunakan metode Region Approach menghasilkan 7 stasiun kerja dengan waktu proses 322 menit, balance delay 26%, efisiensi sistem 74%, output produksi 38 unit/bulan. Dari uraian tersebut menjelaskan bahwasannya menggunakan metode Rank Position Weight merupakan usulan terbaik dalam menangani masalah keseimbanganh lintasan produksi pada UD Millian Furniture karena memiliki balance delay terkecil.
PENERAPAN SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESMENT TECHNIQUE (SWAT) DAN WORK SAMPLING DALAM PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL KASIR [STUDI KASUS DI MINIMARKETABC – KEC. LOWOKWARU, MALANG Alfian Ilham Maulana
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1419

Abstract

Didalam perkembangan setiap lini bisnis pasti memikirkan bagaimana produktifitas, efisiensi dan efektifitas dalam pekerjaan agar terjaga secara maksimal, dikarenakan mampu mengangkat profit dan citra dari bisnis tersebut. Minimarket ABC merupakan salah satu gerai jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia.Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya.Dalam penelitian ini terdapat 10 minimarket ABC di kecamatan Lowokwaru – Malang yang dijadikan sebagai tempat penelitian.Para pekerja di minimarket ABC Kecamatan Lowokwaru - Malang memiliki pembagian jam kerja sebanyak 2 shift dan dalam satu shift tersedia 2 karyawan (kasir dan inventory) yang bertugas.Objek yang dijadikan bahan penelitian adalah 20 kasir. Permasalahannya adalah ketika tidak sesuainya harga antara yang ada di rak dengan yang ada di sistem informasi harga sehingga akan minimbulkan complain dari konsumen dan masalah selanjutnya adalah ketika barcode tidak terscan dengan baik yang akan berdampak pada proses transaksi yang lebih lama.Untuk itu perlu dilakukan penelitian guna mengukur beban kerja dan produktifitas dari kasir.Metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja dan produktifitas kasir minimarket ABC menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) dan Work sampling. Hasil SWAT menunjukan bahwa faktor time load (T) merupakan faktor yang dominan mempengaruhi beban kerja kasir dikarenakan kasir dituntut dalam hal waktu untuk melakukan proses transaksi secara cepat. Hasil work sampling menunjukan bahwa sebagian besar kasir melakukan kegiatan non produktif selama jam kerja melebihi allowance yang diberikan. Hanya kasir no 4 dan 8 saja yang memanfaatkan seluruh waktu kerja untuk melakukan kegiatan produktif. Berdasarkan hasil penelitian ini perusahaan diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara memperhatikan kenyamanan dan kinerja karyawan.
MENENTUKAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA DENGAN METODE FTE ( Full Time Equivalent) PADA PEKERJAAN SHUTDOWN DI PT PATRIATAMA MANDIRI MAKASSAR Angga Febriantoro
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1420

Abstract

Pada PT Patriatama Mandiri Makassar terdapat pekerjaan shutdown yaitu pekerjaan pemeliharaan mesin pabrik yang di lakukan selama mesin pabrik berhenti beroperasi. Pada pekerjaan shutdown yang berdasarkan hasil survey lapangan terjadi permasalahan yaitu keterlambatan pekerjaan sebesar 10% dari nilai penawaran pekerjaan yang diakibatkan dari kurangnya tenaga kerja pada pekerjaan shutdown. Metode yang digunakan adalah FTE ( Full Time Equivalent). Metode berdasarkan waktu kerja setiap jabatan pada suatu proyek atau pekerjaan. Jumlah tenaga kerja yang akan diteliti berjumlah 10 orang pada pekerjaan shutdown..Pada metode FTE untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja dengan mengumpulkan data yang di lakukan secara observasi dan wawancara.Setelah kecukupan data dilakukan ke perhitungan FTE yang menghasilkan nilai FTE berupa beban kerja.Beban kerja yang dimaksud adalah 100% mewakili untuk 1 orang apabila lebih dari 100% maka jumlah tenaga kerja dapat ditambah dan dapat juga tidak ditambah sesuai dengan beban kerja. Tenaga kerja yang di teliti adalah Project Manager, Skil/Foreman, Helper.
PENGUKURAN BEBAN KERJA KARYAWAN DENGAN METODE SWAT PADA DEPARTEMEN GUDANG LOGISTIK DI PT. SUMALINDO LESTARI JAYA GLOBAL. TBK Danang Adi Wijaya
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1421

Abstract

Era persaingan global menyebabkan persaingan antara perusahaan semakin ketat, dan tutntutan profesionalitas yang semakin tinggi juga banyak menimbulkan tekanan-tekanan yang harus dihadapi oleh karyawan. Dalam melakukan proses produksi pada suatu perusahaan, seringkali timbul permasalahan kelelahan terutama pada sumber daya manusia. Seperti kelelahan fisik dan kelelahan mental, sehingga dapat menimbulkan kecemasan dalam pekerjaan.Oleh karena itu diperlukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui tingkat kelelahan karyawan. Penelitian ini memakai metode SWAT untuk mengukur beban kerja mental.Pada beberapa penelitian sejenis metode ini telah digunakan untuk mengetahui beban kerja mental karyawan pada berbagai jenis pekerjaan. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung pada karyawan bagian departemen gudang logistik.Selanjutnya sejumlah 8 karyawan sebagai responden dalam penelitian ini diminta untuk mengurutkan 27 lembar kartu SWAT yang terdiri dari time effort dan stress (T.E.S), hasil pengurutan kartu SWAT di analisi menggunakan software DosBox 0.74 , kemudian dilakukan konversi nilai dari time effort dan stress (T.E.S) Berdasarkan perhitungan beban kerja mental karyawan departemen gudang logistik PT Sumalindo Lestari Jaya Global .Tbk, faktor yang paling berpengaruh adalah faktor time dengan nilai 66.83%, faktor effort dengan nilai 17,88% dan faktor stress dengan nilai 15.29%. Untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan jumlah responden lebih besar sehingga memberikan hasil lebih variatif.
PENINGKATAN KAPASITAS PEMELIHARAAN UNTUK MENURUNKAN ANTRIAN PESAWAT TERBANG DI LANUD ABD. SALEH MALANG Dzikri Kumayan Waylangi
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1422

Abstract

LanudAbd. Salehmerupakansalahsatulandasanudara yang berfungsiuntukmelakukanpemeliharaandanperawatpesawatterbang. Adanyaantrianpesawatterbangmengindikasikanbahwaperlumelakukanpeningkatankapasitaspemeliharan. Olehkarenaitupentinguntukmelakukanpenelitian yang bertujuanmeningkatkankapasitaspemeliharaanuntukmenurunkanantrianpesawatterbang.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahpenjadwalansecaraseridanparalel. DimanadalampenjadwalanserimenggunakanMs. Projectuntukmemetakanpekerjaanpemeliharaan. SedangkandalampenjadwalanparalelmenggunakanarenauntukmensimulasikanpemeliharaanberdasarkanhasilpengolahanMs. Project. Setelahitumelakukanperbandinganwaktupemeliharaansecaraseridanparaleluntukmngetahuipeningkatankapasitasdanefesiensipemeliharaanselama 1 tahun.Daripengolahan data yang dilakukan, jumlahpesawat yang berhasildipeliharaselama 1 tahunadalah 3 unit. Sedangkanjumlahpeswat yang berhasildipeliharasecaraparaleladalah 8 unit. Sehinggapeningkatankapasitaspemeliharaanadalah 5 unit pesawatterbangdalam 1 tahun. Denganefisiensiwaktupemeliharaansebesar 61,3%
PENERAPAN SIX SIGMA PADA CV. HUTAN RIMBA Emmanuel Edward
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1423

Abstract

CV hutan Rimba adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pallet kayu. Berdasarkan hasil penelitian awal permasalahan yang dihadapi adalah adanya kecacatan bahan baku.Cacat yang dimaksud adalah terdapat perbedaan dimensi dimana dimensi kayu melebihi atau tidak mencapai standard yaitu 120 cm, selain kayu pecah, dan kayu terdapatnya mata kayu. Jumlah kecacatan bahan baku adalah 299 unit dengan jenis kecacatan tertinggi yaitu perbedaan dimensi kayu sebesar 151 unit, kayu pecah sebesar 85 unit dan terdapatnya mata kayu sebesar 63 unit. Dimensi kayu yang tidak mencapai standard akan menyebabkan bahan baku menjadi waste karena tidak sesuai ukuran pallet yang dibutuhkan, sedangkan ukuran kayu yang melebihi standard akan membuat kayu harus dilakukan pemrosesan kembali sehingga menghambat waktu proses produksi. Kayu yang pecah akan menjadi cacat karena tidak bisa digunakan kembali sedangkan cacat pada mata kayu akan menyulitkan pada saat dilakukan pemrosesan. Oleh karena terdapat banyak kecacatan pada bahan baku, maka perlu dilakukannya upaya perbaikan untuk meminimalisir bahan baku yang cacat. Salah satu upaya perbaikan yang bisa digunakan adalahdengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Dari hasil penelitian yang dilakukan, tingkat sigma bahan baku di CV Hutan Rimba sebesar 3.2 dengan kemungkinan kerusakan sebesar 36913 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian kualitas bahan baku di CV Hutan Rimba perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan mutu. Untuk itu diperlukan SOP dalam penerimaan bahan baku dari supplier, Sedangkanuntuk pemilihan supplier dapat dilakukan dengan metode AHP dalam mencari supplier terbaik.
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN TIRTO PARK DI DESA TUNJUNGTIRTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Fachri In’am Sutanto
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1424

Abstract

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan.Pada Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang akan membangun taman Desa yaitu TIRTO PARK dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bias digunakan sebagai wahana wisata, pusat kebugaran, wahana edukasi, bagi masyarakat Desa Tunjungtirto dan masyarakat umum.Penelitian ini menggunakan Analisis Kelayakan yang bertujuan analisis kelayakan pembangunan TIRTO PARK di Desa Tunjungtirto yang sesuai. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pembangunan TIRTO PARK ini dalam aspek-aspek yang bersangkutan untuk aspek pasar dan pemasaran dikatan layak, aspek finansial pembangunan TIRTO PARK ini membutuhkan biaya Rp 839.130.000 yang bisa kombinasikan dari pendapatan Desa dengan pinjaman bank atau menggunakan dana desa yang ada dan layak untuk direalisasikan, aspek teknis dapat dikatakan layak, aspek manajemen dan organisasi dapat dikatakan layak, aspek ekonomi dan sosial dapat dikatakan layak, dan aspek hukum dikatakan tidak layak karena legalitas yang belum lengkap dalam melakukan pembangunan TIRTO PARK. Segera direalisasikan pembangunan TIRTO PARK karena antusias masyarakan yang ingin mengggunakan fasilitas yang ada.Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tunjungtirto.Melengkapi legalitas untuk perijinan pembangunan TIRTO PARK agar tidak dituntut oleh pihak yang berwajib.
ANALISIS PERENCANAAN AGGREGATE PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE HEURISTIK DI UD BERKAH Fitri Novinda Febra Sari
Jurnal Valtech Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i1.1425

Abstract

Semakin ketat dan kompetitifnya persaingan industri di Indonesia menuntut para pelaku bisnis untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di segala bidang. Begitu pula yang terjadi pada UD. Berkah yang bergerak pada industri kuliner dengan menghasilkan keripik. Seiring dengan permintaan yang cenderung meningkat, maka permasalahan yang berkaitan dengan produksi mulai muncul. Salah satunya adalah ketidakseimbangan kapasitas produksi dengan permintaan konsumen, karena selama ini perusahaan melakukan penjadwalan produksi berdasarkan pengalaman dan perkiraan periode sebelumnya tanpa ada perhitungan yang sistematis. Perencanaan produksi usulan pada penelitian ini dimulai dengan peramalan permintaan dengan menggunakan metode naïve method, moving average, weight moving average, exponential smoothing, exponential smoothing with trend, linear trend line model, linear regression, multiplicative decomposition, dan additive decomposition. Dari 9 (Sembilan) metode tersebut dipilih metode linear regression dengan nilai mean absolute percentage error (MAPE)terkecil yaitu sebesar 2,516 %, kemudian hasil peramalan tersebut digunakan sebagai data permintaan dalam perencanaan produksi aggregate. Hasil perencanaan produksi aggregate dengan metode heuristik didapatkan perhitungan kapasitas produksi saat ini sebesar 15.496 ball dan kapasitas produksi yang dibutuhkan sebesar 8.548 ball, dan alternatif perencanaan aggregate diterapkan dengan metode heuristic meliputi chase strategy, inventory strategy,subcontract strategy dan mix strategy, untuk jadwal induk produksi disesuaikan dengan master production schedule alternatif chase strategy, dan selisih penghematan biaya produksi sebesar 54,64 % dengan total biaya produksi sebesar Rp.34.912.000, serta jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 2 orang.

Page 1 of 2 | Total Record : 17