cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech" : 30 Documents clear
PENGENDALIAN BAHAN BAKU SEPATU DAN PENJADWALAN PRODUKSI DI PT. KARYAMITRA BUDISENTOSA- PASURUAN, JAWATIMUR Ismira Diani Putri
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1487

Abstract

PT.Karyamitra Budisetosa merupakan perusahaan yang bergerak pada industri manufaktur pembuat sepatu, retail dan tranding untuk sepatu kulit.Permasalahan yang terjadi pada PT. Karyamitra Budisentosa ini adalah ketidak tepatan waktu pengiriman kepada konsumen. Hal ini disebabkan oleh jumlah bahan baku yang tidak memenuhi kapasitas produksi sehingga menyebabkan waktu proses produksi menjadi kurang efektif dan penjadwalan produksi yang kurang tepat.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah dapat menentukan perencanaan persediaan bahan baku dengan metode Material Requirement Planning (MRP) dan menentukan penjadwalan produksi dengan metode Dannenbring agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Dalam menentukan pengendalian bahan baku menggunakan teknik lot Economic Order Quantity (EOQ). Dan menentukan penjadwalan produksi dengan metode Dannenbring.. Dari Hasil perhitunganMaterial Requirement Planning (MRP) didapatkan bahwa perbandingan metode perusahaan dan Material Requirement Planning (MRP)dalam biaya bahan bakusebesar 29 % dimana hasil perhitungan biaya dengan metode Material Requirement Planning (MRP) memiliki biaya yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 2.096.971.586 . Sementara untuk penjadwalan produksi di dapatkan penjadwalan yang terbaik dengan urutan job yaitu dimana waktu total proses produksi sebesar 311 menit atau sama dengan 5,18 jam.
PERENCANAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI KEPENDUDUKAN “ ASIK “ Isyroqi Auzan Muharam
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1488

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi yang kian pesat menimbulkan suatu Revolusi baru yang berupa peralihan sistem kerja yang konvensional ke Era digital. Perubahan ini juga telah merubah cara pandang setiap orang dalam melakukan berbagai kegiatan salah satunya adalah pada kegiatan instansi pemerintah.Banyaknya data yang dikelola dan perlunya penyampaian Informasi yang cepat dalam kegiatan pelayanan administrasi kependudukan menjadikan teknologi Informasi sebagai media yang dianggap mampu dan handal untuk membantu dalam pengelolaan data dan penyajian Informasi yang cepat, mudah dan akurat.Penerapan teknologi Informasi ini diantaranya adalah penggunaan Sistem Informasi Kependudukan, Sistem Informasi Kependudukan adalah salah satu jenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu proses pengelolaan data pencatatan biodata penduduk pada salah satu instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang pelayanan administrasi kependudukan.Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan suatu aplikasi sistem informasi kependudukan dengan maksud untuk memberikan laporan kependudukan secara tetap dan cepat. Dengan menggunakan Borland Delphi 7.0 sebagai kompilernya dan SQL Server 2000 sebagai manajement database maka diharapkan aplikasi ini mampu mengatasi masalah yang terjadi pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI VULKANISIR MASAK DINGIN GUNA MEMINIMALKAN MAKESPAN DENGAN METODE CDS DAN IS DI PT.NUANSA BARU LAWANG MALANG Kariska Argiati Haningrum
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1489

Abstract

Suatu perusahaan didirikan tentu dengan tujuan untuk memperoleh profit dari proses yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut. PT. NUANSA BARU merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang vulkanisir ban .Perusahaan memproduksi 2 jenis ban vulkanisir yaitu masak dingin dan masak panas . Perusahaan menerapkan sistem penjadwalan FCFS (First Come First Served) yaitu job yang pertama kali datang yang pertama kali dilayani tetapi dalam memenuhi permintaan dari konsumen dirasa kurang efisien karena masih ada beberapa job yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang diinginkan oleh pemesan (customer) dan juga proses produksi menggunakan mesin yang sama secara bergantian untuk menyelesaikan 2 jenis ban, sehingga waktu pengiriman terlambat. Berdasarkan permasalahan tersebut menyebabkan makespan produksi yang berlebih ,maka perlu adanya suatu sistem penjadwalan yang baik. Penjadwalan produksi untuk menghitung nilai makespan dengan menggunakan dua (2) metode antara lain Ignall-Scharge, dan Campbell Dudeck Smith. Berdasarkan penelitian maka dapat diperoleh: Penjadwalan yang optimal atau hasil makespan minimum yaitu dengan menggunakan Metode CDS. Dengan urutan pengerjaan produk job yaitu ban bis kemudian ban truk dengan makespan 53020.83 menit, karena makespannya lebih kecil dibandingkan kondisi riil perusahaan yaitu sebesar 74058.62 menit, Dengan efesiensi persentase penghematan makespan sebesar 35 % dari kondisi semula menggunakan Metode Campblle Dudek Smith.
ANALISIS PEMILIHAN LOKASI KANTOR DAN WORKSHOP BARU MENGGUNAKAN METODE AHP PADA CV. YOUNG INTERIOR Mochammad Fauzan Al Ayubi
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1490

Abstract

Pemilihan lokasi usaha merupakan salah satu faktor penting dalam penentu keberhasilan suatu usaha. Permasalahan dalam pemilihan lokasi pada umumnya yaitu terdapat beberapa kriteria yang dibutuhkan dan beberapa alternatif lokasi yang masing-masing memiliki keunggulan dalam beberapa kriteria tertentu sehingga sering terjadi keraguan dalam pengambilan keputusan pemilihan lokasi usaha. Penelitian yang dilakukan pada CV. Young Interior ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi terbaik untuk kantor dan workshop baru dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan oleh pemilik perusahaan. Penelitian dilakukan dengan cara membobotkan beberapa kriteria yaitu biaya, fasilitas, aksesibilitas, dan potensi pertumbuhan. Hasil pembobotan kriteria diperoleh kriteria yang paling diprioritaskan dalam pemilihan lokasi yaitu kriteria aksesibilitas. Kemudian dilakukan pembobotan subkriteria dalam setiap kriteria sehingga diperoleh bobot dari masing-masing subkriteria. Selanjutnya dilakukan pembobotan alternatif dari setiap subkriteria dan dilakukan pembobotan menggunakan Software Expert Choice. Hasil pembobotan menunjukkan alternatif lokasi Dieng memiliki bobot keseluruhan tertinggi yaitu sebesar 0,381 sehingga Dieng terpilih menjadi lokasi baru CV. Young Interior.
RE LAYOUT GUDANG PRODUKSI PAVING MENGGUNAKAN ALGORITMA CRAFT DI PT.CONBLOC INDOTAMA SURYA PASURUAN Muhammad Khosyi Misbahuddin
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1493

Abstract

PT Conbloc merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang di kabupanten pasuruan. Produk yang dihasilkan PT conbloc yaitu paving. PT. Cobloc merupakan perusahaan yang pengelolaan tata letaknya masih kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari aliran perpindahan material, jarak pemindahan material yang tidak tertata dengan baik.PT.conbloc bisa menghabiskan biaya material handling sebesar Rp.440.00 selama 80 hari. Untuk mengatasi permasalahan mengenai tata letak fasilitas seperti yang terjadi pada PT.Conbloc, maka perlu perancangan ulang tata letak fasilitas ini dilakukan dengan menggunakanmetode Computer Relative Allocation of Facilities Technique (CRAFT). Selain itu juga menggunakan aplikasi bantuan yaitu Software Win QSB 2.0. Perancangan ulang tata letak fasilitas atau relayout ini pada akhirnya akan merubah beberapa posisi area fasilitas yang sesuai dengan perhitungan yang akan dilakukan, sehingga nanti dapat mengurangi jarak perpindahan bahan dan mengurangi biaya material handling pada perusahaan ini.Perbaikan Layout telah didaptakan relayout optimal perhitungan dengan menggunakan metode algoritma craft melalui aplikasi Win QSBdan menghasilkan penuruanan biaya ongkos material handling sebesar Rp. 204.977 atau mengalami penuruanan biaya 47% dari ongkos material hadling sebelum relayout Rp. 440.000 menjadi Rp. 235.023 setelah dilakukan relayout.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN APLIKASI LEAN MANUFACTURING PADA DIVISI PRODUKSI SEPATU DI PT.KARYAMITRA BUDISENTOSA Muhammad Rizal
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1495

Abstract

PT Karyamitra Budisentosa, Pandaan Jawa Timur merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi sepatu fashion wanita.PT Karyamitra Budisentosaselalu berusaha menghasilkan produksi sesuai dengan jumlah permintaannamun pada beberapa bulan tidak memenuhi jumlah target permintaan.Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengetahui penyebab pemborosan (waste) waktu dan memberikan usulan perbaikanyang terjadi pada proses produksi. Metode yang digunakan adalah value stream mapping danprocess activity mapping. Bedasarkan hasil penelitian ini padavalue stream mappingdidapatkan bahwa proses stiching memiliki waktu pengerjaan terlama yaitu 134 menit. Dari hasil analisis process activity mapping di dapatkanusulan perbaikan dengan penambahan jumlah mesin jahit upper sebanyak 2 unit untuk meminimasi waktu pengerjaan dibagian Stiching sehingga proses produksi sepatu dapat berjalan dengan lebih optimal. Setelah adanya penambahan jumlah alat jahit didapatkan penurunan waste delay dari 25% menjadi 13%. Sehingga persentase waktu delay mengalami penurunan dan persentase waktu operation menjadi meningkat.
PENJADWALAN PRODUKSI VULKANISIR BAN MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND BOUND DAN CAMPBELL DUDECK SMITH DI CV. NUANSA BARU Nindya Oktarina K.S
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1497

Abstract

Pada saat ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dengan persaingan yang semakin lama semakin berat, mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pada sistem proses produksi yang efektif dan efisien di perusahaan. CV. Nuansa Baru merupakan salah satu perusahaan ban yang bergerak di bidang vulkanisir ban. Perusahaan ini belum memiliki ketentuan penjadwalan yang baik dan benar dimana penjadwalan proses produksi yang digunakan masih secara manual, dan pengurutan job hanya berdasarkan intuitif. Setiap jenis ban yang akan divulkanisir memiliki komponen penyusunan dan waktu proses operasi yang berbeda-beda. Adanya perbedaan waktu proses produksi tersebut, yang mengharuskan perusahaan untuk mampu menyusun jadwal produksi agar waktu penyelesaian semua pekerjaan (Makespan) yang dhasilkan minimal. Hal ini menyebabkan pembebanan (Loading) yang tidak seimbang. Sehingga menimbulkan banyak waktu yang terbuang untuk menunggu proses yang selanjutnya dan menyebabkan meningkatnya makespan proses produksi. Penjadwalan produksi untuk menghitung nilai makespan dengan menggunakan dua (2) metode antara lain Branch and Bound, dan Campbell Dudeck Smith. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai makespan pada penjadwalan produksi di CV. Nuansa Baru sebesar 832 menit atau sama dengan 13 jam,52 menit dengan urutan pengerjaan job job 1 – job 2. Dari perhitungan yang telah disampaikan didapatkan penjadwalan produksi dengan nilai makespan terkecil didapatkan menggunakan metode Campbell Dudeck Smithsebesar 432 menit atau sama dengan 7 jam, 12 menit.Perhitungan selisih antara metode perusahaan dengan metode usulan sebesar 400 menit atau sama dengan 6 jam,40 menit dan persentase sebesar 48,07 %.
PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA MESIN PRODUKSI OBAT-OBATAN[XYZ] Oka Rambuna
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1498

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan produktivitas dan penggunaan teknologi yang tinggi berupa mesin serta fasilitas produksi maka kebutuhan akan fungsi perawatan semakin bertambah besar. Pada XZ yang memproduksi Obat-Obatan dan Miniman Herbal Mix’s adanya permasalahan yang timbul khususnya terkait dengan kerusakan pada Mesin Filling, hal tersebut mengakibatkan jam berhenti (downtime) dan delay pada proses produksi sehingga kinerja mesin menjadi kurang efektif. Tujuan dilakukan penelitian yaitu dapat menentukan jadwal interval waktu perawatan dan mengetahui tindakan atau kegiatan perawatan yang harus dilakukan.Untuk mengatasi masalah tersebut dalam penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan perhitungan Failure Modes and Effect Analyze (FMEA). RCM didefinisikan sebuah proses yang digunakan untuk menentukkan apa yang harus dilakukan untuk perawatan mesin, sedangkan untuk FMEA diartikan sebagai metode untuk mengidentifikasikan bentuk kegagalan tertinggi pada setiap kerusakan mesin yang terjadi. Dari hasil perhitungan menggunakan FMEA dan RCM diperoleh hasil interval perawatan pada komponen Pompa Diafragma dengan interval perawatan selama 10,58 jam.
PERANCANGAN MESIN PEMBUAT MINUMAN KOPI YANG OTOMATIS DENGAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI Oktavianus Putra Bagus P
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1499

Abstract

Perkembangan teknologi telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan serta meringankan masalah yang ada seperti alat penyeduh minuman kopi, namun ada permasalahan yang terjadi yaitu pembuatan minuman kopi hitam yang membutuhkan waktu lama serta masih menggunakan mesin yang manual.Tujuan dalam pembuatan skripsi ini adalah untuk merancang dan membuat mesin minuman kopi dengan pengukuran antropometri serta merancang agar waktu yang dibutuhkan dalam membuat minuman kopi hitam tidak lama. Penulisan skripsi ini menggunakan metode antropometri dengan ukuran dimensi tubuh, menggunakan metode ini penulis mendapatkan hasil lebar bahu dijadikan untuk ukuran lebar mesin yaitu 30 cm, tinggi siku pada posisi berdiri digunakan untuk tinggi mesin yaitu 52 cm. Sedangkan dengan menggunakan metode stopwatch time study didapat waktu normal yang dihasilkan dengan mesin ini mencapai 1.03 menit/gelas sedangkan waktu baku yang dihasilkan adalah 1.11 menit/gelas.
PENGUKURAN WAKTU STANDARD DAN BEBAN KERJA UNTUK ALOKASI PENENTUAN JUMLAH PEKERJA HELPER DI PT. PJB UBJOM TUBAN R. Aditya Nurpratama
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1500

Abstract

PJB UBJOM Tuban adalah perusahaan pembangkit listrik dan anak perusahaan dari PT. PLN. Perusahaan ini memiliki 2 unit diantaranya terdiri dari mesin coal feeder yang berfungsi untuk menerima batubara dari silo dan mengontrol batubara yang dimasukkan ke mill atau pulverizer. Pada pekerja mesin coal feeder terdapat permasalahan yaitu kurangnya kebutuhan jumlah tenaga kerja dalam proses mengontrol jumlah batubara ke mill, sehingga mengakibatkan kehilangan daya beberapa mw jika terlalu lama pengerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode Time and Motion Study untuk mengukur waktu standard guna menentukan jumlah pekerja sehingga mengurangi jumlah daya yang hilang dan keterlambatan dalam proses mengontrol jumlah batubara ke mill atau pulverizer. Hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Time and Motion Study maka dapat disimpulkan target daya yang dihasilkan 323 mw/hari. Rata-rata daya yang hilang sebelum penambahan jumlah tenaga kerja sebesar 72,75 mw dengan waktu kerja rata-rata 24 menit. Dengan penambahan jumlah tenaga kerja sebanyak 3 orang jumlah daya yang hilang berkurang yaitu sebesar 43,95 mw dengan waktu kerja rata-rata yang lebih sedikit dari sebelumnya yaitu 14,5 menit.Berdasarkan Event Scoring pekerja Helper diketahui bahwa jumlah beban tertinggi terdapat pada semua aktivitas pekerjaandiketahui pekerja Helper pada aktivitas pekerjaan “Menurunkan Batubara” didapat beban kerja awal 161,4 yang dikerjakan 2 orang dengan rata-rata beban kerja 80,7, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 20,17 masuk dalam kategori ringan. Selanjutnya pada aktivitas pekerjaan “Mengeluarkan Batubara” didapat beban kerja awal 75,8 yang dikerjakan 1 orang dengan rata-rata beban kerja 75,8, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 37,9 masuk dalam kategori ringan. Kemudian pada aktivitas pekerjaan “Membersihkan mill” didapat beban kerja awal 68,1 yang dikerjakan 1 orang dengan rata-rata beban kerja 68,1, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 34,05 masuk dalam kategori ringan.

Page 2 of 3 | Total Record : 30