cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013)" : 6 Documents clear
ANALISA PERBANDINGAN METODE IMPEDANSI SINKRON, AMPER LILIT DAN SEGITIGA POTIER DALAM MENENTUKAN REGULASI TEGANGAN GENERATOR SINKRON DENGAN PEMBEBANAN RESISTIF, INDUKTIF DAN KAPASITIF Hanri Adi Hasibuan; A.Rachman Hasibuan
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.465 KB)

Abstract

ABSTRAK Generator Sinkron merupakan mesin listrik yang mengubah energi mekanis berupa putaran menjadi energi listrik. Dengan ditemukannya generator sinkron, telah memberikan hubungan yang penting dalam usaha pemanfaatan energi yang terkandung dalam batu bara, gas, minyak, air uranium kedalam bentuk yang bermanfaat yaitu listrik dalam rumah tangga dan industri. Pada makalah ini penulis membahas analisa perbandingan metode impedansi sinkron, amper lilit dan segitiga potier dalam menentukan regulasi tegangan generator sinkron dengan pembebanan resistif, induktif, dan kapasitif, dimana datanya sebagai berikut. Metode impedansi sinkron induktif : 75,27 % resistif : 34,41 % kapasitif : 1,89 % . Metode amper lilit induktif : 31,34 % resistif : 11,9 % kapasitif : -15,32 % . Metode potier induktif : 25,38 % resistif : 13,8 % kapasitif : 0 % jadi regulasi dengan menggunakan metode segitiga potier untuk beban resistif dan kapasitif lebih positif dari pada regulasi dengan metode amper lilit, untuk beban induktif metode potier memiliki nilai yang paling kecil. Namun metode setitiga potier merupakan metode yang paling akurat dari ketiga metode yang dipakai.  
ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH HUBUNGAN SHORT-SHUNT DAN LONG-SHUNT TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI Nur Yudha Utama Putra; Syamsul Amien
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.949 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas pengaruh hubungan short-shunt dan long-shunt terhadap regulasi tegangan dan efisiensi yang dihasilkan generator induksi penguatan sendiri beban resistif. Dimana rotor yang digunakan adalah jenis rotor sangkar-tupai dengan sumber eksitasi generator induksi tersebut berupa kapasitor yang terhubung delta dirangkai secara paralel dengan sistem. Untuk kompensasi tegangan keluaran generator induksi menggunakan kapasitor dan dirangkai secara seri pada sistem. Pengujian ini dilakukan pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU dengan beban 120W , 240W , 360W , dan 480W dimana besar nilai kapasitor eksitasi dan kompensasi yang digunakan adalah sama besar dan konstan . Hasil yang diperoleh untuk regulasi tegangan generator induksi hubungan short-shunt adalah  4.08% , 7.37% , 10.57% , dan 16.57% sedangkan pada generator induksi hubungan long-shunt ialah 8.8% , 12.71% , 13.96% ,  dan 21.79%. Terhadap efisiensi hasil yang diperoleh dari generator induksi hubungan short-shunt ialah 25.04% , 32.73% , 36.39% , dan 40.69% sedangkan pada generator induksi hubungan long-shunt adalah 9.65% , 12.41% , 11.97% , dan 15.51%. Atas perolehan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa saat generator induksi dihubungkan short-shunt akan memiliki regulasi tegangan dan efisiensi yang lebih baik dibandingkan saat dihubungkan long-shunt.
ANALISA PENGARUH BESAR NILAI KAPASITOR EKSITASI TERHADAP KARAKTERISTIK BEBAN NOL DAN BERBEBAN PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR (MISG) PENGUATAN SENDIRI Muhammad Habibi Lubis; Masjkur Sjani
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.164 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan salah satu penggerak yang paling sering digunakan dalam aplikasi industri. Disamping fungsinya sebagai penggerak, motor induksi juga dapat dijadikan sebagai generator atau sering  juga disebut dengan Motor Induksi Sebagai Generator (MISG). MISG  memiliki kekurangan dalam hal efisiensi dan regulasi tegangan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini akan menganalisis karakteristik motor induksi tiga fasa yang dioperasikan sebagai generator. MISG dioperasikan dalam keadaan beban nol dan keadaan berbeban dengan berbagai nilai kapasitor eksitasi yang telah ditentukan untuk mendapatkan parameter mesin. Dari hasil pengujian, nilai kapasitor eksitasi berbanding lurus dengan nilai tegangan yang dihasilkan, untuk C = 16 μF, tegangan yang dihasilkan V = 423 V, untuk C = 20 μF, tegangan yang dihasilkan V = 428 V, untuk C = 16 μF, tegangan yang dihasilkan V = 435 V. Diperoleh juga pada kondisi beban resistif dan putaran dijaga konstan maka regulasi dan efisiensi semakin kecil serta frekuensi dan slip yang dihasilkan konstan, yaitu 50 Hz dan -0,0167.
PENGARUH IMPEDANSI PEMBUMIAN MENARA TRANSMISI TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN SURJA PADA TIAP MENARA TRANSMISI Renhat Lasidos Dabalok; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.157 KB)

Abstract

IrPetir yang menerpa kawat tanah saluran transmisi menimbulkan tegangan lebih surja berupa gelombang berjalan yang merambat dari titik sambaran menuju menara transmisi berikutnya, selanjutnya akan merambat sampai ke pembumian menara tersebut. Adanya perbedaan impedansi surja pembumian menara dengan impedansi surja menara menyebabkan gelombang ini akan dipantulkan kembali ke puncak menara. Kemudian dari puncak menara gelombang tegangan surja dipantulkan lagi ke pembumian menara. Dengan demikian akan terjadi pantulan berulang di pembumian dan puncak menara. Pantulan-pantulan gelombang ini akan membuat tegangan pada isolator menara naik. Dalam tulisan ini akan diteliti bagaimana pengaruh impedansi pembumian terhadap distribusi tegangan surja petir pada tiap menara transmisi. Untuk melihat hal ini diadakan studi kasus pada Menara No. 70 s/d Menara No. 80 milik PT PLN Transmisi 150 kV Titi Kuning – Berastagi. Diperoleh bahwa semakin kecil impedansi pembumian maka tegangan isolator semakin kecil.   Kata Kunci: Impedansi pembumian, Tegangan Isolator
ANALISIS COVERAGE AREA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) 802.11b DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE Dontri Gerlin Manurung; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.836 KB)

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan teknologi jaringan komputer yang menggunakan media transmisi radio dengan memanfaatkan ruang bebas sebagai jalur transmisi. Dengan pemanfaatan ruang bebas sebagai jalur transmisi maka sinyal yang ditransmisikan sangat dipengaruhi oleh jarak, frekuensi, Tx power, sensitivitas penerima, dan gain antena sesuai standar WLAN 802.11b. Makalah ini menganalisis coverage area dan  menghitung nilai parameter lainnya seperti EIRP (Effective Isotropic Radiated Power), free space loss, receive level signal dengan menggunakan simulator Radio Mobile dan secara teoritis. Dari hasil analisis coverage area jaringan WLAN 802.11b menunjukkan komunikasi wireless sangat mungkin sukses sampai sekitar 3 km pada kondisi tanpa penghalang dengan Tx  power 0,1 watt dan gain antena 15 dBi. Terdapat perbedaan hasil perhitungan dengan menggunakan simulator dan secara teoritis disebabkan simulator Radio Mobile memperhitungkan rugi-rugi akibat kontur tanah lokasi sistem WLAN sedangkan  analisis secara teoritis memperhitungkan coverage area pada kondisi bebas pandang (line of sight) sehingga pengaruh ketinggian tanah tidak dapat ditunjukkan seperti pada hasil simulasi.
ANALISIS JARINGAN TRANSPORT BACKBONE LINK MEDAN – SUBULUSALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SDH DENGAN SERAT OPTIK Reni reni Risca; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.23 KB)

Abstract

Synchronous Digital Hierarchy (SDH) adalah protokol multiplexing standard yang berfungsi mentransfer bit-bit digital melalui serat optik menggunakan Light Amplification by Stimulate  Emition of Radiation (LASER) atau  Light Emiting Diode (LED). SDH merupakan salah satu pendukung dalam  jaringan transport atau perencanaan sebuah desain jaringan Metropolitan Area Network (MAN). Tujuan dari paper ini yaitu menganalisis jaringan transport backbone mulai dari daerah Medan sampai daerah Subulusalam menggunakan teknologi transmisi SDH dengan serat optik dengan cara mengukur parameter Probabilitas Ring dan Link Power Budget dengan menggunakan beberapa alat bantu analisis seperti OTDR dan Power Meter. Link tersebut mencapai target ketersediaan (Availability) yang diinginkan yaitu 99.88 % dengan  nilai total sambungan 85 splice dan nilai total redaman dari hasil pengukuran sebesar 60.4 dB  serta nilai total level margin sebesar 30.5 dB.

Page 1 of 1 | Total Record : 6