cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 38 (2016)" : 6 Documents clear
ANALISIS PERGESERAN ¼ λ DISTRIBUTED FEEDBACK LASER DIODA (DFB LD) PADA SERAT OPTIK Reviyana Sibagariang; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.026 KB)

Abstract

Teknologi serat optik merupakan media trasmisi yang menyediakan bandwidth dengan rugi-rugi yang kecil. Pada tulisan ini dibahas analisa pergeseran 1/4 λ (panjang gelombang) laser Distributed Feedback (DFB). Panjang gelombang yang dianalisa 1550 nm dalam pergeseran ¼ λ yang mana panjang gelombang yang dihasilkan pada setiap mode order yang sesuai dengan arah rambat panjang gelombang yang dihasilkan semakin besar dari panjang gelombang 1550 nm dan mempengaruhi redaman. Dari analisa yang dilakukan terhadap pergeseran λ/4, panjang gelombang yang dihasilkan 1550,04 – 1549,96 dengan redaman sekitar 0,2 dB/km (diperoleh dari grafik standar ITU-T). Ini menyatakan bahwa pergeseran 1/4 λ lebih baik dalam pengiriman data pada serat optik karena redamannya kecil.
STUDI POTENSI ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK MENGATASI DEFISIT PASOKAN TENAGA LISTRIK DI DAERAH SUMATERA UTARA Nanda Eka Perkasa Pane; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.786 KB)

Abstract

Peningkatan populasi manusia menyebabkan peningkatan permintaan akan hasil industri dan permintaan akan daya listrik. Peningkatan aktivitas perindustrian menyebabkan peningkatan jumlah limbah perindustrian, salah satunya adalah limbah industri pengolahan kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit (PKS) memiliki dua jenis limbah, yaitu limbah padat dan limbah cair. Tulisan ini membahas tentang pemanfaatan limbah padat dan limbah cair PKS sebagai sumber energi baru terbarukan. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data PKS milik PT Perkebunan Nusantara II (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara berupa jumlah unit dan kapasitas produksi PKS. Melalui data kapasitas produksi PKS dapat dihitung ketersediaan limbah PKS dan kemudian dapat dihitung energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan. Limbah padat PKS berpotensi membangkitkan daya listrik sekitar 3,61 MW sedangkan limbah cair PKS menghasilkan biogas yang berpotensi membangkitkan daya listrik sekitar 1,45 MW untuk PKS yang berkapasitas produksi 60 ton tbs/jam. Total potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari limbah PKS berkapasitas 60 ton tbs/jam adalah sekitar 5,06 MW. Adapun potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari limbah seluruh unit PKS adalah sekitar 115,95 MW. Biaya pembangkitan energi listrik berbahan bakar limbah padat PKS adalah sekitar Rp 714,64/KWh dan biaya pembangkitan energi listrik berbahan bakar biogas limbah cair PKS adalah sekitar Rp 1.106,04/KWh.
PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP ARUS BOCOR ISOLATOR PIRING JENIS PORSELEN TERPOLUSI ABU VULKANIK Obet Powell L Tobing; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.875 KB)

Abstract

Polutan yang menempel pada isolator dan keadaan udara di sekitar permukaan isolator akan mempengaruhi tahanan dan konduktivitas permukaan isolator. Perubahan tahanan dan konduktivitas permukaan isolator akan mempengaruhi arus bocor yang mengalir di permukaan isolator. Pada tulisan ini membahas tentang pengaruh kelembaban terhadap arus bocor isolator piring jenis porselen yang terpolusi abu vulkanik. Kelembaban udara di sekitar permukaan isolator dan kadar polutan berupa abu vulkanik yang menempel di permukaan isolator dibuat beragam. Isolator piring dikotori dengan abu vulkanik selama 10 detik. Kemudian, isolator yang sudah terpolusi abu vulkanik dimasukkan ke ruang pengujian dan dilakukan pengukuran arus bocor. Kelembaban udara di sekitar permukaan isolator dinaikkan secara perlahan mulai dari 73,1 %RH hingga 100 %RH dan dilakukan pengukuran arus bocor untuk berbagai tingkat kelembaban. Demikian seterusnya untuk lama pengotoran isolator yaitu selama 20 detik, 30 detik, 40 detik, 50 detik, dan 60 detik. Dari percobaan ini diperoleh bahwa penambahan kadar polutan berupa abu vulkanik yang menempel pada permukaan isolator mempengaruhi arus bocor yang mengalir di permukaan isolator. Meningkatnya nilai kelembaban di sekitar permukaan isolator mengakibatkan arus bocor yang mengalir di permukaan isolator semakin meningkat.
PERANCANGAN ALAT PENGSI BATERAI SMARTPHONE BERBAYAR DENGAN TENAGA SURYA Leonardo Hamonangan Girsang; T. Ahri Bahriun
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.594 KB)

Abstract

Sel surya fotovoltaik merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi sinar matahari secara langsung menjadi energi listrik. Teknologi panel surya dapat diaplikasikan sebagai sumber energi untuk mengisi baterai ponsel. Tulisan ini membahas perancangan alat pengisi baterai smartphone berbayar dengan tenaga surya. Rangkaian alat pengisi baterai smartphone terdiri dari mikrokontroler sebagai pengendali utama, IC LM317 sebagai regulator tegangan, optocoupler sebagai sensor koin, dan LCD sebagai penampil. Pengujian yang dilakukan pada perangkat yang dirancang mampu mencapai tingkat keberhasilan tanpa ada masalah.
STUDI PRAKIRAAN POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK PANAS BUMI DI PUSUK BUHIT KELURAHAN SIOGUNG-OGUNG KABUPATEN SAMOSIR Handika Roberto Nainggolan; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.496 KB)

Abstract

Sumber energi Geothermal atau panas bumi adalah salah satu kekayaan sumber daya mineral yang belum banyak dimanfaatkan. Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) merupakan solusi kebutuhan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengatasi kebutuhan energi dan ketergantungan terhadap energi tak terbaharukan.Tulisan ini membahas tentang prakiraan potensi panas bumi sebagai bahan bakar PLTP pada daerah Pusuk Buhit Kabupaten Samosir. Dengan parameter yang akan dianalisa antara lain adalah aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek lingkungan. Hal ini dikarenakan di bumi Indonesia terkandung potensi energi panas bumi yang sangat besar.Salah satu sumber panas bumi yang berpotensi besar tetapi belum dieksploitasi adalah yang ada di Pusuk Buhit Kabupaten Samosir Sumatera Utara. Daerah ini memiliki prakiraan potensi yang terduga dengan daya sebesar 54,6 MWe dan jumlah pembangkitan energi listrik sebesar 210.240.000 kWh per tahun.Sehingga diharapkan dapat mengatasi krisis energi listrik yang terjadi saat ini di Sumatera Utara.
ANALISIS KEKUATAN DIELEKTRIK MINYAK KEDELAI (SOYBEAN OIL) DENGAN VARIASI SUHU SEBAGAI ALTERNATIF MINYAK ISOLASI Riel Adi Sitompul; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 38 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.778 KB)

Abstract

Minyak isolasi pada transformator digunakan sebagai bahan dielektrik maupun sebagai pendingin. Agar dapat menjalankan fungsinya sebagai minyak transformator dengan baik, maka minyak harus memiliki kekuatan dielektrik yang memenuhi standar. Kekuatan dielektrik pada minyak dapat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain : tingkat oksidasi, kemurnian maupun umur minyak tersebut. Tulisan ini membahas tentang kekuatan dielektrik minyak kedelai untuk dijadikan sebagai minyak isolasi alternatif. Selain pengaruh suhu, pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan waktu penyimpanan atau umur minyak untuk mengetahui tingkat kestabilan kekuatan dielektrik minyak terhadap waktu. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa apabila suhu minyak kedelai semakin tinggi maka kekuatan dielektriknya akan semakin turun. Selain itu, waktu penyimpanan minyak akan berpengaruh pada tingkat oksidasi minyak, sehingga dihasilkan zat – zat yang berpotensi menurunkan kekuatan dielektriknya. Kekuatan dielektrik minyak kedelai semakin turun berturut – turut dari bulan ke – 1, ke – 2 sampai bulan ke – 3.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6