cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 40 (2016)" : 6 Documents clear
ANALISIS PENERAPAN MODEL PROPAGASI EMPIRIS COST-231 MULTI-WALL PADA GEDUNG SWALAYAN YANG DIMODELKAN Elsa Dahlia Sinaga; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.957 KB)

Abstract

Fasilitas WiFi semakin banyak diterapkan pada berbagai lembaga/instansi. Pada swalayan, salah satunya. Untuk menentukan jumlah dan posisi access point, jarak di mana rugi-rugi lintasan maksimum diambil untuk mewakili jari-jari sel cakupan area. Pada tulisan ini, perhitungan rugi-rugi lintasan dilakukan dengan metode pemodelan propagasi indoor menggunakan Cost-231 multi-wall. Jarak antar rak pada bangunan swalayan yang dimodelkan divariasikan. Dari analisis yang dilakukan didapatkan, untuk variasi jarak antar rak (dalam meter) adalah 0,75, 1,25, 1,75, 2, dan 2,3, besar rugi-rugi maksimumnya secara berturut-turut (dalam dB) adalah 74,95193, 78,99955, 78,16135, 78,37394 dan 78,99963, yaitu pada jarak (dalam meter) 11,6251, 12,526, 16,8216, 17,2384 dan 18,527. Pada model bangunan swalayan berukuran 125 x 81 meter persegi dengan jarak antar rak rata-rata adalah 2,3 meter memiliki jari-jari sel paling besar sehingga jumlah access point yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan yang lainnya, yaitu 13. Kata kunci : Cost-231 Multi-Wall, WiFi, Access Point
ANALISIS RUGI-RUGI LINTASAN GELOMBANG RADIO DARI LUAR KE DALAM GEDUNG ANTARA PADA SISTEM GSM1800 DAN 3G Panangian Mahadi Sihombing; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rugi-rugi lintasan gelombang radio adalah salah satu parameter yang berpengaruh dalam menentukan posisi pemancar baru yang akan di rancang. Di daerah perkotaan, terutama di daerah pusat kota jumlah pengguna komunikasi jaringan seluler di dalam bangunan melebihi di luar bangunan. Oleh karena itu, untuk memenuhi layanan komunikasi seluler maka diperlukan cakupan level daya dari luar hingga ke dalam bangunan menggunakan pemancar dari luar bangunan. Walaupun di pasaran telah tersedia perangkat komunikasi (repeater) yang berfungsi sebagai penguat daya gelombang radio sehingga cakupan level daya sampai ke dalam bangunan. Namun sebagian besar pengguna jaringan seluler di dalam bangunan masih bergantung pada cakupan gelombang radio dari pemancar di luar bangunan. Pada penelitian ini rugi-rugi lintasan yang terjadi dari luar hingga ke dalam bangunan ditentukan dengan menggunakan model Paulsen, kombinasi model COST231 Walfisch –Ikegami (WI) dengan model COST231 Multi Wall (MW) serta kombinasi model COST231 Walfisch –Ikegami (WI) dengan model ITU-R. Setelah dilakukan perhitungan dan pengukuran maka diperoleh hasil bahwa model kombinasi COST231 WI dengan COST231 MW lebih akurat dibandingkan dengan model Paulsen maupun kombinasi model COST231 WI dengan model ITU-R. Model kombinasi COST231 WI dengan COST231 MW memiliki rata-rata kesalahan (mean error) paling kecil yaitu sebesar -1,92 dB untuk sistem GSM1800 dan -0,75 dB untuk sistem 3G serta standar deviasi sebesar 9,69 dB yang telah memenuhi standar ITU sebagai kelayakan model propagasi yaitu tidak lebih dari 10 dB.
Pengaruh Asap Hasil Bakar Kayu Terhadap Tegangan Flashover AC Isolator Piring Youki Hutauruk; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.208 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas pengaruh asap hasil bakar kayu terhadap tegangan flashover AC isolator piring. Dari hasil analisis didapat bahwa semakin tinggi tingkat konsentrasi asap (PM10 dan gas CO) maka akan sangat berpengaruh terhadap penurunan tegangan flashover AC isolator piring yaitu ketika konsentrasi asap mengalami peningkatan dari 41 mg/m3 menjadi 20.000 mg/m3 untuk konsentrasi PM10 dan dari 2.288,9094 mg/m3 menjadi 929.297,2231 mg/m3 untuk konsentrasi gas CO mengakibatkan penurunan tegangan flashover AC dari 61,63 kV menjadi 26,13 kV dalam kondisi standar (suhu 20oC dan tekanan udara 760 mmHg). Dalam proses pengujian juga didapat bahwa, ketika proses pengasapan telah selesai, asap hasil bakar kayu akan meninggalkan sejumlah polutan berupa cairan asam pada isolator piring yang mengakibatkan penurunan tegangan flashover AC dari 61,63 kV menjadi 49,06 kV dalam kondisi standar. Sehingga kekuatan dielektrik isolator piring tidak akan kembali dalam keadaan normal.
Analisis Pengaruh Polutan Pada Isolator Kaca Terhadap Distribusi Tegangan Isolator Rantai Jones Milan; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.914 KB)

Abstract

Penggunaan Isolator rantai pada jaringan transmisi ataupun distribusi cenderung lebih murah dibandingkan isolator pin untuk sistem tegangan lebih dari 33kV. Selain itu isolator rantai memiliki tingkat fleksibel yang tinggi. Salah satu isolator yang banyak digunakan adalah isolator berbahan kaca. Salah satu keuntungannya adalah isolator ini relative lebih murah. Namun isolator kaca memiliki kekurangan yakni memiliki sifat mengkondensir atau mengembun. Hal ini menyebabkan polutan gampang menempel pada isolator kaca. Tulisan ini membahas tentang pengujian terhadap isolator rantai berbahan kaca dengan memberikan polutan buatan. Isolator rantai pada transmisi tegangan tinggi yang terkontaminasi akan mengakibatkan distribusi tegangan di masing-masing isolator berbeda. Penelitiian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh polutan terhadap distribusi isolator rantai berbahan kaca. Pengujian dilakukan terhadap bahan-bahan seperti garam-garaman (NaCl), debu (CaCO3), dan Carbon sebagai polutan asap kendaraan bermotor. Berdasarkan pengujian diperoleh hasil antara lain, pengaruh polutan yang konduktif terhadap isolator kaca mengakibatkan penurunan tahanan permukaan isolator. Namun dengan nilai konduktivitas yang sama, karakteristik polutan mempengaruhi terhadap lapisan pengotor yang terbentuk. Semakin tinggi daya rekat dan daya higrokopis dari polutan tersebut, maka semakin merata polutan tersebar di permukaan isolator. Persentase penurunan distribusi tegangan terbesar diketiga bobot polusi yakni ringan,sedang, dan berat diakibatkan oleh polutan CaCO3.
ANALISIS DAN SIMULASI PENGATURAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI BERPENGUATAN SENDIRI MENGGUNAKAN STATIC SYNCHRONOUS COMPENSATOR (STATCOM) Suhendri Suhendri; Raja Harahap
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.277 KB)

Abstract

Generator induksi adalah generarator yang memiliki prinsip dan konstruksinya sama dengan motor induksi yang sudah umum digunakan, hanya saja dibutuhkan prime mover sehingga putaran rotor lebih besar daripada putaran stator ( > ) untuk membangkitkan tegangannya. Generator induksi lebih banyak digunakan pada daerah terpencil yang belum terjangkau listrik. Umumnya generator induksi digunakan untuk membangkitkanenergi listrik berdaya kecil seperti pada pembangkit listrik tenaga angin dan mikrohidro. Dalam pengoperasian generator induksi memiliki masalah pada tegangan keluaran generator yang tidak konstan. Oleh sebab itu diperlukan adanya sebuah sistem kontrol untuk mengatur tegangan keluaran generator induksi. Pada penelitian ini dilakukan simulasi generator induksi berpenguatan sendiri yang menggunakan Static Synchronous Compensator(STATCOM) untuk mengatur tegangannya. Simulasi yang dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Simulasi dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh penggunaan STATCOM untuk mengatur tegangan pada generator induksi berpenguatan sendiri. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa dengan menggunakan STATCOM tegangan yang dihasilkan oleh generator induksi berpenguatan sendiri menjadi lebih halus tanpa adanya ripple dan lebih stabil.
PENGATURAN PITCH ANGLE TURBIN ANGIN BERBASIS KENDALI LOGIKA FUZZY (Aplikasi Pada Data Angin Daerah Medan Tuntungan dan sekitarnya) Emir Lutfi Pahlevi; Syiska Yana
Singuda ENSIKOM Vol 14, No 40 (2016)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.729 KB)

Abstract

Perkembangan kebutuhan tenaga listrik terus meningkat. Hal ini meyebabkan perlunya pengembangan pemanfaatkan energi terbarukan. Salah satu sumber energi listrik ramah lingkungan adalah Turbin Angin. Terdapat beberapa metoda untuk meningkatkan efisiensi kerja turbin angin. Pitch Angle Control pada turbin angin (Wind Turbine) telah banyak digunakan untuk mengurangi torsi dan variasi daya keluaran saat kecepatan angin yang tinggi. Namun menggunakan kontrol ini untuk memaksimalkan daya yang terdapat pada energi angin juga merupakan pengaruh yang ditimbulkan dengan menambahkan kontrol pitch angle. Tulisan ini membahas tentang  pengaturan pitch angle turbin angin dengan menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC) yang mana kontrol ini mempengaruhi koefisien performansi (Performance Coefficient) pada turbin angin. Penelitian ini menghasilkan dasar pengaturan kontrol yang mampu menghasilkan pembangkitan energi angin di Kota Medan khususnya daerah Tuntungan dan sekitarnya menjadi efektif dengan tetap menjaga keamanan kerja turbin angin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penambahan kendali logika fuzzy pada pengaturan sudut baling-baling turbin mampu meningkatkan efisiensi kerja turbin angin sebesar 11,9% dibandingkan saat menggunakan sudut tetap 10o, dimana sudut tetap sebesar 10o dianggap paling optimal untuk kondisi angin kota Medan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6