cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2013)" : 7 Documents clear
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON TRANSIEN PEMBUMIAN GRID Fransiscus M.S. Sagala; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.251 KB)

Abstract

Petir memiliki sifat merusak yang sangat tinggi, sehingga perilaku sistem pembumian grid saat kondisi transien akan diselidiki. Metode yang digunakan adalah rangkaian pengganti RLC terpusat. Model Grid pembumian persegi yang ditanam akan dipelajari di dalam kondisi terkena sambaran petir dengan menggunakan softwere ATP-EMTP 4.2 (The Alternative Transient Program – The Electromagnetic Transient Program ). Dari hasil perhitungan dan simulasi diperoleh nilai tegangan dan impedansi transien pada grid pembumian berbanding lurusdengan jumlah mesh dan nilai induktansi lebih berpengaruh terhadap nilai tegangan dan impedansi transien untuk grid pembumian yang memiliki jumlah mesh yang besar. Perubahanan nilai induktansi menyebabkan perubahan sekitar 3 – 6 %, sedangkan untuk perubahan yang diakibatkan resistansi dan kapasitansi sekitar 0.008% saja
STUDI PROTEKSI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) SILAU 2 TONDUHAN KABUPATEN SIMALUNGUN Teguh Eko Prasetyo; Zulkarnaen Pane
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.166 KB)

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) menjadi pilihan utama dalam meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat karena menggunakan sumber air sebagai energi alternatif. PLTM merupakan pembangkit yang berskala kecil. Namun, PLTM memiliki sistem pengontrolan yang kompleks. Salah satu sistem pengontrolan yang penting dalam PLTM adalah sistem pengontrolan proteksi. Pada PLTM proteksi yang digunakan berupa rele. Hasil studi menunjukan bahwa rele yang digunakan dalam mengamankan sebuah pembangkit diantaranya adalah Rele Frekuensi Lebih/Kurang (81), Rele Urutan Negatif (46), Rele Arus Lebih dengan Tundaan Waktu Terbalik tertentu (51), Rele Hilang Eksitasi (40), dan Rele Trip Master (86). Untuk rele arus lebih memiliki setingan 0,8, rele gangguan tanah  0,04, rele frekuensi lebih/kurang sebesar f> 50,5Hz dan f< 49,5 dan rele tegangan lebih/kurang sebesar 1,0 dan 0,9.
CONDITION ASSESSMENT GAS SF6 GIS 150kV GLUGUR MEDAN Royden Zulfai Hutapea; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.226 KB)

Abstract

Sulfur Heksafluorida ( SF6 ) merupakan gas yang dapat digunakan sebagai media isolasi pada peralatan listrik, begitu juga digunakan pada Gas Insulated Switchgear ( GIS ) pada sistem transmisi daya listrik. kondisi isolasi gas SF6 ini akan berkaitan dengan tingkat unjuk kerja GIS secara  keseluruhan dimana tingkat unjuk kerja GIS dapat ditentukan dengan melakukan condition assessment. Condition assessment dapat dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama adalah pengidentifikasian resiko  ( risk assessment ). Dalam hal ini, dicari bentuk kegagalan beserta parameter gas SF6 yang terlibat, lalu ditentukan parameter gas apa yang lebih berpengaruh dalam menyebabkan kegagalan tersebut. Bagian kedua adalah monitoring diagnosis yang merupakan cara untuk mengetahui dan mengukur parameter-parameter gas SF6 pada GIS yang diperiksa. Kemudian hasil dari pengidentifikasian resiko dan  monitoring diagnosis akan dikombinasikan untuk menentukan kondisi akhir dari GIS.
ANALISIS PENGARUH FREKUENSI TERHADAP REDAMAN PADA KABEL KOAKSIAL Surya Surya; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.651 KB)

Abstract

Kabel koaksial merupakan salah satu jenis saluran transmisi yang secara praktis mempunyai bidang aplikasi yang luas. Dari struktur penampang kabel, terdapat tiga komponen utama: penghantar dalam, penghantar luar dan dielektrik pengisolir kedua penghantar tersebut. Terdapat dua macam redaman pada kabel koaksial yaitu redaman konduktor dan redaman dielektrik. Dalam paper ini dibahas mengenai analisis pengaruh frekuensi terhadap redaman pada kabel koaksial dengan melakukan perhitungan, didapatkan bahwa semakin tinggi frekuensi yang diberikan pada kabel koaksial maka redaman pada konduktor dan dielektrik akan semakin besar. Seiring kenaikan frekuensi, besar redaman konduktor yang dipengaruhi oleh konduktivitas bahan dan diameter konduktor akan bertambah secara kuadratik sedangkan redaman dielektrik yang besarnya bergantung pada jenis dielektrik bertambah secara linier. Pada frekuensi rendah redaman sangat bergantung pada konstruksi kabel atau diameter kabel, namun pada frekuensi tinggi (biasanya di atas 10 GHz) jenis dielektrik mempunyai pengaruh yang besar terhadap redaman.   Kata Kunci:  frekuensi, redaman konduktor, redaman dielektrik
ANALISIS EFISIENSI MOTOR DC SERI AKIBAT PERGESERAN SIKAT Edi Saputra; Syamsul Amien
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.565 KB)

Abstract

ABSTRAKKinerja suatu motor dikatakan baik jika memiliki karakteristik dan efisiensi yang tinggi. Karakteristik dan efisiensi yang tinggi dapat dicapai dengan mengatur bagian-bagian tertentu dari motor. Pengaturan pergeseran letak sikat dalam mengantisipasi reaksi jangkar ternyata berpengaruh pada kinerja motor serta efisiensi dari motot tersebut. Dalam tugas akhir ini dilakukan penelitian dengan 7 komposisi posisi sikat yaitu diposisi tengah 0° diikuti 3 posisi disebelah kanan ( +10°, +20°, dan +30° dari posisi tengah ) dan 3 posisi disebelah kiri ( -10°, -20°,   dan -30° dari posisi tengah ). Dari hasil pengujian posisi sikat yang berada disebelah kiri dari posisi tengah yaitu -30° memiliki efisiensi motor tertinggi sebesar 61%.
ANALISIS KINERJA TRAFIK WEB BROWSER DENGAN WIRESHARK NETWORK PROTOCOL ANALYZER PADA SISTEM CLIENT-SERVER Roland Oktavianus Lukas Sihombing; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.08 KB)

Abstract

Teknologi pada zaman modern seperti sekarang telah banyak menghadirkan banyak fitur mulai dari internet, game online, media social network, dan lain-lain. Salah satunya adalah Web Browser yang berarti suatu program yang digunakan untuk menjelajahi dunia internet atau untuk mencari informasi tentang suatu halaman web yang tersimpan di komputer. Pada paper ini membahas tentang analisis kinerja trafik web browser melalui software wireshark, dengan tujuan untuk mengetahui kinerja trafik di dalam jaringan internet melalui web browser. Web browser atau disebut penjelajah web, adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web. Adapun parameter dalam menganalisis kinerja trafik web browser ini adalah delay, packet loss, dan troughput. Seiring dengan perkembangan teknologi telah dikembangkan alat untuk telekomunikasi secara digital, diantaranya adalah memonitoring trafik network melalui PC atau laptop melalui software pendukung yaitu Wireshark Network Protocol Analyzer yang bekerja melalui media interface melalui PC. Network Packet Analyzer berguna untuk menangkap paket-paket jaringan dan berusaha untuk menampilkan semua informasi di paket tersebut secara detail. Dari hasil pengujian, untuk delay terbesar adalah waktu mengakses web youtube.com, dan delay terkecil pada web cisco.com, paket loss 0%, dan troughput terbesar saat mengakses web google.com, dan troughput terkecil  saat mengakses web youtube.com
ANALISIS ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT DENGAN TEKNIK PLANAR ARRAY Maria Silalahi; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.75 KB)

Abstract

Teknologi wireless adalah salah satu teknologi komunikasi yang banyak diminati sekarang ini. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja jaringan wireless, salah satunya adalah antena. Antena adalah alat yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan dari sistem wireless LAN. Antena mikrostrip array adalah pengembangan dari antena mikrostrip yang merupakan gabungan dari beberapa elemen peradiasi yang membentuk suatu jaringan. Ada beberapa macam konfigurasi antena array, di antaranya linear, planar, dan circular. Paper ini membahas tentang analisis antena mikrostrip patch segiempat yang disusun secara planar dan bekerja pada frekuensi 2,45 GHz. Jenis planar yang digunakan adalah pola 1x1, 1x2, 2x2, dan 2x4. Hasil yang diperoleh adalah nilai gain yang semakin meningkat yaitu 5,9 dB; 9,59 dB; 10,23 dB; hingga 13 dB nilai VSWR yang semakin optimal yaitu 1,606; 1,543; 1,259; hingga 1,487, dan sudut main lobe pada pola radiasi yang semakin kecil untuk masing-masing pola yang dibentuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 7