cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
SIMULASI MODEL ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT DENGAN PENCATUAN APERTURE COUPLED UNTUK APLIKASI WIMAX 2,35 GHz Giat Fransisco Batubara; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.74 KB)

Abstract

Abstrak WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Acces) merupakan teknologi wireless yang menawarkan jasa telekomunikasi dengan bandwidth yang lebar dan bit rate yang besar sehingga mampu menyediakan berbagai aplikasi meliputi suara, video dan data dengan kecepatan yang tinggi. Untuk mencakup area yang sangat luas serta mampu melayani subscriber dengan keadaan Line Of Sight (LOS) maupun  Non-Line Of Sight maka dibutuhkan salah satu perangkat pada sistem WiMAX adalah antena. Salah satu antena yang digunakan pada sistem WiMAX ini adalah  antena mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan antena yang sangat popular memiliki keunggulan dan memenuhi permintaan akan antena yang kecil dan ringan sehingga kompatibel dan mudah diintegrasikan.  Antena mikrostrip terdiri dari 3 komponen yaitu patch yang merupakan lapisan teratas, substrat yang menggunakan bahan dielektrik, dan groundplane yang merupakan bagian paling bawah. Tujuan dari paper ini adalah mensimulasikan model sebuah antena mikrostrip patch segiempat dengan pencatuan aperture coupled dapat digunakan untuk aplikasi WiMAX 2,35 GHz dengan ukuran dimensi patch 52 x 41 mm, ukuran saluran pencatu 3 x 1,9 mm, ukuran substrate 74 x 69,5 dan ukuran slot aperture 46 x 3 mm. Antena mikrostrip yang dihasilkan bekerja pada frekuensi 2,35 GHz. Adapun hasil yang didapat setelah dilakukan simulasi berupa VSWR 1,30 serta gain 1,354407.  
PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN VERY SMALL APERTURE TERMINAL BERDASARKAN DIAMETER ANTENA PELANGGAN DI PASIFIK SATELIT NUSANTARA MEDAN Akbar Parlin; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.847 KB)

Abstract

Abstrak Jaringan kabel kurang sesuai untuk menghubungkan sistem komunikasi yang terpisah jauh secara geografis disebabkan proses instalasi yang tidak efesien dan membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi alternatif seperti Very Small Aperture Terminal (VSAT). Namun demikian, VSAT rentan terhadap interferensi, redaman maupun kelemahan perangkat yang dapat menurunkan kinerja jaringan VSAT. Tulisan ini menganalisis perbandingan kinerja jaringan VSAT berdasarkan diameter antena pelanggan di Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Medan. Dari analisis matematis dan data lapangan, disimpulkan kinerja jaringan VSAT untuk diameter antena 1,8 meter lebih baik jika dibandingkan dengan diameter antena VSAT 1,2 meter.   Kata kunci : Very Small Aperture Terminal (VSAT), Kinerja Jaringan
ANALISIS KUALITAS PANGGILAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN VISUAL BASIC PADA JARINGAN GSM Daniel Chandra Simatupang; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.502 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi seluler saat ini berkembang  pesat sehingga menjadikan GSM sebagai standar teknologi komunikasi seluler yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Kualitas jaringan merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dalam melihat baik buruknya kualitas panggilan pada setiap provider penyedia layanan GSM agar tidak merugikan pengguna maupun penyedia layanan GSM. Jurnal ini membahas kualitas panggilan jaringan GSM dengan parameter-parameter yang membandingkan metode pengukuran dengan G-Net Track dan hasil riset beserta perhitungannya. G-Net Track yang menggunakan GPS (Global Position  System) sebagai penentu arah dan menghasilkan data dalam bentuk text dan logfile yang kemudian didapatkan rata-rata tiap parameter lalu dibandingkan dengan data parameter yang diambil dari hasil riset. Analisa yang diperoleh dari hasil drive test menunjukan bahwa kualitas panggilan GSM sudah pada standar yang ditetapkan, yang ditunjukan oleh rata-rata parameter pada G-Net Track yaitu RxLevel (-60 dBm s/d -90 dBm), dan RxQual (-0.96). Kualitas panggilan yang bagus juga ditunjukkan oleh data hasil riset yang diolah ke dalam visual basic dengan prosentase Success Call Ratio (SCR) 96,50%, Call Setup Success Ratio (CSSR) 98,1%, Drop Call Rate (1,51%), Block Call Rate (1,91%).   Kata kunci: Drive Test, RxLevel, RxQual, SCR, DCR, CSSR, Blocked Call Rate, Visual Basic dan G-Net Track
ANALISIS ALGORITMA LOCALLY OPTIMAL HARD HANDOFF TERHADAP KECEPATAN DAN KORELASI JARAK Lucky Simanjuntak; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.487 KB)

Abstract

ABSTRAK   Sebuah sistem komunikasi seluler memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk dapat melakukan komunikasi meskipun dalam keadaan bergerak, salah satunya memungkinkan mobile station untuk berpindah dari satu base station ke base station yang lain selama komunikasi berlangsung, mekanisme perpindahan ini dinamakan handoff. Adapun parameter yang mempengaruhi handoff adalah kecepatan pergerakan mobile station dan korelasi jarak pada lingkungan sekitar base station atau disebut sebagai parameter kontrol. Algoritma locally optimal handoff adalah algoritma yang diadaptasikan dengan kecepatan dan korelasi jarak. Paper ini menganalisis perbandingan algoritma locally optimal handoff dengan metode threshold dengan histeresis adaptif. Nilai korelasi jarak adalah 10 m, 20 m, dan 30 m dan titik operasi kecepatan adalah 2 m/s sampai 50 m/s. Jumlah handoff dan sinyal degradasi bernilai rendah ketika nilai korelasi jarak 30 m pada kecepatan 0 m/s sampai 5 m/s. Untuk perbandingan algoritma locally optimal handoff dengan metode threshold dengan histeresis adaptif (do = 10 m) , jumlah handoff berbanding terbalik untuk kedua metode, sedangkan nilai sinyal degradasi sama. Kata kunci: Algoritma locally optimal handoff, metode threshold dengan histeresis adaptif,  kecepatan, korelasi jarak.
ANALISIS EKSPONEN PATH LOSS DENGAN MEMBANDINGKAN METODE HISTERESIS ADAPTIF DAN METODE HISTERESIS TETAP Mutiara Widasari Sitopu; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.11 KB)

Abstract

Abstrak Sebuah sistem komunikasi bergerak memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk dapat melakukan proses komunikasi meskipun dalam keadaan bergerak, salah satunya memungkinkan pengguna untuk berpindah dari suatu cakupan area sel menuju cakupan area sel yang lain, fenomena perpindahan ini dinamakan handoff. Paper ini menganalisis variansi eksponen path loss dengan membandingkan algoritma histeresis adaptif dan histeresis tetap  untuk mengetahui bagaimana pengaruh parameter kinerja yaitu jumlah handoff, delay handoff dan sinyal degradasi. Dengan menggunakan metode histeresis adaptif, jumlah handoff rata-rata pada eksponen path loss = 2dB adalah 2,27 dan pada metode histeresis tetap adalah 5,40. Jumlah delay yang dihasilkan pada saat eksponen path loss = 2dB, dengan menggunakan metode histeresis adaptif adalah 335,53 m/s pada metode histeresis tetap adalah    366,03m/s. Nilai sinyal degradasi pada eksponen path loss = 6,5dB dengan menggunakan metode histeresis adapftif adalah 0,5dB dan pada metode histeresis tetap adalah 0,696dB. Dari hasil yang didapat maka metode yang paling baik digunakan adalah metode histeresis adaptif karena jumlah handoff yang minimal dan tundaan atau delay handoff yang terjadi lebih sedikit serta sinyal degradasi atau sinyal yang berada dibawah sinyal link drop lebih sedikit. Kata kunci : algoritma histeresis adaptif, algoritma histeresis tetap, variansi eksponen path loss
SIMULASI DISTRIBUSI TEGANGAN PADA ISOLATOR Kentrick Pranoto; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.346 KB)

Abstract

Isolator rantai digunakan sebagai isolasi yang memisahkan antara kawat fasa yang bertegangan dengan menara. Karena adanya pengaruh kapasitansi maka distribusi tegangan pada setiap rantai/piring isolator rantai menjadi tidak merata.  Hal ini memungkinkan adanya satu atau lebih piring isolator yang akan memikul tegangan melebihi kemampuannya.Tulisan ini menampilkan simulasi perhitungan distribusi tegangan dari setiap rantai isolator yang ada dengan menggunakan metode hukum Kirchoff untuk beberapa skenario: keadaaan normal, flashover, dan terputusnya kawat pembumian. Dari simulasi, diperoleh bahwa distribusi tegangan pada isolator rantai semakin baik jika kapasitansi sendiri (C1) semakin besar, kapasitansi antara elektroda penghubung dengan menara/tanah (C2) semakin kecil atau kapasitansi antara elektroda penghubung dengan kawat fasa (C3) semakin besar. Flashover pada salah satu piring isolator rantai menyebabkan tegangan pada setiap piring isolator lain naik dan menyebabkan efisiensi menurun dengan variasi 0,25% - 15%, sementara putusnya kawat pembumian menyebabkan isolator yang terdekat ke kawat fasa memikul tegangan terendah dan piring isolator yang terdekat ke menara memikul tegangan tertinggi.Kata Kunci : isolator rantai, kapasitansi, distribusi tegangan
ANALISIS RANGKAIAN GENERATOR IMPULS UNTUK MEMBANGKITKAN TEGANGAN IMPULS PETIR MENURUT BERBAGAI STANDAR Wangto Ratta Halim; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.657 KB)

Abstract

Pada tegangan impuls yang disebabkan oleh sambaran petir, waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak gelombang dan waktu penurunan tegangan sangat bervariasi sehingga perlu ditetapkan bentuk standar tegangan impuls petir untuk keperluan pengujian. Terdapat beberapa standar mengenai tegangan impuls petir diantaranya standar Jepang, Inggris, Amerika dan International Electrotechnical Commission (IEC). Masing- masing standar memiliki perbedaan dari segi waktu muka dan waktu ekor gelombang. Paper ini menganalisis bentuk tegangan impuls petir sesuai standar Jepang, Inggris, Amerika dan IEC, serta menyajikan cara menentukan nilai resistansi, induktansi dan kapasitansi generator impuls untuk menghasilkan bentuk gelombang impuls petir sesuai masing-masing standar. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa nilai tegangan puncak, waktu muka dan waktu ekor gelombang dapat diatur dengan mengubah nilai resistansi, induktansi dan kapasitansi pada generator impuls. Pada generator impuls RLC dengan spesifikasi W = 1 kJ, Vmaks = 100 kV  dan η = 90% nilai komponen untuk membangkitkan tegangan impuls petir berdasarkan standar IEC adalah C = 162 nF, L = 88,72 µH, R0 = 396,08 Ω, Rs = 37,80 Ω Kata Kunci: gelombang impuls, generator impuls petir, standar gelombang impuls petir
ANALISA PEMILIHAN TRAFO DISTRIBUSI BERDASARKAN BIAYA RUGI-RUGI DAYA DENGAN METODE NILAI TAHUNAN Rizky Ferdinan; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap instalasi PLN dan industri tentunya membutuhkan trafo sebagai alat untuk mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah atau sebaliknya. Panjangnya jaringan listrik PLN tentu memerlukan banyak trafo dan peralatan lainnya dalam mendistribusikan tenaga listrik untuk melayani konsumen. Oleh karena itu kita harus mengelola dan mengetahui cara pemilihan trafo. Pada jurnal ini  dihitung biaya rugi daya pada dua trafo dengan kapasitas yang sama sebesar 400 kVA untuk memilih trafo yang memiliki biaya rugi-rugi yang lebih kecil. Walaupun dua buah trafo memiliki kapasitas daya yang sama besar, besarnya rugi tanpa beban dan rugi berbeban pada dua trafo dapat berbeda. Pada jurnal ini rugi-rugi daya yang dihitung bergantung pada rugitrafo tanpa bebantrafo dan rugi trafo berbeban. Kedua rugi-rugi ini dijumlahkan untuk mendapatkan total rugi trafo. Pada trafo 1 rugi daya total sebesar 5325 W dan trafo 2 sebesar 5440 W. Dari jumlah rugi daya total ini dihitung biaya rugi daya setiap trafo. Untuk total biaya rugi daya berbeban pada trafo I lebih kecil sebesar Rp. 15.824.186,64 dibandingkan dengan trafo II sebesar Rp. 16.067.802,24
PERANCANGAN PROTOTIPE ANEMOMETER BERBASIS GELOMBANG SUARA ULTRASONIK FREKUENSI RENDAH Jackson Van Bowles Manurung; T. Ahri Bahriun
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.864 KB)

Abstract

Anemometer merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui kecepatan pergerakan udara. Umumnya sebuah anemometer mengukur kecepatan pergerakan udara dengan mengukur rasio kecepatan putar poros pada baling-baling yang berinteraksi langsung terhadap udara yang bergerak. Momen inersia serta pengaruh mometum poros dan baling-baling akan menjadi isu utama saat pembahasan mengenai akurasi hasil pengukuran. Tulisan ini membahas tentang perancangan instrumen tersebut dengan menggunakan prisnsip dasar perambatan gelombang mekanis yang pada pembahasan ini adalah gelombang ultrasonik dan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi isu momen inersia dan pengaruh momentum tersebut. Secara fisika, pergerakan udara sebagai media perambatan dapat mempengaruhi cepat rambat gelombang ultrasonik sehingga dengan mengamati perubahan cepat rambat gelombang ultrasonik, dapat diketahui kecepatan pergerakan udara tersebut. Perangkat yang digunakan pada perancangan ini adalah transduser ultrasonik, penguat sinyal dan sistem mikrokontroler ATmega32.
ANALISIS PENGARUH JATUH TEGANGAN TERHADAP KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR BELITAN M Arfan Saputra; Syamsul Amin
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.207 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Kelebihannya adalah rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, serta dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC tiga fasa. Salah satu jenis motor induksi yang cukup banyak dijumpai adalah motor induksi rotor belitan. Dalam aplikasinya motor induksi dituntut memiliki kinerja yang tinggi. Tetapi hal itu tidak dapat sepenuhnya tercapi mengingat adanya gangguan berupa jatuh tegangan. Turunnya tegangan yang disuplai ke motor akan menyebabkan kinerja motor berkurang. Pada tulisan ini  menganalisis pengaruh jatuh tegangan tehadap kinerja motor induksi tiga fasa rotor belitan dengan menentukan 8 nilai tegangan terminal yaitu 360, 340, 320, 300, 280, 260, 240, dan 220 Volt. Data hasil pengujian, nilai tegangan terminal tertinggi 360 Volt memiliki torsi 0,26 N-m, efisiensi 75,7 %, dan putaran 1450 rpm, dan pada saat nilai tegangan terminal terendah 220 Volt memiliki torsi 2,58 N-m, efisiensi 18,06 % dan putaran 1390 rpm.

Page 1 of 1 | Total Record : 10