cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013" : 14 Documents clear
STUDI MENGENAI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) HORTIKULTURA KABUPATEN KARO (Studi Kasus : Desa Serdang dan Desa Paribun Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo) Syafrizal Barus; Meneth Ginting; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.189 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui perkembangan program PUAP di Kabupaten Karo, 2) untuk menganalisis perbedaan tingkat pengembalian dana program PUAP di daerah penelitian, 3) untuk mengetahui perbedaan karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP di daerah penelitian (Gapoktan A pengembalian dana lancar dan Gapoktan B pengembalian dana tidak lancar), 4) untuk menganalisis perbedaan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP terhadap tingkat pengembalian dana program PUAP antara Gapoktan A dan B, 5) untuk menganalisis perbedaan hubungan karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP dengan tingkat pengembalian dana program PUAP antara Gapoktan A dan B. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Juli tahun 2013 dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 81 petani. Analisis dilakukan dengan analisis  deskriptif, analisis regresi linier berganda dan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian ini adalah perkembangan program PUAP dapat dilihat dari jumlah dana dan jumlah anggota. Di Kabupaten Karo jumlah dana PUAP berkembang dari Rp 4.400.000.000,00 pada tahun 2008 menjadi Rp.14.045.179.647,00 pada tahun 2012 dan jumlah anggota Gapoktan bertambah dari 16.500 orang pada tahun 2008  menjadi 40.411 orang pada tahun 2012. Perbedaan tingkat pengembalian dana program PUAP di Gapoktan A adalah sangat tinggi sedangkan di Gapoktan B adalah  sedang. Karakteristik sosial ekonomi antara Gapoktan A dan B tidak terlalu berbeda. Berdasarkan hasil regresi linier berganda tidak terdapat perbedaan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap tingkat pengembalian dana di Gapoktan A dan B.  Berdasarkan hasil korelasi rank Spearman tidak terdapat hubungan yang nyata antara  karakteristik sosial ekonomi petani dengan tingkat pengembalian dana antara di Gapoktan A dan B.   Kata kunci: Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, Tingkat Pengembalian Dana, Karakteristik Sosial Ekonomi Petani  
ANALISIS KOMPARASI NILAI TAMBAH DALAM BERBAGAI PRODUK OLAHAN KEDELAI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KOTA MEDAN Sitri Sorga; HM Mozart B Darus; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.806 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu, pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian, (2) untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu, pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian, dan    (3) untuk menganalisis perbandingan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu,  pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengetahui proses pengolahan tahu, tempe, dan susu kedelai adalah metode deskriptif, untuk menghitung nilai tambah digunakan metode Hayami, dan untuk membandingkan nilai tambah digunakan metode friedman. Hasil penelitian diperoleh (1) proses pengolahan kedelai menjadi tahu sangat rumit dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak, proses pengolahan kedelai menjadi tempe tidak terlalu rumit, dan proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sangat mudah dan membutuhkan sedikit tenaga kerja, (2) nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kedelai menjadi tahu sebesar Rp 8.340,37,- dengan rasio nilai tambah 50,64%, nilai tambah  pengolahan kedelai menjadi tempe sebesar Rp 8.886,82,- dengan rasio nilai tambah 50,76%, dan nilai tambah pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sebesar  Rp 30.970,61,- dengan rasio nilai tambah 56,73%, dan (3) nilai tambah pada usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai, lebih tinggi dari usaha pengolahan kedelai menjadi tahu dan pengolahan kedelai menjadi tempe.   Kata Kunci: Tahu, Tempe, Susu Kedelai, Nilai Tambah,  
ANALISIS KONSUMSI PANGAN BERAS DAN PANGAN NON BERAS (Studi Kasus : Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang) Ellen Dewi Fransiska; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.579 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan rumah tangga, dan menyusun strategi diversifikasi pangan non-beras. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: faktor-faktor yang yang secara parsial memiliki pengaruh yang nyata dan positif terhadap konsumsi pangan rumah tangga adalah : pendapatan rumah tangga, dan jumlah anggota rumah tangga. Dan faktor- faktor yang secara parsial tidak memiliki pengaruh yang nyata/signifikan terhadap konsumsi pangan rumah tangga adalah : tingkat pendidikan ibu. Strategi yang dapat digunakan adalah strategi WO (Weaknesse-Opurtunities), yaitu pemberdayaan kaum perempuan melalui peningkatan pendidikan dan ketrampilan melalaui pemanfataan lahan pekarangan, meningkatkan produksi perikanan melalui pemberdayaan masyarakat dalam mengolah produk ikan segar menjadi olahan sehingga dapat menambah lapangan pekerjaan, serta meningkatkan promosi pangan yang beragam, bergizi, dan berimbang. Kata Kunci : konsumsi pangan beras, non-beras, regresi linear berganda, strategi
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Rizki Andini; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.592 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan daging sapi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta elastisitas terhadap permintaan daging sapi di Kota Medan dengan menggunakan data sekunder di tahun 2001 – 2011 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dan berbagai sumber lainnya. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan daging sapi di Kota Medan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun selama sebelas tahun (2001-2011) dan permintaannya dipengaruhi oleh harga daging sapi, harga daging kambing/domba dan harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Permintaan daging sapi di Kota Medan bersifat elastis terhadap harga dan harga daging kambing/domba dan bersifat tidak elastis tehadap harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Sehingga, pedagang di pasar perlu meningkatkan mutu dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tetap bertahan di dalam persaingan pasar. Kata Kunci : Permintaan Daging Sapi, Harga, Barang Substitusi, Elastisitas

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue