cover
Contact Name
M Mahbubi
Contact Email
doel_gemmek@yahoo.com
Phone
+628563063077
Journal Mail Official
jurnalalmustofa@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bamala Regency Jln KH Abdurrahman Wahid 314 Sidomukti Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service
ISSN : -     EISSN : 30900247     DOI : -
Focus of ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research discusses on Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the development of instruments in evaluation of Islamic Education, development of instructional Islamic Education media, Islamic Education learning model development, and action research. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of education, psychology, anthropology, sociology and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. it also covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2025): almustofa" : 49 Documents clear
ANALYSIS OF JUDGE'S DECISION CONSIDERATIONS ON THE ORIGIN OF CHILDREN FROM SIRRI MARRIAGES(CASE STUDY OF SOUTH JAKARTA RELIGIOUS COURT DECISION NUMBER: 650/PDT.P/2023/PA.JS) Munawar, Sofyan Munawar; Munawar, Sofyan; Firdia; Nilman Ghofur
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every child is a blessing and gift from the Supreme Creator, therefore children born out of wedlock should not be labeled as illegitimate, disgraceful, or damaging to reputation. There are 3 aspects of children's needs that parents are obligated to fulfill. The first part covers basic rights, which include providing a dignified identity, health protection, and ensuring security. The second part relates to custodial rights, namely providing breast milk nutrition, fulfilling living needs, instilling moral values, and other related matters. The third part concerns post-custody rights, which consist of personality development, socialization abilities, marriage, and various related aspects. Based on humanitarian aspects and child rights protection, religious courts have the authority to determine a child's origin to ensure the future welfare of children resulting from unregistered marriages or those born out of formal marriage. The research method adopts a normative qualitative approach, strengthened through primary and secondary data collection, while the data collection process utilizes observation, documentation, and interview techniques, followed by data validation through field checks and document verification to ensure validity. The research results reveal that 1) based on the Panel of Judges' decision, Petitioner I's status is declared as the biological father who has responsibilities, while government authorities have the power to impose ta'zir sanctions on parties causing the child's birth and 2) fulfillment of all aspects of the child's living needs includes providing financial support, access to education, health insurance, and various additional needs until the child reaches maturity and independence, including inheritance rights through mandatory will (wasiat wajibah) from the biological father's inheritance.
Perubahan Dinamika Islam: Dari Keemasan Abad Pertengahan ke Tantangan Zaman Modern di Timur Tengah" Ahmad Sahhil Fuady; Eva Siti Faridah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a religion brought by the Prophet Muhammad SAW whose contents teach his people about Faith in Allah SWT must have a history from his childhood to adulthood and even to old age because he is a human role model for the whole world whose life can be used as a guide in guiding his people starting from the way he preached to bring Islam, to whom his teachings were delivered, was it only young children who he conveyed his teachings? The young, the old!, whether his teachings were only delivered to people who were rich? The poor! whether his teachings were delivered to people who had white skin? while the brown to the black! However, he taught, delivered his teachings to anyone regardless of race, ethnicity, throne and whatever, when did he deliver his teachings, was it only once a week, once a month, or once a year? However, he spreads, teaches Islam every day both by word, deed, silence, even with his traits, why he was sent to be a Messenger, are we not worthy! Of course we as humans will not be able to be like him because he was chosen directly by Allah as rahmatan lil alamin, where he da'wah, whether only in one place or two places,Of course not he taught this religion everywhere until what we see now is also thanks to him and to how he interacted with people who opposed his teachings, how he cultivated himself to remain calm when his da'wah was rejected even when he went to Thoif his teachings were rejected then the angels were willing to turn the mountain to fall on the Thoifites but he replied with: “If they knew I was a prophet, they would not oppose me.” Then he raised his hand, ‘O Allah, make this place and this people a place for people of faith.’ What a noble prophet and the teachings he brought, namely Islam, because with history we can find out what really happened.
AYAT AYAT MANAJEMEN DALAM AL QUR'AN:Kajian Tafsir Al Misbah karya Quraisy Syihab: Kajian Tafsir Al Misbah karya Quraisy Syihab Khoirul Ulum
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai manajemen yang terkandung dalam Al-Qur’an melalui kajian tafsir Al-Misbah karya Prof. Dr. Quraish Shihab, serta mengkaji implementasinya dalam konteks manajemen kontemporer. Pendekatan kualitatif dengan analisis teks tafsir digunakan sebagai metode utama untuk menggali prinsip-prinsip manajemen seperti kepemimpinan, perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengambilan keputusan yang termaktub dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai manajemen yang diajarkan dalam Al-Qur’an sangat relevan dengan praktik manajemen modern dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti bisnis, pemerintahan, dan pendidikan. Tafsir Al-Misbah memberikan penjelasan kontekstual yang memperkuat pemahaman nilai-nilai tersebut secara holistik dan aplikatif. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dan etika dari Al-Qur’an dapat memperkaya teori dan praktik manajemen modern dengan pendekatan yang berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan. Saran penelitian lanjutan adalah menguji implementasi nilai-nilai manajemen Al-Qur’an secara empiris pada berbagai organisasi dan mengembangkan model manajemen yang mengkombinasikan nilai-nilai Islam dengan inovasi manajerial kontemporer
PARENTING SEBUAH IKHTIAR DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI BERKUALITAS BERDASARKAN HADIS Idrus, Sulkifli; Muhammad Yahya; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah karunia dan amanat dari Allah swt yang perlu dirawat dan diajarkan dengan baik oleh orang tua. Tulisan ini mengulas pentingnya pengasuhan anak dalam perspektif ajaran Islam, menekankan kewajiban orang tua untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga mental serta spiritual. Penelitian ini mengkaji berbagai hadis yang relevan, yang mengisyaratkan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah Islam. Konsep pengasuhan dalam Islam, yang sering disebut sebagai parenting Islami, dijelaskan sebagai suatu pendekatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi anak dalam aspek keagamaan, moral, dan kecerdasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan literatur dengan analisis tematik terhadap hadis-hadis yang berhubungan dengan pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang baik berdasarkan prinsip ajaran Islam bisa menghasilkan generasi yang berkualitas, berperilaku mulia, dan berguna bagi masyarakat. Kesimpulan dari tulisan ini menekankan pentingnya bagi orang tua dan pendidik untuk memahami serta menerapkan prinsip-prinsip pengasuhan yang sesuai dengan ajaran Islam demi masa depan yang lebih baik.
MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM TRIMURTI PENDIRI GONTOR DALAM MENANGGULANGI TANTANGAN ZAMAN Akhid Putrayana
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi mengharuskan adanya pembaruan untuk meningkatkan kualitasnya. Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan Islam perlu memberikan pembekalan yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada keterampilan praktis yang relevan. Penelitian ini berfokus pada perspektif pendidikan Islam Trimurti, yaitu tiga pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, dalam membangun generasi berkualitas yang siap menghadapi perubahan global. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber pustaka untuk menilai kontribusi pemikiran Trimurti dalam pengembangan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam oleh Trimurti telah melahirkan kebijakan-kebijakan inovatif seperti Sintesa PMDG, Program Panca Janka, pendirian Badan Wakaf, dan Program PLMP (Pendidikan Lanjutan Mahasiswa dan Pengembangan). Kebijakan-kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara penguatan nilai-nilai agama dan kebutuhan dunia modern. Pendekatan yang mengintegrasikan tradisi dengan modernitas ini telah berkontribusi pada pengembangan kepribadian, pemikiran kritis, serta kesiapan adaptasi peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam merancang kurikulum yang dapat mencetak generasi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pendekatan Holistik Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Di Sma Muhammadiyah 1 Weleri Hena Rachmawati; Rahmat Setiawan
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja sekolah menengah atas berada pada fase perkembangan psikologis yang dinamis, dengan emosi yang labil dan rasa ingin tahu tinggi, yang menjadikan mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, perundungan, dan perjudian daring. Sayangnya, pembelajaran Al-Qur’an Hadis di sekolah masih didominasi pendekatan konvensional yang tidak menyentuh realitas sosial siswa secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan holistik dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di SMA Muhammadiyah 1 Weleri dan menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan kesadaran moral siswa. Pendekatan holistik yang digunakan melibatkan integrasi aspek kognitif, afektif, spiritual, dan sosial dalam proses pembelajaran melalui diskusi isu kontemporer, pemanfaatan media audio-visual, taujih dari figur otoritatif, dan pendampingan di asrama dengan sistem pembiasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran moral, keterlibatan emosional, dan pemikiran kritis siswa. Kendala yang dihadapi meliputi latar belakang keluarga bermasalah, kurangnya sinergi antara orang tua dan sekolah, serta keterbatasan fasilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan holistik dapat menjadi solusi transformatif dalam pendidikan agama untuk membentengi generasi muda dari krisis moral dan sosial.
Eksplorasi Pengaruh Motivasi Belajar dan Minat Baca terhadap Pemahaman Akidah Akhlak Siswa Kelas 10 di MA Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak Reza Rey Naldi; Triyanto
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami secara mendalam persepsi siswa mengenai bagaimana motivasi belajar dan minat baca mereka memengaruhi pemahaman mereka terhadap materi Akidah Akhlak di MA Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak. Pendidikan Akidah Akhlak merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan moral siswa, namun observasi awal menunjukkan adanya variasi pemahaman siswa terhadap materi ini. Motivasi belajar dan minat baca diidentifikasi sebagai faktor internal yang potensial memengaruhi pemahaman. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini melibatkan siswa kelas 10 di MA Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran holistik tentang pengalaman subjektif siswa dan faktor-faktor kontekstual yang membentuk pemahaman Akidah Akhlak mereka, serta implikasi praktis untuk strategi pembelajaran yang lebih efektif.
POLIGAMI DALAM PANDANGAN MUHAMMAD SYAHRUR: ANALISIS TAFSIR SURAH AN- NISA AYAT 3 Ihsan, Fadhli Maulana Ihsan; Kusuma, Viska Aprillia Kusuma; 'Aini, Wardatul ‘Aini
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Syahrur, seorang mufassir kontemporer asal Suriah, dikenal karena pendekatannya yang rasional dan inovatif dalam memahami teks-teks Al-Qur’an. Ia mengembangkan metodologi tafsir yang dikenal dengan nama Qira'ah Mu'ashirah, yang menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an dalam konteks kekinian dengan menggunakan pendekatan linguistik-saintifik. Syahrur berpendapat bahwa tafsir harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tidak terjebak dalam tafsir tradisional yang kurang relevan dengan konteks sosial dan ilmiah saat ini. Salah satu konsep penting yang ia tawarkan adalah "nadzariyyah al-hudud," yang menekankan pentingnya memahami batasan-batasan hukum dalam Al-Qur'an dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif. Dalam karyanya, Syahrur juga mengemukakan pandangannya tentang poligami, yang ia anggap hanya diperbolehkan dalam dua kondisi: jika perempuan yang dinikahi adalah janda dengan anak yatim, dan terdapat ketakutan bahwa anak-anak yatim tersebut tidak akan mendapatkan keadilan. Syahrur menekankan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap anak yatim dalam memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan poligami. Pemikiran Syahrur menawarkan perspektif baru dalam memahami Al-Qur'an dan hukum Islam, yang lebih menekankan pada rasionalitas, kontekstualisasi, dan keadilan sosial.
PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN: TELAAH PEMIKIRAN PROF. SAHIRON SYAMSUDDIN Haikal, Fikri Haikal; Murni, Murni
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Ma'na cum Maghza yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin merupakan inovasi metodologis dalam studi tafsir Al Qur'an yang bertujuan menjembatani tradisi penafsiran klasik dengan kebutuhan kontekstual masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisa bagaimana pendekatan tersebut digunakan untuk memahami teks Al Qur'an secara relevan dan aplikatif di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan, berfokus pada karya karya sahiron syamsuddin serta Literatur terkait Metodologi tafsir dan studi akademik pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ma'na cum maghza menekankan dua tahapan utama, yaitu penggalian makna literal-historis ayat (ma'na) dan penentuan pesan utama yang kontekstual (maghza) . Pendekatan ini menuntut analisa bahasa arab klasik, konteks historis, serta integrasi Perspektif ilmu sosial untuk memperkuat relevansi pesan Al Qur'an dalam kehidupan modern. Contoh penerapan pada penafsiran surat Al Bayyinah ayat 5 memperlihatkan keunggulan metode ini dalam menghindari kesalahpahaman makna dan menjaga otentisitas pesan wahyu. Kesimpulannya, ma'na cum maghza mampu menghadirkan penafsiran yang seimbang antara nilai-nilai otentik wahyu dan kebutuhan aktual masyarakat, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi tafsir Al-Qur'an yang inklusif, moderat, dan responsif terhadap tantangan zaman
KURIKULUM PAI DI SMP/MTS: MEMBANGUN PEMAHAMAN AGAMA UNTUK GENERASI MASA DEPAN Siti Farihah; Jahrotul Umroh
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP/MTs memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman agama siswa di usia remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, ruang lingkup, dan kerangka dasar kurikulum PAI di tingkat SMP/MTs, serta bagaimana kurikulum tersebut berkontribusi dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Melalui pendekatan yang terstruktur, kurikulum PAI mengajarkan siswa tentang ajaran-ajaran dasar Islam, mulai dari akidah, fiqh, Al-Qur'an dan hadis, hingga sejarah dan akhlak Islam. Dengan mengintegrasikan materi yang relevan dan metode yang inovatif, kurikulum PAI di SMP/MTs diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai agama yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membahas pentingnya implementasi kurikulum yang efektif serta tantangan yang dihadapi dalam mencapainya, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang dapat membentuk karakter generasi muda yang lebih baik di masa depan.