cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
Revisi UU Minerba Sebagai Tonggak Baru Pertumbuhan Ekonomi Bangsa Ika Febriana Kuswardani; Yensy Ika Anggraini
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i1.25880

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam. Sumberdaya minerba memiliki peranan penting untuk mendorong kemajuan sektor perekonomian negara karena menjadi salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia. Regulasi yang dibuat harus tetap memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan supaya dapat dinikmati oleh generasi anak bangsa ke depannya. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah adalah dengan membentuk dan mengesahkan Undang-Undang yang secara khusus mengatur kegiatan pengelolaan minerba yakni UU Nomor 3 Tahun 2020. Terdapat beberapa perubahan dari hasil revisi UU Minerba, diantaranya penambahan 2 bab dan 36 pasal, perubahan 85 pasal, dan penghapusan 18 pasal sehingga jumlah total sebanyak 121 pasal atau setara dengan 69% dari jumlah keseluruhan pasal UU Minerba yang direvisi. Aturan baru termuat dalam revisi UU Minerba yang mana kandungan isinya telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi negara. Penurunan investasi dapat berimbas terhadap harga komoditi seperti batubara sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengendalikan kondisi ini salah satunya adalah dengan memperbaiki regulasi atau kebijakan. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan minat investasi di industri pertambangan berkurang adalah lemahnya jaminan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Revisi UU Minerba mengatur tentang pemberian perpanjangan izin usaha pertambangan khusus kepada pelaku usaha selain BUMN dan BUMD sebagai upaya untuk menjamin kepastian hukum bagi pemangku usaha. Perpanjangan izin usaha pertambangan merupakan wujud dari kepastian hukum Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan minat investasi di sektor pertambangan. Minat investasi sub sektor minerba yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan negara melalui penerimaan pajak dan bukan pajak, meningkatkan nilai sumber daya serta dapat membuka kesempatan kerja.
Tinjauan Terhadap Pengembangan Potensi Panas Bumi Blawan-Ijen, Jawa Timur Riska Laksmita Sari; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i1.25882

Abstract

Seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka kebutuhan akan energi listrik juga semakin meningkat. Untuk itu, usaha dalam meningkatkan pasokan energi listrik harus dilakukan secara serius melalui peningkatan kapasitas pembangkit atau penemuan cadangan energi baru. Sehubungan dengan itu, Indonesia mempunyai 40% potensi energi panas bumi di dunia, namun sampai saat ini hanya 5,8% yang dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Wilayah jawa timur mempunyai potensi panas bumi yang tersebar di 13 lokasi, salah satunya adalah daerah Blawan-Ijen yang ditandai dengan adanya mata air panas dan solfatara. Potensi yang terdapat di Blawan-Ijen memiliki sumber daya 92 MW (hipotetik) dan cadangan 185 MW (terduga). Dari hasil eksplorasi diperkirakan bahwa puncak reservoir berada di kedalaman 1200-1400 m dengan temperatur reservoir sebesar 250-300ºC. Adapun kapasitas terpasang untuk PLTP direncanakan pada tahun 2021 dan 2022 dengan kapasitas masing-masing adalah 55 MW. Untuk merealisasikan rencana tersebut, maka diperlukan kajian komprehensif agar pemanfaatan panas bumi dapat berjalan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan. Di sisi lain, pengembangan panas bumi ini harus memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan daerah khususnya di kabupaten Bondowoso dan sekitarnya
Optimasi Jumlah Bola Baja Terhadap Proses Penghancuran Material Dalam Silinder Berputar Nur Faizin
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i1.25921

Abstract

Bola baja yang menumbuk material dimanfaatkan untuk proses penghancuran material. Material yang dihancurkan merupakan material yang terbuat dari bahan setengah jadi semen yang dibentuk menjadi butiran. Material yang berbentuk butiran tersebut dihancurkan di dalam silinder yang berputar. Ukuran silinder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdiameter dalam 400 mm dan diameter luar 440 mm serta memiliki ketebalan 3 cm yang terbuat dari akrilik. Dinding dalam silinder dibentuk bergerigi, gerigi tersebut memiliki ketinggian 4,2 mm. Material yang dimasukkan ke dalam silinder dicampur dengan bola baja berdiameter 6,35 mm. Mode gerak cataracting dan cascading merupakan mode gerak yang khusus diamati dalam penelitian ini. Proses penghancuran dan penghalusan material sangat didukung oleh kedua mode gerak tersebut. Data yang diambil yaitu massa material yang lolos dari ayakan 24 mesh atau 0,75 mm. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah variasi jumlah bola baja yang dimasukkan ke dalam silinder dengan massa material yang tetap, variasi kecepatan putaran silinder, dan lama putaran silinder. Hasil yang diperoleh yaitu massa material maksimum yang lolos dari ayakan 24 mesh diperoleh pada massa bola baja 500 gram dan kecepatan putar 56,52 rad/detik.
Analisis Statistik Pada Ekstraksi Kelurusan Morfologi Untuk Mendukung Pemetaan Sumberdaya Mineral Haeruddin Haeruddin; Riska Laksmita Sari
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i1.25949

Abstract

Kelurusan merupakan fitur linier yang muncul akibat proses geologi berupa adanya rekahan, struktur geologi, dan dapat diindentifikasi melalui teknologi penginderaan jauh. Kelurusan dapat diperoleh dengan menggunakan data DEM SRTM yang diekstrak menggunakan metode mSTA. Proses diawali dengan membuat multishaded relief DEM SRTM, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi dan grouping kelurusan. Dalam hal ini, proses akhir menggunakan perhitungan statistik untuk mendapatkan kelurusan yang akurat sangat diperlukan. Hasil akhir kelurusan menunjukkan panjang 1-2 km, dengan rata-rata 1,36 km. Adapun arah umum kelurusan yang diperoleh yaitu NW-SE dan SE-NW. Dengan demikian, hasil ekstraksi kelurusan ini dapat digunakan lebih lanjut untuk mendukung pemetaan sumberdaya mineral
Extracting the Topographic Features as a Pragmatic Survey for Landslide Susceptibility Analysis Tutur Afdol Marifa; Arif Setio Wibowo; Dzaky Alfaiz Halza; Linda Permata
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i1.26398

Abstract

Landslide susceptibility mapping in the mountainous area has become crucial for taking any precautions and imperative for any disaster management. As safety factor is currently widely used to indicate the ratio of strength to stress in a unit column, it lacks what matters to the disaster response unit – the probability in which a landslide can occur in a place. A value of safety factor shows whether a unit column will fail (SF >1) but does not lead to which unit column will be prioritized for monitoring and prevention measures. Therefore, unit slopes are generated based on the watersheds to part the study area. Before evaluating the landslide movement, and types, slope analyses is required. Several references of slope classification are chosen to gain the descriptive characteristics of a certain unit column and its correlation to other topography parameters. This research paper is a step before limit equilibrium analysis where the ratio of strength-to-stress calculation cannot disregard the slope behavior and soil thickness.

Page 1 of 1 | Total Record : 5