cover
Contact Name
Ullya Vidriza
Contact Email
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Phone
+628116611491
Journal Mail Official
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta MH Thamrin Building 1st Floor Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu, South Jakarta, Indonesia 12450 Email : jded@upnvj.ac.id
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Development Economic and Digitalization
ISSN : 29636221     EISSN : 29628520     DOI : https://doi.org/10.59664/jded
Core Subject : Economy, Social,
The Journal of Development Economic and Digitalization (JDED) is a peer-reviewed research journal published twice a year, in February and August, by the Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veterans Jakarta. JDED accepts scientific articles on research results and theoretical and conceptual papers in Indonesian and English using qualitative and quantitative methods. JDED focuses on Development Economics and economic digitalization, including Development Economics, economic and Digitalization, Monetary and Fiscal Policy, economic and Public Policy, Environment, Natural resources, Industrial Organization, Regional and urban economics, and Big Data Economy. E-ISSN 2962-8520
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025" : 9 Documents clear
Analisis Pendapatan, Pendidikan, Kesehatan Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Miskin di Jawa Barat Permata, Andrea Kartika Dinda; Parianom, Raden
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.8974

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan untuk membantu individu yang mengalami kemiskinan di Indonesia, termasuk Jawa Barat, mengatasi kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Meskipun bantuan per kepala rumah tangga cukup besar setiap tahunnya, angka kemiskinan di Jawa Barat terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh PKH dan tingkat inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat. Penelitian ini mencakup 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat dengan sampel 135 keluarga penerima manfaat PKH dari tahun 2018-2022, menggunakan teknik probability sampling dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan PKH dan kesehatan PKH memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin, sedangkan pendidikan PKH  tidak berpengaruh signifikan. Sebaliknya, tingkat inflasi memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin. Ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dan kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan, sementara inflasi yang tinggi dapat menurunkannya. Variabel-variabel ini secara simultan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat, menekankan pentingnya kebijakan yang holistik dalam mengatasi kemiskinan. Kata Kunci: Pendapatan PKH, Pendidikan PKH, Kesehatan PKH, Tingkat Inflasi, Kesejahteraan Masyarakat Miskin Abstract Family Hope Program is designed to alleviate poverty in Indonesia, including West Java, meet their economic, educational and health needs. Despite the large amount of assistance per household head each year, the poverty rate in West Java continues to increase. The.objective of this study is to analyze the impact of PKH and the inflation rate on welfare for those impoverished in West Java. This study covers 18 districts and 9 cities in West Java with a sample of 135 PKH beneficiary families from 2018-2022, using probability sampling techniques and multiple regression analysis. The result show that PKH income and PKH health have a positive significant effect on the welfare of the poor, while PKH education has no significant effect. In contrast, the inflation rate has a negative significant effect on the welfare of the poor. This indicates a rise in income and health can improve welfare, while high inflation can reduce it. These variables simultaneously affect the welfare of the poor in West Java, emphasizing the importance of holistic policies in addressing poverty. Keywords: PKH Income, PKH Education, PKH Health, Inflation Rate, Welfare of Poor Communities
Analisis Peran Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Septiani Banavsya Putri; Ullya Vidriza
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10354

Abstract

Sektor pariwisata mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan yang memiliki banyak daya tarik wisata, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Seringkali masih terdapat berbagai masalah yang menghambat perkembangannya, seperti kurangnya investasi yang optimal, terbatasnya jumlah wisatawan, dan terbatasnya jumlah hotel yang memadai. Permasalahan tersebut memerlukan perhatian khusus karena dapat menghambat pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Tujuan dilakukannya peneltian ini guna mengidentifikasi variabel-variabel pengaruh seperti Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Sektor Pariwisata, Jumlah wisatawan, dan Jumlah hotel. Pada penelitian ini sampel diambil dari 10 Kabupaten/Kota selama 10 tahun, dari tahun 2014 hingga 2023. Total sampel yang digunakan sebanyak 100 data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Satu Indonesia serta Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Stata 17 merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menerapkan analisis regresi data panel untuk memproses data dalam penelitian ini. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Sektor pariwisata, Jumlah wisatawan, serta Jumlah hotel mempunyai efek positif yang substansial terhadap Pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2014-2023. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Pariwisata, Penanaman Modal Dalam Negeri, Jumlah Wisatawan, Jumlah Hotel. Abstract The tourism sector has a strategic role in driving economic growth, especially in areas that have many tourist attractions, such as West Nusa Tenggara (NTB) Province. Often there are still various problems that hinder its development, such as the lack of optimal investment, fluctuations in the number of tourists, and the limited number of adequate hotels. These problems require special attention because they can hinder the growth of the tourism sector in a sustainable manner. The purpose of this research is to identify the influence of variables such as domestic investment (PMDN) in the tourism sector, the number of tourists, and the number of hotels. In this study, samples were taken from 10 regencies/cities for 10 years, from 2014 to 2023. The total sample used was 100 data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), Satu Indonesia and the NTB Provincial Tourism Office. Stata 17 is the software used to apply panel data regression analysis to process the data in this study. The findings of the study show that partially, domestic investment (PMDN) in the tourism sector, the number of tourists, and the number of hotels have a substantial positive effect on economic growth in the tourism sector in West Nusa Tenggara (NTB) Province in 2014-2023. Keywords: Economic Growth, Tourism Sector, Domestic Investment, Number of Tourists, Number of Hotels.  
Analisis Kausalitas Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Rahmadhanti, Firdha; Renea Shinta Aminda
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10413

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu tantangan utama pembangunan ekonomi, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur secara konsisten mencatat ketiga tertinggi kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kausalitas jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka dan PDRB mengenai kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data penelitian yang digunakan adalah seluruh Kabupaten/Kota Provinsi NTT tahun 2017 -2023 berasal dari Badan Pusat Statistik. Metode yang diterapkan adalah regresi data panel melalui dengan model yang terpilih yaitu Random Effect Model (REM). Hasil penelitian mengungkapkan secara parsial jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan TPT dan PDRB memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Adapun secara bersamaan jumlah penduduk, TPT dan PDRB mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata Kunci: Kemiskinan; Jumlah Penduduk; Tingkat Pengangguran Terbuka; PDRB. Abstract Poverty is one of the main challenges of economic development, especially in developing countries like Indonesia. East Nusa Tenggara Province consistently records the third highest poverty in Indonesia. This study aims to analyze the causal effect of population, open unemployment rate and GRDP on poverty in East Nusa Tenggara Province. The research data used are all regencies/cities in NTT Province years 2017-2023 from the Central Statistics Agency. The method applied is panel data regression with the selected model, namely the Random Effect Model (REM). The results of the study revealed that partially the population has a positive and significant effect, while the TPT and GRDP have a negative and significant effect on poverty. Meanwhile, simultaneously the population, TPT and GRDP affect poverty in East Nusa Tenggara Province. Keywords: Poverty; Population; Open Unemployment Rate; GRDP.  
Determinan Cadangan Devisa Indonesia Ana Aufa Azelia, Ana Aufa Azelia; Desmintari
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, tingkat suku bunga, produk domestik bruto (PDB), neraca perdagangan, dan Volatility Index (VIX) terhadap cadangan devisa Indonesia selama periode 1993–2023. Cadangan devisa merupakan komponen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro, khususnya dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Dengan menggunakan metode Error Correction Model (ECM), penelitian ini mengungkap dinamika hubungan antara variabel-variabel makroekonomi tersebut baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar dan PDB memiliki pengaruh signifikan positif terhadap cadangan devisa dalam jangka panjang, mencerminkan kontribusi dari daya saing ekspor dan pertumbuhan ekonomi terhadap akumulasi devisa. Namun, dalam jangka pendek, nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Sebaliknya, tingkat suku bunga, neraca perdagangan, dan VIX tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap cadangan devisa baik dalam jangka pendek maupun panjang. Hal ini menyoroti kompleksitas pengelolaan kebijakan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami hubungan antara variabel makroekonomi dan cadangan devisa melalui kerangka teori monetarisme. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan manfaat praktis bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan cadangan devisa. Kata Kunci: Nilai Tukar, Tingkat Suku Bunga, PDB, Neraca Perdagangan, Volatility Index (VIX), Cadangan Devisa, Error Correction Model (ECM). Abstract This study aims to analyze the impact of exchange rates, interest rates, gross domestic product (GDP), trade balance, and Volatility Index (VIX) on Indonesia's foreign exchange reserves during the 1993–2023 period. Foreign exchange reserves are a critical component in maintaining macroeconomic stability, especially in the face of global economic pressures. Using the Error Correction Model (ECM) method, this research explores the dynamic relationships between these macroeconomic variables in both the short and long term. The findings reveal that exchange rates and GDP have a significant positive influence on foreign exchange reserves in the long term, reflecting the contribution of export competitiveness and economic growth to reserve accumulation. However, in the short term, exchange rates show no significant impact. Conversely, interest rates, trade balance, and VIX do not significantly affect foreign exchange reserves in either the short or long term. These results highlight the complexities of economic policy management amid global uncertainties. This study contributes theoretically to understanding the relationship between macroeconomic variables and foreign exchange reserves through the lens of monetarism theory. Additionally, the findings provide practical insights for policymakers in formulating strategies to maintain economic stability through effective foreign exchange reserve management. Keywords: Exchange Rate, Interest Rate, GDP, Trade Balance, Volatility Index (VIX), Foreign Exchange Reserves, Error Correction Model (ECM).  
Pengaruh PMA, PMDN, PAD, dan TPT terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur Trisniani, Sherafima; Sugianto
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), pendapatan asli daerah (PAD), dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Populasi penelitian mencakup seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur dengan data tahunan selama periode 2018-2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda berbasis data panel. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA dan PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa peningkatan investasi dan pendapatan daerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, PMDN dan TPT tidak memeiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yang seharusnya PMDN dapat mendorong modal untuk pembangunan dan TPT dapat mengindikasikan bahwa tingkat pengangguran yang tinggi menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan pemerintah untuk meningkatkan investasi, mengelola pendapatan asli daerah secara efektif, dan mengurangi tingkat pengangguran guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan ekonomi daerah berbasis data empiris. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi; PMA; PMDN; PAD; TPT.   Abstract This study examines the impact of foreign direct investment (FDI), domestic investment (DI), local revenue (PAD), and the open unemployment rate (TPT) on economic growth in East Kalimantan Province. The population includes all regencies and cities in East Kalimantan from 2018 to 2023. The research employs a quantitative approach, utilizing panel data analysis and multiple regression methods, and the data is processed using Stata 17 software. The findings indicate that FDI and PAD have a positive and significant influence on economic growth, while DI and TPT have no effect. This suggests that increasing foreign investments, alongside optimizing local revenue, plays a crucial role in promoting economic progress. Conversely, the TPT has not impacts economic growth, highlighting that there must a detrimental effects of high unemployment rates on regional development. These results emphasize the need for government policies that encourage investment, effectively manage local revenue, and address unemployment issues. Fostering job creation and creating an investment-friendly environment are essential strategies for accelerating economic growth. This research provides valuable insights for policymakers in developing evidence-based economic strategies to support sustainable growth in East Kalimantan Province. Keywords: Economic Growth; FDI; DD; Local Revenue; Open Unemployment Rate.  
Peran PDRB Menurut Lapangan Usaha Provinsi Jawa Tengah Terhadap Perekonomian Indonesia Khusnul Khatimah
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10483

Abstract

Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Peran PDRB Provinsi Jawa Tengah menurut lapangan usaha memiliki peringkat ke-empat kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia selama periode tahun 2019-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor perekonomian basis dan menentukan sektor yang memiliki pertumbuhan cepat dan daya saing keduanya. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah location quotient (LQ) dan shift share (SS). Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 2019-2023 di Provinsi Jawa Tengah terdapat 6 sektor basis dimana sektor yang paling tinggi nilai LQ yakni sektor industri pengolahan dan sektor basis yang paling rendah nilai LQ yakni sektor konstruksi. Selanjutnya terdapat 7 sektor di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki nilai PP (+) dan PPW (+) dimana sektor yang pertumbuhannya paling cepat dan memiliki daya saing yang baik terhadap nasional, yakni sektor konstruksi. Sedangkan sektor perekonomian yang memiliki nilai PP (+) dan PPW (-) terdapat 10 sektor dimana sektor yang pertumbuhannya paling cepat tetapi tidak memiliki saing yang baik terhadap nasional, yaitu sektor industri pengolahan. Kontribusi Provinsi Jawa Tengah yang beragam memainkan peran penting dalam menciptakan keseimbangan perekonomian regional dan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Kata kunci: Sektor; Perekonomian; PDRB; Ekonomi Basis Abstract Central Java Province is one of the largest provinces in Indonesia. The role of Central Java Province's GRDP according to the business sector is ranked fourth in terms of contribution to the Indonesian economy during the 2019-2023 period. This research aims to determine the basic economic sectors and determine sectors that have fast growth and competitiveness. The data used is secondary data. The data analysis methods used are location quotient (LQ) and shift share (SS). The research results show that during 2019-2023 in Central Java Province there were 6 base sectors where the sector with the highest LQ value was the processing industry sector and the base sector with the lowest LQ value was the construction sector. Furthermore, there are 7 sectors in Central Java Province which have PP (+) and PPW (+) values, where the sector has the fastest growth and has good national competitiveness, namely the construction sector. Meanwhile, there are 10 sectors in the economy that have PP (+) and PPW (-) values, where the sector has the fastest growth but does not have good national competition, namely the processing industry sector. The diverse contribution of Central Java Province plays an important role in creating regional and national economic balance, as well as increasing Indonesia's competitiveness in the global market. Keywords: Sector; Economy; GRDP; Economic Basis
Identifikasi Sektor Ekonomi Unggulan di Provinsi Jawa Barat Ghania, Sarah; Khatimah, Khusnul; Azrimultiya , Viyolanda
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yakni data PDRB Jawa Barat dan PDB Indonesia tahun 2010-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Alat analisis pada penelitian ini adalah Location Quitoent (LQ) dan Dynamic Location Quotient. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa lapangan usaha yang menjadi sektor unggulan di Jawa Barat dimana sektor-sektor tersebut memiliki nilai LQ>1 dan DLQ>1. Sektor unggulan berdasarkan hasil perhitungan LQ dan DLQ antara lain sektor industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, perdagangan besar dan eceran;reparasi mobil dan sepeda motor, transportasi dan pergudangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, jasa lainnya. Abstract West Java is one of the provinces that makes a significant contribution to Indonesia's GDP. However, despite the substantial contribution of its economic sectors, this has not translated into improved welfare for its population. This is reflected in several economic indicators, such as per capita income and the open unemployment rate, which have not reached optimal levels. This study aims to identify the leading economic sectors in West Java in order to improve the welfare of its population. The research employs a descriptive quantitative approach using secondary data, specifically GRDP data for West Java and GDP data for Indonesia from 2010 to 2023, sourced from the Central Statistics Agency. The analytical tools applied in this study are Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ). The findings reveal that several sectors are considered leading in West Java, with these sectors exhibiting LQ and DLQ values greater than 1. These leading sectors, based on the LQ and DLQ calculations, include manufacturing, electricity and gas supply, wholesale and retail trade; repair of motor vehicles and motorcycles, transportation and warehousing, health and social activities, and other services. Keywords: West Java, Leading Sectors, Location Quotient, Dynamic Location Quotien    
Analisis Pengaruh Pengangguran, Gini Rasio, dan Jumlah Penduduk Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung Umamah, Reza; Syafitri, Freesca
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10560

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas pembangunan di suatu daerah. Provinsi Lampung menghadapi tantangan signifikan dalam peningkatan IPM, yang masih berada di bawah rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran, Gini rasio, dan jumlah penduduk terhadap IPM di Provinsi Lampung pada periode 2014-2023. Data yang digunakan merupakan data panel dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dengan jumlah total sampel sebanyak 150. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi data panel melalui perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran memiliki pengaruh negatif terhadap IPM, tetapi pengaruhnya tidak signifikan. Demikian pula, Gini rasio menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap IPM. Sebaliknya, jumlah penduduk memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap IPM di Provinsi Lampung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengurangan ketimpangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja harus menjadi prioritas kebijakan untuk mendorong peningkatan IPM. Selain itu, kualitas pendidikan dan kesehatan harus terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan di daerah tersebut. Kata kunci: Gini Rasio, Indeks Pembangunan Manusia, Jumlah Penduduk, Pengangguran Abstract The Human Development Index (HDI) is one of the important indicators in measuring the quality of development in a region. Lampung Province faces significant challenges in improving HDI, which is still below the national average. This study aims to analyze the effect of unemployment rate, Gini ratio, and population on HDI in Lampung Province in the period 2014-2023. The data used is panel data from 15 districts/cities in Lampung Province, with a total sample size of 150. The analysis was conducted using the panel data regression method through Stata 17 software. The results showed that the unemployment rate had a negative effect on HDI, but the effect was not significant. Similarly, the Gini ratio shows a significant negative influence on HDI. In contrast, the total population has a significant positive influence on HDI in Lampung Province. These findings indicate that reducing economic inequality and job creation should be policy priorities to boost HDI. In addition, the quality of education and health should be continuously improved to support sustainable human development in the region. Keyword: Gini Ratio, Human Development Index, Total Population, Unemployment  
Analisis Keseimbangan dan Efesiensi Ekonomi Industri Gula Indonesia Azrimultiya, Viyolanda; Ghania, Sarah; Khatimah , Khusnul
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10589

Abstract

Gula merupakan salah satu hasil industri pertanian yang diatur ketetapannya dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 dan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Hasil survei Kementerian Perdagangan tahun 2013 –2015 mengindikasikan bahwa terdapat sekitar 100.000 ton gula rafinasi yang penyalurannya tidak sesuai peruntukan. Selain itu, pemisahan pasar gula juga mengakibatkan kenaikan margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) berkisar 30% - 33,18% sehingga menyebabkan kenaikan harga gula di tingkat eceran sebesar 3 - 6% (Kementerian Perdagangan, 2020). Karena kebijakan pemisahan pasar gula justru menyebabkan inefisiensi industri gula, maka diperlukan kebijakan alternatif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi industri gula, misalnya melalui kebijakan penyatuan pasar gula. Penyatuan pasar gula diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kinerja industri nasional sehingga industri gula nasional makin efisien dan berdaya saing. Penyatuan pasar gula akan mengubah harga keseimbangan gula sehingga diperlukan analisis keseimbangan dan efisiensi ekonomi industri gula jika kebijakan penyatuan pasar gula dilaksanakan. Dengan adanya penyatuan pasar gula maka harga gula akan lebih stabil karena penawaran dan permintaan gula menjadi lebih elastis karena GKP bisa masuk ke pasar industri dan sebaliknya GKR bisa juga masuk pasar konsumsi langsung. Kata kunci: Kebijakan Tata Niaga, Industri Gula, Efisiensi Ekonomi Abstract Sugar is one of the agricultural industry products regulated by Presidential Regulation Number 71/2015 and Number 59 of 2020 concerning the Determination and Storage of Basic Needs and Essential Goods. The Ministry of Trade's survey results in 2013-2015 indicated that around 100,000 tonnes of refined sugar had not distributed as intended. In addition, the separation of the sugar market also resulted in an increase in trading and transportation margins (MPP) ranging from 30% to 33.18%, causing an increase in sugar prices at the retail level by 3 - 6% (Ministry of Trade, 2020). Since the sugar market separation policy causes inefficiency in the sugar industry, alternative policies are needed to improve the economic efficiency of the sugar industry, such as a sugar market unification policy. The unification of the sugar market is expect to positively impact the performance of the national sugar industry so that the sugar industry can become more efficient and competitive. The sugar market's unification will change the sugar's equilibrium price, so an analysis of the balance and economic efficiency of the sugar industry is needed if the sugar market unification policy is implemented. With the sugar market's unification, sugar prices will be more stable because the supply and demand of sugar become more elastic. GKP can enter the industrial market and vice versa; GKR can also enter the direct consumption market. Keywords: Trade Policy, Sugar Industry, Economic Efficiency    

Page 1 of 1 | Total Record : 9