cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Penempatan dan Penentuan Kapasitas Optimal Distributed Generator Menggunakan Artificial Bee Colony Ahmad Zakaria Hizbullah; Imam Robandi; Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.81

Abstract

Distributed Generator (DG) merupakan pembangkit berkapasitas kecil yang terletak pada sistem distribusi tenaga listrik dan biasanya ditempatkan pada bus-bus yang terhubung langsung ke beban. Parameter-parameter yang perlu diperhatikan dalam pemasangan DG antara lain level tegangan dan kerugian daya. Artificial Bee Colony (ABC) merupakan kecerdasan buatan yang menirukan perilaku sekumpulan lebah dalam mencari sari bunga (nectar). Pada tugas akhir ini dilakukan optimisasi penentuan letak dan kapasitas optimal DG dengan menggunakan algoritma ABC pada sistem distribusi radial IEEE 33 bus. Simulasi dilakukan menggunakan software MATLAB. Dari hasil simulasi yang diperoleh, pemasangan DG pada sistem distribusi dapat menaikkan level tegangan pada tiap bus dan mengurangi total kerugian daya pada sistem.
Simulasi Dinamika untuk Menentukan Stabilitas Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Thyristor Controlled Braking Resistor pada Sistem IEEE 34 Node Test Feeder Andi Taufiq; Ontoseno Penangsang; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.774 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.440

Abstract

Terdapat berbagai macam metode untuk meningkatkan stabilitas sistem  tenaga listrik. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode pengereman dinamis (dynamic braking). Generator sinkron sebagai distributed generator yang digerakkan oleh mesin diesel. Pada saat terjadi gangguan pada sistem, digunakan sebuah Thyristor Controlled Braking Resistor (TCBR) untuk meredam osilasi yang terjadi. Sistem yang hendak dianalisis dinamika dan stabilitasnnya adalah IEEE 34 node test feeder. Dengan sistem ini diilustrasikan karakteristik dan keefektifan TCBR untuk meredam osilasi frekuensi rendah dan mencegah terjadinya ketidakstabilan transien sistem. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dengan adanya penambahan TCBR (Thyristor Controlled Braking Resistor) maka respon transien sistem akan menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan overshoot dan settling timenya. Dengan demikian sistem akan menuju kondisi stabil dengan lebih cepat setelah terjadi gangguan.
Maximum Power Point Tracking (MPPT) Pada Variabel Speed Wind Turbine (VSWT) Dengan Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) menggunakan Switch Mode Rectifier (SMR) saputra, Armaditya Tri Martha; Suryoatmojo, Heri; Yuwono, Teguh
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.80

Abstract

Energi angin merupakan salah satu energi alam yang terbarukan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai pembangkit listrik. Dalam sistem pembangkit yang berdiri sendiri perlu diperhatikan pengaturan yang tepat agar tidak merusak komponennya. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan dibahas tentang strategi kontrol baru untuk pengoperasian Variable Speed Wind Turbine (VSWT) dengan Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) yang tereksitasi sendiri menggunakan Switch Mode Rectifier (SMR). Strategi kontrol ini dipasang pada konverter sisi generator dengan tujuan untuk memaksimalkan ekstraksi daya yang ada. Bagian utama yang diatur disini adalah tegangan output dengan mengontrol kecepatan rotor  untuk mengatasi perubahan angin yang bervariasi. Sehingga dalam tugas akhir ini nantinya akan ditunjukkan bahwa dengan mengontrol VSWT-PMSG dapat mengekstraksi daya maksimum serta mampu mengatur tegangan output dalam berbagai kondisi angin mulai dari 6m/s sampai 12 m/s dan perubahan beban mulai dari 20 ohm sampai 300 ohm.
Analisa Pengaruh Koordinasi Peralatan Proteksi Terhadap Karakteristik Voltage Sag Di PT. Pupuk Kaltim (PKT) Bontang Arif Rakhman Prayuga; Margo Pujiantara; IGN Satriyadi Hernanda
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.62

Abstract

Program paket merupakan software simulasi transien pada sistem tenaga yang digunakan untuk menganalisa pengujian jaringan listrik di industri pada kondisi saat gangguan. Untuk meneliti karakteristik voltage sag pada sistem jaringan listrik di industri dalam kondisi saat gangguan, digunakan dua metode untuk koordinasi peralatan proteksi. Keluaran dari hasil simulasi berupa kurva transien tegangan terhadap durasi waktu gangguan yang merupakan karakteristik voltage sag. Kurva hasil simulasi ini dievaluasi dengan kurva standar CBEMA, ITIC, dan SEMI yang telah distandarkan untuk performa jaringan. Hasil simulasi hubung singkat 3 fasa di titik Fault 2 menyebabkan tegangan sisa sebesar 88,4 % di tiap fasa, hubung singkat 1 fasa ke tanah sebesar 81,4 % di fasa A, 98,6 % di fasa B, dan 96,2 % di fasa C, hubung singkat antar fasa sebesar 92,6 % di fasa A, 105,9 % di fasa B, 87,6 % di fasa C. Metode kedua yaitu dengan CB atau pemutus dari hasil evaluasi simulasi didapatkan durasi gangguan yang lebih kecil dari metode pertama yaitu tanpa peralatan proteksi.
Optimasi Performansi Harvesting Elektromagnetik Pada Frekuensi 2,4 Ghz Dengan Desain Antena Patch Panel Sirkular Zhendykiawan, Harys
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.58

Abstract

Wireless Sensor Network membutuhkan keanekaragaman sumber daya agar mampu mencatu dirinya sendiri. Penilitian ini merancang suatu sistem Radiofrequency Energy Harvesting (RfEH) yang dapat digunakan untuk mencatu daya pada sensor dengan menggunakan gelombang elektromagnetik bebas sebagai sumber energi. Teknologi Radiofrequency Energy Harvesting merupakan sumber energi ramah lingkungan yang mampu menjadi sumber daya alternatif bagi sensor. Pada penelitian dilakukan rancang bangun perangkat yang mampu menerapkan sistem RfEH pada frekuensi 2.4 GHz. Perangkat terdiri dari antena mikrostrip 2.4 Ghz dan perangkat RfEH. Perancangan antena dibantu dengan menggunakan software HFSS. Dari hasil perancangan kemudian dilakukan pembuatan prototipe antena mikrostrip tersebut. Pengukuran antena kemudian dilakukan untuk mendapatkan parameter antena. Dalam pengujian perangkat, antena mikrostrip dihubungkan dengan perangkat RfEH yang telah dibuat guna mengambil daya pada gelombang elektromagnetik bebas. Dari pengukuran antena mikrostrip didapatkan hasil parameter VSWR antena sebesar 1.31 pada frekuensi 2.4 GHz dan gain terbaik antena 25.03 dBm pada frekuensi 2.437 GHz. Sedangkan dari hasil pengujian perangkat RfEH mampu mengambil tegangan rata-rata 4554 mV.
Instalasi Pentanahan Dan Proteksi Gangguan Ke Tanah Pada Pembangkitan Multi Generator Di Sistem Kelistrikan Industri Minyak Nabati Johari Johari; Ontoseno Penangsang; Adi Soeprijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.386 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.60

Abstract

Pemilihan metode pentanahan pada multi generator menjadi pertimbangan penting dalam sebuah industri yang memiliki tegangan menengah. Hal ini dikarenakan seringnya terjadi gangguan ke tanah serta besarnya arus gangguan satu fasa ke tanah pada masing–masing generator. Jika terjadi kesalahan dalam pemilihan pentanahan generator akan menyebabkan kerusakan yang sangat berarti pada peralatan tersebut. Tugas akhir ini akan membahas berbagai macam metode pentanahan pada generator yang beroperasi di Industri Minyak Nabati. Besar arus gangguan satu fasa merupakan faktor  utama dalam pemilihan pentanahan sistem. Berdasarkan hasil simulasi hubung singkat 1 fasa ke tanah, maka dapat ditentukan kombinasi pentanahan pada masing-masing generator disistem tegangan menengah yaitu  Low Resistance – Open atau sebaliknya. Selain itu, akan dibahas juga pengaman arus gangguan ketanah. Dengan adanya penambahan pembangkit dan beban pada perusahaan ini, akan berpengaruh pada besar arus hubung singkat pada sistem kelistrikan diperusahaan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan analisis ulang penyetelan kordinasi rele proteksi yang ada seperti rele pengaman gangguan tanah (Ground Fault Relay) serta menggambarkan kurva karakteristiknya
Peningkatan Available Transfer Capability Mengggunakan Unified Power Flow Controller Adyatmoko Wirananto; Adi Soeprijanto; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.976 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.87

Abstract

Available Transfer Capability (ATC) adalah kemampuan transfer yang masih mungkin bisa dilakukan pada sistem tenaga listrik. Pemasangan perangkat FACTS, yaitu Unified Power Flow Controller (UPFC) dilakukan untuk meningkatkan nilai ATC. UPFC akan mengontrol injeksi daya reaktif dan mengontrol tegangan pada saluran transmisi yang dipasangi UPFC sehingga akan merubah aliran daya pada sistem tenaga listrik. Melalui analisis optimal power flow pada Sistem IEEE 14 bus, variabel-variabel kontrol akan diinjeksikan dari UPFC ke aliran daya Sistem IEEE 14 bus. Setelah dipasang UPFC sistem mampu mencapai nilai load margin maksimal pada 0,1511 ketika UPFC dipasang di Saluran 2-5, dengan ATC yang dicapai adalah 35,38 MW.
Optimisasi Parameter Interline Power Flow Controller (IPFC) Menggunakan Imperialist Competitive Algorithm (ICA) Muhammad Siddiq Basid; Imam Robandi; Sidaryanto Sidaryanto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.743 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.88

Abstract

Interline Power Flow Controller (IPFC) merupakan alat kendali daya aktif dan reaktif antara beberapa saluran dengan mentransfer daya dari saluran yang mengalami kelebihan beban (overload) ke saluran yang kekurangan beban (underload). IPFC menggunakan dua buah Voltage Sourced Converters (VSCs) yang dihubungkan dengan saluran DC (DC link). Pada penelitian ini dilakukan optimisasi parameter pada IPFC dengan menggunakan Imperialist Competitive Algorithm (ICA) berdasarkan model steady state untuk meminimalkan rugi-rugi transmisi pada jaring. Simulasi yang dilakukan adalah penerapan optimisasi parameter IPFC dengan menggunakan ICA pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV. Pada simulasi tersebut dibandingkan antara kinerja sistem tanpa IPFC, sistem dengan IPFC tapi tanpa optimisasi, dan dengan sistem yang menggunakan IPFC yang telah dioptimisasi dengan menggunakan ICA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan ICA pada optimisasi parameter IPFC dapat meminimalkan rugi-rugi transmisi pada jaringan.
Studi Regulasi Output Generator Induksi dengan Voltage Source Inverter Ardiansyah, Heri; Riawan, Dedet Candra; Anam, Sjamsjul
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.91

Abstract

Generator induksi banyak digunakan pada sistem pembangkit listrik tenaga air daya yang kecil (PLTMH). Kelebihan menggunakan generator induksi dalam sistem ini adalah lebih sederhana dan konstruksi yang lebih kuat dibanding generator sinkron. Tegangan dan frekuensi output generator induksi sangat sensitif terhadap perubahan beban. Perubahan beban akan menyebabkan tegangan dan frekuensi output generator induksi menjadi berfluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan regulasi tegangan dan frekuensi output generator induksi agar tegangan dan frekuensi output generator induksi tidak berfluktuatif pada kondisi perubahan beban. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan pemodelan generator induksi dengan pemasangan rangkaian voltage source inverter. Pada sisi dc rangkaian inverter dipasang dc chopper untuk menyerap daya output generator yang tidak dialirkan ke beban. Generator induksi disimulasikan beroperasi dengan beban konstan dan beban yang berubah. Hasil simulasi menunjukkan tegangan dan frekuensi output generator induksi tidak berfluktuatif pada kondisi beban yang berubah.
Analisis dan Reduksi Bahaya ARC Flash pada Sistem Kelistrikan Firman Aji Prasongko; Ontoseno Penangsang; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.064 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.94

Abstract

Upaya terakhir untuk menghitung bahaya yang berhubungan dengan potensi bahaya arc flash bergantung pada proteksi arus lebih untuk menghilangkan kondisi saat diberi gangguan. Efektivitas berbagai perangkat ditentukan oleh clearing time terkait dengan gangguan arus maksimum yang ada untuk setiap lokasi sistem. Industri komersial mulai melakukan prosedur pelabelan arc flash dan mulai mengenali pencegahan arc flash sebagai bagian dari program safety, perhitungan current method memungkinkan untuk menghitung incident energy (cal/cm² ) terkait dengan gangguan maksimum tiga phasa. Kesalahan terbanyak adalah besaran arus kurang dari besaran arus tiga phasa maksimum. Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas perhitungan energy dan durasi lama terjadinya arc flash pada system kelistrikan pada electrical room.