cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 33 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Luas Permukaan Kulit Menggunakan Konveyor dan Sensor Optik Berbasis Arduino Gayuh Wahyu Nugroho; Rusdhianto Effendi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82219

Abstract

Kulit merupakan salah satu bagian dari hewan yang dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan kerajinan. Harga dari satu lembar kulit ditentukan oleh kualitas, motif, serta ukuran luas permukaan. Satuan luas yang digunakan adalah satuan feet persegi. Dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam maka bentuk yang diperoleh dari masing-masing lembar kulit berbeda dan tidak beraturan (irregular). Oleh karena itu UKM penyamakan kulit mengalami kesulitan dalam menentukan luas dari satu lembar kulit. Perancangan sistem ini diperlukan agar mempermudah para pelaku UKM penyamakan kulit untuk mendapatkan hasil pengukuran dari satu lembar kulit. Selain itu sistem yang direncanakan bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu kerja. Komponen yang diukur adalah luas bidang dua dimensi dan waktu ukur. Pengolahan komponen pengukuran dilakukan menggunakan papan kendali terpadu Arduino Uno. Untuk mencapai tujuan sistem diperlukan kelengkapan mekanik berupa konveyor dan sensor optik untuk mendeteksi keberadaan lembar kulit. Selain itu untuk menampilkan hasil pengukuran digunakan LCD Oled 0,96 inc. Dari hasil pengujian diperoleh hasil kesalahan dalam pengukuran luas sebesar 2.47 %. Sedangkan untuk nilai efisiensi waktu kerja yang dapat ditingkatkan adalah sebesar 56.23%. Dan dari responden dari pelaku UMKM menyatakan sebesar 95% alat dapat digunakan sedangkan 5% sisanya dikarenakan ketidak biasaan operator menggunakan alat.
Kajian Fitoremediasi untuk Rehabilitasi Lahan Pertanian Akibat Tercemar Limbah Industri Pertambangan Emas Koesma Nurina Ghassani; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82682

Abstract

Banyaknya pengalihan fungsi lahan menjadi kawasan industri pertambangan, dimana pembangunan industri tersebut berdampak positif dan juga berdampak negatif bagi pembangunan pertanian, antara lain yaitu jika pembuangan limbah industri tidak melalui pengolahan terlebih dahulu (IPAL), hasil pembuangan limbahnya berpotensi untuk mencemari lingkungan, khususnya terhadap tanah-tanah pertanian, diantaranya adalah logam berat, yang berpotensi terhadap percemaran lingkungan pertanian, yaitu Merkuri (Hg), Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Krom (Cr), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Kobalt (Co), dan Nikel (Ni). Oleh karena itu, perlu dicari alternatif penanggulangannya melalui penelitian rehabilitasi lahan. Penyingkiran polutan logam berat menggunakan metode fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi menggunakan tumbuhan hiperakumulator yang mampu mengikat Merkuri (Hg) secara cepat dan tepat. Jenis tumbuhan yang digunakan adalah Kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides) pada fitoremediasi in-situ dan ex-situ secara single plant species. Sedangkan tumbuhan yang digunakan untuk fitoremediasi ex-situ secara mixed plants species adalah Kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides) dan Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum CV. Mott). Presentase keberhasilannya berada diantara 90-100%.
Kajian Bioaugmentasi untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat di Wilayah Perairan Menggunakan Bakteri (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Sungai Krueng Sabee, Aceh Jaya) Dwi Retno Rahayu; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82791

Abstract

Pencemaran lingkungan terjadi hampir di semua negara di dunia. Kegiatan industri menyebabkan pencemaran lingkungan dalam bentuk pencemaran air, tanah dan udara. Salah satu pencemar di perairan adalah logam berat yang berasal dari pertambangan, peleburan logam, dan industri lainnya. Pencemar logam berat telah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air dan sedimen di badan air seperti sungai, danau dan waduk. Logam berat dapat terakumulasi pada tubuh biota di perairan, yang mana dapat masuk kedalam tubuh manusia jika dikonsumsi dan akan menyebabkan gangguan kesehatan. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di perairan. Dipilihlah metode bioaugmentasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di perairan. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Mikroorganisme yang digunakan dalam metode bioaugmentasi ini adalah bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme yang dapat menguraikan pencemar dari senyawa toksik menjadi tidak toksik. Bakteri dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem salah satunya adalah suhu yang tinggi. Studi kasus di wilayah Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya menunjukkan bahwa logam berat merkuri (Hg) telah mencemari sungai Krueng Sabee dimana logam berat merkuri (Hg) sudah terakumulasi pada biota air yang terdapat di sungai tersebut. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) adalah bioaugmentasi dengan pemanfaatan konsorsium atau kultur campuran dari tiga jenis bakteri yaitu Pseudomonas putida, Pseudomonas aeruginosa, dan Citrobacter freundii. Jenis bakteri penyusun dan waktu degradasi berpengaruh terhadap kemampuan reduksi merkuri (Hg). Gabungan dari beberapa bakteri pendegradasi yang sesuai dapat meningkatkan potensi reduksi merkuri (Hg) pada sedimen air tercemar semakin tinggi.

Page 4 of 4 | Total Record : 33