Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
155 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2013)"
:
155 Documents
clear
Perancangan dan Simulasi Ultrasonik Doppler Gelombang Kontinyu 4MHz Berbasis Mikrokontroler ATmega16
Paskalis Kurniaji;
Harris Pirngadi;
Tri Arief Sardjono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.941 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2362
Dalam penelitian ini telah dirancang sebuah sistem ultrasonik yang akan digunakan untuk mengukur kecepatan aliran darah. Sistem yang dirancang ini menggunakan prinsip ultrasonik doppler gelombang kontinyu dengan frekuensi 4MHz. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan memancarkan gelombang sinus yang memiliki frekuensi 4 MHz ke bagian pembuluh darah oleh tranduser pemancar, dan gelombang pantul yang dihasilkan dari reflektor sel darah merah akan diterima kembali oleh tranduser penerima. Gelombang pantul yang diterima oleh tranduser penerima ini akan memiliki frekuensi yang berbeda dari gelombang yang dipancarkan. Untuk mendapatkan perbedaan frekuensi ini, maka digunakan dua buah sumber generator gelombang sebagai bagian dari simulasi sistem. Rentang frekuensi yang digunakan untuk proses simulasi sistem adalah 4MHz – 4.007 MHz. Dari hasil pengujian dan simulasi, telah diperoleh nilai kecepatan aliran pada sudut <30° sebesar 50.74 cm/s dan nilai kecepatan aliran minimum pada sudut >80° memiliki kecepatan sebesar 1.3 cm/s dengan estimasi cepat rambat gelombang di dalam medium darah sebesar 1500m/s. Hasil pengujian dan simulasi untuk sudut doppler yang sesuai adalah untuk pengujian kecepatan aliran pada sudut <60°.
Implementasi Modulasi dan Demodulasi M-ary QAM pada DSK TMS320C6416T
Angga Yuda Prasetya;
Suwadi Suwadi;
Titik Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.189 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2363
Salah satu jenis modulasi digital yang sering digunakan adalah QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Modulator dan demodulator M-ary QAM dapat diprogram dengan menggunakan DSP processor. DSK TMS320C6416T adalah suatu board/hardware untuk memproses sinyal yang termasuk dalam keluarga besar processor TMS320 produksi Texas Instrument, bekerja pada frekuensi 0-96 kHz yang merupakan standar dalam sistem telekomunikasi. Tujuannya yaitu melakukan implementasi modulasi dan demodulasi M-ary QAM secara real ke dalam DSP Starter Kit TMS320C6416T. Terdapat empat implementasi sistem yaitu sistem dengan input bernoulli binary generator, input pulse generator, sinyal input dari function generator melalui port Line-In dan input suara melalui port Mic-In. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja DSK TMS320C6416T yang ditampilkan dalam bentuk grafik Bit Error Rate terhadap variasi nilai Eb/N0 dilakukan dengan mengirimkan 100.000 bit. Kinerja terbaik terdapat pada implementasi menggunakan sistem QAM dengan nilai BER mencapai 1.00E-05 pada nilai Eb/N0≥11dB. Sedangkan kinerja terburuk pada semua sistem dengan input dari function generator dengan nilai BER yang tidak mencapai 1.00E-05 dibandingkan dengan sistem yang telah dirancang.
Pengkodean Kanal Reed Solomon Berbasis FPGA Untuk Transmisi Citra Pada Satelit Nano
Ainun Jariyah;
Suwadi Suwadi;
Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.354 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2372
Dalam sistem komunikasi dari satelit ke stasiun bumi terdapat beberapa blok penyusun agar sistem dapat berjalan dengan baik, dan salah satunya adalah blok pengkodean kanal di sisi satelit. Pada blok pengkodean kanal berisi metode penambahan simbol parity (codeword) ke dalam data saat proses pengiriman dengan tujuan meningkatkan kemampuan koreksi kesalahan data yang akan diterima. Jenis pengkodean kanal yang digunakan adalah Reed Solomon code (255,239) yang dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman VHDL melalui software Quartus II, dan diimplementasikan pada hardware FPGA menggunakan Altera DE1 board. Informasi yang ditransmisikan berupa data citra dengan format file JPEG. File citra yang terdapat di komputer dikirim secara serial dari console terminal emulator menuju FPGA yang berisi program encoder, sehingga di dalam FPGA inilah terjadi proses pengkodean data. Data citra yang dikirim adalah data berkapasitas 68,1 KB. Namun secara implementasi hasil pengkodean berupa penambahan codeword tidak dapat diamati langsung, melainkan hanya bisa diamati melalui simulasi. Namun akibat yang ditimbulkan dari penambahan codeword adalah perubahan warna yang terjadi pada citra yang telah dikodekan Hasil simulasi dari pengkodean Reed Solomon (255,239), berupa 16 byte codeword (16 simbol) yang disisipkan dibelakang urutan symbol informasi sebanyak 239 byte.
Perancangan dan Pembuatan Tahap RF Downlink 2.4 GHz Untuk Pengiriman Citra Pada Sistem Komunikasi Satelit Nano
Rochmawati Ada Wiyah;
Suwadi Suwadi;
Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1557.269 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2380
RF Downlink merupakan modul penyusun sistem pemancar satelit nano untuk transmisi citra yang terdiri dari dua bagian utama yaitu upconverter frekuensi dan power amplifier. Upconverter frekuensi nantinya akan mencampur sinyal informasi yang telah dimodulasi dengan local oscillator ke dalam frekuensi yang lebih tinggi yaitu sinyal radio frekuensi 2400 MHz dengan daya output yang masih rendah, yang selanjutnya daya tersebut dikuatkan oleh power amplifier dan kemudian dipancarkan melalui antena ke udara bebas yang berupa gelombang elektromagnetik. Perancangan power amplifier menggunakan dua desain yang berbeda dari sisi komponen yang digunakan. Desain 1 menggunakan satu jenis IC yang digunakan karena pada IC tersebut sudah terdapat tiga jenis penguatan dan desain 2 menggunakan dua jenis IC yang digunakan yaitu IC pertama sebagai driver dan IC yang kedua sebagai penguat akhir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output yang dihasilkan oleh power amplifier desain 1 sebesar -18.56 dBm dengan gain 35 dB, sedangkan untuk desain 2 daya output yang dihasilkan sebesar -32 dBm dengan gain 21 dB. Untuk upconverter dilakukan dua kali pergeseran frekuensi, dimana hasil pengujian diperoleh frekuensi IF kedua sebesar 210 MHz dan frekuensi RF hanya mampu menghasilkan 2155 MHz.
Analisa Kinerja Protokol Sensor Media Access Control (S-MAC) pada Jaringan Sensor Nirkabel
Kusuma Abdillah;
Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.124 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2385
Jaringan sensor nirkabel digunakan untuk memantau suatu kondisi lingkungan seperti daerah rawan bencana. Konsumsi energi merupakan hal utama yang harus diperhatikan karena sangat susah untuk mengganti baterai dalam kondisi lingkungan yang jauh dari jangkauan manusia. Untuk topologi sepuluh hop dengan interval pengiriman satu detik, protokol s-mac adaptif listening mempunyai nilai throughput 66,33% lebih kecil dibanding protokol s-mac tanpa periode tidur, dan protokol tanpa adaptif listening mempunyai nilai trhoughput 82,36% lebih kecil dibanding protokol s-mac tanpa periode tidur. Sedangkan untuk interval pengiriman sepuluh detik ketiga protokol tersebut mempunyai nilai throughput yang sama yaitu sebesar 10 byte/detik. S-mac adaptif listening menghemat energi sebesar 65,94% dibanding dengan protokol s-mac tanpa periode tidur, dan protokol s-mac tanpa adaptif listening menghemat energi sebesar 45,55% dibanding protokol s-mac tanpa periode tidur. Pada topologi dua hop linier dengan dua node sumber, untuk interval pengiriman sepuluh detik semua protokol mempunyai nilai throughput yang lebih tinggi 100% dibanding dengan satu node sumber. Konsumsi energi pada dua node sumber untuk s-mac adaptif listening lebih boros sebesar 19,2% dibanding s-mac adaptif listening dengan satu node sumber dan untuk tanpa adaptif listening lebih boros 50,94%.
Implementasi Convolutional Code dan Viterbi Decode pada DSK TMS320C6416T
Erika Kusumasari Rosita;
Suwadi Suwadi;
Achmad Ansori
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (871.553 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2390
Dalam sistem komunikasi digital modern, dimana data ditransmisikan dalam bentuk bit-bit biner, dibutuhkan sistem yang tahan terhadap noise yang terdapat pada kanal transmisi, hal ini dibutuhkan agar data yang ditransmisikan tersebut dapat diterima dengan benar. Kesalahan dalam pengiriman atau penerimaan data merupakan permasalahan yang mendasar yang memberikan dampak yang sangat signifikan pada sistem komunikasi. Untuk mengatasinya, maka diperlukan suatu metode pengkodean kanal yang mampu mendeteksi kesalahan dan mengkoreksi kesalahan. Pada tugas akhir ini konvolusi code diimplementasikan pada sebuah DSP card seri TMS320C6416T untuk mengatasi masalah sistem komunikasi tersebut. Kode konvolusi merupakan teknik Error Control Coding untuk mendeteksi dan mengkoreksi error pada informasi akibat pengaruh noise. Analisis meliputi nilai BER yang diperoleh dengan mengubah parameter Eb/No pada blok AWGN, dan uji coba rangkaian menggunakan DSK TMS320C6416T. Hasil penelitian menunjukkan sistem yang menggunakan konvolusi code dan viterbi decode dapat menurunkan probabilitas error dibandingkan dengan sistem model yang tidak menggunakan konvolusi code dan viterbi decode.
Rancang Bangun Sistem Transfer Video Real – Time Menggunakan Jaringan Mobile Ad hoc Pada Robot ITS - 01
Yorisan Permana Baginda;
Eko Setijadi;
Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.882 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2391
Pengembangan robot monitoring dan surveylance banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan, pertahanan. Robot tersebut dihubungkan menggunakan standar wireless-LAN 802.11g sebagai media komunikasi data. Implementasi jaringan adhoc ditujukan untuk memberdayakan masing-masing robot dapat berfungsi sebagai router, sehingga memungkinkan untuk melakukan komunikasi multihop dari robot satu yang terdekat dengan stasiun pengontrol ke robot selanjutnya yang sudah keluar jangkauan stasiun pengontrol. Dengan demikian cakupan operasi robot monitoring menjadi semakin luas. Sistem transfer video real-time dalam pelenelitian ini dibangun menggunakan KinectTCP yang di modifikasi untuk menerima data dari robot berupa RGB,Depth dan Skeleton. Evaluasi performansi dilakukan pada topologi single hop dan multihop dengan mengukur parameter throughput, FPS, packet loss, packet delay dan jitter. Hasil pengujian menunjukkan topologi multihop dapat mendukung operasional robot dalam gedung meskipun mengalami penurunan parameter Throughput dan FPS rata-rata sebesar 82,86%, dan mengalami pertambahan delay rata-rata sebesar 149,73%.
Perancangan Sistem Stabilisasi Rudder Roll pada Kapal Perang Kelas SIGMA dengan Kontrol Logika Fuzzy
Alfany Hardiyanty;
Agoes A Masroeri;
Aulia Siti Aisjah
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.463 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2599
Kapal perang membutuhkan maneuverability yang baik saat beroperasi di laut. Maneuverability dipengaruhi oleh sistem kemudi kapal. Kemudi menggunakan rudder berpengaruh terhadap stabilitas rolling kapal. Stabilitas rolling adalah kemampuan kapal kembali ke keadaan normal dalam merespon gangguan. Gerakan roll yang besar dapat menurunkan performansi kapal dan efektivitas awak kapal. Rudder roll merupakan konsep rudder berfungsi mengendalikan heading hingga gerakan roll berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem stabilisasi rudder roll pada kapal perang kelas SIGMA dengan kontrol logika fuzzy. Perancangan sistem dilakukan berdasarkan spesifikasi kapal PKR KRI Diponegoro Kelas SIGMA. Perancangan dilakukan secara simulasi menggunakan Simulink Matlab dan kontrol logika fuzzy Sugeno-Takagi. Gangguan yang digunakan adalah gangguan linier gelombang laut state satu sampai tujuh. Semakin tinggi tingkatan gangguan, maka semakin lama waktu stabilitas rolling mencapai steady state. Performansi kestabilan sistem stabilisasi rudder roll telah sesuai dengan parameter kestabilan yang ada. Performansi maneuver sistem stabilisasi rudder roll memiliki jarak advanced diameter dan tactical diameter yang sama yaitu sebesar 2.48 Lpp dan telah sesuai dengan standar IMO (International Maritime Organization).
Perancangan Sistem Akuisisi Data Maritime Buoy Weather Station
Aditya Gautama Aji;
Syamsul Arifin;
Andi Rahmadiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.266 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2650
Saat ini, layanan sistem informasi mengenai data cuaca, prakiraan cuaca dan iklim secara makro, mudah didapatkan dari hasil analisa oleh BMKG melalui website. namun informasi cuaca yang diberikan pada website bmkg tersebut merupakan hasil dari keluaran sebuah program yang didasarkan pada interpolasi dan ekstrapolasi data cuaca dari berbagai posisi di Indonesia. Keluaran dari penelitian ini didaharpkan dapat menghasilkan sebuah Maritime Buoy Weather Station yang mampu mengindera lima variabel yang memperngaruhi cuaca seperti temperatur udara, tekanan udara, kecepatan angin, arah angin, dan kelembaban udara. Sistem yang telah dirancang memiliki spesifikasi yakni sensor temperatur udara memiliki ketidakpastian sebesar 0.0360C. Tekanan udara memiliki ketidakpastian sebesar 0.13 hPa, kecepatan angin memiliki ketidakpastian sebesar 0.017 m/s, Arah angin memiliki ketidakpastian sebesar 2.90, dan sensor kelembaban memiliki ketidakpastian pengkuran sebesar 0.07 %RH.
Analisa Karakteristik Dispersi Kromatis pada Serat Kristal Fotonik dengan Menggunakan Metode Beda Hingga
Samdysara Saragih;
Sekartedjo Sekartedjo;
Agus Muhammad Hatta
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.301 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2695
Serat kristal fotonik (SKF) adalah pandu gelombang cahaya dengan sebuah inti padat pada pada pusat dikelilingi susunan lubang udara dengan struktur geometri tertentu. Variasi ukuran dan jarak antar lubang udara serat kristal fotonik membuat dispersinya dapat dikontrol untuk mendapatkan dispersi minimal bagi aplikasi sistem komunikasi optis. Dispersi serat kristal fotonik diperoleh setelah terlebih dahulu memecahkan Persamaan Maxwell untuk mendapatkan konstanta propagasi, β, yang pada penelitian ini dipakai kombinasi metode compact 2D finite difference time domain (FDTD) dan compact 2D finite difference frequency domain (FDFD). Setelah β diperoleh, maka indeks bias efektif, neff, dihitung lalu dilakukan pencocokan kurva guna mendapatkan diferensial orde dua neff terhadap panjang gelombang λ (d2neff/dλ2). Nilai (d2neff/dλ2) disubstitusikan ke dalam persamaan dispersi D. Dilakukan perhitungan D pada tiga konfigurasi SKF dengan variasi radius lubang udara r dan jarak lubang udara a. Didapat hasil bahwa terjadi perubahan D akibat variasi tersebut. Pada SKF dengan konfigurasi r = 0.25 μm dan a = 2 μm, diperoleh ultraflattened dispersion pada rentang panjang gelombang 1300 nm-1450 nm yaitu sebesar -2.2496 ps/nm.km hingga 1.8653 ps/nm.km. Hasil ini menunjukkan bahwa SKF konfigurasi ketiga cocok diaplikasikan pada sistem komunikasi optis.