cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Analisa Kinerja Sistem Shutdown Valve pada Sistem Perpipaan untuk Proses Loading dan Unloading di Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan Bahtaria Rohmah; Totok Suhartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.933 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3989

Abstract

Sistem perpipaan loading dan unloading merupakan salah satu sistem terpenting di PT. PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan yang berfungsi sebagai jalur bongkar dan pengisian minyak mentah dari kapal tengker ke tangki penyimpanan (storage tank). Pada jalur perpipaan loading-unloading terdapat suatu sistem keamanan berupa emergency shutdown valve yang berfungsi untuk menutup aliran crude oil dari subsea pipeline menuju ke tangki penyimpanan apabila terdapat bahaya. Sejak pertama dioperasikan hingga sekarang emergency shutdown vavlve tidak pernah digunakan karena tidak pernah terjadi bahaya, akan tetapi pada sistem tersebut akan dilakukan pengembangan/penambahan jalur aliran crude oil ke meterring system dengan kapasitas yang relatif besar. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kinerja emergency shutdown valve melalui pengamatan waktu respon yang diperlukan valve untuk menutup aliran terhadap jenis aliran fluidanya (crude oil Duri, Minas, DCO dan Jati Barang), selain itu dilakukan pengamatan terhadap pola aliran fluidamya ketika valve mulai menutup (tutupan 0%, 25%, 50%, 75% dan 85%). Dari pengamatan tersebut diperoleh bahwa Apabila ditinjau dari nilai time respons shutdown valve, kinerja shutdown valve masih tergolong bagus, karena dapat menutup aliran fluida dalam waktu 72 detik dari diameter pipa sebesar 36 inch. Sedangkan apabila ditinjau dari ΔP sistem terhadap jenis aliran crude oil dan jenis prosesnya dapat dikatakan bahwa kinerja shutdown valve paling bagus ketika proses unloading, karena nilai ΔP paling besar yaitu1,4 x 10-4 N/m2. Dari hasil pengamatan pola aliran fluida, tekanan paling besar saat fluida menumbuk valve pada tutupan 85%.
Perancangan Safety Instrumented System pada Proses Loading PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan Rahmat Tri widodo; Totok Soehartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.318 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3992

Abstract

Salah satu proses yang ada di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI adalah pengiriman crude oil menuju kapal tanker. Proses tersebut disebut dengan proses loading. Terdapat beberapa jenis crude yang dikirim pada proses loading tersebut, diantaranya adalah crude Jatibarang dan Crude DCO. Terdapat beberapa masalah yang kerap terjadi pada proses loading ini. Yang sering terjadi adalah kebocoran offshore pipeline yang biasa disebabkan oleh korosi air laut. Selain itu juga pernah terjadi penyumbatan pipa oleh crude akibat heater yang tidak berfungsi dengan baik. Sampai saat ini safety system yang ada pada proses loading ini hanya sebuah shutdown valve yang dijalankan manual dengan menggunakan hand switch. Sistem tersebut masih belum bisa menangani permasalahan yang ada. Oleh karena itu pada tugas akhir kali ini dilakukan perancangan SIS pada jalur loading PT Pertamina RU VI Balongan yang kemudian disimulasikan pada software Matlab (Simulink). Simulasi dilakukan dengan memberikan manipulasi besar disturbance yang merepresentasikan kebocoran pada offshore pipeline. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, didapatkan bahwa SIS dapat berjalan dengan baik karena dapat menghentikan proses dengan menutup ESDV dan mematikan pompa saat keadaan perbedaan tekanan antara ujung-ujung pipa offshore tinggi. Tingginya perbedaan tekanan antar ujung offshore pipeline mengindikasikan terjadinya kebocoran. SIS yang sudah dirancang kemudian dihitung nilai PFDtotal dan diapatkan nilai sebesar 0,085 sehingga rancangan SIS.
Rancang Bangun Sensor Specific Gravity pada Crude Oil Menggunakan Serat Optik Plastik Achmad Wahyu Rizky W; Heru Setijono; Gerry Sasanti Nirmala
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4062

Abstract

Tingkat kebutuhan energi minyak bumi di dunia semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak produsen harus menambah jumlah produksinya dengan meningkatkan efisiensi pada saat proses produksi. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah melakukan uji specific gravity pada minyak bumi. Uji specific gravity pada minyak bumi penting untuk dilakukan karena berdasarkan oAPI , hal ini menentukan apakah minyak bumi tersebut diklasifikasikan dalam heavy oil, medium oil atau light oil. Selain itu, nilai specific gravity juga akan menentukan nilai kapasitas kapal tanker untuk pengangkutan minyak mentah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan sensor serat optik plastik yang dikelupas cladding-nya dengan variasi panjang sensor 1 cm, 2 cm, 4 cm dan 8 cm. Prinsip kerja dari sensor ini adalah pemanfaatan dari perubahan medan evanescent apabila dilakukan penggantian cladding serat optik oleh crude oil. Daya keluaran serat optik sebelum dan sesudah diberikan minyak mentah diukur menggunakan powermeter, dan beda daya yang dihasilkan nantinya akan dikonversi menjadi nilai specific gravity. Dari hasil uji karakteristik statis sensor, sensor dengan panjang 2 cm adalah sensor dengan respon terbaik yang memiliki sensitivitas sebesar 74,65µW per satuan specfic gravity, dengan span pengukuran terbesar yaitu sebesar 5,048µW, nilai koefisien determinasi sebesar 91,6% dan nilai error maksimal sebesar 0,86%.
Metode Ekstraksi Karakteristik Optis dari Solid Tissue Phantom Menggunakan Data Pengukuran Diffuse Optical Spectroscopy Surpan Surpan; Aulia Siti Aisyah; Nasution Nasution
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.872 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4064

Abstract

Diffuse optical spectroscopy merupakan teknik spektroskopi yang digunakan dalam karakterisasi media melalui pengukuran spectral diffuse reflectance pada rentang pita panjang gelombang yang dikenal dengan sebutan optical windows, yaitu 600 hingga 1000 nm. Salah satu metode ekstraksi karakteristik tissue dari pengukuran DOS adalah dengan menggunakan backward approach dimana data percobaan akan di fitting dengan pendekatan diffuse dari persamaan radiativ transfer (RTE) untuk mendapatkan optical properties dari media. Pada penelitian ini, dikembangkan metoda ekstraksi (backward approach) untuk mendapatkan karakteristik tissue berdasarkan pengukuran multi-distance DOS. Metoda ekstraksi ini dikembangkan berbasis algoritma fitting nonlinear Lavenberg-Marquadt. Data pengukuran DOS yang digunakan  merupakan pengukuran refelektansi difus atas tiga jenis solid phantom tissue dari ISS®, dengan karakteristik optis yang berbeda.
Pembuatan dan Karakteristik Komposit Polimer Berpenguat Bagasse Eqitha Dea Clareyna; Lizda Johar Mawarani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4295

Abstract

Bagasse memiliki kandungan serat yang cukup besar dan berpotensi digunakan sebagai bahan penguat dalam pembuatan komposit karena sifatnya yang kuat dan ringan. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibuat bahan komposit berpenguat bagasse dengan empat macam ukuran penguat yaitu serat chopped serta partikel berukuran 100 mesh, 140 mesh, dan 200 mesh. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan fraksi volume penguat divariasi dari 2,5% hingga 15%. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan densitas terbaik dimiliki oleh sampel komposit dengan penguat berukuran 200 mesh sebanyak 7,5% volume. Kekuatan tarik sampel tersebut adalah  28,83  MPa dan densitasnya adalah 1,15 gr/cm3. Adapun kekuatan impak terbesar dimiliki oleh sampel komposit dengan 2,5% volume sebesar 0,00271 J/mm2. Dengan demikian sampel komposit yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku industri menggantikan tiang penyangga (scantlings) pada struktur kayu (timber structure) sesuai standar AS 1720.1.
Rancang Bangun Kontrol Logika Fuzzy-PID pada Plant Pengendalian pH (Studi Kasus: Konsentrasi Asam Lemah dan Basa Kuat) Fista Rachma Danianta; Hendra Cordova
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.905 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4297

Abstract

Telah dilakukan perancangan plantpengendalianpH asamlemahdenganbasakuat dengan menggunakan metode Kontrol Logika Fuzzy-PID dengan Feedback secara real plant. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yaitu sensor pH, pH meter, transmiter,mikrokontroler, driver motor, pompa dc sebagai aktuator, power supply, dan komputer. Kontrol Logika fuzzy-PID berhasil diterapkan pada plant untuk men-schedule gain proporsional, integral dan derivatif yang berorientasi pada performa sistem dengan menggunakan nilai eror dan perubahan eror sebagai input. Sinyal kontrolnya berupa PWM (Pulse Width Modulation) yang beraksi merubah RPM (Rotate Per Minute) pada pompa larutan basa, sedang RPM pompa larutan asam dijaga konstan. Selain itu, hasil rancang bangun menunjukkan bahwa sistem merespon dengan cara memberi gain-gain pengendali yang sesuai dengan basis aturan (rule base) yang dibuat dengan tujuan memberi respon yang sesuai untuk reaktor guna memperkecil eror. Reaktan yang digunakan adalah NaOH sebagai zat basa pelarut dan CH3COOH sebagai zat asam yang terlarut.
Desain Sistem Kendali Rotary Pendulum Dengan Sliding-PID Muntari Muntari; Hendro Nurhadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.079 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4577

Abstract

Kebanyakan sistem kontrol yang ada di dunia nyata adalah sistem nonlinier sehingga sulit untuk dikenda-likan. Rotary pendulum adalah sistem yang mensimulasikan sebuah mekanisme kontrol untuk mengatur permasalahan kestabilan. Permasalahan utama dalam desain sistem kendali untuk rotary pendulum adalah menstabilkan batang pendul-um di daerah ekuilibrium pada arm yang digerakkan oleh motor. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem kendali dengan menggunakan kendali PID dan Sliding-PID. Sliding-PID merupakan gabungan antara Sliding Mode Con-troller dan PID controller. Pemodelan sistem dilakukan dengan Simulink Matlab yang berdasarkan persamaan kine-matika dan dinamika dari sistem. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kendali Sliding-PID menghasilkan respon yang lebih baik dibandingkan dengan kendali PID. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai maksimum overshoot pada kendali Sliding-PID (0% untuk sudut dan sudut ) lebih kecil daripada kendali PID (9.4664% untuk sudut dan 7.7107% untuk sudut ). Sedangkan waktu yang diperlukan untuk seluruh sistem rotary pendulum (untuk menstabilkan sudut dan sudut ) dengan kendali Sliding-PID (5.8591 detik) lebih besar jika dibandingkan dengan kendali PID (0.5190 detik). Selain itu steady state error dari kendali Sliding-PID (4.94%) lebih besar daripada kendali PID (4.81%).
Pola Vibrasi Dari Transmisi V-Belt Dibawah Pengaruh Parallel Misalignment Ardhian Heru Saputra; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.92 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4587

Abstract

Sistem transmisi v-belt banyak digunakan di industri karena mudah penanganannya dan murah harganya, tetapi di samping itu dibanding sistem transmisi daya yang lain v-belt juga lebih sering menunjukkan gejala fluktuasi transmisi. Di antara sekian metode condition monitoring, vibrasi sering dipraktekkan di industri, karena vibrasi adalah indikator yang sangat baik dari kondisi mesin, dan merupakan indikator dini terjadinya kerusakan/ketaknormalan sebelum terlanjur tumbuh menjadi lebih serius dan menyebabkan downtime yang tidak direncanakan. Pada studi ini dilakukan kajian eksperimental guna mempelajari karakteristik vibrasi pada sistem transmisi v-belt dengan adanya parallel misalignment antar pulley. Studi dilakukan pada sebuah test bed sistem transmisi v-belt dengan belt tunggal. Pengambilan data dan pengolahan data dilakukan dengan Integrating Vibration Meter BK-2513. Dari hasil yang didapat, ditemukan bahwa kecepatan rms vibrasi bertambah seiring bertambahnya besar misalignment. Tendensi grafik cenderung konsisten untuk tiap variasi kecepatan putaran input. Selain itu, gradient (slope) dari kecepatan rms vibrasi semakin bertambah seiring dengan bertambahnya misalignment dan kecepatan input pada pulley.