Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
129 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2014)"
:
129 Documents
clear
Perancangan Interfacing dan Software Pembacaan Data Mekanisme Uji Karakteristik Sistem Kemudi
Aris Yudha Setiawan;
Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.073 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5853
Sistem kemudi merupakan salah satu elemen penting pada sebuah mobil. Sistem kemudi mempunyai fungsi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Salah satu jenis sistem kemudi yang umum digunakan adalah sistem kemudi rack dan pinion. Pada perancangan ini dirancang interface dan software untuk pembacaan data mekanisme uji karakteristik sistem kemudi. Interfacing dan software pembacaan data dapat digunakan untuk membaca data sudut putar steering wheel, sudut putar roda kanan dan kiri, besarnya torsi, dan besarnya beban. Interfacing antara sensor dan computer menggunakan Arduino Uno. Karena keterbatasan sensor yang tersedia, maka pada perancangan ini yang digunakan sebagai sensor adalah potensiometer. Dengan asumsi menggunakan sensor beban tipe LCM401-750 yang memiliki ketelitian 0,73 Kg, sensor torsi CS1120 Reaction Torque Sensor yang memiliki ketelitian 0,3 Nm, sensor sudut steering wheel menggunakan potensiometer multy turn yang memiliki ketelitian 4º dan sensor sudut roda kanan dan kiri menggunakan potensiometer single turn yang memiliki ketelitian 0,3º.
Pengaruh Perubahan Arus dan Kecepatan serta Kelembapan Flux Terhadap Hasil Impact dan Kekerasan serta Macrostructure Fillet Weld Hasil Pengelasan Submerged Arc Welding (SAW)
Famessa Fitria Lestari;
Putu Suwarta
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.653 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5854
Submerged Arc Welding (SAW) adalah salah satu jenis pengelasan busur listrik elektroda terumpan (consumable electrode) yang prosesnya berlangsung dalam rendaman flux. Hasil pengelasan menggunakan SAW yang baik akan didapatkan jika dilakukan pemilihan parameter arus dan kecepatan serta kelembapan flux yang tepat selama proses pengelasan. Pengelasan dilakukan dengan mesin SAW tipe S6TF F2 yang diproduksi oleh ESAB dengan posisi 1F sebanyak dua layer. Percobaan pertama, dilakukan dengan memvariasikan parameter arus dan kecepatan untuk menghasilkan heat input yang sama sedangkan potensial dibuat sama. Percobaan kedua, dilakukan dengan memvariasikan kecepatan sedangkan parameter lain dibuat konstan sehingga menghasilkan heat input yang berbeda. Sedangkan untuk percobaan ketiga, dilakukan dengan memvariasikan kelembapan. Dari pengujian didapatkan bahwa dengan memvariasikan arus dan kecepatan untuk mendapatkan heat input yang sama menghasilkan dimensi HAZ yang berbeda. Dengan menggunakan flux yang lembap, maka akan terbentuk cacat berupa porositas. Hasil uji impact didapat impact stregth tertinggi pengelasan terdapat pada kecepatan 33 cm/min, arus 350 A dan kelembapan flux 0 %. Nilai kekerasan di daerah weld metal dan HAZ untuk seluruh specimen menunjukkan tipikal yang sama kecuali pada spesimen F2.
Desain Permodelan Sambungan Beton Precast Pada Perumahan Tahan Gempa Di Indonesia Berbasis Knockdown System
Fachrul Fachrul Rizal;
Tavio Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.838 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5496
Indonesia adalah salah satu negara di bagian Asia Tenggara yang rawan akan gempa. Hampir diseluruh wilayah Indonesia terutama Indonesia Bagian Barat merasakan dampak gempa yang paling parah. Rumah, perkantoran, gedung, dan bangunan-bangunan lainnya hancur akibat terkena gempa yang dahsyat. perlu adanya kegiatan pembangunan kembali yang cepat dalam waktu sementara ataupun tetap agar masyarakat tidak terlalu lama di barak-barak pengungsian. Oleh karena itu diperlukan suatu desain perumahan yang sederhana, tahan terhadap gempa, cepat dipakai dan aman digunakan. Desain yang ditawarkan yaitu berupa perumahan bersistem knockdown (bongkar-pasang) agar sewaktu-waktu jika ingin dipindahkan bisa dilepas sambungan kering betonnya serta bisa dipasang untuk didirikan kembali menjadi rumah. Selain itu sambungan kering beton ini didesain tahan terhadap goncangan gempa. Pada Tugas Akhir ini akan digunakan model kekuatan gempa 0,5 Hz hingga 2 Hz sebagai nilai uji dari model perumahan rumah kayu pengganti model asli dari perumahan beton. Hasil yang diperoleh dari uji pemodelan ini diharapkan dapat menjadi nilai acuan untuk menentukan model desain sambungan pada perumahan tahan gempa.
Penentuan Wilayah Potensial Komoditas Jagung di Kabupaten Kediri
Puji Rahayu;
Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.805 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5735
Tingginya produksi jagung di Kabupaten Kediri seharusnya bisa memaksimalkan kegiatan pengolahan jagung. Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Kediri menyebutkan bahwa jumlah industri kecil menengah pengolahan jagung sampai Bulan Desember 2012 mencapai 25 industri. Namun, sistem pengolahan yang dilakukan kurang maksimal dikarenakan pengembangan yang dilakukan tidak sesuai dengan potensi bahan baku jagung di wilayah. Sehingga dilakukan tahapan analisis untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, yaitu menentukan wilayah potensial jagung dengan melihat jumlah produksi jagung. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik. Jenis data kuantitatif yang digunakan berupa jumlah produksi jagung dan produksi tanaman pangan sebagai input analisis LQ. Sedangkan dalam analisis shift share data yang digunakan hampir sama, yaitu jumlah produksi jagung dan tanaman pangan Kabupaten Kediri dari tahun 2009-2011. Hasil dari analisis didapatkan bahwa kecamatan yang menjadi wilayah potensial penyedia jagung adalah Kecamatan Ringinrejo, Plosoklaten, Gurah, Pagu, Kayenkidul, dan Ngasem
Penanganan Kemacetan Lalu Lintas Di Koridor Jalan Kramat Gantung, Surabaya
Fajar Fitra Anugra;
Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.16 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5737
Koridor Kramat Gantung merupakan kawasan perdagangan dan jasa yang menyediakan penjualan secara grosir dan eceran yang sedang berkembang. Adanya kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap kinerja jalan, dimana dapat mengakibatkan meningkatnya penurunan intensitas pelayanan jalan. Untuk itu diperlukan cara mengatasinya melalui Penanganan Kemacetan Lalu Lintas Di Koridor Jalan Kramat Gantung, Surabaya. Tahapan analisis yang dilakukan untuk mencapai arahan penanganan kemacetan pada penelitian ini adalah dengan mengetahui intensitas pelayanan jalan melalui traffic counting, kemudian dikaitkan dengan jenis kegiatan sehingga menimbulkan bangkitan pergerakan yang signifikan. Selain itu faktor on street parking juga memiliki andil dalam penelitian ini sehingga perlu dianalisis penanganannya melalui simulasi peniadaan on street parking. Tahap terakhir yaitu penentuan penanganan kemacetan. Penanganan kemacetan yang ada di Koridor Jalan Kramat Gantung adalah dengan Penurunan Kegiatan Di Koridor Jalan Kramat Gantung, Pengendalian Jenis Kegiatan Di Koridor Jalan Kramat Gantung, Penanganan Intensitas Pelayanan Jalan Melalui Peniadaan Ruang Parkir Tepi Jalan (On Street Parking), Penanganan Intensitas Pelayanan Jalan Melalui Pengaturan Peniadaan Jenis Bus
Keterkaitan Tipe Hunian dengan Emisi CO2 di Kota Surabaya
Affan Sani Maulana;
Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.914 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5740
Perkembangan perumahan di Kota Surabaya berkembang cukup pesat, hal ini menyebabkan pencemaran udara yang berasal dari konsumsi energi dari kegiatan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan keterkaitan tipe hunian dengan emisi CO2 di Kota Surabaya. Emisi CO2 dibagi menjadi 2 yaitu emisi primer yang berasal dari konsumsi bahan bakar memasak, dan emisi sekunder yang berasal dari konsumsi listrik. Analisis yang digunakan adalah menggunakan perhitungan matematis emisi CO2 yang didapatkan dari tiap-tiap hunian sampel dan analisis korelasi bivariate pearson untuk mencari keterkaitan antara tipe hunian dengan emisi CO2 yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Surabaya timur penghasil emisi tinggi dan Surabaya utara penghasil emisi rendah, dan adanya korelasi yang cukup signifikan antara tipe hunian yang dilihat dari luasannya dengan produksi emisi CO2 yang dihasilkan, dengan tingkat kepercayaan 95%. Derajat korelasi antara tipe hunian dengan produksi emisi CO2 sangat kuat yaitu 1
Identifikasi Komoditas Unggulan Di Kawasan Agropolitan Kabupaten Pasaman
Benny Benny Oksatriandhi;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.568 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5742
Dalam proses pengembangan kawasan agropolitan mempunyai tahap dan langkah tertentu agar mencapai tujuan yang diinginkan. Dan tahapan identifikasi komoditas ungulan merupakan salah satu tahapan awal dalam pengembangan kawasan agropolitan. Kawasan agropolitan Kabupaten Pasaman memiliki potensi pertanian yang cukup besar, kemudian untuk mengidentifikasi komoditas unggulan tersebut dilakukan dengan langkah analisa LQ dan DLQ. Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan agar pengembangan komoditas tepat sasaran pada komoditi yang berpotensial untuk dikembangkan. Input data yang digunakan pada perhitungannya adalah nilai produksi tiap komoditas pada masing-masing kecamatan dan nilai produksi komoditas total. Komoditas unggulan dipilih berdasarkan hasil perhitungan LQ dan DLQ yang benilai >1, yang diidentifikasikan sebagai komoditas yang dengan laju pertumbuhan besar dan memiliki potensi pengembangan yang lebih cepat. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil komoditas unggulan kawasan agropolitan Kabupaten Pasaman antara lain : padi sawah, padi ladang, kacang tanah, pisang, mangga, cabe, bayam, karet, coklat dan kelapa sawit
Peningkatan Pelayanan Bus Transjakarta Berdasarkan Preferensi Pengguna (Studi Kasus: Koridor I Blok M – Kota, Jakarta)
Hasrina Hasrina Puspitasari;
Sardjito Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.668 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5744
Transjakarta merupakan pelopor pengadaan BRT (Bus Rapid Transit) di Indonesia. Penurunan jumlah pengguna hingga 10% pengguna di koridor I Blok M – Kota diakibatkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan jumlah pengguna dengan optimalisasi layanan. Maka dari itu diperlukan adanya peningkatan pelayanan bus transjakarta berdasarkan preferensi pengguna. Analisa untuk mengetahui preferensi pengguna akan menggunakan analisa service quality, sehingga didapat prioritas layanan transjakarta dengan tingkat ketidakpuasan tinggi. Setelah itu dapat disusun arahan peningkatan layanan berdasarkan prioritas layanan menggunakan triangulasi dengan membandingkan keadaan eksisting, harapan pengguna, dan peraturan standarisasi setiap layanan. Penyusunan arahan penelitian adalah arahan layanan faktor insternal dan eksternal
Identifikasi Sub Sektor Unggulan Kecamatan Di Kabupaten Lombok Tengah
Muhammad Erwin Hidayat;
Rimadewi Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.73 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5746
Dalam proses pengembangan kawasan strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mempunyai tahap dan langkah tertentu untuk mencapai tujuan. Salah satu tahapan untuk mengembangkan kawasan strategis tersebut ialah dengan mengidentifikasi sub sektor unggulan yang dimiliki. sektor pertanian menjadi potensi yang dominan di Kab. Lombok Tengah. Untuk mengidentifikasi sub sektor unggulan dari sektor pertanian tersebut dilakukan analisa berupa analisa LQ dan DLQ. analisa identifikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui fokusan sasaran potensi sektor unggulan untuk dikembangkan. adapun data yang digunakan dalam proses analisa tersebut ialah nilai produksi dari masing-masing sub sektor dari sektor pertanian. Sub sektor unggulan dipilih berdasarkan hasil perhitungan LQ dan DLQ dengan nilai > 1, menjadi sub sektor unggulan dengan pertumbuhan besar dan mempunyai potensi untuk berkembang lebih cepat. berdasarkan hasil analisa penelitian, didapatkan hasil sub sektor unggulan kawasan strategis pertumbuh ekonomi Kab. Lombok Tengah ialah pada sub sektor tanaman pangan
Menentukan Faktor Yang Berpengaruh Dalam Persebaran Pencemaran Industri Migas
Arina Marta Setya Putri;
Adjie Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.273 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5761
Kegiatan industri migas merupakan kegiatan yang memiliki potensi yang sangat besar dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Namun kegiatan industri migas di Indonesia juga menimbulkan dampak negatif yaitu kerusakan lingkungan. Lapangan migas Banyu Urip merupakan salah satu lapangan migas yang berada pada Kabupaten Bojonegoro dengan perusahaan migas yang beroperasi yaitu PT Exxon Mobil. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dibutuhkanlah pengendalian ruang untuk kawasan industri migas untuk meminimalisasi persebaran pencemaran. Identifikasi faktor berpengaruh dalam persebaran pencemaranperlu dilakukan sebagai awalan pengendalian ruang. Proses identifikasi ini dilakukan melalui proses deskriptif kualitatif. Untuk prioritasi faktor, analisa AHP digunakan dengan mempertimbangkan nilai kepentingan stakeholder. Hasil yang didapatkan yaitu faktor yang mempengaruhi persebaran pencemaran oleh industri migas dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu tanah, air dan udara. Faktor yang sangat berpengaruh pada tanah yaitu kemiringan tanah dengan bobot faktornya 0.310. Pada aspek air, faktor yang sangat berpengaruh yaitu sistem drainase dengan nilai 0.618. Sedangkan pada udara, faktor yang sangat berpengaruh yaitu jenis vegetasi dengan nilai 0.669. Dari ketiga aspek yang ada tersebut yaitu tanah, air, dan udara, aspek dengan tingkat persebaran yang paling cepat yaitu aspek udara dengan bobot nilainya yaitu 0,518.