cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 149 Documents clear
Pengaruh Keberadaan Apartemen terhadap Kinerja Arief Rahman Hakim Surabaya Yani Triyandani; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.92 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7276

Abstract

Ruas Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini sehubungan perubahan tata guna lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Permasalahan sampai sejauh mana perubahan tata guna lahan tersebut khususnya apartemen di sekitar Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya dan pengaruhnya terhadap Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh keberadaan apartemen terhadap kinerja jalan Arief Rahman Hakim Surabaya. Pengukuran volume bangkitan apartemen terhadap koridor Jalan Arief Rahman Hakim sebagaimana pengukuran kinerja jalan, menggunakan analisis kuantitatif. Selanjutnya pengukuran pengaruh keberadaan apartemen di koridor Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya terhadap kinerja jalan dengan analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil analisis tersebut diperoleh derajat kejenuhan 1,01 setelah apartemen beroperasi. Nilai derajat kejenuhan ini mengalami peningkatan dari nilai derajat kejenuhan sebesarn0,63 sebelum apartemen beroperasi. Kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati ruas Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya mendukung kondisi tersebut sebesar 13,35 km/jam. Kemudian volume bangkitan apartemen terhadap kinerja Jalan Arief Rahman Hakim bahwa apartemen Cosmopolis beroperasi secara penuh sebesar 145 smp/jam, apartemen Puncak Kertajaya sebesar 400 smp/jam dan apartemen Sukolilo Dian Regency sebesar 155 smp/jam. Selanjutnya pengaruh apartemen terhadap kapasitas Jalan Arief Rahman Hakim adalah apartemen Cosmopolis berpengaruh sebesar 6%, sedangkan apartemen Puncak Kertajaya berpengaruh sebesar 17% dan apartemen Sukolilo Dian Regency berpengaruh sebesar 7%. Volume bangkitan akibat apartemen tersebut memberi pengaruh cukup berarti bagi kinerja jalan Arief Rahman Hakim.
Zonasi Kawasan Terdampak Akibat Pembangunan Interchange TOL di Kabupaten Jombang Anggra Sukma Setyagama; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.555 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7280

Abstract

Pembangunan interchange TOL di Kecamatan Tembelang menyebabkan terjadi fenomena alihfungsi lahan, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dengan kondisi eksisting. Untuk itu diperlukan zonasi kawasan yang terdampak akibat adanya pembangunan interchange TOL untuk membantu pemerintah dalam pengendalian kawasan Simpang Susun Tembelang. Penelitian ini bertujuan menentukan zonasi kawasan yang terdampak akibat pembangunan interchange TOL Tembelang, dengan sasarannya yaitu: analisis faktor-faktor yang terdampak, pembobotan faktor yang terdampak, serta membuat zonasi kawasan terdampak akibat pembangunan interchange TOL Tembelang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis delphi, analisis skoring skala likert dan analisis overlay peta melalui GIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan zonasi kawasan yang terdampak berpola memita/linier mengikuti jalan. Penelitian ini juga menghasilkan bahwa zonasi kawasan yang terdampak terbagi menjadi 5 kategori, antara lain: kawasan sangat terdampak, kawasan terdampak, kawasan cukup terdampak, kawasan sedikit terdampak, dan kawasan tidak terdampak. Penentuan zonasi kawasan ini dapat digunakan pihak pemerintah untuk acuan dalam menentukan arahan pada Kawasan Simpang Susun Tembelang akibat pembangunan interchange TOL.
Arahan Pengembangan Kota Palembang Sebagai Kota Pusaka Taufiq Ardhan; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.55 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7281

Abstract

Kota Palembang telah ditetapkan sebagai Kota Pusaka dengan adanya peninggalan bersejarah dan budaya yang dimiliki namun sampai saat ini belum dikembangkan secara maksimal dikarenakan ketidaktahuan, ketidakpedulian, ketidakmampuan dan salah urus. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan Kota Pusaka di Kota Palembang dengan beberapa tahapan analisa yaitu dengan mengidentifikasi objek yang berpotensi mendukung Kota Palembang sebagai Kota Pusaka dengan menggunakan analisis expert judgement skala likert, kedua menentukan zonasi kawasan Kota Pusaka di Kota Palembang melalui analisis deliniasi, ketiga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Kota Pusaka di Kota Palembang beserta arahan pengembangannya dengan menggunakan analisis delphi. Hasil analisa menunjukkan terdapat 9 Objek yang sangat berpotensi mendukung Kota Palembang sebagai Kota Pusaka yang menjadi zonasi kawasan Kota Pusaka. Dari zonasi kawasan Kota Pusaka, dihasilkan 8 faktor yang mempengaruhi pengembangan Kota Pusaka di Kota Palembang yang terbentuk pada 3 zona yaitu zona inti, pendukung dan penyangga. Arahan pengembangan Kota Pusaka Palembang dirumuskan untuk setiap zona dengan pertimbangan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui urban heritage planning dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota di Kota Palembang.
Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya Mia Ermawati; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.302 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7282

Abstract

Pembangunan perumahan swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kecamatan Kenjeran mengakibatkan pertumbuhan perumahan secara incremental. Pertumbuhan incremental adalah pertumbuhan perumahan tanpa adanya pengendalian secara spasial. Pertumbuhan secara incremental mengakibatkan lingkungan perumahan swadaya belum tertata dengan baik. Sehingga diperlukan arahan penataan lingkungan kawasan perumahan swadaya di Kelurahan Tambak Wedi. Analisa penelitian dilakukan mengidentifikasi karakteristik dengan analisa data kualitatif, kemudian untuk menganalisa faktor pendukung dengan analisa deskriptif dan Delphi, selanjutnya untuk merumuskan arahan penataan lingkungan kawasan perumahan swadaya dengan analisa triangulasi. Hasil dari penelitian didapatkan arahan penataan lingkungan kawasan perumahan swadaya di Kelurahan Tambak Wedi yang dibagi sesuai dengan kepentingannya ke dalam arahan mikro spasial maupun mikro non-spasial dan arahan makro spasial maupun makro non-spasial. Arahan mikro spasial seperti rehabilitasi bangunan semi permanen, pembangunan rumah susun. Arahan mikro non-spasial seperti peningkatan ketrampilan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan industri pengasapan melalui penerapan konsep smoked fish-to-go, dan revitalisasi sarana TPI. Arahan makro spasial seperti pembangunan sarana pendidikan-peribadatan-pengolahan dan pengeringan hasil tangkapan laut, pembangunan tandon umum (waduk), perbaikan dan pembangunan drainase, perbaikan jalan dengan melakukan penambalan, penambahan prasarana tempat sampah. Arahan makro non-spasial seperti pendampingan kader untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui penerapan insentif-disinsentif, pembinaan dan sosialisasi pembangunan perumahan swadaya, pemberian akses koordinasi antara (masyarakat-pemerintah-swasta), pemberian kemudahan penyerahan sarana-prasarana kepada pemerintah, pengembangan perumahan yang dilengkapi sarana-prasarana pendukung nelayan, pendekatan stakeholder dalam mendukung penataan lingkungan kawasan perumahan swadaya melalui bantuan institusi pendidikan.
Penentuan Rute Angkutan Umum Berbasis Transport Network Simulator di Kecamatan Candi dan Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Amilatush Sholichah; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.179 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7283

Abstract

Jumlah penumpang angkutan umum di Kecamatan Candi dan Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo setiap tahunnya mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal ini juga mempengaruhi jumlah angkutan umum yang beroperasi di wilayah tersebut. Jumlah angkutan umum yang beroperasi setiap tahunnya juga mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan terdapat rute angkutan umum yang tidak beroperasi lagi. Hal ini dikarenakan keberadaan rute angkutan umum yang melalui wilayah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi publik karena rute angkutan umum yang melalui wilayah tersebut masih belum terintegrasi dengan baik sesuai dengan potensi bangkitan dan tarikan pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute optimal angkutan umum di Kecamatan Candi dan Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka dilakukan tiga tahapan, yaitu tahap pertama adalah identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan rute angkutan umum dengan menggunakan Analisis Delphi. Tahap kedua adalah perhitungan bangkitan dan tarikan pergerakan, serta distribusi pergerakan dengan menggunakan Matrik Asal Tujuan. Tahap akhir dalam penelitian ini adalah penentuan rute optimal angkutan umum dengan menggunakan software Transport Network Simulator (TRANETSIM). Sehingga, hasil akhir dari penelitian ini adalah rute optimal angkutan umum di Kecamatan Candi dan Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, yaitu rute optimal angkutan umum dengan trayek Terminal Larangan–Lebo dan Terminal Larangan–Sumorame.
Arahan Pengembangan Komoditas Unggulan di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Ika Permata Hati; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.884 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7288

Abstract

Dalam pengembangan wilayah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu konsep pengembangan dan komoditas unggulan. Komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Muara Enim salah satunya adalah subsektor perkebunan yang menyumbang setengah untuk sektor pertanian. Karena sektor utama pertambangan dan penggalian yang tidak akan bertahan lama untuk kedepannya. Untuk itu diperlukan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Muara Enim dengan menggunakan konsep agroindustri. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Muara Enim. Untuk mencapai tujuan tersebut, hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi komoditas unggulan dengan analisis location quetient (LQ) dan shift share (SS), menentukan faktor-faktor pengembangan komoditas unggulan dengan analisis delphi dan expert judgement, merumuskan arahan pengembangan komoditas unggulan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan yaitu Karet, Kelapa Sawit, Kopi terhadap faktor Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, Modal, Infrastruktur.
Prioritas Faktor Pengembangan Kawasan Industri Gula Toelangan Melalui Pendekatan Konsep Simbiosis Industri Dwi Ayu Rakhmawati; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.232 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7289

Abstract

Pabrik Gula (PG) Toelangan yang terletask di Kabupaten Sidoarjo, memiliki potensi yang diindikasi dapat untuk digunakan sebagai potensi pengembangan kawasan simbiosis industri. Dengan adanya pengembangan kawasan simbiosis industri pada industri gula Toelangan, diharapkan mampu menambah pendapatan dari hasil pengolahan limbahnya. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas faktor pengembangan kawasan industri gula Toelangan melalui pendekatan konsep simbiosis industri. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka dilakukan menggunakan teknik AHP (Analitycal Hierarchy Process) untuk membobotkan faktor pengembangan dan analisa deskriptif untuk menentukan prioritas faktor pengembangan kawasan simbiosis industri. Sehingga, hasil akhir dari penelitian ini adalah prioritas faktor pengembangan kawasan industri gula Toelangan melalui pendekatan konsep simbiosis industri dengan tingkat tinggi adalah faktor material murni, sumber daya manusia, dan kebutuhan lahan. Sedangkan faktor dengan prioritas sedang dan rendah adalah faktor penunjang pengembangan kawasan industri yang lain.
Identifikasi Karakteristik Lingkungan Permukiman Kumuh di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat Niken Fitria; Rulli Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7290

Abstract

Wilayah permukiman yang terdapat di Kelurahan Kapuk, merupakan salah satu permukiman di Jakarta Barat dimana terdapat kawasan kumuh didalamnya. Kawasan kumuh yang ditemui pada wilayah tersebut memiliki tingkat kekumuhan mulai dari tingkat kumuh ringan, sedang bahkan hingga berat. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian mengenai arahan peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat. Dalam artikel ini akan membahas mengenai tahapan identifikasi karakteristik lingkungan permukiman kumuh yang terdapat di masing-masing tingkat kekumuhan yang terdapat di Kelurahan Kapuk menggunakan teknik statistical descriptive. Setelah dilakukan identifikasi, didapatkan karakteristik yang dimiliki oleh permukiman kumuh diwilayah studi yang ditinjau dari 5 aspek, yaitu kondisi fisik, ekonomi, ketersediaan sarana dan prasarana, sosial, dan juga bahaya (hazard).
Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Faris Zakaria; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.735 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7292

Abstract

Kawasan Desa Bandungan adalah salah satu potensi desa wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Pamekasan yang terletak di Kecamatan Pakong, Desa Bandungan ini memiliki bentangan lahan perhatian yang luas yang bisa di manfaatkan sebagai objek wisata alam dan berbagi komoditi hasil tani. Selain itu, Desa Bandungan juga memiliki keaslian, keunikan, sifat khas dari segi bangunan, sosial dan budaya. Potensi ini masih belum di manfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat sampai saat ini. Dalam penelitian ini dilakukan penentuan faktor-faktor yang dapat mendukung pengembangan kawasan desa wisata dan perumusan konsep pengembangan kawasan desa wisata di Desa Bandungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsep pengembangan kawasan desa wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik. Teknik analisa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran antara lain pada sasaran pertama dengan menggunakan statistik deskriptif. Pada sasaran kedua menggunakan analisa skoring, dilanjutkan analisa delphi bertujuan untuk menentukan konsensus grup untuk faktor pendukung, pada sasaran keempat menggunakan analisis triangulasi untuk merumuskan konsep pengembangan. Penelitian ini menghasilkan konsep pengembangan secara spasial dan non spasial. Adapun konsep spasialnya dengan menyediakan rute perjalanan wisata, menyediakan sarana transportasi khusus menuju kawasan desa wisata dan menyediakan fasilitasw pendukung kegiatan wisata. Sedangkan konsep non spasialnya dengan menjadikan adat istiadat sebagai peraturan kegiatan wisata, mengembangkan kawasan desa wisata berbasis agrowisata, menyediakan fasilitas penginapan berkonsep tanean lanjheng, menyediakan toko souvenir, menyediakan fasilitas rumah makan, memberikan pelatihan kepada masyarakat, menyediakan tempat rekreasi, membuat web tentang kawasan desa wisata, melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan dan menerapkan peraturan zonasi.
Penentuan Aktivitas Perdagangan dan Jasa di Kawasan Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Nganjuk Endang Sulistyowati; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7293

Abstract

Sebagai kawasan perdagangan dan jasa, kawasan Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Nganjuk merupakan kawasan yang berpotensi berkembang pesat. Akan tetapi belum ada ketentuan dalam mengatur aktivitas perdagangan dan jasa yang diperbolehkan, terbatas, bersyarat dan dilarang di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas perdagangan dan jasa di Kawasan Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Nganjuk sebagai upaya awal dalam menyusun instrumen pengendalian aktivitas dalam peraturan zonasi. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisis deskriptif kulitatif dan teknis analisis Delphi. Hasil dari penelitian merupakan sebuah pengaturan aktivitas dengan klasifikasi diijinkan, terbatas, bersyarat dan dilarang. Aktivitas yang diijinkan antara lain adalah aktivitas yang umumnya memiliki kavling <400 m2, jenis gangguan ringan dan aktivitas yang sesuai dengan skala pelayanan. Untuk aktivitas yang terbatas dan bersyarat hampir memiliki kriteria yang sama yaitu ukuran kavling 400-5.000 m2 dan merupakan aktivitas yang tidak sesuai dengan skala pelayanan yang telah ditetapkan. Perbedaannya terletak pada jenis gangguan kronis dan akut untuk aktivitas bersyarat dan ketentuan jam operasi 16-24 jam untuk aktivitas terbatas. Sedangkan untuk aktivitas yang dilarang adalah aktivitas yang memiliki luas kavling > 5.000 m2.

Page 7 of 15 | Total Record : 149