Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
101 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2015)"
:
101 Documents
clear
Analisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Lhok Geulumpang, Aceh Jaya
Rizki Satryanto;
Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.565 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8962
Kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang memiliki potensi besar untuk dikembangka, Akan tetapi potensi tersebut masih belum terintegrasi sehingga belum terwujudnya linkage antar obyek daya tarik wisata yang satu dengan lainnya. Penelitian ini terbagi ke dalam 2 tahapan analisa yakni mengidentifikasi obyek daya tarik wisata bahari Lhok Geulumpang yang berpotensi untuk dikembangkan dengan analisa Expert Judgement melalui skala Likert dan menganalisis faktor yang memperngaruhi pengembangan kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang dengan menggunakan analisis Delphi. Hasil analisa menunjukkan terdapat 5 obyek daya tarik wisata bahari yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang yang menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata bahari Lhok Geulumpangyan
Persebaran Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO2) dari Penggunaan Lahan Permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik Bagian Timur
Erizal Novananda;
Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.143 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8964
Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur merupakan bagian dari Kawasan Perkotaan Gresik yang menunjukkan perkembangan wilayah paling dominan. Wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi maupun pemerintahan Kabupaten Gresik. Perkembangan tersebut berdampak pada peningkatan kebutuhan hunian di Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur sehingga banyak permukiman-permukiman baru yang terbangun dimana hal tersebut diindikasikan berdampak pada peningkatan produksi emisi karbon dioksida (CO2). Permukiman juga merupakan salah satu dari tiga sektor pengkonsumsi energi terbesar di Indonesia dimana konsumsi energi merupakan sektor penghasil emisi karbon dioksida (CO2) terbesar. Melalui analisis perhitungan matematis yang mengacu pada pedoman perhitungan emisi, dapat diketahui nilai produksi emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan permukiman. Hasil tersebut kemudian menjadi input untuk analisis selanjutnya menggunakan analisis GIS (Geographic Information System) sehingga didapatkan hasil persebaran spasial produksi emisi karbon dioksida (CO2) dari permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur
Identifikasi Kemampuan Pelayanan Ekonomi dan Aksesibilitas Pusat Kegiatan Lokal Ngasem di Kabupaten Kediri
Rifki Alvian Syafi'i;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.276 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8966
Pengembangan wilayah tidak terlepas dari pengembangan ekonominya. Ngasem merupakan ibukota Kabupaten Kediri yang tergolong dalam sistem perkotaan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan termasuk dalam kelas kota kecil. Pengembangan kota kecil Ngasem dapat meningkatkan pelayanan ekonomi di Kabupaten Kediri. Dalam melakukan pengembangan wilayah secara komperhensif, maka diperlukan identifikasi terhadap kemampuan wilayah Ngasem. Untuk mengetahui kemampuan pelayanan dan distribusi pelayanan (aksesibilitas), identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik analisis skalogram yang dipadukan dengan model gravitasi. Hasil analisis skalogram menunjukkan nilai pelayanan ekonomi setiap kecamatan di Kabupaten Kediri dimana Ngasem memiliki pelayanan relatif baik dengan menempati urutan ke 3 dalam pelayanan ekonomi dibandingkan kecamatan lain. Namun dari segi aksesibilitas, Ngasem memiliki nilai relatif tinggi di Kabupaten Kediri.
Kriteria Penentuan Lokasi Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagangnya Di Kawasan Perkotaan Sidoarjo
Adinda Sukma Novelia;
Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.268 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8981
Permasalahan utama PKL di Kawasan Perkotaan Sidoarjo adalah banyaknya kegagalan relokasi yang disebabkan karena kurang dilibatkannya PKL oleh pemerintah dalam menentukan lokasi PKL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagangnya di Kawasan Perkotaan Sidoarjo. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi karakteristik PKL dalam memilih lokasi berdagang berdasarkan preferensi PKL menggunakan statistik deskriptif. Selanjutnya menentukan variabel yang berpengaruh menggunakan pembobotan (skala likert). Setelah mendapatkan urutan variabel yang berpengaruh, kemudian merumuskan kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagang menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan kondisi eksisting, preferensi PKL dan teori yang relevan. Hasil penelitian adalah kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagang di Kawasan Perkotaan Sidoarjo sebagai berikut: (1) Jenis barang yang dijual adalah makanan, minuman, kebutuhan sekunder dan tersier; (2) Sarana berdagang PKL adalah non permanen; (3) Luas lapak PKL maksimal 12m2; (4) Waktu berdagang PKL adalah sore hingga malam hari. (5) Berada pada lokasi yang memiliki tingkat kunjungan tinggi. (6) tersedianya utilitas penunjang kegiatan PKL; (7) Lokasi dekat dengan lokasi tempat parkir; (8) Lokasi PKL dilalui oleh jalur angkutan umum; (9) Berlokasi pada fungsi jalan yang memungkinkan untuk dilakukannya transaksi dan dilalui banyak orang/kendaraan; (10) Lokasi PKL berada pada ruang publik yang memiliki ketersediaan ruang khusus PKL; (11) Lokasi PKL berada dekat dengan kegiatan formal; (12) Lokasi PKL mendukung untuk dijadikan tempat menjual barang jenis tertentu (sejenis)
Faktor-faktor Penyebab Kekumuhan Permukiman di kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya
Barno Suud;
Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.65 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8994
Keberadaan permukiman kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding akibat perkembangan Kota Surabaya yang begitu pesat membawa permasalahan, diantaranya timbulnya penyakit akibat penurunan kualitas lingkungan. Hal ini didukung dengan keberadaan Kelurahan tersebut yang cukup strategis berada di akses Suramadu yang berpotensi memiliki penduduk yang setiap tahun semakin bertambah dan jumlah luasan permukiman kumuh bertambah pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan permukiman Kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekumuhan dengan menggunakan analisis deskriptif. Kedua, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kekumuhan dengan menggunakan analisis delphi.Dalam penelitian ini dihasilkan rumusan arahan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding.
Pemanfaatan Lahan pada Lokasi Bekas Tambang Tanah Urug di Kecamatan Ngoro, Mojokerto
Linda Purba Ningrum;
Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.794 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8996
Kecamatan Ngoro memiliki lokasi bekas tambang tanah urug yang ditinggalkan dan tidak dimanfaatkan. Lokasi bekas tambang di Kecamatan Ngoro berupa kolam dan dataran bergelombang yang dikelilingi tebing tinggi yang hampir tegak lurus. Di sisi lain, lahan sebagai sumber daya pembangunan memiliki nilai manfaat yang tinggi, sehingga lahan harus dimanfaatkan dan pemanfaatannya harus disesuaikan dengan karakteristik lahan yang dimiliki. Lahan bekas tambang sendiri merupakan lahan yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda dari lahan pada umumnya. Maka dari itu tidak semua jenis pemanfaatan lahan dapat dikembangkan pada lokasi bekas kegiatan pertambangan. Maka perlu adanya penelitian terkait arahan pemanfaatan lahan pada lokasi lahan bekas tambang di Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Analisis penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik lahan bekas tambang tanah urug dengan analisis deskripsi data kualitatif. Analisis kemampuan lahan dengan AHP dan proses Overlay. AHP digunakan untuk menentukan nilai bobot kepentingan masing-masing karakteristik. Sedangkan Overlay digunakan untuk mengetahui nilai kemampuan lahan bekas tambang tanah urug. Analisis alternatif pemanfaatan lahan dengan metode AHP dan deskripsi. AHP digunakan untuk mengetahui jenis pemanfaatan lahan yang paling diinginkan oleh stakeholder. Analisa deskripsi bermaksud untuk menjabarkan lebih mendalam terkait jenis kegiatan yang sesuai. Hasil dari penelitian didapatkan kelas kemampuan lahan pada lokasi bekas tambang tanah urug yang teridentifikasi memiliki nilai kemampuan lahan yang cukup mampu untuk dimanfaatkan kembali. Kemudian dari hasil pemilihan jenis pemanfaatan lahan, berdasarkan pilihan stakeholder dan perbandingan dengan standar. Alternatif pemanfaatan lahan pada lokasi bekas tambang tanah urug di Kecamatan Ngoro Mojokerto adalah sebagai lokasi Wisata Outdoor
Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong di Kawasan Wisata Ubud
Ni Putu Kurnia Utami;
Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.043 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9181
Kecamatan Ubud adalah sebuah kecamatan di daerah Kabupaten Gianyar yang dipandang sebagai pusat seni dan budaya Bali. Setiap tahunnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali terus mengalami peningkatan. Jumlah properti komersial di Bali juga mengalami peningkatan. Namun hal ini tidak sebanding dengan tersedianya lahan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan analisa untuk menentukan peruntukan lahan kosong yang berada di kawasan wisata Ubud untuk memperoleh keuntungan maksimum bagi investor. Penelitian kali ini mengambil studi kasus pada lahan kosong seluas 7343 m2 yang berada di Jalan Raya Tegalalang, Banjar Sapat, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Dimana lokasi lahan masih berada di kawasan wisata Ubud. Metode yang digunakan untuk menganalisa penggunaan terbaik dan tertinggi dari suatu properti adalah metode Highest and Best Use (HBU). Kegunaan tertinggi dan terbaik untuk tanah kosong harus mempertimbangkan hubungan antara kegunaan yang ada pada saat ini dengan semua kegunaan potensialnya. Hasil yang diharapkan yaitu didapatkan nilai tertinggi dan terbaik dari suatu properti yang secara legal diijinkan, secara fisik memungkinkan, dan layak secara finansial pada lahan yang ditinjau. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan alternatif 1 mix used antara villa 60% dan spa center 40% yang menghasilkan nilai tertinggi dan terbaik. Dimana alternatif 1 menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 829% dan nilai lahan yang didapat adalah Rp 10,263,207 per m2.
Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Kawasan Wisata Bahari Di Desa Sumberejo, Desa Lojejer, Dan Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember Berdasarkan Preferensi Pengunjung Dan Masyarakat
Rr. Ajeng Gita Astami;
Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.863 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9271
Kabupaten Jember memiliki kawasan wisata bahari dengan lima pantai yang berkarakteristik berbeda-beda pada ODTW yang dimiliki. Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, dan Pantai Puger memiliki jumlah pengunjung yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan merupakan penyumbang kontribusi terbesar pada jumlah wisatawan di Kabupaten Jember. Akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan adanya infrastruktur kawasan wisata yang memadai untuk mendukung kegiatan wisata di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa prioritas pengembangan infrastruktur berdasarkan preferensi pengunjung dan masyarakat melalui tingkat kepentingan dan kinerja infrastruktur kawasan wisata bahari dengan teknik IPA (Importance-Performance Analysis). Hasil dari penelitian ini adalah berupa prioritas pengembangan infrastruktur dalam mendukung kegiatan wisata bahari di Kabupaten Jember. Infrastruktur yang menjadi prioritas pengembangan di kawasan wisata bahari Kabupaten Jember adalah kondisi jalan, moda transportasi, fasilitas pendukung transportasi, sarana rekreasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Analisa Laju Korosi Pada Pelat Baja Karbon Dengan Variasi Ketebalan Coating
Yudha Kurniawan Afandi;
Irfan Syarif Arief;
Amiadji Amiadji
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.462 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8931
Baja karbon rendah adalah baja yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kapal. Sebagai moda transportasi yang beroperasi pada lingkungan laut yang korosif, maka diperlukan suatu perlindungan coating agar korosi yang terjadi bisa diperkecil. Pada pengujian ini, coating sengaja divariasikan ketebalannya. Hal ini mengacu pada tidak meratanya proses coating pada pelat lambung kapal, dikarenakan pengerjaan coating dilakukan secara manual dengan area yang dicat cukup luas. Sehingga kemungkinan terlalu tebal ketebalan coating bisa saja terjadi di area tertentu. Sistem coating yang diuji ada dua, yaitu sistem coating dua lapis dengan menggunakan cat Alkyd dan sistem tiga lapis dengan menggunakan cat Epoxy. Pengujian dan perhitungan laju korosinya dengan menggunakan metode elektrokimia. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa semakin tebal lapisan suatu coating tidak menjamin coating tersebut dapat melindungi dengan sempurna. Semakin tebal suatu coating memiliki resiko kegagalan coating lebih besar seperti, berkurangnya fleksibilitas, terjadinya pengerutan, atau pengeringan yang tidak sempurna.
Kajian Keselamatan Aktivitas Transportasi Laut terhadap Collision pada Bouy No. 15 Alur Pelayaran Barat Surabaya
Bimo Wira Para;
AAB Dinariyana;
Ketut Buda Artana
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.948 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9110
Kajian keselamatan aktivitas transportasi laut terhadap tubrukan kapal merupakan hal yang penting dilakukan bukan hanya untuk mengetahui safety level pada sebuah alur pelayaran, namun juga untuk mengurangi potensi kejadian tubrukan. Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur, yang berada di Alur Pelayaran Barat Surabaya memiliki peranan yang besar dalam aktivitas ekspor impor dan perdagangan nasional jalur laut. Untuk lebih mengembangkan perekonomian nasional, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan mengembangkan Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan Sekitarnya Secara Terintegrasi, dimana salah satu pengembangannya adalah pembangunan dermaga yang akan dikelola oleh PT. Berlian Manyar Sejahtera, yang berada di sekitar Bouy No.15. Pada skripsi ini menyajikan kajian keselamatan terhadap tubrukan kapal di Bouy No.15 Alur Pelayaran Barat Surabaya dengan metode IWRAP dan simulasi impak hasil tubrukan dilakukan dengan metode Finite Element Analysis. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui batas aman jumlah kapal yang diperbolehkan beroperasi di APBS setiap tahunnya. Data jumlah kapal yang berlayar di APBS didapatkan dari Pelindo sebagai Otoritas Pelabuhan di Indonesia. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap head on collision, drifting collision, overtaking collision, dan crossing collision adalah sebesar 0.420, 0.940, 0.940, dan 0.605 secara berurutan, yang berarti frekuensi dari masing-masing jenis tubrukan dapat diterima jika mengacu pada keadaan future condition dimana frekuensi tubrukan dapat diterima bila bernilai dibawah satu. Dari analisis perhitungan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa jumlah maksimal kapal yang dapat berlayar di Alur Pelayaran Barat Surabaya pada future condition adalah sebanyak 49.640 kapal/tahun