cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 70 Documents clear
Paving Geopolimer Berbahan Dasar Bottom Ash dan Sugar Cane Bagasse Ash (SCBA) Achmad Freddya Eka Prasandha; Triwulan Triwulan; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.575 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.13327

Abstract

Abstrak— Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan bottom ash sebagai bahan dasar pembuatan paving geopolimer. Diketahui bahwa bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang jarang dimanfaatkan dibandingkan dengan fly ash. Selain itu digunakan SCBA (Sugar Cane Bagasse Ash) sebagai sumber silika aktif untuk menambah kandungan silika pada bottom ash. Agregat atau filler pada paving geopolimer menggunakan abu batu, sedangkan untuk binder (pengikat) menggunakan larutan alkali aktifator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan berat SCBA pada paving geopolimer justru menurunkan kualitas dari paving tersebut. Dari pengujian kuat tekan paving diperoleh hasil kuat tekan maksimal pada umur 28 hari dengan penambahan berat SCBA 0%, yaitu sebesar 11.60 MPa. Nilai keausan paling besar terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 35%, yaitu yaitu sebesar 3.12 mm/menit, sedangkan keausan paling kecil terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 30% yaitu sebesar 0.72 mm/menit, terjadi ketimpangan nilai keausan paving dikarenakan benda uji terendam banjir sehingga menyebabkan perbedaan kualitas antar paving dalam pengujian keausan, sedangkan resapan air paving paling kecil terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 0% yaitu sebesar 10.58%. Sehingga diperoleh kesimpulan akhir bahwa paving geopolimer tidak memenuhi persyaratan standar paving berdasarkan SNI 03-0691-1996 namun memenuhi syarat untuk dijadikan bata sebagai pasangan dinding kelas I berdasarkan SNI 03-0349-1989.
Desain dan Analisis Variabel Air Gap pada Motor Axial Flux Brushless DC Berbasis 3D Finite Element Method Untuk Aplikasi Kendaraan Listrik Achmad Abdul Ghoni; Heri Suryoatmojo; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.003 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9689

Abstract

Seiring berjalannya waktu dibutuhkan pengembangan teknologi pada motor penggerak pada kendaraan yang beredar dipasaran. Karena sumber energi fosil merupakan energi yang tidak dapat diperbarui, maka pengembangan kendaraan dengan listrik sebagai sumber energi adalah solusi untuk penghematan energi dimasa depan. Salah satu jenis motor yang tepat untuk digunakan sebagai penggerak kendaraan akan dibahas pada tugas akhir ini, yaitu motor axial flux brushless DC. Pada tugas akhir ini dilakukan pembuatan desain dan analisis simulasi  variabel air gap pada motor axial flux brushless DC dengan rating daya output 12 kW, tegangan DC input 400 V, frekuensi 200 Hz, dan kecepatan 2388 rpm. Varasi variabel air gap dilakukan dengan cara membuat jarak air gap pada jari-jari dalam lebih lebar dibandingkan jari-jari luar. Variasi variabel air gap yang diberikan menghasilkan perubahan nilai pada beberapa parameter kelistrikan motor. Dari simulasi yang didapatkan variasi variabel air gap terbaik pada 1,5 mm dengan kompensasi penambahan ketebalan magnet permanen sebesar 5 mm. Hasil dari variabel air gap pada motor axial flux brushless DC adalah rating daya output yang meningkat menjadi 14,5 kW dengan efisiensi 78,8 persen dan core loss sebesar 356,2 W.
PENGATURAN KECEPATAN PADA SIMULATOR PARALLEL HYBRID ELECTRIC VEHICLE MENGGUNAKAN METODE PID-LINEAR QUADRATIC REGULATOR Fanniesha Hamada; Rusdhianto Effendie Abdul Kadier; Ali Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.322 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9883

Abstract

Hybrid Electric Vehicle (HEV) merupakan suatu kendaraan dengan konsep ramah lingkungan dan hemat energi yang diharapkan menjadi salah satu alternatif menanggulangi efek rumah kaca dan krisis energi. HEV menggabungkan kinerja Internal Combustion Engine (ICE) atau mesin bakar dan motor listrik. Pada HEV dengan konfigurasi paralel, ICE dan motor listrik dapat bekerja bersama-sama. Pada Tugas Akhir ini digunakan Simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Simulator ini merepresentasikan kondisi nyata HEV namun dalam skala yang lebih kecil. Simulator ini terdiri dari mesin bakar 2 tak sebagai penggerak utama, motor DC sebagai penggerak pembantu, dan beban berupa rem magnetik arus eddy. Ketika terjadi permasalahan regulator akibat pembebanan lebih pada kendaraan, kecepatan putar pada ICE menurun sehingga kecepatan HEV tidak sesuai dengan output yang diharapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kontroler untuk melakukan pengaturan kerja dari motor listrik agar bekerja sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Kontroler PID – Linear Quadratic Regulator (PID-LQR) digunakan untuk memperbaiki performansi kerja HEV agar mampu membantu ICE mencapai kecepatan putar yang seharusnya. Berdasarkan hasil pengujian secara simulasi didapatkan motor DC menggunakan kontroler PID-LQR mampu membantu kinerja ICE sehingga dapat mengembalikan respon sistem menuju nilai steady state ketika terjadi pembebanan pada rentang arus beban rem nominal 0.56 A-1.14 A. Berdasarkan hasil pengujian secara implementasi, motor DC dapat membantu kinerja ICE, namun masih terdapat error steady state.
Desain Kontroler Fuzzy PID Gain Scheduling Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Tanpa Sikat Hudaibiy Hibban; Josaphat Pramudijanto; Nurlita Gamayanti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.67 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9934

Abstract

Motor DC, sebagai salah satu mesin listrik yang banyak digunakan di industri, penggunaannya banyak digantikan dengan Brushless DC Motor (BLDC). Penggunaan motor jenis ini hampir tidak menimbulkan polusi di jalan karena energi yang dipergunakan adalah energi listrik, sehingga selain kenyamanan karena nyaris tidak menimbulkan kebisingan motor ini juga ramah lingkungan. Di dalam tugas akhir ini, kita merancang sebuah sistem yang memberikan pembebanan pada motor BLDC menggunakan rem magnetik agar sistem menjadi tidak linear. Pada penelitian ini, digunakan kontroler Fuzzy PID Gain Scheduling untuk mengatur kecapatan motor BLDC. Dipilih kontroler PID karena pada kenyataannya kontrol yang paling sering dipakai adalah PID, dan Fuzzy digunakan sebagai pengatur nilai Kp, Ki, dan Kd. Setelah dilakukan implementasi pada kontroler didapatkan bahwa nilai rise time rata-rata respon motor sebesar 2,6 detik dan nilai settling time rata-rata sebesar 3,6 detik. Selain itu terdapat juga overshoot yang relatif kecil sekitar 1 persen. Hasil tugas akhir ini berupa motor BLDC dapat digunakan sebagai penelitian lebih lanjut untuk adik-adik kelas di jurusan Elektro maupun jurusan lain.
Perancangan dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Metode Model Predictive Control (MPC) Fachrul Arifin; Josaphat Pramudijanto; Ali Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.193 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9935

Abstract

Saat ini, penelitian dan pengembangan mobil listrik (electric vehicle) sudah menjadi pusat perhatian bagi kalangan industri dan civitas academica. Sudah banyak kendaraan listrik yang sudah diproduksi secara massal di seluruh dunia. Beberapa dari kendaraan listrik tersebut menggunakan motor BLDC sebagai penggerak utamanya. Pada Tugas Akhir kali ini, salah satu kemampuan yang akan diteliti dan dianalisa adalah respon kecepatan motor BLDC pada mobil listrik saat mobil diberi suatu beban. Ketika mendapat pembebanan, respon kecepatan dari motor BLDC akan turun sehingga performa dari motor BLDC tidak sesuai dengan setpoint yang diharapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kontroler yang dapat mengatasi permasalahan diatas dan melakukan pengaturan kerja pada motor BLDC agar bekerja sesuai dengan kebutuhan. Kontroler ini diharapkan mampu untuk mengembalikan respon kecepatan pada motor BLDC kembali kepada setpoint ketika motor BLDC diberi pembebanan. Penulis menggunakan metode kontroler Model Predictive Control (MPC) yang dapat memprediksi perilaku sistem pada masa depan yang bergantung pada informasi sistem saat ini dan model state-space dari sistem. Berdasarkan hasil implementasi, kontroler MPC dapat memberikan respon yang sesuai dengan tracking setpoint yang diberikan dengan rata-rata nilai steady-state error sebesar 9,8% untuk semua parameter pembebanan.
Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas) dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja Toto Iswanto; Muhammad Rifa'i; Yeni Rahmawati; Susianto Susianto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9705

Abstract

Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas). Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara sebagai bahan baku pabrik. Oleh karena itu, pabrik akan didirikan di Tanjung Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan. Pabrik akan didirikan tahun 2017 dan siap beroperasi tahun 2019. Pabrik yang didirikan diharapkan mampu mensubstitusi 40% kebutuhan gas alam PT Pupuk Sriwidjaja sebesar 88 MMSCFD atau sekitar 29.000 MMSCF per tahun. Proses pembuatan syngas dari batu bara kualitas rendah terdiri dari tiga proses utama, yaitu persiapan batu bara, gasifikasi batu bara, dan pemurnian gas hasil gasifikasi. Dari analisa perhitungan ekonomi diperoleh Total Cost Investment (TCI) sebesar 121.170.377,3USD, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 27,48%, Pay Out Time (POT) selama 3,47 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 45,05%. Kata Kunci — batu bara, gasifikasi, gas alam, synthetic gas
Studi Awal Desain Pabrik Bioetanol dari Corn stover Gumelar Ahmad Muhlis; Nia Fauziah Lestari; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9736

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Potensi energi limbah pada komoditas jagung sangat besar dan diharapkan akan terus meningkat sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung secara nasional yaitu program pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/CLS). Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga dalam studi ini diputuskan pemanfaatan sebanyak 50% limbah pertanian jagung yang ada di Kab. Tuban untuk selanjutnya diproses menjadi Bioetanol 95%. Ketersediaan bahan baku, letak strategis, transportasi yang mudah terletak di jalur pantura dan langsung terhubung dengan pelabuhan, serta potensi tenaga kerja yang cukup menjanjikan menjadikan alasan dalam pemilihan Kawasan Industri Kec. Jenu Kab. Tuban sebagai lokasi pabrik. Proses pembuatan bioetanol dari corn stover dengan proses fermentasi dibagi menjadi 4 tahap yaitu:  penyimpanan dan penanganan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, dan pemurnian. Desain konseptual yang disajikan mengacu pada Technical Report Pilot Plan National Renewable Energy Laboratory tahun 2011. Pabrik Bioetanol direncanakan dapat mengolah 484.625 ton corn stover kering/hari pada yield etanol (303 L/dry ton) dengan kapasitas produksi etanol 95% sebanyak 44.226 kL/tahun, harga jual adalah Rp13.500,00/L. Masa konstruksi pabrik yang didirikan 2 tahun dengan pembiayaan berupa modal tetap (FCI) Rp. 515.854.121.170; modal kerja (WCI) Rp. 91.033.080.207; investasi total (TCI) Rp. 606.887.201.377 ; total production cost (TPC) Rp. 345.715.009.709. Sehingga didapatkan IRR 23,37 % pertahun ;pay out time (POT) 6,98 tahun dengan project life 15 tahun ; BEP 43,23% kapasitas. Dari analisis ekonomi dan evaluasi teknis maka pabrik bioetanol dari corn stover ini layak didirikan
Kompensasi Kesalahan Sensor Berbasis Descriptor dengan Performa H_inf pada Winding Machine Hendra Antomy; Trihastuti Agustinah
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.39 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9859

Abstract

Kesalahan pada sensor dapat terjadi pada sistem kontrol dengan umpan balik sehingga mengakibatkan sistem mengalami penurunan stabilitas dan performa. Fault Tolerant Control (FTC) adalah metode untuk mengkompensasi kesalahan pada komponen sistem, salah satunya adalah kesalahan sensor. FTC dapat disusun dengan cara mendesain estimator untuk mengestimasi besarnya kesalahan sensor yang terjadi. Kompensasi dilakukan dengan cara mengurangkan estimasi kesalahan sensor dengan keluaran sistem. Pada makalah ini, FTC untuk kesalahan sensor diterapkan pada sistem winding machine. Estimator dirancang menggunakan pendekatan sistem descriptor dan didesain memenuhi performa H_inf. Permasalahan dalam desain estimator dirumuskan dalam bentuk Linear Matrix Inequality (LMI). Untuk merancang kontroler nominal, sistem winding machine direpresentasikan sebagai model fuzzy Takagi-Sugeno (T-S). Berdasarkan model tersebut, aturan kontroler disusun menggunakan konsep Parallel Distributed Compensation (PDC) dengan struktur kontrol servo tipe 1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan dapat menjaga performa dan stabilitas sistem saat terjadi kesalahan sensor. Selain itu, estimator memenuhi performa H_inf dengan L2-Gain kurang dari tingkat pelemahan yang ditentukan.
Studi Awal Desain Pabrik Pupuk Organik Granul Dari Organic Waste Zulfatul Hanna; Anggun Dwi Apriliani; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9808

Abstract

Banyak pertanian di Indonesia yang masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia. Padahal penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan bahan organik tanah. Untuk menyeimbangkannnya saat ini petani juga sedang menggalakkan penggunaan pupuk organik. Sehingga membuat kebutuhan pupuk organik meningkat setiap tahunnya. Pendirian pabrik pupuk organik granul ini dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk petani. Prosess pembuatan pupuk organik granul terdiri dari pencampuran bahan baku, yakni sampah organik, kotoran sapi, kotoran domba, dan dipotong dengan rotary knife cutter. Tahap berikutnya adalah proses fermentasi, dengan penambahan bioactivator agar meningkatkan kandungan C-organik, phosphor, dan kalium. Selanjutnya adalah proses granulasi, pembesaran dari partikel dengan proses aglomerasi. Ukuran yang diharapkan pada proses granulasi ini adalah 2-4 mm sehingga produk undersize maupun oversize akan dikembalikan ke dalam granulator setelah melewati screener. Selanjutnya pupuk organik granul dikeringkan. Selanjutnya produk dipisahkan berdasarkan ukurannya lalu didinginkan di Rotary cooler. Setelah keluar dari Rotary Cooler suhu keluaran sekitar 40 oC dan masih mengandung kadar air sebesar 13,7%. Produk dari rotary cooler siap untuk di packaging dan masuk ke dalam pupuk organik granul storage. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 45% dengan POT sesudah pajak sebesar 4,8 tahun.
Studi Awal Desain Pabrik Semen Portland dengan Waste Paper Sludge Ash sebagai Bahan Baku Alternatif Rasdiana Rahma Nur; Firda Dwi Hartanti; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9868

Abstract

Industri semen di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dan penggunaan batu kapur sebagai bahan baku pembuatan semen juga semakin meningkat. Saat ini sudah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi gunung kapur. Penggunaan batu kapur untuk produksi semen merupakan penggunaan yang terbanyak hingga 87,4% dari konsumsi total. Oleh karena itu, saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif agar produksi semen tetap berjalan dengan baik. Secara garis besar, desain proses pembuatan semen Portland menggunakan bahan baku alternatif waste paper slaudge ash dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku terdiri atas penambangan dan proses penghancuran (crushing). Tahap kedua adalah pembakaran bahan baku dan klinkerisasi di dalam suspension preheater dan rotary kiln, dilanjutkan pendinginan di dalam cooler. Proses terakhir yaitu proses akhir (finishing) dengan menambahkan zat aditif ke dalam klinker untuk membentuk produk semen Portland. Operasi pabrik direncanakan kontinyu 24 jam/hari selama 300 hari dalam setahun. Untuk memproduksi semen 2.000.000 ton/tahun diperlukan bahan baku sebanyak 2.074.971,46 ton/tahun. Pabrik direncanakan berumur 10 tahun dengan pay out time sebesar 3,6 tahun dan internal rate of return sebesar 33,7% dan interest 11% sehingga dari segi teknis dan ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.