cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 57 Documents clear
Klasifikasi Citra Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) pada Caltech 101 Wayan Suartika Eka Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.05 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15696

Abstract

Deep Learning adalah sebuah bidang keilmuan baru dalam bidang Machine Learning yang akhir-akhir ini berkembang karena perkembangan teknologi GPU accelaration. Deep Learning memiliki kemampuan yang sangat baik dalam visi komputer. Salah satunya adalah pada kasus klasifikasi objek pada citra. Dengan mengimplementasikan salah satu metode machine learning yang dapat digunakan untuk klasifikasi citra objek yaitu CNN. Metode CNN terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah klasifikasi citra menggunakan feedforward. Tahap kedua merupakan tahap pembelajaran dengan metode backpropagation. Sebelum dilakukan klasifikasi, terlebih dahulu dilakukan praproses dengan metode wrapping dan cropping untuk memfokuskan objek yang akan diklasifikasi. Selanjutnya dilakukan training menggunakan metode feedforward dan backpropagation. Terakhir adalah tahap klasifikasi menggunakan metode feedforward dengan bobot dan bias yang diperbarui. Hasil uji coba dari klasifikasi citra objek dengan tingkat confusion yang berbeda pada basis data Caltech 101 menghasilkan rata-rata nilai akurasi mencapai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode CNN yang digunakan pada Tugas Akhir ini mampu melakukan klasifikasi dengan baik.
Analisis Kestabilan Transien dan Pelepasan Beban Pada Sistem Integrasi 33 KV PT. Pertamina RU IV Cilacap akibat Penambahan Beban RFCC dan PLBC Firdaus Ariansyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.847 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15169

Abstract

Abstrak - Keseimbangan daya antara kebutuhan beban dengan kapasitas pembangkitan generator merupakan salah satu parameter dari kestabilan operasi sistem tenaga listrik. Namun dalam pengoperasian sistem tenaga listrik akan selalu terjadi perubahan beban sehingga pembangkit perlu menyesuaikan daya keluarannya melalui governor maupun pengaturan eksitasi. Hal ini perlu dilakukan agar kestabilan sistem tetap terjaga. Adanya penambahan beban pada sistem kelistrikan di PT Pertamina RU IV Cilacap  mengakibatkan penambahan pembangkit dan pabrik baru. Akibatnya sistem kelistrikan di PT Pertamina RU IV Cilacap berubah karena perlu menambahkan sistem bus 33 kV. Untuk mengetahui batas kestabilan yang baik pada sistem kelistrikan suatu industri, maka ditetapkan standar batas kemampuan normal frekuensi, tegangan, dan sudut rotor. Standar yang digunakan mengacu pada IEEE Std C37.106-2003 (Revisi dari ANSI/IEEE C37.106-1987) mengenai pengamanan frekuensi abnormal turbin dengan menggunakan metode pelepasan beban.
Studi Numerik Karakteristik Perpindahan Panas pada Membrane Wall Tube Boiler Dengan Variasi Jenis Material dan Ketebalan Insulasi di PLTU Unit 4 PT.PJB UP Gresik I Nyoman Ari Susastrawan D; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15070

Abstract

Abstrak-Salah satu komponen terpenting dalam siklus pembangkit listrik bertenaga uap adalah boiler, dimana fungsi utama dari komponen ini adalah penghasil steam (uap) yang akan menggerakan turbin guna menghasilkan tenaga listrik. Proses pemanasan yang terjadi di dalam boiler memiliki suhu yang sangat tinggi, dimana suhu yang dihasilkan bisa mencapai 1000°C - 2000°C. Sesuai dengan hukum perpindahan panas, kondisi ini akan berpotensi menghasilkan kehilangan panas yang sangat besar. Peningkatan efisiensi pada boiler telah banyak diteliti, salah satunya dengan menggunakan material insulasi untuk menghindari kerugian akibat kehilangan panas (Heatloss). Material yang digunakan untuk insulasi pada pipa adalah material yang mempunyai nilai konduktivitas thermal rendah, tahan pada temperatur tinggi, instalasi mudah dan tidak korosif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur dan nilai heatloss pada membrane wall tube dengan memvariasikan ketebalan insulasi dan jenis material insulasi yang digunakan. Membrane wall tube akan disimulasikan secara 2 Dimensi dengan menggunakan prinsip Computational Fluid Dynamic (CFD) Variasi yang digunakan antara lain: ketebalan insulasi; temperature steam; jenis material insulasi (high temperature insulation) menggunakan Rockwool dan Glasswool. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan pengaruh perpindahan panas secara konveksi dan radiasi pada membrane wall tube. Hasil penelitian ini menunjukan nilai heatloss pada jenis insulasi rockwool jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis insulasi glasswool. Ketebalan juga ikut mempengaruhi besar heatloss yang terjadi dimana semakin tebal lapisan insulasinya maka semakin rendah nilai heatlossnya. Selain itu perubahan temperatur steam tidak memberikan pengaruh yang signifikan, namun dalam penelitian ini semakin tinggi temperatur steam maka nilai heatlossnya akan semakin kecil. Penelitian ini juga menunjukan pengaruh radiasi lebih mendominasi pengaruh konveksi, meski demikian pengaruh keduanya tidak dapat diabaikan karena sangat berpengaruh dalam proses perpindahan panas. Desain yang paling optimum dalam penelitian ini ialah insulasi rockwool dengan ketebalan 90 mm.
Pengaruh oBrix Terhadap Karakteristik Perpindahan Panas Pada Evaporator Robert Sistem Quintuple Effect di PG. Gempolkrep Eza Anansa Storia
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.051 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15053

Abstract

Pabrik Gula Gempolkrep mengoperasikan evaporator Robert secara quintuple-effect dengan variasi tekanan yakni 1,6 bar, 1,26 bar, 0,9 bar, 0,54 bar dan 0,18 bar. Tekanan yang rendah membuat titik didih nira semakin menurun sehingga didapatkan nira yang terkonsentrasi. Konsentrasi nira ditunjukkan dalam obrix. Dalam penelitian ini, overall heat transfer coefficient dihitung untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas. Nilai ini dihitung berdasarkan metode Dessin dan koefisien konveksi perpindahan panas. Konveksi sisi dalam tube dihitung menggunakan Chen’s correlation sedangkan sisi luar tube dihitung menggunakan persamaan konveksi kondensasi film. Hasil yang didapat yaitu obrix semakin besar setiap keluar evaporator yakni 18 obrix, 25 obrix, 32 obrix, 43 obrix dan 68 obrix. Nilai U yang didapat untuk kelima evaporator berdasarkan metode Dessin adalah 3,46 kW/m2.K, 2,92 kW/m2.K, 2,35 kW/m2.K, 1,71 kW/m2.K, dan 0,86 kW/m2.K, sedangkan berdasarkan pendekatan koefisien konveksi didapat U 3,14 kW/m2.K , 2,92 kW/m2.K , 2,48 kW/m2.K , 2,21 kW/m2.K  dan 1,57 kW/m2.K secara berurutan.
Penentuan Lokasi DG dan Kapasitor Bank dengan Rekonfigurasi Jaringan Untuk Memperoleh Rugi Daya Minimal Pada Sistem Distribusi Radial Menggunakan Algoritma Genetika Ridho Fuaddi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.097 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14832

Abstract

Jaringan distribusi yang paling umum digunakan ialah sistem dengan bentuk radial. Sistem ini memiliki bentuk yang sederhana serta biaya investasinya yang terbilang murah. Namun, kualitas pelayanan dayanya relatif buruk yang terjadi akibat adanya rugi daya pada saluran yang cukup besar. Hal itu terjadi karena jaringan distribusi yang merupakan ujung dari saluran transmisi memiliki perbandingan rasio R/X yang tinggi sehingga mengakibatkan rugi daya yang besar. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi rugi daya pada jaringan distribusi yakni dengan menggunakan rekonfigurasi jaringan, pemasangan kapasitor bank dan pemasangan unit distributed generation (DG) pada sistem distribusi. Pada tugas akhir ini, algoritma genetika merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan suatu pencarian nilai dalam masalah optimasi penentuan lokasi DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan yang tepat untuk mendapatkan rugi daya yang paling minimal. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini, diperoleh perbaikan rugi daya nyata paling optimal sebesar 94,92 % terhadap kondisi awal sistem distribusi radial 33-bus standart IEEE melalui penggabungan pemasangan DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN DURASI CAMSHAFT TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI GAS BUANG PADA ENGINE SINJAI 650 CC Firman Iffah Darmawangsa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.877 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15220

Abstract

Pengembangan industri otomotif mengarah pada jaminan kenyamanan saat dikendarai dengan menghasilkan unjuk kerja yang tinggi, konsumsi bahan bakar rendah, getaran dan emisi gas buang yang rendah. Salah satu parameter yang mempengaruhi adalah besarnya pasokan udara pembakaran kedalam ruang bakar. Dimana hal ini diatur oleh mekanisme camshaft melalui buka-tutup katup pemasukan dan katup pembuangan.Peran dari camshaft sangatlah penting, diantaranya sebagai penentu waktu pembukaan katup, mengatur lamanya durasi pembukaan katup, menentukan lamanya durasi overlap katup masuk dan katup buang, serta merupakan komponen utama dari mekanisme valve-train. Penambahan durasi camshaft menyebabkan pasokan udara yang bertambah pada putaran tinggi, sebaliknya pada putaran rendah pasokan udara menjadi berkurang. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh penambahan durasi camshaft terhadap unjuk kerja engine utamanya pada putaran tinggi. Penelitian ini dilakukan pada engine 4 langkah 2 silinder in-line SINJAI 650cc Single Overhead Camshaft (SOHC) sistem Port Injection dengan fokus pengoperasian pada putaran tinggi. Variasi durasi akan dilakukan pada kedua cam, yakni cam katup masuk dan cam katup buang. Dimana variasi durasi akan dibagi menjadi  248° (standar), 254°, 260°, 266°, 272° dan 278°. Penambahan durasi dilakukan secara simetris 3° poros engkol sebelum katup membuka dan setelah katup menutup sehingga tidak ada perubahan pada Lobe Separation Angel (LSA). Metode penelitian ini menggunakan dua tahapan, metode simulasi kemudian metode eksperimen. Untuk mengetahui pengaruh dari variasi durasi camshaft terhadap unjuk kerja engine, terlebih dahulu akan dilakukan simulasi menggunakan software LOTUS Engine Simulation. Variasi durasi camshaft yang menunjukkan hasil unjuk kerja terbaik dari simulasi akan difabrikasi dan diaplikasikan pada engine SINJAI 650cc SOHC Port Injection. Kemudian akan dilakukan pengujian eksperimental untuk membandingkan hasil unjuk kerja camshaft standar dengan camshaft terbaik hasil dari simulasi software LOTUS Engine Simulation. Dari hasil simulasi menggunakan LOTUS Engine Simulation pada engine SINJAI 650 cc SOHC port injection, diperoleh durasi camshaft terbaik 260° pada putaran tinggi. Dengan peningkatan torsi 0.908%, daya 0.908%, bmep 0.908%, efisiensi thermal 0.626%, efisiensi volumetris 1.003% dan penurunan bsfc 0.252%, dari camshaft standar 248° pada putaran tinggi . Menurut hasil eksperimen, perbandingan unjuk kerja dari durasi camshaft 248° dan 260°, terjadi peningkatan torsi 5.53%, daya 5.53%, bmep 5.53%, efisiensi thermal 14.58%, efisiensi volumetris 2.04% dan penurunan bsfc 17.905%, emisi CO 5.183%, serta emisi HC 7.578%. Dari seluruh penelitian menggunakan metode simulasi dan metode eksperimen terhadap durasi camshaft, dapat diketahui bahwa camshaft durasi rendah menghasilkan unjuk kerja yang lebih besar pada putaran rendah namun buruk pada putaran tinggi, dan sebaliknya camshaft durasi tinggi menghasilkan unjuk kerja yang baik pada putaran tinggi namun buruk pada putaran rendah.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH MAPPING IGNITION TIMING TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI ENGINE SINJAI 650cc FI BERBAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN PENGGUNAAN ECU SUMI-IT Ahmad Gurnito; Bambang Sudarmanta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.544 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15297

Abstract

Kualitas bahan bakar sangat berpengaruh terhadap hasil unjuk kerja engine, Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk memasarkan bahan bakar varian PERTALITE dengan nilai RON 90 yang lebih tinggi dibanding bahan bakar varian PREMIUM RON 88,. Untuk itu, perlu dilakukan suatu penyesuaian ( setting ) untuk mengetahui perbedaan hasil unjuk kerja dan emisi gas buang dari penggunaan bahan bakar dengan properties yang berbeda tersebut, serta dibutuhkannya suatu pengembangan Engine Control Unit yang mampu  diprogram sehingga variasi pembakaran dari sisi kontrol injeksi bahan bakar dan waktu pengapian dapat dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada pemetaan ignition timing engine untuk mendapatkan titik pengapian  optimal fungsi rpm .Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan terhadap hasil unjuk kerja engine. Penelitian diawali dengan modifikasi ECU SUMI-IT sebagai pusat kontrol yang menggunakan mikrokontroller AVR ATMega128L yang kompatibel dengan software VEMS, serta studi literatur mengenai bahan bakar PREMIUM dan PERTALITE, untuk kemudian dilakukan pengujian dengan penggunaan Premium pada kondisi standar sebagai kelompok kontrol dan penggunaan Pertalite dengan variasi ignition timing sebagai kelompok uji dengan mengambil 5 variasi advance ignition timing 10°, 13°,16°, 19°, dan 21° BTDC. Pengujian dilakukan menggunakan Eddy Current  Dynamometer pada bukaan katup kupu-kupu penuh ( Fully Open ) untuk memperoleh daya maksimum pada tiap putaran mesin, dan pengaturan putaran mesin yang diinginkan dilakukan dengan mengatur besarnya beban. Pada setiap perubahan putaran mesin ( 1000, 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, 4500 dan 5000 rpm) dilakukan pencatatan data yang meliputi torsi, waktu konsumsi bahan bakar tiap 25mL,  serta data hasil uji emisi dari gas analyzer. Hasil setting terbaik akan disimpan kedalam logfile engine control unit. Dari penelitian ini, didapatkan nilai AFR Pertalite yang cenderung berada di atas Premium yang sesuai dengan analisa kalor laten penguapan, serta mapping ignition timing dengan kenaikan rata - rata torsi, daya, dan bmep sebesar 6.393 % relatif terhadap pengapian standar, efisiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 5.409%, sfc mengalami penurunan rata-rata sebesar 1.97%, serta emisi CO dan uHC mengalami penurunan, masing masing sebesar 5.405% dan 7.443%.
imulasi Numerik Aliran Tiga Dimensi Melalui Rectangular Duct dengan Variasi Bukaan Damper Edo Edgar Santosa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.021 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15659

Abstract

Dalam  sistem saluran  terdapat banyak penggunaan elbow dan assesoris lain yang akan menyebabkan terjadinya kerugian tekanan pada aliran. Hal tersebut  disebabkan karena adanya perubahan arah aliran fluida yang melalui saluran tersebut. Nilai penurunan tekanan (pressure drop) pada aliran yang melalui suattu saluran dipengaruhi oleh besarnya laju aliran pada inlet, serta radius kelengkungan dari elbow yang akan menyebabkan aliran sekunder kemudian timbul aliran vortex. Hal ini berakibat kerugian energi (headloss) yang lebih besar. Peletakan bodi pengganggu dan pemasangan elbow dimaksudkan untuk melihat fenomena aliran di sekitar bodi pengganggu Model uji yang akan digunakan di dalam studi ini berupa rectangular duct yang pada bagian inlet terpasang elbow 90o dengan damper yang diletakkan pada jarak x/Dh=2. Fluida kerjanya adalah udara yang mengalir secara incompressible, viscous, steady dan mempunyai profil kecepatan uniform pada sisi inlet dengan dua variasi bilangan Reynolds yaitu 2.05 x 105 dan 8.2 x 105serta empat pengaturan sudut bodi pengganggu 0o, 10o, 20o, dan 30o Penelitian dilakukan secara  numerik 3D  menggunakan piranti lunak Computation Fluid Dynamics (CFD) komersial dengan model turbulensi k-ε Realizable. Hasil studi ini diperoleh bahwa proses recovery aliran dipengaruhi oleh sudut bukaan damper, untuk variasi sudut bukaan damper 30°. Dengan sudut bukaan 30° terjadi percepatan aliran pada daerah dekat dinding yang berakibat bertambahnya momentum aliran sehingga mempercepat proses recovery aliran dan aliran sekunder pada daerah dekat dinding dapat teratasi.
Analisis Numerik Pengaruh Pitch Ratio Longitudinal (SL/2a) dan Transversal (ST/2b) 1, 1.25, dan 1.5 terhadap Karakteristik Aliran Fluida dan Perpindahan Panas melintasi Staggered Elliptical Tube Banks Nazilah Nazilah; Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.339 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15673

Abstract

Abstrak— Peningkatan performa alat penukar kalor pada sisi eksternal telah banyak diteliti, salah satunya adalah memodifikasi bentuk tube dari silinder sirkular menjadi silinder ellips. Perubahan bentuk geometri dapat meningkatkan perpindahan panas sisi eksternal karena silinder ellips adalah salah satu bentuk dari streamlined body dua dimensi. Titik separasi yang tertunda pada ellips mengakibatkan pada berkurangnya gaya drag yang dimiliki body dibandingkan dengan silinder sirkular. Penelitian dilakukan dengan menganalisis karakteristik aliran fluida pada sisi eksternal elliptical tube bank yang tersusun secara staggered dengan perbandingan ratio sebesar 1:3. Fluida kerja berupa udara berkecepatan konstan sebesar 4 m/s dimodelkan sebagai gas ideal yang mengalir pada sisi eksternal dengan kondisi temperatur sebesar 308 K dan heat flux pada  tube sebesar 2000 W/m2. Studi numerik dilakukan secara 2 dimensi dengan kondisi aliran steady dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamic CFD. Model turbulensi yang digunakan adalah Renormalization Group (RNG) k-ε. Hasil studi bertujuan untuk mengetahui fenomena aliran dan perpindahan panas pada elliptical tube banks, ditinjau secara kualitatif menggunakan visualisasi kontur temperatur dan kecepatan, serta secara kuantitatif dengan menganalisa grafik kecepatan lokal dan Nusselt number. Dari analisis numerik ini diperoleh hasil variasi PL dan PT akan mempengaruhi nilai koefisien heat transfer, temperatur, dan kecepatan dari setiap model A, B, C, D, E, F, G, H dan I. Peningkatan nilai rata-rata kecepatan lokal kontur yang dihasilkan untuk tube banks dibandingkan dengan model A yang memiliki nilai Vavg = 3.361 m/s. Peningkatan kecepatan model B adalah sebesar 14.38 %, C = 37.67%, D = 5.21%, E = 16.24%, F = 38.78 %, G = 7.75%, H = 19.25% dan model I sebesar 42.61%. Peningkatan nilai rata-rata Nusselt lokal dimana model A memiliki nilai Nuavg = 95.8292.  Peningkatan Nusselt model B adalah sebesar 7.29 %, C = 16.03%, E =4.67%, F = 15.35 %, G = 0.44%, H = 4.63% dan model I sebesar 16.91%. Pada model D terjadi penurunan nilai Nusselt lokal senbesar 0.24%. Penurunan tekanan (ΔP) terjadi pada semua model, Model A memiliki ΔP sebesar 12.88 Pa, B = 18.41 Pa, C=36.35 Pa, E= 17.97 Pa, F= 36.18 Pa, G =14.97, H = 19.62 Pa, I = 36.54 Pa. Penurunan ΔP terjadi pada model D yang memiliki ΔP sebesar 12.79 Pa dibandingkan dengan model A. Model I dengan PL = 1 dan PT = 1 memiliki nilai Coefficient heat transfer ,kecepatan lokal dan pressure drop yang paling tinggi dibandingkan model variasi lainnya.
Kesesuaian Kawasan Transit Tramstop Surabaya Mass Rapid Transit dengan Konsep Transit Oriented Development (Studi Kasus: Koridor Embong Malang) R.M. Bagus Prakoso; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.76 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11180

Abstract

Adanya rencana pembangunan Surabaya Mass Rapid Transit (SMART) menjadi alternatif mengatasi permasalahan kemacetan di Surabaya. Daerah sekitar rencana titik transit menjadi kawasan yang potensial bagi pengembangan pembangunan kawasan. Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan strategi pengembangan kawasan dengan penggunaan lahan yang berfokus pada kawasan sekitar titik transit. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kriteria yang digunakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian karateristik kawasan dengan kriteria konsep TOD. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah pendekatan rasionalistik dengan metode deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukan koridor Embong Malang masih belum memenuhi beberapa kriteria dalam konsep TOD, namun karena letaknya yang strategis koridor ini memiliki potensidan peluang untuk dikembangkan sebagai TOD sehingga pembangunan halte transit di Koridor Embong Malang dapat terintegrasi dengan penggunaan lahan yang ada dalam radius pelayanan kawasan transit.