cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Analisa Beban Kerja Dan Gaya Dinamis Pada Round Roller Dan Sliding Roller Untuk Sistem CVT (Continuously Variable Transmission) Sepeda Motor Matic Ahmad Bagus Prasojo; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.978 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20781

Abstract

Primary shave weight atau sering disebut roller merupakan salah satu komponen dari sistem CVT pada motor matik yang sering mengalami kerusakan, baik itu aus maupun crack atau pecah. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini adalah menganalisa beban kerja (gaya) yang dialami oleh roller. Selanjutnya akan dihitung besar tegangan (stress) yang terjadi pada roller menggunakan teori tegangan kontak (contact stress). Kemudian analisa akan dilanjutkan menggunakan teori kelelahan (fatigue). Gaya normal yang didapat pada posisi stasioner sebesar 37,268 N dan posisi puncak sebesar 525,279 N. Untuk total tegangan ekivalen yang terjadi berbeda dikarenakan luasan kontaknya, round roller dengan luasan kontak yang lebih kecil menghasilkan total tegangan yang lebih besar yaitu 21,423 MPa sedangkan sliding roller sebesar 14,559 MPa. Dengan frekuensi real pembebanan roller sebesar 0,0667 Hz dan berdasarkan teori kelelahan Gerber stress amplitude round roller didapatkan 8,8756 Mpa dan untuk sliding roller sebesar 6,195 Mpa. Jadi setelah stress amplitude diplotkan pada sn-curve PTFE hasil prediksi umur untuk round roller adalah 4,081 ≈ 4 bulan dan untuk sliding roller adalah 5,89 ≈ 6 bulan.
Studi Eksperimental dan Analisa Laju Keausan Roller pada Sistem Continously Variable Transmission (CVT) dengan Gerakan Reciprocating Johan Ady Setyawan Indar Putra; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.981 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20807

Abstract

Sistem transmisi otomatis pada motor matik sudah banyak membahas mengenai roller. Seringnya pergantian roller yang diakibatkan aus, bahkan terkadang roller tersebut mengalami kerusakan perlu ditinjau dari kinematika pergerakan dari roller, laju keausan, dan umur pakai. Kinematika dari pergerakan roller dapat dianalisa dengan proyeksi gambar lintasan variator dan eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan alat tribometer tipe pin on plate gerakan reciprocating tanpa pelumasan (Dry Sliding). Pengujian keausan 2 jenis roller yaitu round roller dan sliding roller dengan proyeksi gambar lintasan roller berisi tentang posisi dan kecepatan roller dalam rpm (engine) tertentu juga beban yang berbeda, Sedangkan eksperimen dilakukan dengan L=1500mm, 3 variasi kecepatan roller yang berbeda dan waktu yang ditentukan dari proyeksi gambar lintasan roller, yaitu V1=0,8944mm/s, V2 =1,7152mm/s, V3=2,34mm/s, t1=11,255s, t2=11,86s, dan t3=12,003s. Didapatkan hasil Spesific Wear Rate pada round roller adalah 0,000628931, 0,00127385, dan 0,003950617, sedangkan Spesific Wear Rate pada sliding  roller adalah 0,000457404, 0,000679012, dan 0,00305275. Grafik Spesific Wear Rate pada 2 jenis roller menunjukkan trendline naik sama seperti trendline Spesific Wear Rate linier dan rata-rata pemakaian round roller bisa bertahan ±3 bulan dan sliding roller bisa bertahan ±6 bulan dalam penggunaan sepeda motor matik 6 jam sehari dalam satu tahun.  
Security Constrained Unit Commitment Considering Spinning Reserve and Transmission Line Capacity Using Binary Particle Swarm Algorithm Anton Frian Yohanes Reynaldo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.563 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16025

Abstract

Modern human nowadays couldn’t live and work effectively and efficiently without electricity. Electrical energy is an energy that really affects technology’s development and needs a system operation to generate and transmit the electricity. Power system operation in electrical system is expected to produce a reliable system and economically optimal to solve the fluctuative load condition in 24 hours. Unit Commitment (UC) could be used for on-off generation unit scheduling in the electrical system which is interconnected optimally. However, UC still could not do the unit scheduling by considering transmission line capacity. Security Constrained Unit Commitment (SCUC) is the development of UC with considering transmission line capacity as the calculation constraint. Particle swarm optimization algorithm is used to solve the SCUC. The application of SCUC by using particle swarm optimization is expected able to solve on-off generation unit scheduling, in case if the system couldn’t fulfill the security standard, which is considering the transmission line capacity. The result of this research is a generation unit scheduling calculation software that is more appropriate and meets the system standard.
Desain Pengisian Optimal Kendaraan Listrik Berdasarkan Kebutuhan Daya Grid dan Kondisi Grid pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Menggunakan Kontroler Logika Fuzzy Onang Surya Nugroho; Dimas Anton Asfani; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.132 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16027

Abstract

Electric vehicles has become one of alternatives in addressing energy crisis in the field of transportation. Increasing the number of electric vehicles that are not accompanied by a proper charging station management would give negative impact either to the distribution system on the network such as voltage fluctuation, voltage drop, voltage stress, lack of continuity of the power system, and even cause the blackout. Energy management design is needed for electric vehicles charging stations to obtain optimal power flow model between charging station and grid. This research will be designed an analysis and design of optimal charging by considering estimated power flow between charging station with the grid and load conditions on the grid (off-peak / peak) using fuzzy logic controller. This charging management uses the concept vehicle to vehicle (V2V), vehicle to grid (V2G), and the grid to vehicle (G2V) which adjust by charging index and charging rate results from rule fuzzy scoring result. The simulation results show that the fuzzy-based system can flatten the load curve peak of electric vehicle, reducing the impact of peak load to the grid, and can provide cost advantages in the form of cost saving.
Pemodelan dan Simulasi Sistem Proteksi Mikrogrid Christina Tio Trisnasari; Adi Soeprijanto; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16013

Abstract

Mikrogrid mengintegrasi sumber energi terdistribusi untuk menyediakan sistem yang handal dan ramah lingkungan. Akibat adanya generator dan PV pada semua level sistem mikrogrid dan 3 konfigurasi sistem yang berbeda, yaitu hanya terhubung grid, terhubung grid dan mikrogrid dan islanding, arus gangguan pada sistem akan bervariasi (arus gangguan naik 8.2 kA ketika sistem terhubung dengan grid). Dengan koordinasi rele dan LVCB yang benar, maka sistem proteksi dapat mengamankan pembangkit dan beban. Sehingga dapat menyediakan keandalan sistem yang lebih tinggi. Sistem proteksi yang didesain dimaksudkan untuk dapat bekerja dalam 3 konfigurasi sistem yang berbeda akibat adanya grid dan sumber energy terdistribusi. Sistem proteksi yang digunakan pada tugas akhir ini dilengkapi dengan Directional Over Current Relay yang diuji menggunakan ETAP pada sebuah sistem mikrogrid yang terdiri dari PV dan biomassa. Dengan menggunakan Zone Selective Interlocking ( ZSI ) tidak perlu dilakukan pengaturan ulang pada sistem proteksi yang diakibatkan adanya perubahan konfigurasi sistem.
Back to Back Voltage Source Inverter untuk Kontrol Self Excited Induction Generator Ainur Rachmad Hidayat; Dedet Candra Riawan; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16020

Abstract

Wind is one of the most develop renewable energy to help human meet the electricity needs as availability is abundant. Instrument which can be used to convert wind energy into electrical energy is an induction generator. In this final project will discuss about the operation of the wind turbine with induction generator controlled using back to back voltage source inverter with grid connected system low voltage 380 V. Switching of back to back voltage source inverter was designed in average model. In back to back voltage source inverter, there are two converters that are machine side converter and grid side converter. Machine side converter has function to regulate the voltage and frequency of generator and turbine speed in order to the wind turbine can generate maximum power at any wind speed with method volt / hetrz constant control. Grid side converter has function to adjust the DC voltage keep be contant by synchronizing the phase angle between the converter output and grid using current controlled voltage source inverter method. The simulation results showed that wind turbine always generated the maximum power at any wind speed. Voltage and frequency of Generator is stable and directly proportional to the wind speed and the dc link voltage is always constant so the power flow can bidirectional. Therefore, back-to-back voltage source inverter is suitable for controlling wind turbine using an induction generator.  
Optimasi Time Dial Setting (TDS) Relay Arus Lebih Menggunakan Adaptive Modified Firefly Algorithm Pada Sistem Kelistrikan PT. Pupuk Kalimantan Timur Vincentius Raki Mahindhara; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.795 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16019

Abstract

Penggunaan relay arus lebih (over current relay) pada industri memerlukan pengaturan beberapa parameter seperti arus pickup (Ip), time dial setting (TDS), serta waktu operasi (top). Dalam standard acuan dicantumkan batasan-batasan dan formulasi dalam menentukan parameter tersebut. Salah satu permasalahan adalah penentuan TDS pada relay inverse (Kode ANSI 51). Umumnya penentuan nilai TDS dilakukan dengan metode trial and error, hal ini dirasa kurang efektif sehingga diusulkan suatu metode baru dalam menentukan TDS pada sistem kelistrikan eksisting PT. Pupuk Kalimantan Timur. Digunakan algoritma adaptive firefly yang dimodifikasi dalam menyelesaikan permasalahan dengan mempertimbangkan kurva starting motor dan perbedaan tipe kurva antar relay
DESIGN OF SPEED CONTROL BRUHLESS DC MOTOR BASED POWER FACTOR CORRECTION (PFC) USING SINGLE ENDED PRIMARY INDUCTANCE CONVERTER (SEPIC) Nanda Redha Arsya; Heri Suryoatmojo; Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.863 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16028

Abstract

Brushless DC motors have been applied extensively in household and industrial scale because of the advantages such as high efficiency and mechanical losses are low because it does not use the brush like a DC motor. Application of the brushless DC motors using 220 rms AC source is rectified to minimize battery usage. However, the use of brushless DC motors and rectifying circuit can cause poor power factor and harmonic value. Power factor value reaches 0,73 while the current THD at 74%. These values are outside the permitted tolerance limits. This study aims to improve the power factor and THD value of current caused by the operation of brushless DC motors using a SEPIC converter. Moreover, the purpose of this study is that the motor is able to operate at different levels of speed and load vary. Based on the results of the simulation from the design has been made, the motor can respond to variations in the speed reference given to well. The control circuit is also able to make the motor maintain its speed with changes in the load every time. Power factor observed in resources has increased to 0.999 at various speeds. In addition, the current THD has an average value of 2% at various speeds. Both of these parameters are within the tolerances allowed by the standard. 
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MULTI-INPUT KONVERTER BUCK UNTUK PENGISIAN BATERAI MENGGUNAKAN PANEL SURYA DAN TURBIN ANGIN Zainul - Arifin; Dedet Candra Riawan; Heri - Suryoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.526 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16031

Abstract

Baterai adalah sebuah peralatan listrik yang berfungsi untuk menyimpan energi pada peralatan elektrik, elektronik, maupun peralatan otomotif. Perkembangan teknologi pembangkitan tenaga listrik dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan saat ini berkembang pesat sehingga diharapkan mampu menjadi sumber listrik alternatif. Untuk membuat sistem yang diharapkan dilakukan dengan cara menggabungkan sumber-sumber energi listrik yang ramah lingkungan dan melimpah seperti sel surya dan turbin angin.Tujuan dari penggunaan teknologi Konverter multi-input (MIC) adalah untuk menggabungkan keluaran tegangan panel surya dan turbin angin agar kedua sumber dapat bekerja secara mandiri atau pun bersama-sama. Konverter multi-input adalah konverter yang mempunyai input lebih dari satu. Pada Tugas Akhir ini daya yang dihasilkan dari MIC akan digunakan untuk pengisian baterai. Pengoperasian MIC dilakukan dengan mengatur duty cycle yang berupa modulator PWM yang dipasang pada sakelar masing-masing sumber. Sedangkan tegangan keluaran dari MIC dijaga konstan untuk pengisian baterai dengan mode constant voltage. Dalam implementasi dapat dibuktikan bahwa dengan menggunakan dua sumber input tegangan dan beban resistor, tegangan keluaran konverter tetap terjaga konstan Kata Kunci: Panel surya, Baterai, konverter DC-DC, Konverter multi-input
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONVERTER ZETA DENGAN INDUKTOR GANDENG DAN KAPASITOR PENGALI UNTUK APLIKASI FOTOVOLTAIK Andri Pradipta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.079 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16041

Abstract

ABSTRAK     Konverter Zeta merupakan salah satu topologi konverter DC – DC yang banyak digunakan untuk penaik dan penurun tegangan DC. Namun penguatan tegangan DC dari zeta konverter masih rendah, dimana besar tegangan keluaran konverter DC – DC tergantung besarnya duty cycle pensaklaran. Untuk mendapatkan rasio yang tinggi tanpa harus dioperasikan pada duty cycle yang tinggi dapat digunakan induktor gandeng. Dengan mendesain rasio belitan induktor gandeng yang tinggi maka akan diperoleh rasio tegangan yang tinggi pula. Namun Semakin besar rasio Induktor gandeng maka rugi-rugi yang berupa induktansi bocor juga meningkat. Pada penelitian ini didesain dan diimplementasikan Zeta konverter dengan menggunakan induktor gandeng dan kapasitor pengali. Dengan rasio belitan inductor gandeng didesain 4 dan penambahan kapasitor pengali, dihasilkan rasio tegangan yang tinggi hingga mencapai 19,28 kali. Dengan efisiensi maksimal mencapai 88%. Duty cycle maksimal yang dapat dijangkau converter maksimal 75%. Dengan penambahan system kendali PI, tegangan keluaran converter dapat dijaga konstan 311volt untuk masukan inverter.   Kata kunci : konverter zeta, induktor gandeng, kapasitor pengali, kendali PI, fotovoltaik.