Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Demagnetisasi Arus Inrush pada Transformator Satu Fasa 1 kVA Menggunakan Metode Pengurangan Sisa Medan Magnet dengan Menggunakan Sumber Tenaga Berfrekuensi Sangat Rendah
Dicky Wahyu Darmawan;
I Made Yulistya Negara;
Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (722.36 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16044
Pada penelitian ini akan membahas tentang pembuatan sebuah alat yang dirancang untuk menghilangkan fluks sisa pada inti transformator satu fasa 1 kVA. Tujuan utama dari menghilangkan fluks sisa pada transformator yaitu untuk mengurangi lonjakan arus inrush ketika transformator dienergisasi, dan meningkatkan keandalan dari transformator tersebut, hal ini lebih dimaksudkan untuk mengurangi rugi – rugi yang terjadi akibat adanya fluks sisa. Saat ini ada banyak metode yang digunakan untuk mereduksi besarnya arus inrush. Diantaranya adalah menggunakan metode shunt kapasitor, variable frequency – constant voltage (VFCV), dan variable voltage – constant frequency (VVCF). Menggunakan metode variable frequency – constant voltage, alat demagnetisasi yang dibuat pada penelitian ini merupakan sebuah rangkaian saklar semikonduktor yang dirangkai dengan input sumber tegangan DC dan output yang dihubungkan dengan belitan primer tranformator. Alat ini berkerja dengan cara membolak-balik polaritas sumber tegangan DC sesuai pengaturan waktu yang telah ditentukan, sehingga frekuensinya berubah dari frekuensi rendah menjadi frekuensi tinggi. Setelah dilakukan proses demagnetisasi menggunakan alat demagnetisasi tersebut, besarnya nilai arus inrush bisa berkurang hingga lebih dari 50%. Sebagai perbandingan, proses demagnetisasi yang dilakukan menggunakan alat dengan metode yang lain, yaitu VVCF, hanya mampu mengurangi arus inrush sebesar 37,3%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses demagnetisasi menggunakan metode VFCV hanya 1,46 detik saja atau 1 detik lebih cepat daripada metode VVCF.
Koordinasi Proteksi Saluran Udara Tegangan Tinggi pada Gardu Induk Mliwang – Tuban Akibat Penambahan Penghantar Pltu Tanjung Awar-Awar
Henry Haskarya;
Margo Pujiantara;
Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.114 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16045
Dengan pertumbuhan penduduk, perumahan, dan industry, dan juga untuk meningkatkan kapasitas penyediaan energi litrik dimasa mendatang maka perlu ditambah adanya pembangkit baru untuk mengatasi kebutuhan listrik tersebut. Karena alasan tersebut maka di bangunlah PLTU Tanjung Awar-Awar sebagai unit pembangkit baru di PLN-APP Madiun. Pembangunan PLTU Tanjung Awar-Awar menyebabkan perubahan konfigurasi jaringan tenaga listrik, khususnya dalam jaringan transmisi tegangan tinggi. Konfigurasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang berubah akibat adanya PLTU ini salah satunya adalah SUTT Mliwang - Tuban. Umumnya setiap perubahan konfigurasi jaringan tentunya akan disertai dengan perubahan setting pengamannya. Untuk itu perlu di adakan re-setting ulang koordinasi pengaman pada jaringan yang baru. Hasil dari resetting dan analisa di dapat bahwa setting pada zona 1 dan zona 2 hampir sama dengan setting existing PLN, namun di zona 3 berbeda, maka dari itu perlu di lakukan pengkajian ulang system proteksi transmisi yang ada.
Koordinasi Proteksi Directional Overcurrent Relay dengan Mempertimbangkan Gangguan Arah Arus di Pabrik PT. Petrokimia Gresik
Novie Elok Setiawati;
Margo Pujiantara;
Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.269 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16049
Pasokan kebutuhan daya listrik di PT. Petrokimia Gresik dengan adanya jalur interkoneksi meningkat dengan tujuan untuk menjaga kontinuitas pelayanan daya listrik. Namun, dengan meningkatnya pasokan kebutuhan daya listrik ada dampak yang terjadi ketika ada gangguan hubung singkat di jalur interkoneksi dan koordinasi proteksinya masih belum optimal sehingga menyebabkan sistem kestabilan menjadi terganggu. Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan setting rele dengan menggunakan rele arah arus lebih (DOCR). Rele arah arus lebih (DOCR) ini digunakan untuk mengamankan gangguan hubung singkat yang terjadi di jalur interkoneksi dengan pemutusan selektif yang dapat membuat sistem menjadi lebih stabil. Dalam melakukan koordinasi proteksi diperlukan grading time antar rele sesuai standar IEEE 242 yaitu 0.2 s/d 0.3 s dan time delay dikoordinasikan sehingga rele tersebut dapat bekerja dengan tepat. Hasil analisa hubung singkat serta koordinasi proteksi akan ditampilkan dalam bentuk kurva time current curve (TCC). Kata Kunci : Arus Hubung Singkat, Rele Arah Arus Lebih (DOCR), Koordinasi Proteksi, Kurva Time Current Curve (TCC).
Desain dan Implementasi Konverter DC-DC Rasio Tinggi Berbasis Integrated Quadratic Boost Zeta untuk Aplikasi Photovoltaic
A.Hafizh Rifa'i;
Dedet Candra Riawan;
Heri Suryoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (803.697 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16051
Abstrak— Photovoltaic pada umumnya digunakan untuk mengubah energy matahari menjadi energy listrik. Jika jumlah modul photovoltaic terbatas maka tegangan keluaran yang dihasilkan akan kecil. Untuk menghubungkan ke inverter pada sistem terhubung ke jala-jala, membutuhkan tegangan yang lebih tinggi dari pada keluaran photovoltaic. Untuk mengatasi hal ini, topologi konverter boost banyak dikembangkan untuk memperoleh untuk mencapai rasio pengubahan tegangan yang tinggi. Pada tugas akhir ini dibahas mengenai desain dan implementasi konverter DC-DC rasio tinggi berbasis Integrated Quadratic-Boost-Zeta untuk aplikasi photovoltaic.. Kelebihan dari konverter ini adalah memiliki rasio konversi yang tinggi dengan duty cycle kecil dan membutuhkan sedikit komponen. Pada pengujian, konverter ini mampu mengkonversi tegangan masukan 18 VDC menjadi 330 VDC pada duty cycle 65,92%.
Pemantauan, Proteksi, dan Ekualisasi Baterai Lithium-Ion Tersusun Seri Menggunakan Konverter Buck-Boost dan LC Seri dengan Kontrol Synchronous Phase SHift
Diaz Ficry Arfianto;
daniar fahmi;
Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.292 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16053
Baterai jenis lithium-ion kini dipilih sebagai penyimpan energi pada kendaraan lsitrik dikarenakan power density dan energy density yang lebih besar dibandingkan baterai jenis lain. Namun, baterai lithium ion memiliki kekurangan yakni sangat sensitif terhadap overcharge. Selain itu, masalah ketidakseimbangan kapasitas baterai tersusun seri dapat mempengaruhi performa baterai secara keseluruhan. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan skala laboratorium sistem pemantauan dan proteksi pada empat sel baterai lithium-ion tersusun seri agar baterai lebih aman dari overvoltage, undervoltage dan overheat . Selain itu ekualisasi untuk menyeimbangkan kapasistas baterai sehingga masa hidup dan kapasitas baterai dapat diperpanjang. Hasil pengujian skala laboratorium menunjukan pemantauan tegangan mendapat error terbesar 1,25% dan pemantauan suhu mencapai error terbesar 4,97%. Sistem proteksi baterai dapat bekerja memutus koneksi baterai sehingga menjadi sirkuit terbuka jika mendeteksi overvoltage, undervoltage, dan overheat. Serta ekualisasi 4 baterai lithium tersusun seri dapat dialkukan dengan waktu tempuh 48 menit
Deteksi Kerusakan Batang Rotor Pada Motor Induksi Menggunakan Analisis Arus Mula Berbasis Hilbert Transform
Isti Qomah;
Dimas Anton Asfani;
Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.502 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16054
Kerusakan batang rotor merupakan salah satu jenis kerusakan pada motor induksi yang dapat menyebabkan masalah serius. Kerusakan tersebut dapat mencapai 5% - 10% dari seluruh kasus gangguan motor induksi. Oleh karena itu, perlu adanya diagnosis awal yang mendeteksi adanya gangguan pada rotor motor induksi, agar dapat dilakukan perbaikan lebih cepat dan tanggap sebelum terjadi gangguan yang lebih besar. Tugas Akhir ini membahas terkait teknik deteksi kerusakan batang rotor pada motor induksi dengan menggunakan analisis arus mula. Sistem yang digunakan berbasis decomposition wavelet transform terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan analisis berbasis hilbert transform sebagai perangkat pengolahan sinyal sehingga mampu mendeteksi motor dalam keadaan sehat atau mengalami kerusakan. Pengujian sistem dilakukan dalam beberapa kondisi, yaitu kondisi tanpa beban dan berbeban. Selain itu, kondisi yang diberikan adalah kecacatan mulai dai 1BRB hingga 3BRB. Hasil pengujian membuktikan bahwa decomposition wavelet transform dan Hilbert transform mampu mendeteksi perbedaan kondisi pada motor induksi normal ataupun rusak pada batang rotor.
¬MPPT Pada Sistem PV Menggunakan Algoritma Firefly dan Modified P&O dengan Konverter Hybrid Cuk terkoneksi ke Grid Satu Phasa di Bawah Kondisi Partial Shaded
Dhuhari Chalis Bani;
Mar Pu;
Heri Suryoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (505.415 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16055
Abstrak— Photovoltaic (PV) merupakan sumber energi terbarukan yang paling banyak dijumpai di alam serta merupakn energi alternatif yang sangat pesat perkembangannya. Untuk mengahasilkan daya, sebuah PV dipengaruhi sebuah nilai intensitas cahaya matahari yang mengenainya. Sebuah sistem PV membutuhkan sebuah kontrol yang bertujuan untuk meningkatkan efisien daya PV tersebut. Kontrol ini adalah Maximum Power Point Tracking (MPPT) yang dapat mengoptimalkan daya yang dihasilkan oleh PV. Sebuah PV hanya menghasilkan nilai tegangan yang rendah, untuk itu perlu menggunakan koverter DC-DC step up untuk menaikan rasio tegangan DC tadi. Untuk mengoptimalkan sistem ini, diperlukan sebuah konverter yang efisien dan dapat menghasilkan rasio konversi tegangan yang tinggi. Pada penelitian menggunakan firefly algoritm (FFA) dan modified perturb and observe (P&O) sebagai MPPT untuk mendapatkan nilai daya optimal pada keluaran PV. Konverter DC-DC yang digunakan adalah hybrid cuk converter boost mode yang memiliki rasio tegangan yang tinggi. Dari DC-link kemudian masuk ke inverter (VSI) yang diinterkoneksi dengan grid menggunakan current control. Hasil analisis simulasi menunjukan bahwa FFA dan P&O mampu menghasilkan daya PV yang optimum dengan riak yang kecil dan konverter hybrid cuk converter boost mode dapat menghasilkan rasio tegangan yang lebih besar dibandingkan konverter cuk biasa. Kata Kunci — PV, MPPT FFA, MPPT P&O, Hybrid Cuk Converter, DC-Link, Inverter Grid Connected
KOORDINASI PROTEKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA SYMPATHETIC TRIP DI KAWASAN TURSINA, PT. PUPUK KALTIM
Ekka Sheilla Calmara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.105 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16066
Dalam sistem tenaga listrik diperlukan sistem tenaga listrik yang dapat menjamin keandalan penyaluran. Semakin besar jumlah gangguan, berarti keandalan sistem makin rendah begitu juga sebaliknya. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah Sympathetic Trip Peristiwa ini pada umumnya disebut trip ikutan atau palsu. Hal ini dapat mengganggu keandalan system dan kontinuitas sistem jaringan yang sehat. Hal ini terjadi pada PT. Pupuk Kaltim, saat ada gangguan hubung singkat. Pada saat gangguan terjadi di Tursina pada bus TUS-SG-001, terjadi trip simpatetik di island lain, terutama pada island tanpa impedansi seperti Kanibungan, pada rele OCR_INCK5 dan rele backup nya karena karena arus gangguan yang dirasakan terlalu besar, yakni mencapai 8.141 kA. Oleh sebab itu untuk mengurangi arus gangguan hubung singkat tersebut digunakan suatu impedansi tambahan yaitu Insulated Transformer. Trafo ini dipasang pada bagian outgoing Tursina menuju ring PT. Pupuk Kaltim Pemasangan Trafo dapat mengurangi besarnya arus hubung singkat pada bus TUS-SG-01 dan TU-SG-01 dari 8.141 kA menjadi 1.75 kA. Pemasangan Insulated Transformer sebesar 25 MVA menunjukkan arus hubung singkat semakin berkurang sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan koordinasi proteksi rele arus lebih pada Tursina. Studi koordinasi dilakukan untuk mengetahui apakah sistem pengaman bekerja dengan baik. Hasil analisa hubung singkat serta studi koordinasi proteksi akan ditampilkan dalam bentuk kurva time current characteristic (TCC).
Back-up Perlindungan Relay Jarak Zona Kedua oleh Directional Overcurrent Relays dengan Combined Curves
Ariq Arsya Nanda;
Margo Pujiantara;
Ardyono Priyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (816.429 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16078
Dalam makalah ini, pendekatan baru untuk simultan pengaturan jarak dan relay arus lebih terarah. Ketika skema perlindungan garis terdiri dari relay jarak dan relay arus lebih terarah pengaturan relay harus dihitung mengingat kedua relay. Terpisah perhitungan estafet akan menyebabkan hilangnya selektivitas. Jika kedua zona waktu pengaturan adalah tetap, penentuan otomatis dari pengaturan bisa menyebabkan situasi yang tidak sesuai, serta menemukan satu set selektif pengaturan. Jadi zona waktu kedua harus diubah secara manual sampai masalah optimasi layak. Dalam metode ini, yang terbaik pengaturan untuk zona kedua yang membuat selektifitas dalam back-up dengan relay arus dapat menyebabkan waktu yang tidak menguntungkan dari zona kedua. Dalam metode yang diusulkan, bukannya mengubah waktu zona kedua, bentuk directional arus cadangan yang akan dirubah dengan lokasi gangguan dan saat ini. Ide mengatur proteksi rele arus dalam waktu respon pada arus kesalahan yang lebih tinggi dicapai dengan menggunakan perangkat perlindungan yang universal dengan platform perangkat lunak yang dapat memfasilitasi merancang waktu saat kurva karakteristik yang berbeda bentuk. Hasil simulasi menunjukkan efektivitas metode ini yaitu dengan mengkombinasi kurva rele arah arus lebih dengan relay jarak sehingga mendapatkan koordinasi yang tepat.
RANCANG BANGUN EQUALIZER TEGANGAN SEL MENGGUNAKAN FLYBACK KONVERTER UNTUK BATERAI LI-ION TERHUBUNG SERI
Tegar Subekti;
Heri Suryoatmojo;
Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (849.857 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16085
Saat ini, penyimpanan energi berbasis baterai memiliki peranan penting di berbagai sistem kelistrikan, mulai dari perangkat elektronik sampai dengan sistem berskala besar, termasuk mobil listrik. Baterai Lithium Ion saat ini menjadi paling unggul diantara teknologi baterai yang lain karena kepadatan energinya yang besar. Pada umumnya, sel tegangan dihubungkan seri dalam bentuk string untuk mencapai tegangan sistem yang dibutuhkan. Sel Lithium Ion yang terhubung seri memberikan masalah teknis berupa ketidakseimbangan tegangan yang ada diantara sel yang terjadi karena performa setiap sel yang unik. Hal tersebut akan mengurangi kapasitas yang tersedia pada baterai sehingga lama waktu operasi akan berkurang dan mengakibatkan percepatan degradasi sel karena overcharge atau overdishcharge. Equalizer tegangan sel menggunakan flyback konverter menggunakan arsitektur cell-to-string, dimana energi pada sel yang memiliki tegangan lebih tinggi akan ditransfer ke string untuk menyeimbangkan tegangan sel.