cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Sistem Pengangkutan Sampah Berdasarkan Kapasitas Kendaraan Pengangkut dan Kondisi Kontainer Sampah di Surabaya Barat Prismeida Putri Dara Ambariski; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16477

Abstract

Sampah yang dihasilkan masyarakat Surabaya Barat sekitar 193,64 ton/hari yang tersebar di 52 TPS. Pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA Benowo menggunakan 37 armada truk arm roll. Truk arm roll yang tersedia terdiri atastruk dengan kapasitas pengakutan 6 m3, 8 m3 dan 14 m3 dengan kondisi kontainer tertutup dan tanpa tutup.Waktu kerja efektif yang ditetapkan DKP Kota Surabaya adalah 8 jam/hari. Namun, rata-rata waktu kerja yang dibutuhkan setiap sopir untuk melayani pengangkutan sampah di Surabaya Barat hanya sekitar 5 jam/hari. Optimasi sisa waktu kerja dapat dilakukandengan penambahan jumlah ritasi yang dilakukan setiap hari. Optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis berupa densitas sampah di TPS dan truk arm roll, serta waktu pengangkutan sampah. Optimasi penambahan ritasi dapat ditentukandengan memperhitungkan waktu off route dan sisa waktu kerja pada masing-masing sopir. Penelitian rute terlebih dahulu dilakukan agar dapat mengetahui kondisi eksistingsistem pengangkutan sampah yang dioptimasi. Waktu pengangkutan sampah, jumlah ritasi, kapasitas kendaraan dan kondisi kontainer sampah memiliki pengaruh yang signifikan pada efektifitas sistem pengangkutan sampah.
Kelayakan Teknologi Desalinasi Sebagai Alternatif Penyediaan Air Minum Kota Surabaya (Studi Kasus: 50 Liter per detik) Nurul Latifa Hanna
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.338 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16514

Abstract

Saat ini, PDAM Surabaya masih kesulitan mencari air baku. Selain kurangnya debit untuk air baku,  kualitas air baku di Surabaya yang minim membuat biaya produksi semakin meningkat. Di sisi lain, masih terdapat air laut sebagai sumber air baku yang secara kuantitas tidak terbatas namun memiliki kadar garam yang sangat tinggi. Dikaji 3 alternatif teknologi pengolahan yang umum digunakan secara studi literatur, yaitu:  teknologi distilasi dengan Multi Stage Flash Distilation (MSF), teknologi membran dengan Reverse Osmosis (RO) dan teknologi pertukaran ion dengan (Electrodeionization). Unit pengolahan yang terpilih adalah Reverse Osmosis dengan keunggulan terletak pada kecepatannya dalam memproduksi air serta adanya peluang pemanfaatan reject water yang dapat meringankan biaya investasi yang sangat tinggi. Unit pengolahan terdiri dari vertical beach-well intake, koagulasi-flokulasi, sedimentasi, pressure sand filter, karbon aktif, RO dan terakhir klorinasi. Pengolahan ini tidak menggunakan bahan kimia, sehingga reject water dapat dimanfaatkan menjadi garam murni dan nigari yang aman untuk dikonsumsi. Hasil analisa finansial dari sistem pengolahan ini dapat dikatakan layak karena memiliki nilai NPV bernilai positif sebesar Rp11.953.760.829 dengan IRR sebesar 28,81% yang lebih besar dari MARR Bank BNI yaitu 12,5% dengan periode pengembalian setelah 6 tahun proyek berjalan berdasarkan metode payback period
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Pada Sektor Pertanian dan Peternakan di Kota Surabaya Manggar Cahyo Lintangrino; Rachmat Boedisantoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16528

Abstract

Penurunan beban emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi perhatian global seluruh dunia termasuk Indonesia. Seluruh kota di Indonesia wajib untuk membuat Rencana Aksi Nasional Penurunan Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) dalam rencana pembangunan daerahnya sesuai dengan yang tercantum pada Peraturan Presiden No 61. Tahun 2011. Pemerintah menargetkan penurunan GRK sebesar 0,008 gigaton pada tahun 2020 untuk sektor pertanian. Sektor pertanian yang terdiri dari pertanian dan peternakan sendiri menghasilkan gas rumah kaca berupa CO2, CH4, dan N2O. Kota Surabaya yang merupakan kota metropolitan memiliki potensi GRK yang cukup besar dari berbagai sektor termasuk sector pertanian dan peternakan, dibandingkan dengan kota metropolitan lain di Indonesia. Maka diperlukan inventarisasi emisi. Inventarisasi merupakan langkah awal untuk  menentukan kebijakan selanjutnya dalam mengendalikan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beban emisi GRK  dan pemetaannya pada sebuah peta dasar Kota Surabaya menggunakan metode IPCC 2006. Beban emisi Kota Surabaya dari sektor peternakan sebesar 89,92 Gg Ton CO2-Eq/tahun, dan sektor pertanian sebesar 6,1 Gg Ton CO2-Eq/tahun. Total beban emisi GRK Kota Surabaya adalah sebesar 93 Gg Ton CO2-Eq/tahun. Kecamatan Semampir menyumbang emisi paling besar pada sektor peternakan yaitu 63,5 Ton CO2-Eq/tahun, dan pada sektor pertanian Kecamatan Pakal menyumbang emisi paling besar yaitu 1,4 Gg Ton CO2/tahun.  
Alternatif Perencanaan Pondasi Tiang untuk Gedung Tinggi di Atas Tanah Lunak pada Proyek Pembangunan Kota Baru Summarecon-Bandung Ali Kurniawan Ngunaidi; Indrasurya Mochtar; Yudhi Lastiasih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.654 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16885

Abstract

Proyek pembangunan Kota Baru-Summarecon Bandung terletak pada kawasan Gedebage Bandung Timur. Kawasan ini merupakan area bekas sawah sehingga memiliki jenis tanah yang sangat lunak (dominan lempung) dengan NSPT rata-rata sebesar 2. Proyek tersebut masih dalam pelaksanaan konstruksi tahap 1, sehingga belum diketahui desain konstruksi pada gedung yang akan dibangun. Untuk itu perlu adanya permodelan struktur atas yang diklasifikasikan sebagai gedung tinggi 10 Lt, 15 Lt, dan 20 Lt, dengan fungsi bangunan sebagai gedung perkantoran. Dalam tugas akhir ini, dilakukan perencanaan dengan beberapa alternative perencanaan pondasi, yaitu dengan menggunakan metode konvensional dan metode P-y curve. Perencanaan pondasi yang dilakukan adalah sebagai berikut; permodelan struktur gedung menggunakan Program Bantu SAP 2000, perhitungan daya dukung tanah untuk pondasi dengan perumusan Meyerhoff & Bazaara, perhitungan kebutuhan jumlah tiang dalam kelompok, efisiensi tiang, daya dukung tiang kelompok, safety factor, analisa penurunan tiang menggunakan software allpile, konstanta pegas, perbandingan antara metode konvensional dengan P-y curve, serta perencanaan biaya. Berdasarkan hasil perencanaan pada tugas akhir ini, didapatkan bahwa, dengan nilai Safety Factor (SF) yang sama yaitu 2, penggunaan metode P-y curve akan lebih efisien karena kebutuhan jumlah tiang pancang lebih sedikit sehingga biaya lebih murah.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Proses Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter Habib Prasetia Adi; Mohammad Razif; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.518 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16937

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tarbiyatul Fallah merupakan IPAL domestik yang melayani Pesantren Tarbiyatul Fallah, namun berhenti beroperasi sejak tahun 2014. Agar manfaat IPAL dapat terus dirasakan, dilakukan perancangan ulang IPAL dengan alternatif Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF). Alternatif IPAL anaerobik yang keunggulan dalam kemudahan penerapan dan biaya operasional yang rendah. Perancangan ulang dimulai dengan mengevaluasi kinerja IPAL yang sudah ada. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui permasalahan IPAL. Kemudian dilakukan perencanaan aternatif IPAL dengan proses ABR dan AF. Hasil perencanaan adalah berupa DED, BOQ, dan RAB pembangunan dan operasional. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dibandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing alternatif IPAL. IPAL Tarbiyatul Fallah berhenti beroperasi disebabkan oleh permasalahan bau dan suara bising dari proses aerasi yang meresahkan masyarakat dan biaya operasional yang tinggi. Alternatif IPAL pengganti dapat berupa ABR dengan dimensi (15,1 m x 1,9 m x 2,3 m) dan AF dengan dimensi (13,75 m x 2,4 m x 2,3 m). Biaya pembangunan untuk ABR sebesar Rp152.969.500 dan AF sebesar Rp175.140.500. Sedangkan biaya operasional ABR sebesar Rp17.012.400 per tahun dan AF sebesar Rp21.345.950 per tahun. ABR memiliki keunggulan dalam hal tingkat penyisihan polutan, waktu tinggal, luas lahan dan biaya pembangunan dan operasional dibanding AF. Sedangkan AF memiliki keunggulan dalam jumlah kompartemen dan kebutuhan beton yang dibanding ABR.
Evaluasi Timbulnya Genangan Pada Catchment Area Sistem Pematusan Greges Yang Dilayani Rumah Pompa Greges Di Rayon Genteng Surabaya Januar Catur Putranto; Mas Agus Mardyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.44 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17444

Abstract

Sistem Pematusan dengan luas total 1520 ha. yang dilayani oleh Rumah Pompa Greges mempunyai 1 saluran primer yaitu saluran primer Kali Greges. Saluran  primer Kali Greges dengan panjang mencapai 4-5 km dan lebar 12-22 meter merupakan muara dari 17 saluran sekunder. Selain rumah pompa Greges yang melayani saluran primer Kali Greges, terdapat 3 rumah pompa yaitu rumah pompa Dupak Bandarejo yang melayani saluran sekunder Kali Dupak, rumah pompa Asem Jaya yang melayani saluran tersier Kali Asem Jaya, serta rumah pompa Tidar di saluran tersier Petemon Kali yang tidak di operasikan lagi. Variabel penelitian yang digunakan yaitu kapasitas pompa, debit aliran ke saluran primer, dan debit aliran ke saluran sekunder. Metode yang digunakan yaitu dilakukan perhitungan hidrolika untuk mengetahui debit saluran rencana dan debit eksisting. Selain itu, dilakukan perbandingan terhadap kapasitas pompa saat ini dan kapasitas awal serta dilakukan analisis terhadap Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian pompa. Hasil evaluasi ini menunjukkan kondisi eksisting 5 segmen saluran sekunder yaitu Kali Tembok Gede, Kali Semarang, Kali Margo Rukun, Kali Demak Timur, dan Kali Dupak tidak mampu melayani debit limpasan air hujan yang disebabkan karena adanya sedimen. Selain itu, juga tidak adanya Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian pompa secara tertulis, sehingga menyebabkan terjadinya genangan dengan luas total genangan 5,71 ha dengan lama waktu genangan maksimum 240 menit dan tinggi genangan maksimum 40 centimeter pada tanggal 16 April 2016 yang merupakan salah satu genangan terbesar di catchment area Sistem Pematusan Greges.
Optimasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Magetan Nastiti Sri Fatmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.541 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16974

Abstract

Industri Penyamakan Kulit Magetan terdapat 78 unit pengusaha penyamakan kulit. Produk kulit finish yang dihasilkan sebanyak ±8.2006.180.440 feet/tahun dan limbah cair yang dihasilkan hingga mencapai 1500 m3/hari. Industri Penyamakan Kulit Magetan telah dilengkapi dengan sarana IPAL dengan kapasitas 600 m3/hari. Hasil dari pemeriksaan parameter belum terpenuhinya baku mutu air limbah sesuai dengan PERGUB JATIM No. 72 Tahun 2013 Optimasi ini menggunakan metode evaluasi dan perhitungan optimasi. Evaluasi pertama yaitu menghitung efisiensi pengolahan dan proses pengolahan kemudian dari hasil evaluasi maka perlu melakukan perhitungan optimasi dari aspek teknis dan aspek biaya. Hasil evaluasi pengolahan biologis diperoleh nilai parameter sangat rendah, setelah di optimasi dengan merencanakan % efisiensi pengolahan dan penambahan debit air limbah didapatkan nilai MLSS pada bak aerasi 1 sebesar 1223 mg/l, bak aerasi 2 sebesar 774 mg/l, solid flux lumpur aktif 1 sebesar 1,17 kg/m2.hari, solid flux lumpur aktif 2 sebesar 0,6 kg/m2.hari, F/M rasio lumpur aktif 1 sebesar 0,08 kg BOD/kg MLSS, F/M rasio lumpur aktif 2 sebesar 0,1 kg BOD/kg MLSS, waktu detensi lumpur aktif 1 sebesar 2,5 jam, waktu detensi lumpur aktif 2 sebesar 2,8 jam, kebutuhan udara lumpur aktif 1 sebesar 121,5 m3/hari, dan kebutuhan oksigen lumpur aktif 2 sebesar 105 m3/hari. Hasil perhitungan optimasi biaya pemeliharaan menghabiskan dana sebesar Rp. 9.617.700,- per bulan.  
Kajian Pengelolaan Limbah Padat Peternakan Sapi Simantri Berbasis 2R (Reduce dan Recycle) di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Gde Prima Tangkas; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17071

Abstract

Simantri atau Sistem Pertanian Terintegrasi merupakan sebuah program Pemerintah Provinsi Bali yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dan peternakan. Pengelolaan limbah padat di peternakan sapi Simantri Kecamatan Seririt yakni pengolahan biogas dan pembuatan kompos belum berlangsung optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju timbulan dan komposisi limbah padat peternakan sapi Simantri, mengevaluasi pengelolaan limbah padat eksisting. Tujuan lainnya yaitu menentukan strategi penerapan teknologi pengolahan biogas dan kompos berdasarkan analisis SWOT. Pada penelitian ini dilakukan pengklasifikasian berdasarkan peternakan yang pengolahan biogasnya masih beroperasi, pengolahan komposnya masih beroperasi dan peternakan yang pengolahan biogas dan komposnya tidak beroperasi. Pengukuran laju timbulan limbah padat berdasarkan SNI 19-3964-1994 dan analisis mass balance limbah padat. Instrumen kuisioner digunakan pada penelitian ini untuk mendapatkan informasi pengelolaan limbah padat eksisting, permasalahan, dan penilaian SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Sehingga diperoleh teknologi pengelolaan limbah padat berbasis 2R yang dapat diterapkan. Total laju timbulan limbah padat peternakan sapi Simantri Kecamatan Seririt yaitu 2371,40 kg/hari dengan komposisi 303,88 kg sisa pakan/hari dan 2067,52 kg kotoran sapi/hari. Peternakan Sapi Simantri Kecamatan Seririt yang masih melakukan pengelolaan limbah padat sebanyak 53,84 % atau 7 peternakan. Sedangkan, yang tidak melakukan pengelolaan limbah padat sebanyak 46,16% atau 6 peternakan. Strategi penerapan teknologi untuk pengolahan limbah padat peternakan dari hasil analisis SWOT yaitu dengan melakukan pengolahan biogas dan pembuatan kompos dengan intensif dan melakukan inovasi dalam teknologi pengolahan biogas dan kompos.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Agar-agar Adelia Puspita Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.926 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17094

Abstract

Industri agar-agar merupakan salah satu industri pangan yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar terutama dari proses pencucian bahan baku. Bahan baku yang digunakan berasal dari rumput laut berjenis Gellidium sp., Gracillaria sp., dan Eucheuma Cottoni. Berdasarkan PerGub Jatim no. 72 tahun 2013 terdapat 6 parameter baku mutu air limbah yang harus dipenuhi sebelum membuang limbah ke badan air. Parameternya adalah BOD, COD, TSS, pH, ammonia dan sisa klor. Pada perencanaan ini digunakan data primer yang berasal dari industri agar-agar X yang berlokasi di Kab. Malang. Dari data yang didapat, dilakukan analisa kualitas sampel terhadap 6 parameter pencemar yang disesuaikan dengan baku mutu. Pengukuran salinitas juga dilakukan terhadap sampel. Sampel yang diambil dari 3 titik dengan menggunakan metode Integrated Sampling. Pada perencanaan ini digunakan data dari outlet 1 dan 2 yang tidak memenuhi ambang baku mutu dengan nilai BOD sebesar 514,4 mg/l, COD sebesar 1710,59 mg/l, dan TSS sebesar 269,26 mg/l. Sedangkan untuk parameter pencemar lainnya sudah memenuhi baku mutu. Unit IPAL yang direncanakan merupakan unit-unit pengolahan fisik-kimia. Unit IPAL terdiri dari bar screen, bak ekualisasi, prasedimentasi, koagulasi-flokulasi, sedimentasi dan filter dengan media zeolite. Pemilihan alternatif pengolahan didasarkan pada karakteristik limbah yang banyak mengandung bahan kimia terlarut untuk proses pencucian. Perhitungan BOQ dan RAB menggunakan HSPK Kota Malang 2015 dan didapatkan angka sebesar Rp141.665.444,00 untuk pembangunan seluruh unit IPAL.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Kegiatan Peternakan Sapi Perah dan Industri Tahu RAHANI YUNANDA KUSUMADEWI
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.879 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17095

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan sapi perah dengan diversivikasi industri tahu di Dusun Klagen, Krian, Kabupaten Sidoarjo memiliki karakteristik yang melebihi baku mutu. Kualitas air limbah kegiatan peternakan sapi diketahui mencapai 1.605,24 mgBOD/L, 4.134,35 mgCOD/L, dan TSS sebesar 1.170 mg/L. Kualitas air limbah untuk kegiatan industri tahu diketahui sebesar 2.387,06 mg/L untuk BOD5 dan COD sebesar 4.204,2 mg/L, serta TSS sebesar 240 mg/L. Melihat karakteristik tersebut diperlukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar air limbah yang dibuang ke badan air memenuhi baku mutu. Perencanaan didasarkan pada karakteristik air limbah yang diperoleh dari hasil uji laboratorium dan kondisi eksisting lokasi studi. Alternatif pengolahan yang direncanakan adalah pengolahan dengan teknologi upflow anaerobic sludge blanket (UASB) dan kombinasi anaerobic aerobic filter. IPAL yang direncanakan membutuhkan luas lahan sebesar 297 m2. Luas lahan tersebut juga meliputi bak ekualisasi sebagai penunjang pengolahan upflow anaerobic sludge blanket (UASB). Biaya yang dibutuhkan untuk membangun instalasi pengolahan air limbah sesuai perencanaan sebesar Rp 1.663.183.000.