cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Otomatisasi Pelayanan Binatu Berbasis Raspberry Pi Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Kegiatan Operasional Dan Pelayanan Binatu Al Habsyi Yesa; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.666 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16321

Abstract

Bisnis binatu (laundry) atau bisnis jasa cuci pakaian merupakan bisnis yang menggiurkan saat sekarang ini. Proses layanan binatu umumnya terdiri dari pendaftaran, pengolahan, dan pengambilan pakaian. Proses ini memiliki banyak kekurangan yaitu pendaftaran manual tidak efektif dan efisien, pengolahan pakaian hanya diketahui oleh penyedia layanan binatu, dan pelanggan tidak mengetahui pakaian telah selesai. Ditengah persaingan bisnis yang begitu ketat, pelayanan konsumen merupakan suatu hal yang sangat penting. Penyedia jasa dituntut untuk berinovasi untuk menyediakan layanan jasa yang efektif dan efisien. Oleh karena itu pada penelitian ini merancang dan merealisasikan otomatisasi pelayanan binatu berbasis raspberry pi. Sistem ini menggunakan timbangan digital berbasis load cell, teknologi radio frequency identification (RFID) sebagai masukan data otomatis, Raspberry Pi sebagai pusat dari pengolahan basis data (database), dan webserver sebagai pusat informasi bagi pelanggan. Hasil penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Timbangan digital memiliki eror rata-rata 0,88 %, metode RFID dapat memasukan data pelanggan secara otomatis dengan metode pengambilan nomor identitas jenis hex 8 digit, Raspberry Pi dapat mengakomodasi aplikasi yang efektif dan efisien untuk menyimpan data pelanggan secara otomatis dengan pemakaian CPU rata-rata 5%, dan webserver yang digunakan dapat menyediakan informasi layanan binatu bagi pelanggan.
Pengaturan Lampu Lalu Lintas Secara Nirkabel Bertenaga Surya Nanang Warihandoko; Muhammad Rivai; Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16339

Abstract

Lampu lalu lintas merupakan sarana yang penting untuk mengatur kendaraan yang melintasi persimpangan. Tetapi pada lampu lalu lintas banyak terdapat permasalahan, misalnya kondisi persimpangan dekat sungai, dekat perlintasan kereta api atau persimpangan tidak simetris sehingga penggunaan kabel tidak efektif digunakan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem kontrol lampu lalu lintas secara nirkabel menggunakan perangkat Xbee  dengan topologi jaringan point to multipoint untuk komunikasi antara kontrol utama lampu lalu lintas dengan setiap lampu lalu lintas  di persimpangan. Sistem ini  menggunakan ip kamera untuk mengetahui kepadatan setiap persimpangan sehingga dapat mengatur waktu hijau secara efektif. Algoritma haar cascade clasifier digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan di setiap persimpangan dan memberikan input ke kontrol utama lampu lalu lintas untuk mengatur waktu hijau. Sistem dilengkapi dengan monitoring via web server menggunakan thingspeak.com  untuk mengetahui tegangan pada baterai. Pengujian dilakukan dengan meletakkan setiap lampu dengan jarak 100 meter dari kontrol utama lampu lalu lintas. Untuk penggunaan Baterai 50 AH dengan  beban  lampu lalu lintas dan modul xbee dapat digunakan selama 8 hari tanpa pengisian. Penentuan waktu hijau efektif di simpang empat  adalah antara 15 sampai 28 detik untuk setiap banyak antrian kendaraan, dengan kesalahan deteksi kendaraaan dalam kondisi antrian adalah 45%
Pengembangan Sistem Navigasi Otomatis Pada UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dengan GPS(Global Positioning System) Waypoint Rahmad Hidayat; Ronny Mardiyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.798 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16342

Abstract

UAV adalah salah satu wahana tanpa awak di udara yang mana dapat terbang tanpa pilot, menggunakan gaya aerodinamik untuk menghasilkan gaya angkat (lift), dapat terbang secara autonomous atau dioperasikan dengan radio kontrol. UAV digunakan untuk berbagai keperluan baik di lingkup militer maupun sipil. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan pengembangan sistem navigasi otomatis pada UAV dengan GPS waypoint. Sistem ini menggunakan kontrol manual dan autopilot. Pada mode manual, pengguna secara manual mengendalikan pergerakan pesawat melalui radio kontroler sedangkan pada mode autopilot pesawat dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang mengolah data-data sensor IMU (Inertial Measurement Unit) yang didalamnya terdapat gyroscope dan accelerometer, GPS dan barometric altimeter sehingga dapat terbang secara otomatis dengan sesuai waypoint GPS yang dimasukkan. Mikrokontroler menerima dan menolah data dari sensor dan menghasilkan keluaran untuk menggerakkan servo aktuator. Pengolahan data dari sensor menggunakan kontrol PID (Proportional Integral Derivative). Pesawat akan terkoneksi dengan ground station melalui perangkat telemetri untuk mengirimkan data penerbangan ke darat. Sistem navigasi ini diharapkan dapat secara tepat mengarahkan pesawat menuju satu titik atau lebih dengan toleransi kesalahan ≤ 30 meter pada ketinggian 30-100 meter. Selain itu pesawat diharapkan dapat terbang dengan radius ± 2 km dari ground station. Hasil dari pengujian dapat dilaksanakan kontrol manual dan otomatis pada UAV melalui 5 channel (aileron, elevator, throttle, rudder dan saklar). Distorsi pada kontrol manual diminimalisir dengan memperbesar faktor pembagi sinyal PWM sebesar 50μs-100μs. Kontrol otomatis dapat menstabilkan sikap pesawat di udara (sudut roll 45° dan sudut pitch 30°) Setting Kp 1,2 dan Ki 0,01, setting Kp navigasi GPS 0,2 Ki 0,01 dan Kd 4 dengan sudut roll maksimal 15°.
Analisis Kinerja TCP/IP untuk Jaringan Nirkabel Bergerak 3G di Surabaya Nurul Hidayati; Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16345

Abstract

Surabaya akan menerapkan Intelligent Transport System (ITS), yaitu sistem transportasi yang cerdas, di mana komunikasi data menjadi poin utama karena ITS berbasis pada internet. ITS menggunakan protokol TCP/IP. TCP mengoptimalkan pengiriman data yang akurat daripada ketepatan waktu. Sehingga terkadang menimbulkan keterlambatan yang panjang karena data akan ditransmisikan ulang atau menunggu pesan out-of-order. Keterlambatan transmisi data ini harus ditekan seminim mungkin agar kontinuitas pengiriman data tetap terjaga dengan baik. Analisis dibutuhkan untuk mengetahui seberapa lama keterlambatan dalam transmisi data dari provider seluler 3G. Pengukuran diambil dari beberapa provider seluler, sehingga dapat dibandingkan performansi dari masing-masing provider. Parameter yang dianalisis yaitu delay. Pengukuran dilakukan di dalam kendaraan bergerak (kereta api komuter) selama 7 hari, dengan setiap harinya terdapat 4 kali jadwal pemberangkatan. Dari hasil pengukuran pada 4 provider, didapatkan bahwa saat delay kurang dari 5000 ms nilai CDF pada provider A sebesar 75%, provider B dengan nilai CDF 81%, provider C dengan nilai CDF 90% dan provider D dengan nilai CDF 77%. Dari keempat provider, nilai CDF yang paling tinggi adalah provider C sebesar 90%. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan sistem komunikasi nirkabel bergerak pada penerapan Intelligent Transport System (ITS) untuk aplikasi mengetahui posisi kendaraan pada angkutan masal cepat, karena nilai delay toleransi sebesar 5 detik.
Implementasi Analog Front End Pada Sensor Kapasitif Untuk Pengaturan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroller STM32 Rendy Setiawan; Muhammad Rivai; Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.012 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16416

Abstract

Sensor kapasitif merupakan jenis sensor yang mengubah stimulus fisik menjadi perubahan kapasitansi. Pada sensor kapasitif, adanya stray capacitance atau kapasitansi parasitik pada sensor dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran. Dalam aplikasi pengaturan kelembaban, dibutuhkan sistem pengukuran kelembaban dengan kesalahan minimum untuk mendapatkan nilai setting point dengan galat minimum. Maka diperlukan implementasi analog front end yang dapat meminimalisir kesalahan akibat stray capacitance pada sensor kapasitif untuk pengukuran kelembaban relatif. Pada sistem pengukuran sensor kapasitif ini, sensor dieksitasi dengan sinyal AC yang dihasilkan oleh generator sinyal pada frekuensi 10 KHz, kemudian diimplementasikan analog front end untuk mengondisikan sinyal dari sensor. Keluaran dari analog front end dikonversi menjadi sinyal DC menggunakan demodulator sinkron dan filter low pass lalu dikonversi menjadi data digital menggunakan ADC di mikrokontroller STM32. Hasil pengukuran yang didapatkan dengan implementasi analog front end kemudian kemudian gunakan untuk mengatur kelembaban pada sebuah plant growth chamber. Berdasarkan hasil dari pengujian, rangkaian analog front end dapat mengompensasi stray capacitance dengan kesalahan pembacaan nilai kapasitansi maksimal sebesar 4.2% pada kondisi stray capacitance sebesar 236,6pF, 174,3pF dan 115,7pF. Implementasi analog front end pada pengaturan kelembaban menghasilkan galat pada setting point maksimal sebesar 8.8% untuk nilai RH 75% dan 33%.
Interaksi pada Museum Virtual Menggunakan Pengindera Tangan dengan Penyajian Stereoscopic 3D Gary Almas Samaita; Surya Sumpeno; Muhtadin Muhtadin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.79 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16426

Abstract

Kemajuan teknologi menjadikan museum mengembangkan cara penyajian koleksinya. Salah satu teknologi yang diadaptasi dalam penyajian museum virtual adalah Virtual Reality (VR) dengan stereoscopic 3D. Sayangnya, museum virtual dengan teknik penyajian stereoscopic masih menggunakan keyboard dan mouse sebagai perangkat interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan interaksi dengan pengindera tangan pada museum virtual dengan penyajian stereoscopic 3D. Museum virtual divisualisasikan dengan teknik stereoscopic side-by-side melalui Head Mounting Display (HMD) berbasis Android. HMD juga memiliki fungsi head tracking dengan membaca orientasi kepala. Interaksi tangan diterapkan dengan menggunakan pengindera tangan yang ditempatkan pada HMD. Karena pengindera tangan tidak didukung oleh HMD berbasis Android, maka digunakan server sebagai perantara HMD dan pengindera tangan. Setelah melalui pengujian, diketahui bahwa rata-rata confidence rate dari pembacaan pengindera tangan pada pola tangan untuk memicu interaksi adalah sebesar 99,92% dengan rata-rata efektifitas 92,61%. Uji ketergunaan juga dilakukan dengan pendasaran ISO/IEC 9126-4 untuk mengukur efektifitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dari sistem yang dirancang dengan meminta partisipan untuk melakukan 9 tugas yang mewakili interaksi tangan dalam museum virtual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua pola tangan yang dirancang dapat dilakukan oleh partisipan meskipun pola tangan dinilai cukup sulit dilakukan. Melalui kuisioner diketahui bahwa total 86,67% partisipan setuju bahwa interaksi tangan memberikan pengalaman baru dalam menikmati museum virtual.
Sistem Otomatisasi Pelacakan Objek Astronomi Menggunakan Teleskop Berdasarkan Stellarium Rahman, Afif Aulia; Rivai, Muhammad; Tasripan, Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16428

Abstract

Stellarium merupakan software simulasi gambar 3D yang dapat menampilkan benda-benda angkasa secara detail, sehingga pengamat astronomi dapat mengetahui koordinat suatu objek angkasa melalui data yang disajikan oleh stellarium. Akan tetapi pencarian objek berdasarkan koordinatnya jika dilakukan pengamatan secara manual menggunakan teleskop akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang secara otomatis dapat menggerakkan teleskop berdasarkan data-data yang diperoleh melalui stellarium.Sistem tersebut dapat dibangun dengan mengintegrasikan arduino, kamera, sensor potensiometer, motor servo dan motor dc. Stellarium mengirimkan data ke komputer berupa koordinat objek. Kemudian di komputer koordinat tersebut dikonversi dalam bentuk derajat dan dikirim ke arduino. Dengan metode fuzzy logic arduino akan menggerakkan motor dc menuju objek berdasarkan data derajat dan sensor potensiometer. Kamera akan menangkap gambar real-time melalui teleskop dan ditampilkan ke layar monitor komputer. Kemudian komputer melakukan image processing yaitu autofocus dengan motor servo untuk memperjelas gambar dan tracking dengan menentukan titik tengah objek. Saat benda bergerak, kamera akan meng-update koordinat objek dan menggerakkan teleskop menuju koordinat baru objek tersebut. Berdasarkan pengujian, kesalahan hasil konversi sensor derajat azimuth rata-rata sebesar 0.6 derajat, sedangkan untuk altitude rata-rata sebesar 0.6 derajat.
Rancang Bangun Arsitektur Modular Album Foto Digital 'Fotokita' Berbasis Desktop A. Heynoum Dala Rif'at; Rizky Januar Akbar; R.V. Hari Ginardi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.153 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16445

Abstract

Seiring dengan fenomena semakin maraknya aktifitas pengabadian momen, dibutuhkannya teknologi yang memadai untuk mendukung aktifitas tersebut. Beberapa solusi telah ditawarkan oleh percetakan atau studio foto untuk menawarkan jasa membuat album foto. Tetapi di Indonesia belum ada aplikasi album digital berbasis desktop yang dapat memudahkan pengguna secara langsung untuk membuat album fotonya sendiri. Pada makalah ini, permasalahan tersebut akan ditangani dengan membuat album foto digital yang bersifat modular yang dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna dan ketidakpastian perkembangan fitur di masa depan, misalnya penambahan frame, efek dan tools pada aplikasi. Perangkat lunak ini bersifat desktop dan terdapat abstraksi/aturan yang perlu diimplementasikan agar modul dapat diintegrasi. Perangkat lunak akan dapat menambah, menghapus instalasi atau mengubah status modul-modul dari album foto digital tersebut tanpa melakukan perubahan pada modul lain. Pengujian dilakukan dengan melakukan penambahan, penghapusan instalasi dan pengubahan status modul. Dari hasil pengujian, aplikasi yang dirancang dan diimplementasikan telah memenuhi semua kebutuhan fungsional.
Pengenalan Isyarat Tangan Menggunakan Leap Motion Controller untuk Pertunjukan Boneka Tangan Virtual Iskandar Dzulkarnain; Surya Sumpeno; Christyowidiasmoro Christyowidiasmoro
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16462

Abstract

Leap Motion Controller memiliki keterbatasan dalam menangkap gerak isyarat tangan. Keterbatasan tersebut menyebabkan gerakan tangan model boneka virtual tidak seakurat gerakan tangan pelakon. Selain itu, konfigurasi bone model dimensi tiga untuk Leap Motion Controller berbeda dengan konfigurasi bone dimensi tiga pada umumnya. Oleh karena itu, dilakukan pengenalan isyarat tangan menggunakan Leap Motion Controller untuk pertunjukan boneka tangan virtual. Pengenalan isyarat tangan tersebut dilakukan dengan memetakan hasil penjejakan tangan dari Leap Motion Controller ke dalam model prefab tangan Leap SDK. Setelah berhasil dipetakan, konfigurasi bone dari model prefab tangan Leap SDK diadaptasi ke dalam model boneka tangan virtual. Adaptasi tersebut dilakukan dengan mengatur posisi dan orientasi bone pada model dimensi tiga boneka tangan. Setelah posisi dan orientasi bone yang sesuai ditemukan, model dimensi tiga boneka tangan diuji menirukan gerakan boneka tangan asli. Pengujian boneka tangan virtual pada sembarang orang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesinkronan gerak mulut atas dan mulut bawah boneka tangan virtual. Dari pengujian sembarang orang, didapatkan hasil 50% setuju dan 5,6% sangat setuju gerak mulut atas sinkron dengan gerak tangan. Sedangkan untuk gerak mulut bawah sinkron dengan gerak tangan didapatkan 16,7% setuju dan 11,1% sangat setuju.
Pengaruh Temperatur Solution Treatment dan Aging terhadap Fasa Dan Kekerasan Copperized-AISI 1006 Widia Anggia Vicky; Sutarsis Sutarsis; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16481

Abstract

Sebagai salah satu unsur paduan yang digunakan pada baja karbon rendah, tembaga dapat meningkatkan kekuatan tanpa menurunkan keuletan secara signifikan. Tembaga meningkatkan kekuatan pada baja dengan mekanisme penguatan secara precipitation hardening. Dalam penelitian ini dilakukan pemaduan tembaga dan baja AISI 1006 dengan mencelupkan baja AISI 1006 yang telah di-pre-heat ke dalam tembaga cair. Selanjutnya dilakukan precipitation hardening dengan variasi pada temperatur solution treatment dan aging. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa temperatur solution treatment tidak mempengaruhi fasa yang terbentuk pada copperized-AISI 1006, yaitu tetap berupa α-ferit. Selain itu kenaikan dari temperatur solution treatment berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dan temperatur aging 450oC menghasilkan kekerasan tertinggi dibanding temperatur aging yang lain, yaitu 119, 47 VHN dan 115,75 VHN untuk sampel yang sebelumnya di-solution treatment 800 dan 900oC.

Page 4 of 48 | Total Record : 472